cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa)
Published by Politeknik Sukabumi
ISSN : 2548737X     EISSN : 25488678     DOI : -
TERA (Journal of Engineering Technology) is peer-review journal providing original research papers, case studies, and articles review in engineering technology field. The journal can be used as an authoritative source of scientific information for researchers, researcher academia or institution, industrial engineer, and government agencies. Paper topics of JTERA focused on engineering including informatics engineering, computer engineering, electrical engineering, mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering, environmental engineering, and other topics related to engineering. JTERA is published by Politeknik Sukabumi and managed to be issued twice in every volume on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: December 2018" : 40 Documents clear
Adsorbsi Warna Metylen Blue Menggunakan Powder dan Granular Activated Carbon Biji Binjai (Mangifera Caesia) I Wayan Koko Suryawan; Anshah Silmi Afifah; Gita Prajati
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.211-218

Abstract

Zat warna metylen blue adalah zat warna yang mudah didapat dan sering digunakan dalam berbagai bidang. Pewarna metylen blue yang digunakan harus diolah agar tidak terjadi pencemaran air, salah satu cara adalah dengan menggunakan adsorbsi. Proses adsorbsi membutuhkan adsorbet untuk media pengolahan. Binjai (Mangafera Caesia) adalah buah yang sering ditemui di daerah Bali dan Kalimantan Selatan. Biji buah Binjai dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan adsorbet dalam proses adsorbsi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui proses adsorbsi oleh Powder Activated Carbon (PAC) dan Granular Activated Carbon (GAC) dari bahan biji Binjai. Proses pembuatan arang dilakukan secara fisika pada suhu 660oC. Setelah terbentuk arang ukuran adsorbet dibagi menjadi dua jenis media berdasarkan ukuran yaitu PAC dan GAC.  Langkah selanjutnya adalah pencucian adsorbet kemudian aktivasi pada suhu 105oC dan aktivasi secara kimiawi dengan KMnO4. Penyisihan zat warna metylen blue untuk inisial konsentrasi 1, 5, 10, 20, dan 30 ppm adalah 57,06%, 90,05%, 91,33%, 94,81%, dan 95,21% (PAC) serta 75,30%, 93,78%, 96,13%, 97,23%, dan 96,86% (GAC). Isoterm yang memiliki nilai R2 paling tinggi adalah Temkin yaitu diatas 0,9. Hasil perhitungan isoterm Temkin menunjukkan nilai koefiesien Temkin (kT) adalah 62,87 L/g (PAC) dan 61,968 L/g (GAC).
Appendix and Back Cover Vol. 3 No. 2 Editorial Team
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.v-viii

Abstract

Performa Metode Aliran Daya Fast Decoupled di Jaringan Distribusi Giri Angga Setia; Fauzia Haz; Gibson Hilman Maruhum Sianipar
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.249-254

