Articles
900 Documents
MARKETING AND UTILIZATION OF MORINGA SEEDS (MORINGA OLEIFERA LAMK) AS WELL WATER PURIFIERS IN PADANG BULAN SELAYANG DISTRICT 2
Fajriah, Nurul;
Sudarmi;
Reveny, Julia
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.031 KB)
|
DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4158
This service activity was carried out in Padang Bulan Selayang 2 Village, North Sumatra Province. This activity aims to help clear the water from the local dug wells because there are still many dangerous bacteria and metals found in the well water content. To purify well water, it is done by using powdered Moringa oleifera seeds which are put into well water before consumption and Moringa seeds will absorb harmful metals and bacteria contained in the well water content. This service also helps residents of Padang Bulan Selayang 2 Village to be able to make their own Moringa seed powder with tools and materials that are available so that they can meet their daily needs. Marketing can be done from house to house or through an online system by introducing to the general public the benefits of Moringa seeds as well water purifiers.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PELUANG USAHA KELOMPOK PEMUDA KARANG TARUNA DI KELURAHAN PULO BRAYAN BENGKEL MEDAN
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.305 KB)
|
DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4159
Pelatihan pemanfaatan media sosial untuk mendapatkan peluang usaha dilaksanakan kepada kelompok pemuda karang taruna di kelurahan Pulo Brayan Bengkel Medan.Semakin mudahnya akses internet dan banyaknya aplikasi media sosial semakin memudahkan bagi kaum muda untuk aktif melakukan bisnis. Tujuan dari pengabdian ini melatih pemuda-pemuda yang bergabung di kelompok karang taruna untuk dapat melihat peluang bisnis melalui berbagai aplikasi media sosial yang biasa digunakan oleh kelompok pemuda. Metode yang dilakukan melalui diskusi interaktif, pelatihan ataupun penyuluhan serta melakukan praktikum sederhana dengan cara mengajak langsung peserta pelatihan untuk melakukan penjualan melalui sosial media. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatkan ketertarikan anggota di kelompok pemuda karang taruna terhadap bisnis dan semangat untuk memulai usaha dengan memanfaatkan sosial. Mulai muncul pemuda yang aktif untuk menekuni berbagai peluang usaha melalui media sosial.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PELUANG USAHA KELOMPOK PEMUDA KARANG TARUNA DI KELURAHAN PULO BRAYAN BENGKEL MEDAN
Selwendri;
Siregar, Onan Marakali
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.305 KB)
|
DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4159
Pelatihan pemanfaatan media sosial untuk mendapatkan peluang usaha dilaksanakan kepada kelompok pemuda karang taruna di kelurahan Pulo Brayan Bengkel Medan.Semakin mudahnya akses internet dan banyaknya aplikasi media sosial semakin memudahkan bagi kaum muda untuk aktif melakukan bisnis. Tujuan dari pengabdian ini melatih pemuda-pemuda yang bergabung di kelompok karang taruna untuk dapat melihat peluang bisnis melalui berbagai aplikasi media sosial yang biasa digunakan oleh kelompok pemuda. Metode yang dilakukan melalui diskusi interaktif, pelatihan ataupun penyuluhan serta melakukan praktikum sederhana dengan cara mengajak langsung peserta pelatihan untuk melakukan penjualan melalui sosial media. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatkan ketertarikan anggota di kelompok pemuda karang taruna terhadap bisnis dan semangat untuk memulai usaha dengan memanfaatkan sosial. Mulai muncul pemuda yang aktif untuk menekuni berbagai peluang usaha melalui media sosial.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA KELOMPOK KELUARGA MISKIN UNTUK MENAMBAH PENGHASILAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TUMPENG MINI DI KELURAHAN PULO BRAYAN BENGKEL MEDAN
Siregar, Onan Marakali;
Selwendri
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (343.312 KB)
|
DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4160
Pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan pembuatan nasi tumpeng mini ini diselenggarakan kepada kaum ibu rumah tangga dari kelompok keluarga miskin di kelurahan Pulo Brayan Bengkel Medan.Berdasarkan pengamatan banyak ibu-ibu dari kelompok miskin yang tidak memiliki pekerjaan selain mengurus keluarga. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan melatih ibu-ibu dari kelompok keluarga miskin membuat nasi tumpeng mini yang layak untuk dijual sehingga dapat menambah penghasilan keluarga. Metode yang dilakukan melalui sosialisasi dan ceramah kepada masyarakat serta melakukan demonstrasi langsung memilih bahan, memasak, menghias dan menyajikan nasi tumpeng mini untuk layak jual kepada konsumen. Melalui pelatihan pembuatan nasi tumpeng, ibu-ibu dari kelompok keluarga miskin menjadi terampil dan memiliki keahlian untuk menjual nasi tumpeng mini kepada masyarakat yang pada ahirnya akan menambah penghasilan keluarga.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA KELOMPOK KELUARGA MISKIN UNTUK MENAMBAH PENGHASILAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TUMPENG MINI DI KELURAHAN PULO BRAYAN BENGKEL MEDAN
Siregar, Onan Marakali;
Selwendri
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (343.312 KB)
|
DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4160
Pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan pembuatan nasi tumpeng mini ini diselenggarakan kepada kaum ibu rumah tangga dari kelompok keluarga miskin di kelurahan Pulo Brayan Bengkel Medan.Berdasarkan pengamatan banyak ibu-ibu dari kelompok miskin yang tidak memiliki pekerjaan selain mengurus keluarga. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan melatih ibu-ibu dari kelompok keluarga miskin membuat nasi tumpeng mini yang layak untuk dijual sehingga dapat menambah penghasilan keluarga. Metode yang dilakukan melalui sosialisasi dan ceramah kepada masyarakat serta melakukan demonstrasi langsung memilih bahan, memasak, menghias dan menyajikan nasi tumpeng mini untuk layak jual kepada konsumen. Melalui pelatihan pembuatan nasi tumpeng, ibu-ibu dari kelompok keluarga miskin menjadi terampil dan memiliki keahlian untuk menjual nasi tumpeng mini kepada masyarakat yang pada ahirnya akan menambah penghasilan keluarga.
