cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 02163942     EISSN : 25496883     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
This journal is a scientific journal publications to develop knowledge in the field of Medical Science and Health. Topics of papers that can be published in the Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta is scientific topics that correspond to areas of interest in the Faculty of Medicine and Health are Medical Science, Public Health, Obstetrics, Nursing, Pharmacy, Nutrition, other fields of health sciences. This journal is published periodically since 2004, 2 (two) times in 1 year (January and July). Available online since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Perempuan Etnis Minangkabau di Kota PadangHubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Perempuan Etnis Minangkabau di Kota Padang Ramdhika, Muhammad Reza; Widiastuti, Wisda; Hasni, Dita; Febrianto, Budi Yulhasfi; Jelmila, Srinani
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.1.91-97

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular, memiliki dua faktor risiko yaitu tidak dapat diubah salah satunya aktivitas fisik, etnis Minangkabau mempunyai kejadian terkena hipertensi 78,6% yang berkaitan dengan gaya hidup salah satunya kurangnya aktivitas fisik dengan penderita pada perempuan 36,9%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada perempuan etnis Minangkabau. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah semua perempuan etnis Minangkabau yang menderita hipertensi di Puskesmas Anak Air kota Padang dengan 52 sampel case dan 52 sampel control  menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat disajikan menggunakan software SPSS. Perempuan etnis Minangkabau dengan hipertensi mayoritas adalah yang tidak bekerja dan beraktivitas fisik ringan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan hipertensi (p value = 0,076), namun terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan hipertensi (p value = 0,046) pada perempuan etnis Minangkabau. Bagi masyarakat terutama perempuan etnis Minangkabau yang mengalami hipertensi diharapkan dapat meningkatkan aktivitas fisik agar dapat mencegah komplikasi kardiovaskuler.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Orangtua dalam Pencegahan Karies Gigi Anak di Jakarta Timur Andriyani, Andriyani; Putri, Nikite; Lusida, Nurmalia; Ernyasih, Ernyasih; Rosyada, Dede; Jaksa, Suherman; Al-Maududi, Abul Ala
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.1.11-17

Abstract

Penyakit pada gigi dan mulut merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh manusia, salah satu penyakitnya adalah karies. Karies gigi merupakan masalah yang penting pada anak sekolah karena selain menimbulkan rasa sakit, tetapi juga menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lainnya sehingga menyebabkan produktivitas menurun. Hal ini menimbulkan gangguan konsentrasi belajar, mempengaruhi nafsu makan, mengurangi presensi kehadiran di sekolah hingga mengganggu pertumbuhan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku orangtua dalam pencegahan karies gigi anak di TK Aliria Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan total sampling berdasarkan jumlah populasi yaitu 55 responden. Analisis univariat menggunakan uji proporsi dan bivariat menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value = 0,019) dan sikap ibu (p value = 0,001) terhadap perilaku pencegahan karies gigi anak. Mayoritas orang tua berperilaku mendukung pencegahan karies gigi anak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi orang tua untuk dapat lebih memberikan perhatian pada kesehatan anak khususnya kesehatan gigi sejak dini. Selain itu, diharapkan pula bagi sekolah untuk melaksanakan program sebagai upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut pada anak, misalnya sikat gigi secara rutin setelah waktu snack time.
Hubungan Pengetahuan, Cara Penyimpanan dan Penggunaan APD dengan Kejadian Keracunan Pestisida Golongan Organofosfat pada Petani Penyemprot Hama Tanaman di Kecamatan Sungai Kakap Kalimantan Barat Triana Srisantyorini; Suherman Suherman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN - EXTEND
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.12.1.63-71

