cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 02163942     EISSN : 25496883     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
This journal is a scientific journal publications to develop knowledge in the field of Medical Science and Health. Topics of papers that can be published in the Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta is scientific topics that correspond to areas of interest in the Faculty of Medicine and Health are Medical Science, Public Health, Obstetrics, Nursing, Pharmacy, Nutrition, other fields of health sciences. This journal is published periodically since 2004, 2 (two) times in 1 year (January and July). Available online since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Pengaruh Penggunaan Kombinasi Habbatussauda (Nigella sativa) dan Glibenclamide pada Kadar Glukosa Darah Utomo, Feriandri; Jaya, Puspita; Siregar, Uly Astuti
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.2.157-164

Abstract

Obat anti Diabetes Mellitus (DM) biasanya digunakan dalam jangka waktu lama, sehingga  menimbulkan efek samping yang cukup besar. Pemberian kombinasi obat anti DM dilakukan untuk menghindari efek samping tersebut. Biji Habbatussauda (Nigella sativa) memiliki efek hipoglikemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi Habbatussauda (Nigella sativa) dan Glibenclamide terhadap penurunan kadar glukosa darah. Desain penelitian ini adalah eksperimen menggunakan desain pretest posttest with control group design. Penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit (Mus muscullus) yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan aquadest, kelompok kontrol positif yang diberikan Aloksan sebagai induksi hiperglikemia dan obat anti DM Glibenclamide, kelompok perlakuan 1 diberi Aloksan dan Habbatussauda, dan kelompok perlakuan 2 diberi Aloksan dan kombinasi Glibenclamide dengan Habbatussauda. Analisis statistik dilakukan untuk menguji siginifikansi perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan Paired T Test karena data berdistribusi normal. Uji perbedaan dianggap signifikan, jika p < 0,05. Glukosa darah pada kelompok perlakuan kombinasi Glibenclamide dan Habbatussauda menurun secara bermakna (p=0,00). Kombinasi Habbatussauda (Nigella sativa) dan Glibenclamide dapat menurunkan kadar glukosa darah.
Leptospirosis Jaksa, Suherman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2010): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.6.2.119-128

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri aerob yang berbentuk spiral, gram negatif dan bergerak aktif dari genus Leptospira, yang menyerang manusia dan hewan. Gejala klinis leptospirosis mirip dengan penyakit infeksi lainnya seperti influensa, meningitis, hepatitis, demam dengue, demam berdarah dengue dan demam virus lainnya. Sehingga seringkali tidak terdiagnisis. Keluhan-keluhan khas yang dapat ditemukan, yaitu: demam mendadak, keadaan umum lemah tidak berdaya, mual, muntah, nafsu makan menurun dan merasa mata makin lama bertambah kuning dan sakit otot hebat terutama daerah betis  dan paha. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama daerah beriklim tropis dan subtropis, dengan curah hujan tinggi (kelembaban), khususnya di negara berkembang, dimana Kesehatan lingkungannya kurang diperhatikan terutama pembuangan sampah. International Leptospirosis Society menyatakan Indonesia sebagai negara insidan leptospirosis tinggi dan peringkat tiga di dunia untuk mortalitas. Beberapa faktor lingkungan fisik yang merupakan faktor risiko kejadian leptospirosis diantaranya sampah, jarak rumah dengan selokan kurang dari 2,0 meter dan faktor lingkungan biologik adanya tikus, penyuluhan Kesehatan, vaksinasi terhadap hewan peliharaan dan hewan ternak, mengisolasi hewan-hewan yang sakit, mengisolasi penderita Leptospirosis ke Puskesmas/Rumah Sakit terdekat untuk segera mendapatkan pengobatan dan saat musim hujan agar menghindari terkena air yang tergenang terutama Penderita luka berbuka.
Perilaku Merokok Mahasiswi Universitas Muhammadiyah jakarta dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya Tahun 2004 Srisantyorini, Triana; Sumartin, Fori Yumita
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2005): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.1.2.195-207

