cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 02163942     EISSN : 25496883     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
This journal is a scientific journal publications to develop knowledge in the field of Medical Science and Health. Topics of papers that can be published in the Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta is scientific topics that correspond to areas of interest in the Faculty of Medicine and Health are Medical Science, Public Health, Obstetrics, Nursing, Pharmacy, Nutrition, other fields of health sciences. This journal is published periodically since 2004, 2 (two) times in 1 year (January and July). Available online since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Hubungan Pembelajaran Daring dengan Tingkat Stres Ibu dalam Mendampingi Anak Usia 7-10 Tahun Aliah, Andita Fitri; Gama, Arlina Wiyata; Rimayanti, Ulfah; Setiawati, Dewi; Sewang, Ahmad
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.12-21

Abstract

Akibat dari pandemi Covid -19, WHO menerapkan pembelajaran via daring, merupakan salah satu metode pembelajarani yang menitik beratkani kepada peran orangtua dalam mendampingi anak selama pandemi. Tujuani penelitiani inii untuki mengetahuii hubungani karakteristik dan pembelajaran daring dengan tingkat stres ibu mendampingi anak usia 7-10 tahun di Makassar. Desaini penelitiani yangi digunakani adalahi analitiki observasionali dengani pendekatani penelitian crossi sectional. Penelitian ini dilakukan di SDN Sambung Jawa, terdapat 133 sampel dalam penelitian ini yang memenuhi ktriteria. Pengukuran tingkat stres dan karakteristik ibu menggunakan kuesioner PSI dan kuesioner demografi. Data diolah menggunakan SPSS dengan uji statistik menggunakan Kolmogorov Smirnov untuk menguji kenormalitasan data. Untuk uji normalitas data pada variabel memiliki nilaii signifikasii 0,000i lebih kecili darii 0,05i didapatkan data tersebut tidak menyebar normal kemudian dilanjutkan dengani uji Chi Squarei. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan usia ibu, jumlah anak dengani tingkat stres ibu dalam mendampingi anak usia 7-10 tahun didapatkan hasil yang tidak signifikan sedangkan variabel yang lain didapatkan hasil yang tidak signifikan.
Pengaruh Enzim Taq Polimerase dan Suhu Annealing terhadap Amplifikasi Gen Tropomyosin Sarcoptes scabiei Perdana, Taufik Mulya; Dwiputro, Alfin Harjuno; Wijaya, Yogik Onky Silvana; Satoto, Tri Baskoro Tunggul
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.2.138-145

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang. Hingga saat ini, belum ada alat bantu diagnostik yang dapat digunakan untuk menunjang diagnosis skabies. Salah satu kandidat alat diagnostik yang gencar dikembangkan adalah uji imonologis yang mendeteksi antibodi anti-protein struktural dari Sarcoptes scabiei seperti tropomyosin. Selama ini, pembuatan tropomyosin rekombinan menggunakan sumber berupa copy DNA (cDNA) yang cenderung mahal. Untuk menekan beban produksi, digunakanlah genomic DNA (gDNA) sebagai sumber materi genetik. Akan tetapi, pembuatan tropomyosin rekombinan dari gDNA belum pernah dikerjakan. Oleh karena itu, dilakukanlah studi optimisasi polymerase chain reaction (PCR) ini sebagai langkah awal pengembangan alat bantu diagnostik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi amplifikasi gen tropomyosin yang optimal dengan mempelajari efek penggunaan MyTaqTM HS Red Mix (MeridianBioscience) and GoTaq® Green Master Mix. (Promega) serta suhu annealing yang berbeda pada amplifikasi gen tropomiosin S. scabiei. Hasil PCR dengan MyTaqTM HS Red Mix pada suhu annealing 57.1°C, 60.9°C, 63.4°C, dan 65°C menghasilkan pita yang terlihat jelas. PCR dengan menggunakan GoTaq® Green Master Mix tidak menghasilkan amplifikasi DNA. Oleh karena itu, amplifikasi gen tropomiosin S. scabiei paling baik dilakukan dengan menggunakan MyTaqTM HS Red Mix, dengan suhu annealing 65°C.
Systematic Literature Review: Stunting pada Balita di Indonesia dan Faktor yang Mempengaruhinya Latifah, Noor; Fajrini, Fini; Romdhona, Nur; Herdiansyah, Dadang; Ernyasih, Ernyasih; Suherman, Suherman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.55-73