Abstract

Makalah ini menyajikan suatu performa metode aliran daya fast decoupled di jaringan distribusi. Karakteristik jaringan distribusi diantaranya rasio saluran R/X tinggi, struktur radial, saluran terdiri dari 1, 2, dan 3 fasa, serta beban tidak seimbang. Permasalahan mengenai kompleksnya karakteristik jaringan tersebut menuntut para peneliti untuk mengembangkan metode aliran daya konvensional agar dapat diterapkan. Metode aliran daya fast decoupled dapat bekerja dengan baik di jaringan transmisi. Karakteristik jaringan distribusi dengan rasio saluran R/X yang tinggi mengurangi kemampuan konvergensinya dan bahkan terjadi divergensi. Oleh karena itu, makalah ini mengajukan pengembangan metode fast decoupled berupa rotasi sumbu yang dilakukan di setiap bus. Pengujian dilakukan pada standar jaringan distribusi IEEE 13 dan 34 bus. Performa pada jaringan distribusi 13 bus membutuhkan 3,5 iterasi dengan waktu komputasi 0,049 detik dan sudut rotasi optimal -43,4°, sedangkan performa pada jaringan distribusi 34 bus membutuhkan 4 iterasi dengan waktu komputasi 0,152 detik dan sudut rotasi optimal -61,4°. Ketika dibandingkan dengan metode Backward-Forward Sweep (BFS) yang merupakan metode favorit dalam melakukan perhitungan aliran daya di jaringan distribusi radial, menunjukkan bahwa keduanya memiliki performa yang sama baiknya. Oleh karena itu, metode rotasi sumbu fast decoupled layak diterapkan dengan variasi karakteristik jaringan distribusi. Selain itu, metode ini dapat diterima secara umum karena tidak hanya dapat diterapkan dengan baik di jaringan transmisi, tetapi di jaringan distribusi.
Proyeksi Perubahan Penggunaan Lahan dan Dampaknya Terhadap Respon Hidrologi DAS Ciliwung Hulu Sarif Robo; Hidayat Pawitan; Suria Darma Tarigan; Bambang Dwi Dasanto
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.157-166

Abstract

Penggunaan lahan di DAS Ciliwung Hulu setiap tahunnya mengalami konversi, sehingga berdampak pada aliran permukaan dan debit puncak. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan perubahan penggunaan lahan dan dampaknya terhadap respon hidrologi DAS Ciliwung Hulu. Tools yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tools analisis perubahan penggunaan lahan dan proyeksi yaitu model CLUE-S dan untuk respon hidrologi menggunakan tools HEC-GeoHMS yang dipadukan dengan tools GIS. Proyeksi perubahan penggunaan lahan pada tahun 2030 dengan nilai Kappa akurasi 0,93. Nilai NSE untuk kalibrasi dan validasi model HEC-HMS berkisar antara 0,700 – 0,621. Hasil simulasi respon hidrologi dari hasil proyeksi penggunaan lahan tahun 2030 terhadap dengan debit puncak 111,3 m3/det dan volume limpasan 6,00 x 106m3.
Perancangan Antena Mikrostrip Array Linear Fleksibel pada Frekuensi UHF 2,35 GHz Griffani Megiyanto Rahmatullah; Riana Rika Khoeriyah
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.289-294

Abstract

Komunikasi merupakan sebuah cara agar manusia dapat melakukan pertukaran infomasi. Manusia melakukan komunikasi dapat menggunakan sistem yang dibuat dengan menggunakan berbagai media, seperti gelombang radio. Salah satu implementasinya adalah penggunaan antena sebagai alat komunikasi menggunakan gelombang radio. Antena dengan sifat fleksibel, memiliki massa yang ringan, dan menghasilkan gain maksimum menjadi sebuah opsi sebagai alat komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang antena mikrostrip array linear fleksibel 4 elemen untuk aplikasi komunikasi radio yang bekerja pada frekuensi 2,35 GHz. Antena tersebut berjenis mikrostrip dengan material substrat berbahan rubber yang memiliki konstanta dielektrik 3 dan material patch berbahan copper dengan konduktivitas sebesar 59,6 × 106 S/m. Hasil simulasi perancangan yang telah dilakukan menunjukkan antena bekerja pada frekuensi 2,35 GHz dan memiliki nilai VSWR < 1,19 dan nilai S11 = -21,17 dB. Pola radiasi yang didapatkan cenderung membentuk pola unidireksional dan polariasi berjenis elips. Berdasarkan hasil uji tersebut, maka antena dapat direalisasikan sebagai alat komunikasi antara pengirim dan penerima yang dapat bekerja pada frekuensi 2,35 GHz.
Rancang Bangun Sistem Informasi Akademik Dalam Penerapan Smart Campus Untuk Meningkatkan Pelayanan Akademik Rintho Rante Rerung; Yudhi Raymond Ramadhan
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.191-210