PEMBUATAN KITOSAN PERAK SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KADAR LOGAM BESI (Fe) DAN ZINK (Zn) PADA AIR SUNGAI DESA KOPAS KECAMATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN ASAHAN
Agusnar, Harry;
Chairuddin;
Hannani, Nabilah
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (693.398 KB)
|
DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4161
Penelitian pembuatan kitosan yang dimodifikasi dengan larutan AgNO3 menjadi kitosan perak sebagai adsorben untuk menurunkan kadar logam besi (Fe) dan zink (Zn) pada air sungai desa Kopas kecamatan simpang empat kabupaten asahan telah dilakukan. Pada penelitian ini, didahului dengan pembuatan kitosan perak dengan melarutkan kitosan komersial dan asam asetat 1% serta dicampurkan dengan larutan AgNO3 0,5 M dengan rasio 2:1 lalu diteteskan kedalam larutan NaOH 2 M yang kemudian membentuk gel (bead) berwarna hitam. Kitosan perak yang telah dikeringkan dimasukkan ke dalam kolom, lalu ditambahkan dengan 50 mL sampel yang telah didestruksi dan sudah diketahui kadar logam Fe dan Zn sebesar 1,5175 mg/L dan 0,7218 mg/L. Didiamkan berdasarkan variasi waktu kontak selama 30, 45, dan 60 menit. Penentuan penurunan kadar logam yang telah di adsorbsi oleh kitosan perak dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses adsorpsi diperoleh persentase penyerapan logam Fe 82,154% dan logam Zn 84,871 % pada waktu kontak optimum penyerapan yaitu 45 menit.
PEMBUATAN KITOSAN PERAK SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KADAR LOGAM BESI (Fe) DAN ZINK (Zn) PADA AIR SUNGAI DESA KOPAS KECAMATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN ASAHAN
Agusnar, Harry;
Chairuddin;
Hannani, Nabilah
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (693.398 KB)
|
DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4161
Penelitian pembuatan kitosan yang dimodifikasi dengan larutan AgNO3 menjadi kitosan perak sebagai adsorben untuk menurunkan kadar logam besi (Fe) dan zink (Zn) pada air sungai desa Kopas kecamatan simpang empat kabupaten asahan telah dilakukan. Pada penelitian ini, didahului dengan pembuatan kitosan perak dengan melarutkan kitosan komersial dan asam asetat 1% serta dicampurkan dengan larutan AgNO3 0,5 M dengan rasio 2:1 lalu diteteskan kedalam larutan NaOH 2 M yang kemudian membentuk gel (bead) berwarna hitam. Kitosan perak yang telah dikeringkan dimasukkan ke dalam kolom, lalu ditambahkan dengan 50 mL sampel yang telah didestruksi dan sudah diketahui kadar logam Fe dan Zn sebesar 1,5175 mg/L dan 0,7218 mg/L. Didiamkan berdasarkan variasi waktu kontak selama 30, 45, dan 60 menit. Penentuan penurunan kadar logam yang telah di adsorbsi oleh kitosan perak dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses adsorpsi diperoleh persentase penyerapan logam Fe 82,154% dan logam Zn 84,871 % pada waktu kontak optimum penyerapan yaitu 45 menit.