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, penyakit infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Permasalahan stunting di Indonesia masih menjadi permasalahan yang mendapatkan perhatian utama dalam bidang kesehatan terutama dalam masalah gizi. Seorang anak balita yang mengalami stunting akan berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan motorik dan verbal sang anak, menghambat kecerdasan anak, rentan baik terhadap penyakit menular maupun tidak menular, produktivitas menjadi semakin rendah pada saat anak memasuki usia dewasa, dan berpeluang berisiko overweight dan obesitas. Review pada jurnal diperlukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita sehingga permasalahan stunting di Indonesia dapat terselesaikan dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review (SLR) berasal dari jurnal Nasional mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting di Indonesia dalam rentang waktu 2016 – 2021 dengan menggunakan rancangan penelitian berupa cross sectional dan case control. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini bahwa faktor penyebab langsung yang paling berperan terhadap kejadian stunting adalah riwayat penyakit infeksi. Faktor penyebab langsung yang memiliki peran penting dalam kejadian stunting yaitu riwayat ASI eksklusif, berat badan lahir/BBLR, dan status sosial ekonomi keluarga.
Persepsi Masyarakat terhadap Penerimaan Vaksinasi Booster Covid-19 Berdasarkan Health Belief Model Jaksa, Suherman; Fachri, Muhammad
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.99-109

Abstract

Status kegawatdaruratan global terhadap Covid-19 telah berakhir. Namun belakangan ini, terjadi peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara ASEAN, termasuk Indonesia. Pemerintah telah melakukan program vaksinasi booster Covid-19 atau vaksin dosis 3 dan 4 untuk masyarakat Indonesia. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada persepsi dan keyakinan yang berkembang di tengah masyarakat terkait vaksin covid-19 itu sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi pada masyarakat yang berkaitan dengan faktor-faktor health belief model serta hubungan terhadap penerimaan vaksinasi booster Covid-19 di wilayah DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan cross-sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan cluster random sampling dengan besar sampel 110 orang yang bertempat tinggal di wilayah DKI Jakarta. Kemudian diuji secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-Square maka didapatkan hasil yaitu persepsi kerentanan (p-value =0,005), persepsi keparahan (p-value =0,005), persepsi manfaat (p-value =0,024), persepsi hambatan (p-value =0,049), dan dorongan untuk bertindak (p-value = 0,012). Maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor health belief model dengan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi booster Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.
Hubungan Pola Konsumsi Serat dengan Status Gizi pada Anak Usia Sekolah Dasar Armin, Ilma Aminah; Gama, Arlina Wiyata; Fauziah, Henny; Tihardimanto, Andi; Sabry, Muhammad Sadik
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.22-29

Abstract

Status gizi merupakan gambaran keseimbangan kebutuhan gizi, di satu sisi untuk menunjang kehidupan, mempertahankan fungsi tubuh normal dan menghasilkan energi serta mengkonsumsi zat gizi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi serat dengan status gizi anak usia sekolah dasar(SD). Metode: Menggunakan metode analisis observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Maradekaya 2 Kota Makassar. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sebanyak 44 sampel. Hasil: didapatkan bahwa sebagian besar anak dengan status gizi yang baik sebanyak 34 responden (77,3%) dan sebagian besar anak dengan konsumsi serat yang kurang sebanyak 31 responden (70,5%). Dari hasil uji Chi-Square, didapatkan (p-value 0,452) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi serat dengan status gizi pada anak usia sekolah dasar. Hasil nilai OR ditemukan 1.913  yang artinya pasien dengan konsumsi serat yang cukup akan memiliki status gizi baik sebesar 1.913x lebih besar dibanding konsumsi serat yang kurang. Kesimpulan: Sebagian besar anak kelas 4-6 pada SD Negeri Maradekayya 2 Makassar memiliki gizi baik dan pola kunsumsi serat kurang. Hubungan signifikan antara konsumsi serat dengan status gizi tidak ditemukan.
Perbedaan Status Gizi dan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Pesantren Al-Barokah Malangbong Garut Berdasarkan Tempat Tinggal Herdiansyah, Dadang; Latifah, Noor; Suryaalamsah, Inne Indraaryani; Lubis, Anwar
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.2.146-154