Abstract

Kebiasaan merokok perempuan, semula dianggap tabu, telah mengalami kemajuan signifikan. Mahasiswi, sebagai contoh perempuan yang semakin berani merokok di lingkungan kampus, menunjukkan tren tersebut. Data dari penelitian tahun 1995 mencatat prevalensi merokok perempuan sebesar 0,5%, meningkat menjadi 1,3% pada 2001. Studi LM-3 di 14 Provinsi di Indonesia mencatat bahwa 2,1% perempuan merokok setiap hari. Penelitian di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 1999 menemukan bahwa 5,5% mahasiswi merokok. Para ahli menyatakan bahwa perempuan yang merokok berisiko lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku merokok pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rancangan penelitian kualitatif yang fleksibel dan alamiah melibatkan 20 informan, terbagi menjadi 10 mahasiswi merokok dan 10 mahasiswi tidak merokok. Metode pengumpulan data mencakup pengamatan terlibat, wawancara mendalam, dan Diskusi Kelompok Terarah (FGD). Pengolahan dan analisis data dilakukan secara manual dengan tiga langkah: sorting data, clasifying data, dan analisis konten. Hasil analisis menunjukkan bahwa alasan mahasiswi merokok umumnya dipengaruhi oleh teman dan dimulai sebelum masuk kuliah. Semua informan merokok kretek dan beberapa mencoba minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. Pengetahuan mereka tentang rokok bersifat umum, dan keyakinan bahwa rokok memberikan kenikmatan umumnya diakui oleh mahasiswi merokok. Sikap terhadap gerakan anti rokok dan peringatan bahaya rokok cenderung positif. Orang tua yang mengetahui perilaku merokok anaknya merespon biasa, sementara yang tidak mengetahui merespon negatif. Tanggapan teman dekat dan pacar terhadap perilaku merokok bervariasi. Disarankan kepada pimpinan Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk meningkatkan kesadaran mahasiswi tentang dampak rokok melalui program penyuluhan, seminar, pemasangan poster larangan merokok, dan pembuatan peraturan kawasan bebas asap rokok di kampus.
Kadar TNF-α Enkapsulasi Sel Punca Mesenkimal Sufida, Sufida; Sibuea, Christine Verawaty; Silaen, Rachel Teodora; Kuara, Glenessa; Samosir, Sarah Christina; Ginting, Kharnis Marsha Madora
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.2.119-123

Abstract

Sel punca mesenkimal (MSCs) memiliki kemampuan proliferasi dan kemampuan berdiferensiasi yang tinggi, dan efek parakrin yang mengandung banyak faktor pertumbuhan dan sitokin pro-inflamasi. Tumor necrosis factor-α (TNF-α) merupakan salah satu faktor pertumbuhan yang disekresikan oleh MSCs. TNF-α memiliki peran penting dalam pengaturan sistem imun. Terapi seluler penyakit degeneratif dan infeksi menggunakan MSCs memanfaatkan kemampuan proliferasi, diferensiasi dan efek parakrinnya. Kematian sel sebelum mencapai organ target merupakan keterbatasan dalam terapi seluler. Penelitian menggunakan pendekatan enkapsulasi MSCs dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan kurangnya retensi MSCs pada terapi seluler dalam mempertahankan kelangsungan hidup dan efek parakrin MSC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek parakrin MSCs berupa kadar TNF-α pada enkapsulasi MSCs. MSCs dienkapsulasi dengan menggunakan alginat yang dicross-linked dengan CaCl2. Enkapsulasi MSCs dikultur selama 21 hari dan dilakukan analisis kadar TNF-α. Penelitian ini menunjukkan bahwa TNF-α pada MSCs mengalami penurunan hingga hari ke-21. Hal ini menunjukkan bahwa enkapsulasi MSCs mempengaruhi kadar TNF-α dan mempertahankan MSCs dari lingkungan luar.
Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Pekerja Konstruksi Pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Dihartawan, Dihartawan; Ariyanto, Januar; Latifah, Noor; Al Maududi, Abul A'la; Odang, Maulidina Salsabilla
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.42-48