Abstract

Perguruan tinggi merupakan suatu organisasi akademis yang belakangan ini juga memanfaatkan teknologi informasi tidak hanya berperan sebagai pendukung semata, namun juga telah berperan sebagai key operational, high potential, peran strategis, dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung efektivitas dan produktivitas. Penerapan smart campus merupakan salah satu langkah yang baik untuk mendukung kegiatan operasional agar lebih baik dan juga sebagai langkah untuk tetap kompetitif menghadapi persaingan dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi akademik berbasis teknologi informasi sebagai langkah untuk menerapkan smart campus di perguruan tinggi Politeknik Perdana Mandiri atau perguruan tinggi lainnya yang membutuhkan. Smart campus memadukan sistem pembelajaran dengan penggunaan teknologi informasi sebagai salah satu pemeran penting dalam proses pencerdasan peserta didik. Dampak positif penerapan smart campus memang sangat meyakinkan yakni semua bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga karena semua serba digital. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sistem informasi akademik berbasis website agar dapat diakses kapan pun dan dimana pun. Adapun sistem informasi yang dihasilkan terdiri dari 3 subsistem (aplikasi) yaitu aplikasi admin, aplikasi KRS daring, dan aplikasi nilai daring.
Perencanaan Strategis Sistem Informasi Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dengan Metode Ward and Peppard Jaenudin Jaenudin; Budi Permana
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.261-272

Abstract

Penerapan sistem informasi di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi memerlukan suatu kerangka kerja perencanaan strategis yang dapat membatu mengoptimalkan peran organisasi, meningkatkan value, serta menciptakan keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan strategis sistem informasi Dishub Kota Sukabumi dengan metode Ward and Peppard. Dalam menyusun kerangka kerja perencanaan strategis, digunakan tools analisis seperti SWOT, PEST, 5 Force Porter, Critical Success Factors, dan Mc Farland’s Strategic. Di dalam kerangka kerja yang dibuat, terdapat beberapa hal yang sebaiknya perlu diperhatikan oleh Dishub Kota Sukabumi seperti portofolio aplikasi di masa mendatang. Hal tersebut perlu diperhatikan agar apa yang diterapkan nantinya dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan adanya perencanaan strategis sistem informasi ini, Dishub Kota Sukabumi diharapkan dapat memiliki sistem informasi sebagai solusi total berbasis pengetahuan dengan infrastruktur dan SDM yang handal. Selain itu, diharapkan sistem informasi ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan pelayanan bisnis, mendukung pengambian keputusan, dan menetapkan strategi bisnis yang tepat untuk jangka panjang.
Optimal Sizing and Placement of Wind-Based Distributed Generation to Minimize Losses Using Flower Pollination Algorithm Dian Budhi Santoso; Sarjiya Sarjiya; Fredi Prima Sakti
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.167-176

Abstract

Penempatan DG dapat mempengaruhi aliran daya dan tegangan pada bus di sistem distribusi. Oleh karena itu, penempatan DG harus diperhitungkan dan direncanakan secara detail agar dapat bekerja secara optimal. Penempatan DG yang tidak optimal dapat meningkatkan losses pada sistem, sehingga berpengaruh terhadap profil tegangan yang akan menurun. Penempatan dan kapasitas DG yang optimal dapat berpengaruh kepada peningkatan profil tegangan, mengurangi losses, peningkatkan kapasitas distribusi, dan peningkatkan keandalan pada sistem. Beberapa metode optimisasi banyak yang bermunculan mulai dari optimisasi klasikal, pendekatan analitis, sampai yang terbaru yaitu metaheuristik. Salah satu metode optimisasi metaheuristik terbaru adalah Flower Pollination Algorithm (FPA) yang merupakan metode optimisasi yang terinspirasi dari proses penyerbukan bunga. FPA lebih efisien dengan menghasilkan hasil yang lebih baik dan memiliki kecepatan konvergen yang lebih tinggi jika dibandingakan dengan metode metaheuristik lainnya. Pada penelitian ini, FPA digunakan untuk menentukan lokasi dan kapasitas wind-based DG yang optimal dengan single DG dan multi DG untuk meminimalkan rugi-rugi daya pada sistem tes IEEE 33-bus dan meningkatkan profil tegangan. Untuk mengetahui kinerja dari FPA, akan dibandingkan dengan metode optimasi lain. Selain itu, jumlah dan kapasitas wind-based DG yang dipasang pada bus terpilih akan diperhitungkan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode yang diusulkan telah berhasil dengan baik menentukan lokasi dan kapasitas DG.
Generator Pulsa Spike Terprogram untuk Pemicu Transduser Ultrasonik Darmawan Hidayat; Taofik Ismail; Nendi Suhendi Syafei; Bambang Mukti Wibawa
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.295-302