Abstract

Pestisida, yang digunakan untuk mengendalikan populasi hama, penyakit, dan gulma dengan cepat, memiliki sifat racun. Oleh karena itu, pestisida bisa menjadi sahabat sekaligus musuh bagi petani. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada bulan Agustus 2015 di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Pontianak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, dengan sampel penelitian terdiri dari 60 petani. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara cara penyimpanan pestisida (P-value = 0,001) dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) (P-value = 0,000) dengan keracunan pestisida golongan Organofosfat pada petani yang melakukan penyemprotan hama tanaman di Kecamatan Sungai Kakap, Kalimantan Barat.--Pesticides are poisons. Their purpose is to quickly and conveniently suppress or reduce the population of target pests (such as insects, diseases, and weeds), making pesticides both allies and adversaries for farmers. This research is a descriptive-analytical study with a cross-sectional design, conducted in August 2015 in Sungai Kakap Subdistrict, Kubu Raya Regency, Pontianak. Data was collected using questionnaires and interviews, with a sample of 60 farmers. The data were analyzed through univariate and bivariate analysis with a chi-square test. The results of the study indicated a significant correlation between pesticide storage practices (P-value = 0.001) and the use of Personal Protective Equipment (PPE) (P-value = 0.000) with Organophosphate pesticide poisoning among farmers engaged in plant pest spraying in Sungai Kakap Subdistrict, West Kalimantan.
Hubungan Jenis Kelamin, Pengalaman Berpacaran dan Dukungan Teman Sebaya dengan Self Efficacy Remaja untuk Tidak Melakukan Perilaku Seks Berisiko Fadillah, Muhamad Faiz; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Saputri, Mayang Widya
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.2.206-215

Abstract

Remaja rentan terhadap perilaku seksual berisiko sehingga remaja perlu memiliki self efficacy. Self efficacy kemungkinan dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, pengalaman berpacaran dan dukungan teman sebaya. Perlunya pendidikan kesehatan reproduksi untuk meningkatkan self efficacy agar tidak melakukan seks berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jenis kelamin, pengalaman berpacaran, dan dukungan teman sebaya dengan self efficacy remaja untuk tidak melakukan perilaku seks berisiko pada remaja di SMP Surakarta. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP Surakarta pada tahun 2020-2021 dengan sampel sebanyak 118 siswa dari kelas 8 dan 9 dan pengambilan sampel menggunakan Proportional  random sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan g-form. Analisis data yang dilakukan yakni univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan ada hubungan antara jenis kelamin dengan self efficacy (p-value = 0,032), dan tidak ada hubungan pengalaman berpacaran (p-value = 0,831), dan  dukungan teman sebaya dengan self  efficacy (p-value = 0,397). Pada penelitian ini tingkat self efficacy lebih tinggi pada siswa dengan jenis kelamin perempuan, pernah dan sedang berpacaran serta memiliki teman sebaya yang kurang mendukung.
Efek Antihiperglikemik Ekstrak n-Heksan Daun Benalu Kersen pada Diabetes melitus Putih Jantan yang Diinduksi Aloksan Firdaus, Mutia Muthmainnah; Subandrate, Subandrate; Sinulingga, Sadakata
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.2.105-115

Abstract

Prevalensi diabetes terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian pengobatan herbal terus dilakukan untuk mencari pengobatan alternatif yang efektif untuk penyakit diabetes, antara lain buah ceri (Mutingia calabura L.) dan benalu (Dendrofthoe pentandra (L.) Miq.) mengandung senyawa anti diabetes yang serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hipoglikemik ekstrak n-heksan daun benalu (Dendrophthhoe pentandra (L.) Miq) dan mengukur dosis ekstrak tersebut yang dapat menurunkan gula darah pada diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah percobaan laboratorium in vivo dengan desain pra-percobaan acak. Ekstrak dibuat menjadi tiga dosis yaitu 53 mg/kg bb, 106 mg/kg bb dan 212 mg/kg bb dengan metode perendaman, menggunakan pelarut n-heksan dan diberikan kepada diabetes melitus secara oral selama 14 hari perlakuan. Sampel penelitian ini terdiri dari 12 ekor diabetes melitus putih jantan (Rattus norvegicus) yang dibagi secara acak menjadi 3 kelompok. Hasil uji t berpasangan antara kadar glukosa darah setelah induksi aloksan dan hari ke-14 menunjukkan p=0,045 pada kelompok dosis pertama, p=0,062 pada kelompok dosis kedua, dan p=0,140 pada kelompok dosis ketiga. Setelah 14 hari penggunaan ekstrak, glukosa darah dosis I turun 49,63%, dosis II turun 27,03% dan dosis III turun 15,09%. Ekstrak n-heksana daun benalu kersen (Dendrofthoe pentandra (L.) Miq) dapat menurunkan gula darah diabetes melitus yang diinduksi aloksan, sehingga berpotensi sebagai obat antidiabetes.
Kajian Pelaksanaan Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Unit Farmasi Rumah Sakit di Pertamina Jaya Tahun 2007 Srisantyorini, Triana; Tuasikal, Hadijah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2010): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.6.2.163-182