Abstract

Stres kerja di Indonesia masih menjadi suatu masalah yang cukup serius. Berdasarkan penelitian yang ada, angka gangguan mental emosional sebesar 9,8% dan sebesar 35% stress akibat kerja berakibat fatal. Dengan meningkatnya kegiatan pembangunan di era pemerintahan saat ini tentunya beban pekerja dibidang konstruksi semakin meningkat dengan adanya target capaian penyelesaian proyek yang semakin singkat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan beban kerja dengan stres kerja pada pekerja konstruksi pembangunan jalan Tol ruas Cinere-Jagorawi Tahun 2023.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel adalah pekerja konstruksi Pembangunan jalan tol ruas Cinere-Jagorawi sebanyak 80 responden dengan tehnik total sampling. Hasil penelitian didapat ada hubungan antara beban kerja dengan stres kerja dengan hasil p-value 0,006 (p-<0,05). Sehingga bagi pekerja upaya mengelola emosi yang positif dalam mengemban kewajiban atau pekerjaan yang sedang dijalani akan dapat meminimalisir potensi stres kerja yang akan timbul.
Hubungan Intensitas Kebisingan dengan Tekanan Darah dan Stres Kerja di Rumah Sakit Kudus Sari, Noviana Ristika; Maharani, Nine Elissa; Ani, Nur
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.74-86

Abstract

Kebisingan menjadi masalah utama bagi kesehatan pekerja dengan tingkat resiko tinggi. Mengidentifikasi hubungan antara kebisingan dengan tekanan darah, dan stres kerja pada pekerja di area workshop Rumah Sakit Mardi Rahayu, Kudus. Penerapan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Populasinya seluruh pekerja di Rumah Sakit Mardi Rahayu, sampel 40 responden, kuesioner untuk mengukur tingkat stres kerja, sound level meter untuk tingkat kebisingan, dan digital blood pressure monitor untuk pengukuran tekanan darah. Analisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis hubungan kebisingan dan tekanan darah dengan p-value = 0,00, menunjukkan ada korelasi signifikan antara kebisingan dan tekanan darah, serta kebisingan dengan stres kerja menghasilkan p-value = 0,03, menunjukkan ada hubungan signifikan antara kebisingan dengan stres kerja. Implikasi menunjukkan pentingnya pengendalian kebisingan di area workshop Rumah Sakit untuk mengelola dampak negatif kebisingan, termasuk strategi mengurangi stres kerja. Disarankan mengembangkan program intervensi seperti, perlindungan pekerja, dan perubahan lingkungan kerja untuk mengurangi risiko kebisingan.
Hubungan Faktor Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 0-59 Bulan di Puskesmas Kassi-Kassi Syarif, Siti Noerfaridha; Darmawansyih, Darmawansyih; Setiawati, Dewi; Nurdin, Azizah; Alwi, Zulfahmi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.1-11

Abstract

Stuntingo adalahokondisi di mana standar pertumbuhan berada di bawah -2 menurut nilai skor yangodiukuroberdasarkanotinggi badanodan umuropenelitian ini bertujan untuk mempolup hubungan anatara vaiabel dengan yang lainnya padaokasus stunting pada bayi 0 sampai 59 bulan Kecamatan Rappocini pada tahun 2021. Untuk desain observasionaloanalitik, penelitianoiniomenggunakan pendekatanocrossosectional. Penelitian melibatkan 1.433 balita di wilayah Puskesmas Kassi-Kassi, dengan 251 di antaranya dipilihomelaluioteknik purposive sampling. Hasilopenelitianomenunjukkan bahwaobeberapaosifat terjadi seperti 115 responden yang stunting, 67 responden yang merupakan hasil dari ibuodenganousiaosaat hamil diobawaho20otahunoatauodioatas 30otahun, 57 responden yang merupakan hasil dari ibu dengan tingkat pendidikan rendah, 39 responden dengan jarak kelahiran yang dekat, 59 responden yang merupakan hasil dari ibu dengan tinggi badan pendek, 55 responden yang merupakan hasil dari ibu dengan status gizi kekurangan yang buruk, dan 55 responden yang merupakan hasil dari ibu Hubungan antara faktor-faktor ibu dan jumlah kasus stuntingopadaobalitaousiao0- 59obulanodioWilayah KerjaoPuskesmasoKassi-KassioKecamatanoRappociniotahuno2021 ditemukan melalui uji Chi-Square.
Profil Tingkat Hormon Stimulasi Tiroid (TSH) dan Kondisi Kesehatan dalam Studi Populasi Dewasa: Analisis Data menggunakan SPSS Yurizali, Bun; Adhyka, Nurmaines
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.2.124-137