Abstract

Status gizi remaja merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan karena memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Masalah gizi yang umum terjadi pada remaja meliputi kekurangan berat badan, kelebihan berat badan, dan anemia. Lingkungan dan tempat tinggal dapat mempengaruhi status gizi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi dan kadar hemoglobin remaja putri yang tinggal di pondok pesantren dan di rumah. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain potong lintang yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Barokah Malangbong, Garut. Penelitian ini melibatkan 70 remaja putri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji t-independen dan uji Mann-Whitney, dengan uji normalitas terlebih dahulu menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada status gizi remaja putri yang tinggal di pondok pesantren dibandingkan dengan yang tinggal di rumah (p=0.020). Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan pada kadar hemoglobin antara kedua kelompok (p=0.467). Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut untuk melihat perbedaan asupan gizi dan kebiasaan konsumsi remaja putri yang tinggal di pondok pesantren dan di rumah. Bagi pihak pondok pesantren, disarankan untuk melakukan pemantauan serta upaya promotif, preventif, dan kuratif guna mengatasi permasalahan gizi yang terjadi pada remaja.
Minyak Atsiri dari Beberapa Tanaman Obat Jaksa, Suherman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2010): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.6.1.1-8

Abstract

Disadari ataupun tidak, manusia sering membutuhkan minyak atsiri. Beberapa produk yang digunakan seperti pasta, sabun, sampo, farfum, pelembab, bahkan makanan, minuman dan obat-obaran semuanya mengandung minyak atsiri. Minyak ini dapat dihasilkan dari tiap bagian tanaman seperti daun, bunga, biji, buah, batang, akar atau rimpang. Minyak atsiri juga dikenal dengan sebutan minyak terbang, essential oil atau volatile oil. Minyak atsiri yang baru diekstraksi biasanya tidak berwarna atau berwarna kekuning-kuningan. Jika minyak atsiri lama berada di udara terbuka, terkena cahaya, dan pada suhu kamar, maka minyak atsiri tersebut dapat mengabsorbsi oksigen di udara sehingga menghasilkan warna minyak yang lebih gelap, bau minyak berubah dari bau wangi alamiahnya, minyak lebih kental dan pada akhirnya membentuk sejenis resin. Minyak atsiri dapat menguap pada suhu kamar dan penguapannya semakin besar seiring dengan kenaikan suhu. Umumnya minyak atsiri larut dalam alkohol encer yang konsentrasinya kurang dari 70%, tetapi tidak larut dalam air. Daya larut tersebut akan lebih kecil jika minyak atsiri mengandung fraksi terpen dalam jumlah besar. Tanaman obat herbal yang biasa digunakan untuk menghasilkan minyak atsiri adalah jeruk keprok (Citrus nobilis Lour.), bawang putih (Allium sativum), bunga kenanga (Canangium odoratum (Lmk.), daun kemangi (Ocimum basilicum), lengkuas (Alpinia galanga L.).
Hubungan Penyimpangan Waktu kerja terhadap Kelelahan Pada Pekerja di PT. Multi Sistim Komunikasi Proyek Apartemen Regatta Pluit Jakarta Utara 2009 Srisantyorini, Triana; Rohman, Fauzi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2010): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.6.1.19-36