THE EFFECT OF IMPROVEMENT ON WORK FACILITY OF COCO BRISTLE PROCESS TO OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY
Huda, Listiani Nurul;
Nasution, Indra
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1164.635 KB)
|
DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4162
One of improvements on health and safety can be carried out by the improvement on work facilities used by workers during the production process. This research was conducted in one of manufacture of coco bristel which the machines are not designed ergonomically. Work posture of the worker are in standing position during the processing of coco bristle and the body position is bending that can causes fatigue at the back and spine. On the other hand, the coco bristle machine is not ergonomically designed to maintain security as workers shrink the outer shell of coir. Pulling velocity of coconut husk by spinning pliers may result in hand drawn towards the nail. Therefore, this research is needed to carried out in order to re-design the coco bristel machine so that workers can work more healthily and safely. The method used in this research is work posture asessment by Rapid Entire Body Assessment (REBA) and anthropometric concept to re-design coco bristle machine. The results show that the actual machine design gives a REBA score of 6 indicating that mprovement of work posture is in need of improvement. The improvement is carried out by redesign of the machine through consideration to the most dominant body dimension influenced the work of making coco bristel. These dimensions are the height of the elbows at standing position, hand reach, and hand grip. This improved machine design resulted in a smaller REBA score by two points than before which means that the spinal position tends to be in a more healthier position than before. As for the safety of using the machine, hand protection is added based on the dimension of hand grip. The results of this study indicate that there is a strong relationship between the machine design and size dimensions of the worker's body with the level of security and health in the work.
THE EFFECT OF IMPROVEMENT ON WORK FACILITY OF COCO BRISTLE PROCESS TO OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY
Huda, Listiani Nurul;
Nasution, Indra
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1164.635 KB)
|
DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4162
One of improvements on health and safety can be carried out by the improvement on work facilities used by workers during the production process. This research was conducted in one of manufacture of coco bristel which the machines are not designed ergonomically. Work posture of the worker are in standing position during the processing of coco bristle and the body position is bending that can causes fatigue at the back and spine. On the other hand, the coco bristle machine is not ergonomically designed to maintain security as workers shrink the outer shell of coir. Pulling velocity of coconut husk by spinning pliers may result in hand drawn towards the nail. Therefore, this research is needed to carried out in order to re-design the coco bristel machine so that workers can work more healthily and safely. The method used in this research is work posture asessment by Rapid Entire Body Assessment (REBA) and anthropometric concept to re-design coco bristle machine. The results show that the actual machine design gives a REBA score of 6 indicating that mprovement of work posture is in need of improvement. The improvement is carried out by redesign of the machine through consideration to the most dominant body dimension influenced the work of making coco bristel. These dimensions are the height of the elbows at standing position, hand reach, and hand grip. This improved machine design resulted in a smaller REBA score by two points than before which means that the spinal position tends to be in a more healthier position than before. As for the safety of using the machine, hand protection is added based on the dimension of hand grip. The results of this study indicate that there is a strong relationship between the machine design and size dimensions of the worker's body with the level of security and health in the work.
PEMBERDAYAAN GENDER PADA TOKOH ADAT UNTUK MENDUKUNG PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBAGUNAN DI DESA PEGAGAN JULU VIII, SUMBUL, KABUPATEN DAIRI SUMATERA UTARA
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.752 KB)
|
DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4163
Gender merupakan konstruksi dan realitas sosial yang memuat pandangan nilai dan norma yang ideal tentang hubungan sosial laki-laki dan perempuan di masyarakat. Gender merupakan realitas sosial yang umum di masyarakat seperti halnya masyarakat Batak Pakpakdesa Pegagan Julu VIII, Kabupaten Dairi. Sesungguhnya gender bukan menjadi persoalan sepanjang tidak melahirkan gap atau ketimpangan sosial seperti diskriminasi dan ketidakadilan terlebih pada perempuan. Dalam masyarakat Batak Pakpak yang menganut sistem budaya patriarki menunjukkan bahwa realitas gender berpotensi memunculkan berbagai isu ketimpangan gender yang berpotensi merugikan kehidupan perempuan dalam aspek pendidikan, kesehatan, pembangunan dan politik. Konstruksi budaya patriarki yang tidak ramah pada perempuan dipresentasikan oleh keputusan adat yang cenderung tidak berpihak pada perempuan melalui kekuasaan tokoh-tokoh adat di lembaga adat. Tokoh-tokoh adat yang berkuasa di lembaga adat ini menempatkan laki-laki sebagai penentu keputusan adat yang kerapkali menjadi penentu keteraturan sosial(social order) masyarakat di desa ini. Mengingat pengaruh kuasa tokoh-tokoh adat yang mayoritas laki-laki menentukan jalannya keteraturan masyarakat termasuk pembangunan desa diperlukan satu strategi sebagai solusi mengantisipasi gap atau ketimpangan gender yang merugikan perempuan. Dalam hal ini diperlukan pengabdian yaitu pemberdayaan gender untuk menumbuh kembangkan pemahaman kesadaran gender dan kesetaraan gender pada tokoh adat. Hal ini mengingat sampai sejauh ini pemberdayaan konsepsi tentang nilai-nilai kesadaran gender serta kesetaraan gender belum menyentuh wilayah tokoh adat yang berkuasa di lembaga adat di desa ini. Diharapkan setelah melakukan pemberdayaan gender melalui pengabdian akan terjadi transformasi gender yaitu perubahan mindset atau carapandang para tokoh adat yang bias gender menjadi sadar gender. Pemberdayaan gender pada tokoh adat sebagai langkah strategis mendukung perempuan berperan aktif setara dengan laki-laki mengakses program pembangunan yang diintodusir pemerintah ke dalam masyarakat desa termasuk desa Pegagan Julu VIII.