Abstract

Salah satu metode pembangkitan gelombang ultrasonik berbasis piezoelektrik adalah dengan memicu transduser oleh pulsa singkat dan tegangan tinggi. Pulsa ini dapat dibangkitkan dengan pensaklaran (switching) tegangan tinggi searah (DC) oleh pulsa penggerak (drive). Makalah ini menyajikan perancangan dan fabrikasi generator pulsa-singkat tegangan-tinggi repetitif terprogram dengan berbasis mikrokontroler ATMEGA 128. Pulsa dibangkitkan dari mikrokontroler ATMega sehingga interval dan skala repetisi dapat diatur melalui tombol input. Parameter-parameter pulsa tersebut ditampilkan pada peraga LCD (Liquid Crystal Display) untuk mempermudah pengguna dalam operasional generator. Pulsa dari mikrokontroler diubah menjadi lebar pulsa yang lebih singkat melalui sebuah multivibrator monostabil. Pulsa dari multivibrator selanjutnya diubah menjadi sinyal singkat level +15V sebagai input gerbang MOSFET untuk pensaklaran tegangan tinggi DC lalu dikonversi menjadi sinyal spike negatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pulsa singkat repetitif terprogram dapat dibangkitkan untuk pensaklaran tegangan DC oleh MOSFET. Lebar pulsa sinyal spike negatif dibangkitkan hingga 100 ns. Sinyal ini mampu memicu transduser 1 MHz untuk pembangkitan gelombang ultrasonik. Berdasarkan pengujian, dapat disimpulkan bahwa generator dapat membangkitkan sinyal spike negatif dengan repetisi yang terprogram dan sesuai dengan frekuensi kerja transduser ultrasonik.
ThingSpeak sebagai Sistem Monitoring Tangki SPBU Berbasis Internet of Things Erick Sorongan; Qory Hidayati; Kuat Priyono
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.219-224

Abstract

Berbagai permasalahan yang terjadi pada sistem monitoring tangki pendam SPBU dapat menyebabkan tidak efisien dan efektifnya dalam memantau berapa debit dan volume cairan pada tangki pendam SPBU. Dengan demikian, diperlukan sistem monitoring yang dapat terintegrasi dengan perangkat komputer dan internet. Sistem monitoring ini berfungsi memberikan informasi yang terjadi di dalam tangki pendam SPBU. Konsep Internet of Things (IoT) membuat sebuah perangkat dapat berkomunikasi seperti mengirim dan menerima data melalui jaringan internet. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring tangki SPBU dengan menggunakan ESP8266, sensor aliran, dan sensor ultrasonik. Aplikasi antarmuka yang digunakan adalah Virtuino dan Thingspeak yang mampu memberikan informasi secara real time kepada pengguna sehingga dapat memantau keadaan secara terus menerus tanpa harus mengecek ke lapangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memantau dan mengirimkan data volume cairan dengan terus menerus. Dengan sistem ini diharapkan dapat membuat pekerjaan lebih efisien dan efektif untuk pengelola SPBU.

Page 4 of 4 | Total Record : 40