Abstract

Pengelolaan perbekalan farmasi menurut Departemen Kesehatan secara keseluruhan mencakup pemilihan/seleksi, perencanaan, pengadaan, produksi, penerimaan dan penyimpanan sampai distribusi serta pengendalian dan penghapusan obat itu memerlukan penanganan manajemen yang profesional untuk mencapai layanan yang prima. Tujuan penelitian ini diperolehnya gambaran umum tentang proses pelaksanaan Pengelolaan perbekalan farmasi di Unit Farmasi Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSP.J) tahun 2007. Kerangka konsep menggunakan metode Input, Proses dan Output. Variabel masukan/input yaitu SDM, sarana, metode, dan perbekalan farmasi. Prosesnya yaitu proses pelaksanaan pengelolaan perbekalan farmasi yang dimulai dari proses pemilihan/seleksi sampai dengan proses penghapusan dan keluaran/output yaitu ketersediaan perbekalan farmasi di RSPJ. Penelitian dilakukan di unit farmasi RSPJ pada bulan Juli-Agustus 2007. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi dan penelusuran dokumen. Informan penelitian sebanyak 7 orang yang dipilh berdasarkan kesesuaian dan kecukupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan perbekalan farmasi yang selama ini dilakukan Sudah cukup baik. SDM yang ada sudah mencukupi, namun tenaga gudang farmasi masih kurang. Latar belakang pendidikan sudah sesuai dengan tugasnya masing-masing, tetapi perlu adanya peningkatan jenjang pendidikan. Kedisiplinan juga cukup baik dan telah bekerja dengan optimal. Ketersediaan sarana dan metode dalam proses pengelolaan perbekalan farmasi juga sudah cukup baik. Proses pengelolaan perbekalan farmasi yang dimulai dari tahap pemilihan/seleksi sampai dengan penghapusan tidak mengalami kendala. Keluaran/ output dalam proses pengelolaan perbekalan farmasi ini yaitu belum tersedianya perbekalan farmasi sesuai dengan kebutuhan dan adanya penolakan resep karena kekosongan obat. - The overall management of pharmaceutical supplies according to the Department of Health encompasses the selection, planning, procurement, production, receipt, storage, distribution, and control and disposal of drugs, requiring professional management for the achievement of excellent services. The purpose of this study was to obtain an overview of the implementation process of Pharmaceutical Supply Management at Pertamina Jaya Hospital Pharmacy Unit (RSP.J) in 2007. The conceptual framework used the Input, Process, and Output method. Input variables consist of human resources, facilities, methods, and pharmaceutical supplies. The process involves the implementation of pharmaceutical supply management from the selection process to disposal, and the output is the availability of pharmaceutical supplies at RSPJ. The research was conducted at the RSPJ pharmacy unit in July-August 2007. The research used a descriptive approach with a qualitative approach. Data collection was obtained through in-depth interviews, observations, and document review. There were 7 informants selected based on suitability and sufficiency. The results of the research showed that the management of pharmaceutical supplies that had been carried out was already quite good. The available human resources were sufficient, but the pharmaceutical warehouse staff was lacking. Educational backgrounds were suitable for their respective tasks, but there was a need for educational advancement. Discipline was also quite good, and the staff worked optimally. The availability of facilities and methods in the pharmaceutical supply management process was also quite good. The pharmaceutical supply management process from the selection process to disposal did not encounter any obstacles. The output in this pharmaceutical supply management process was the unavailability of pharmaceutical supplies according to the needs and the rejection of prescriptions due to drug shortages.
Analisis Waktu Tunggu Pelayanan di Instalasi Farmasi Pada Pasien Rawat Jalan Di Rsi Siti Rahmah Huvaid, Sevilla Ukhtil; Adhyka, Nurmaines; Antika, Evrinda
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.2.165-172