Abstract

Gangguan tiroid, seperti hipertiroidisme dan hipotiroidisme, memiliki dampak signifikan pada kesehatan dan kualitas hidup individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kadar Hormon Stimulasi Tiroid (TSH) dan hubungannya dengan berbagai kondisi kesehatan dalam populasi berusia lanjut. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total 100 responden. Data dikumpulkan melalui pengukuran kadar TSH dan evaluasi kondisi kesehatan responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan analisis bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 10% responden mengalami hipertiroidisme, 9% mengalami hipotiroidisme, dan 81% memiliki kadar TSH normal. Kondisi kesehatan seperti autoimun, geriatri, kehamilan, nodul tiroid, obesitas, dan operasi tiroid menunjukkan variasi kadar TSH yang signifikan. Misalnya, 50% responden dengan nodul tiroid mengalami hipertiroidisme dan 33% mengalami hipotiroidisme, sementara 86% responden obesitas memiliki kadar TSH normal. Tidak ada kasus hipertiroidisme atau hipotiroidisme pada responden dengan dislipidemia, infertilitas, dan keguguran. Mayoritas responden dalam studi ini memiliki kadar TSH normal, meskipun terdapat variasi signifikan dalam kelompok dengan kondisi kesehatan tertentu. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan rutin kadar TSH pada populasi berisiko tinggi untuk mendeteksi dan mengelola gangguan tiroid secara efektif. Diperlukannya pengembangan strategi intervensi yang lebih baik dapat membantu dalam pengelolaan gangguan tiroid, terutama pada populasi lanjut usia dan kelompok dengan kondisi kesehatan spesifik. 
Kualitas Air dan Sanitasi Rumah Tangga terhadap Berat Bayi Lahir di Wilayah Perkotaan Tangerang Selatan Ernyasih, Ernyasih; Andriyani, Andriyani; Lusida, Nurmalia
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.49-54

Abstract

Berat badan lahir menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan dan kesejahteraan bayi baru lahir. Prevalensi BBLR secara global mencapai 15-20%, dengan sebagian besar kasus terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi air, sanitasi, dan kebersihan yang tidak memadai menjadi risiko terhadap hasil kesehatan ibu dan bayi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas air dan sanitasi rumah tangga dengan berat bayi lahir, dengan fokus pada Wilayah Perkotaan Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan di Kota Tangerang Selatan. Hasil analisis bivariat menunjukkan perbedaan yang signifikan antara berat bayi lahir dan kualitas air serta sanitasi rumah tangga. Bayi lahir cenderung lebih berat pada ibu yang memiliki kualitas air dan sanitasi rumah tangga yang baik. Diperlukan eningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kualitas air dan sanitasi, implementasi program-program peningkatan hygiene dan sanitasi, serta akses universal terhadap layanan sanitasi dasar dan air minum. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi insiden berat badan lahir rendah dan meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
Pelayanan dan Daya Tanggap terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Tahun 2023 Fachri, Muhammad
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.87-98

Abstract

Rumah Sakit merupakan institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara lengkap, salah satunya rawat jalan. Pemberian layanan kesehatan yang berkualitas dapat meningkatkan manfaat melalui kepuasan pelanggan, karena ada hubungan empiris antara kepuasan pelanggan dan manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kepuasan pasien  rawat jalan di RS X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 di RS X. Sampel pada penelitian ini berjumlah 80 responden. Semua variabel dimensi kepuasan yaitu tampilan fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati memiliki korelasi yang signifikan dengan kepuasan pasien rawat jalan. Daya tanggap merupakan determinan kepuasan pasien rawat jalan di RS X. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien rawat jalan di RS X. Implikasi praktis dari temuan ini mencakup perluasan pelatihan staf dalam komunikasi dan responsif terhadap kebutuhan pasien, peningkatan transparansi informasi, dan penguatan aspek-aspek empati dalam pelayanan kesehatan.