Abstract

Pembangunan yang terus meningkat di Indonesia memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas pekerjaan. Tingginya target pencapaian dalam proyek konstruksi seringkali memaksa pekerja bekerja ekstra, menciptakan penyimpangan waktu kerja. Studi ini dilakukan di PT Multi Sistim Komunikasi yang terlibat dalam proyek konstruksi Apartemen Regatta Pluit, Jakarta Utara. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara penyimpangan waktu kerja dan tingkat kelelahan pada pekerja. Faktor-faktor seperti umur, masa kerja, jumlah jam penyimpangan waktu kerja, kebijakan perusahaan terkait penyimpangan waktu kerja, dan upaya perusahaan dalam mengatasi kelelahan diidentifikasi sebagai variabel independen yang mungkin memengaruhi tingkat kelelahan pekerja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Hasil analisis chi-square menunjukkan hubungan yang bermakna antara masa kerja dan jumlah jam penyimpangan waktu kerja dengan tingkat kelelahan pada pekerja. Sementara itu, variabel umur, kebijakan perusahaan terkait penyimpangan waktu kerja, dan upaya perusahaan dalam manajemen kelelahan pekerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya perusahaan memberikan perhatian khusus kepada pekerja dengan masa kerja lebih dari 24 bulan untuk menghindari penumpukan beban fisik akibat penyimpangan waktu kerja berlebihan. Upaya untuk mencegah perpanjangan waktu kerja yang melebihi kapasitas fisik pekerja diharapkan dapat mengurangi risiko penurunan kapasitas kerja akibat kelelahan.
Penatalaksanaan Pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum (OMD) sebagai Pemeriksaan Medical Check Up dengan Klinis Multiple Polypm (OMD) sebagai Pemeriksaan Medical Check Up dengan Klinis Multiple Polyp Tsabitah, Assyifa Farras; Nurbaiti, Nurbaiti; Syarif Hidayat, Eka Putra; Supriyono, Puji; Apriantoro, Nursama Heru
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.110-118

Abstract

Pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum adalah pemeriksaan radiografi yang bertujuan untuk melihat adanya kelainan anatomi dan fisiologi organ esofagus, lambung, dan duodenum dengan menggunakan media kontras. Polip merupakan suatu jaringan yang tumbuh secara abnormal pada lapisan dalam lambung. Berdasarkan tipenya, polip muncul pada area tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui teknik pemeriksaan Medical Check Up Oesophagus Maag Duodenum pada penderita Multiple Polyp. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan penulis dari persiapan pasien hingga pemeriksaan selesai dan membandingkannya dengan literasi yang didapatkan oleh penulis di Klinik Kyoai Medical Center. Pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum yang dilakukan di Klinik Kyoai Medical Center menggunakan beragam proyeksi untuk mendapatkan hasil gambaran dengan tampilan objek yang berbeda. Teknik pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum menggunakan tambahan teknik kompresi yang berbeda dengan teori yang sudah ada. Dari penelitian ini, didapatkan penjelasan mengenai prosedur dan persiapan yang dilakukan selama pemeriksaan Medical Check Up Oesophagus Maad Duodenum.
Hubungan Faktor Kesehatan Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Kassi-Kassi Rezki, Andi Iffah Cahyaniputri; Darmawansyih, Darmawansyih; Rahim, Rosdianah; Palancoi, Najamuddin Andi; Sabry, Muhammad Sadik
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.30-41

Abstract

Stunting adalah kondisi kekurangan gizi yang bersifat kronis yang menunjukkan kegagalan pertumbuhan dan perkembangan. Kondisi ini dinilai dari panjang badan atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau BB/U) dengan nilai z-score yaitu <-2 Standar Deviasi (SD). Kesehatan lingkungan dari aspek sanitasi dan hygiene yang rendah akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit infeksi yang berdampak terhadap penurunan status gizi terutama terjadinya stunting yang terjadi pada balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara faktor kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar tahun 2021. Desain penelitian menggunakan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Desember tahun 2021. Jumlah sampel sebanyak 251 balita yang diambil dengan teknik purposive sampling.  Data dinalisis menggunakan univariat dan bivariat yaitu dengan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sumber air minum (p=0,022), kualitas fisik air minum (p=0,006), kepemilikan jamban (p=0,041), pengelolaan limbah (p=0,000), dan kebiasaan mencuci tangan (p=0,002) terhadap kejadian stunting. Kesimpulan terdapat hubungan antara sumber air minum, kualitas fisik air minum, kepemilikan jamban, pengelolaan limbah, dan kebiasaan mencuci tangan terhadap kejadian stunting.