Abstract

Waktu Tunggu pelayanan resep adalah lamanya waktu yang dihitung mulai pasien menyerahkan resep kepada petugas farmasi sampai dengan obat diterima oleh pasien. Berdasarkan standar pelayanan minimal, waktu tunggu pelayanan resep obat jadi yaitu ≤30 menit dan obat racikan yaitu ≤60 menit. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis waktu tunggu pelayanan di instalasi farmasi rawat jalan di Rumah Sakit Islam Siti (RSI) Rahmah Padang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam dan observasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling kepada informan kunci. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan farmasi rawat jalan RSI Siti Rahmah belum sesuai dengan standar. Rata-rata waktu tunggu mendapatkan obat racikan 2 jam 3 menit 3 detik, untuk waktu tunggu obat jadi adalah 1 jam 27 menit. Hal yang menjadi penghambat lamanya waktu tunggu adalah kurangnya jumlah sumber daya manusia, dokter yang tidak bisa dihubungi untuk konfirmasi resep serta adanya kendala alat. Dalam kegiatan pelayanan di instalasi farmasi sering ditemukan kendala pada lumpang, timbangan digital yang error, blender yang tidak berfungsi. Diharapkan rumah sakit segera melakukan rekruitmen untuk menambah tenaga kefarmasian serta melakukan pengajuan untuk penambahan alat dan melakukan pemeliharaan rutin.
Determinan Perilaku Tidak Aman pada Pekerja Proyek BBPPT Kominfo Depok Tahun 2022 Lusida, Nurmalia; Abdurrahman, Mochamad Faiz; Andriyani, Andriyani; Ernyasih, Ernyasih; Arinda, Yosi Duwita; Suherman, Suherman; SG, Hardiman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.2.216-224

Abstract

Kecelakaan kerja adalah insiden tidak terduga yang berpotensi mengakibatkan hilangnya nyawa dan kerusakan properti. Perilaku tidak aman diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan kerja. Aktivitas yang tidak aman mengacu pada perilaku yang memiliki potensi untuk membahayakan keselamatan pekerja yang terlibat atau orang lain, sehingga meningkatkan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko perilaku tidak aman pada pekerja proyek BBPPT Kominfo Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong-lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 62 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2022. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik berganda. Pemodelan yang dihasilkan menunjukkan bahwa determinan perilaku tidak aman pada pekerja yaitu pengawasan dengan odds ratio 5,238 dan berati pekerja dengan pengawasan kurang dari perusahaan memiliki risiko 5,238 kali berperilaku tidak aman dibandingkan pekerja dengan pengawasan baik setelah dikontrol variabel pengetahuan dan kelelahan. Penilaian risiko harus dilakukan secara berkala pada pelaksanaan proyek sebagai bentuk pengawasan dari perusahaan guna mengurangi kecenderungan pekerja untuk berperilaku tidak aman.
Analisis Faktor Risiko kejadian Kematian Janin dalam Rahim (KJDR) di RSIA Ananda Makassar Tahun 2021 Sahid, Apriani; Fitriani, Rini; Pratiwi, Utami Murti; Suryaningsih, Rista; Yunus, Abdul Rahim
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.2.116-131

Abstract

Kematian janin dalam Rahim (KJDR) merupakan suatu kondisi dimana janin mati di dalam rahim pada usia kehamilan 20 minggu atau lebih dengan berat badan 500 gram atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar faktor risiko Kematian Janin Dalam Rahim (KJDR) di RSIA Ananda Makassar Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Case Control dan teknik purposive sampling. Subyek penelitian yaitu ibu dengan kematian janin dalam rahim dan ibu dengan persalinan bayi lahir hidup di RSIA Ananda Makassar berjumlah 72 dengan perbandingan 1 : 1. Analisis data bivariate yaitu  uji Odd Ratio (OR) dan uji multivariate yaitu regresi logistic berganda. Hasil analisis statistic yaitu umur ibu OR 3,143, usia kehamilan OR 30,077, riwayat paritas OR 1,375, preeklampsia OR 0,647, diabetes mellitus OR 3,182, anemia OR 0,569, kelainan kongenital OR 2,059, kelainan patologis plasenta OR 2,742 dan hasil analisis multivariate yaitu usia kehamilan dengan OR 28,583 adalah variabel paling berisiko terhadap kejadian kematian janin dalam rahim. 
Kajian Pelaksanaan Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Unit Farmasi Rumah Sakit di Pertamina Jaya Tahun 2007 Triana Srisantyorini; Hadijah Tuasikal
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2010): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.6.2.163-182

Abstract

Pengelolaan perbekalan farmasi menurut Departemen Kesehatan secara keseluruhan mencakup pemilihan/seleksi, perencanaan, pengadaan, produksi, penerimaan dan penyimpanan sampai distribusi serta pengendalian dan penghapusan obat itu memerlukan penanganan manajemen yang profesional untuk mencapai layanan yang prima. Tujuan penelitian ini diperolehnya gambaran umum tentang proses pelaksanaan Pengelolaan perbekalan farmasi di Unit Farmasi Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSP.J) tahun 2007. Kerangka konsep menggunakan metode Input, Proses dan Output. Variabel masukan/input yaitu SDM, sarana, metode, dan perbekalan farmasi. Prosesnya yaitu proses pelaksanaan pengelolaan perbekalan farmasi yang dimulai dari proses pemilihan/seleksi sampai dengan proses penghapusan dan keluaran/output yaitu ketersediaan perbekalan farmasi di RSPJ. Penelitian dilakukan di unit farmasi RSPJ pada bulan Juli-Agustus 2007. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi dan penelusuran dokumen. Informan penelitian sebanyak 7 orang yang dipilh berdasarkan kesesuaian dan kecukupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan perbekalan farmasi yang selama ini dilakukan Sudah cukup baik. SDM yang ada sudah mencukupi, namun tenaga gudang farmasi masih kurang. Latar belakang pendidikan sudah sesuai dengan tugasnya masing-masing, tetapi perlu adanya peningkatan jenjang pendidikan. Kedisiplinan juga cukup baik dan telah bekerja dengan optimal. Ketersediaan sarana dan metode dalam proses pengelolaan perbekalan farmasi juga sudah cukup baik. Proses pengelolaan perbekalan farmasi yang dimulai dari tahap pemilihan/seleksi sampai dengan penghapusan tidak mengalami kendala. Keluaran/ output dalam proses pengelolaan perbekalan farmasi ini yaitu belum tersedianya perbekalan farmasi sesuai dengan kebutuhan dan adanya penolakan resep karena kekosongan obat. - The overall management of pharmaceutical supplies according to the Department of Health encompasses the selection, planning, procurement, production, receipt, storage, distribution, and control and disposal of drugs, requiring professional management for the achievement of excellent services. The purpose of this study was to obtain an overview of the implementation process of Pharmaceutical Supply Management at Pertamina Jaya Hospital Pharmacy Unit (RSP.J) in 2007. The conceptual framework used the Input, Process, and Output method. Input variables consist of human resources, facilities, methods, and pharmaceutical supplies. The process involves the implementation of pharmaceutical supply management from the selection process to disposal, and the output is the availability of pharmaceutical supplies at RSPJ. The research was conducted at the RSPJ pharmacy unit in July-August 2007. The research used a descriptive approach with a qualitative approach. Data collection was obtained through in-depth interviews, observations, and document review. There were 7 informants selected based on suitability and sufficiency. The results of the research showed that the management of pharmaceutical supplies that had been carried out was already quite good. The available human resources were sufficient, but the pharmaceutical warehouse staff was lacking. Educational backgrounds were suitable for their respective tasks, but there was a need for educational advancement. Discipline was also quite good, and the staff worked optimally. The availability of facilities and methods in the pharmaceutical supply management process was also quite good. The pharmaceutical supply management process from the selection process to disposal did not encounter any obstacles. The output in this pharmaceutical supply management process was the unavailability of pharmaceutical supplies according to the needs and the rejection of prescriptions due to drug shortages.