cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas@usu.ac.id
Editorial Address
Jl. Perpustakaan No. 2 Kampus USU, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Abdimas Talenta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25494341     EISSN : 2549418X     DOI : 10.32734
Core Subject : Agriculture, Social,
ABDIMAS TALENTA merupakan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh Lembaga Pengabdian/Pelayanan kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU).
Arjuna Subject : -
Articles 900 Documents
PEMBERDAYAAN GENDER PADA TOKOH ADAT UNTUK MENDUKUNG PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBAGUNAN DI DESA PEGAGAN JULU VIII, SUMBUL, KABUPATEN DAIRI SUMATERA UTARA Munthe, Hadriana Marhaeni; Hafi, Bisru
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.752 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4163

Abstract

Gender merupakan konstruksi dan realitas sosial yang memuat pandangan nilai dan norma yang ideal tentang hubungan sosial laki-laki dan perempuan di masyarakat. Gender merupakan realitas sosial yang umum di masyarakat seperti halnya masyarakat Batak Pakpakdesa Pegagan Julu VIII, Kabupaten Dairi. Sesungguhnya gender bukan menjadi persoalan sepanjang tidak melahirkan gap atau ketimpangan sosial seperti diskriminasi dan ketidakadilan terlebih pada perempuan. Dalam masyarakat Batak Pakpak yang menganut sistem budaya patriarki menunjukkan bahwa realitas gender berpotensi memunculkan berbagai isu ketimpangan gender yang berpotensi merugikan kehidupan perempuan dalam aspek pendidikan, kesehatan, pembangunan dan politik. Konstruksi budaya patriarki yang tidak ramah pada perempuan dipresentasikan oleh keputusan adat yang cenderung tidak berpihak pada perempuan melalui kekuasaan tokoh-tokoh adat di lembaga adat. Tokoh-tokoh adat yang berkuasa di lembaga adat ini menempatkan laki-laki sebagai penentu keputusan adat yang kerapkali menjadi penentu keteraturan sosial(social order) masyarakat di desa ini. Mengingat pengaruh kuasa tokoh-tokoh adat yang mayoritas laki-laki menentukan jalannya keteraturan masyarakat termasuk pembangunan desa diperlukan satu strategi sebagai solusi mengantisipasi gap atau ketimpangan gender yang merugikan perempuan. Dalam hal ini diperlukan pengabdian yaitu pemberdayaan gender untuk menumbuh kembangkan pemahaman kesadaran gender dan kesetaraan gender pada tokoh adat. Hal ini mengingat sampai sejauh ini pemberdayaan konsepsi tentang nilai-nilai kesadaran gender serta kesetaraan gender belum menyentuh wilayah tokoh adat yang berkuasa di lembaga adat di desa ini. Diharapkan setelah melakukan pemberdayaan gender melalui pengabdian akan terjadi transformasi gender yaitu perubahan mindset atau carapandang para tokoh adat yang bias gender menjadi sadar gender. Pemberdayaan gender pada tokoh adat sebagai langkah strategis mendukung perempuan berperan aktif setara dengan laki-laki mengakses program pembangunan yang diintodusir pemerintah ke dalam masyarakat desa termasuk desa Pegagan Julu VIII.
DETEKSI DINI KANKER SERVIK PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA TEST) DI KLINIK BERSALIN KOTA MEDAN Nasution, Diah Lestari; Sitohang, Nur Asnah; Adela, Cut Adeya
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.429 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4164

Abstract

Kanker rahim di Indonesia menduduki peringkat pertama, 65%. Kondisi pasiennya dalam stadium lanjut. Pada penelitian di tiga belas laboratorium patologi anatomi didapatkan jumlah penderita kanker serviks sekitar 18,5%. Ditemukan sejak umur 25-34 tahun dengan puncaknya terbanyak berada pada umur 45-54 tahun. Data di RS.H.Adam Malik Medan tahun 2011 ditemukan jumlah pasien kanker serviks sebanyak 367 orang. Keluhan utama yang paling banyak dialami penderita adalah perdarahan pervaginam (77,9%), sedangkan stadium terbanyak adalah IIIb (39,5%). Pengabdian kepada masyarakat ini ini bertujuan untuk memberikan komunikasi,edukasi dan informasi (KIE) kanker serviks dan melakukan deteksi dini gejala kanker servik pada wanita usia subur untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas dan memotivasi melakukan pemeriksaan IVA Test sekali dalam 3 tahun. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di dua (2) Klinik bersalin yaitu rumah bersalin SAM (20 orang) dan Klinik Bersalin Sari (20 orang). Metode pendekatan yang dilaksanakan menggunakan komunikasi informasi edukasi (KIE) dan pemeriksaan serviks dengan metode IVA test. Metode analisis data menggunakan dependent t test. Hasil kegiatan diperoleh data mayoritas WUS berusia 26-30 tahun (40%), suku batak (13%),agama islam (95%),menikah pertama kali (77.5%), pendidikan SMA/diploma/sarjana (80%),IRT (77.5%),pekerjaan suami karyawan (52.5%),umur pertama menikah 26-30 tahun(40%) dan tidak merokok (80%); menggunakan alat kontrasepsi suntik (42.5%);riwayat obstetri mayoritas WUS melahirkan 2 kali (42.5%),tidak pernah periksa (80%),tidak ada saudara yang sakit(75%),kanker payudara (10%),tidak banyak keputihan (65%),tidak ada sakit di bawah perut(70%), tidak ada perdarahan saat bersenggama (90%) dan tidak mengalami haid tidak teratur (55%);hasil IVA Test WUS adalah negatif (80%),radang (17,5 %) dan positif (2.5%);pengetahuan WUS sebelum diberi Komunikasi Edukasi Informasi (KIE) tentang kanker serviks dan IVA Test rata –rata = 13.58,SD =3.012 dan sesudah diberi KIE rata –rata= 14.30, SD = 3.275. Hasil uji statistik diperoleh beda mean = 0.725 dan nilai P=0,016,maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan KIE terhadap pengetahuan WUS tentang kanker serviks dan IVA Test.
DETEKSI DINI KANKER SERVIK PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA TEST) DI KLINIK BERSALIN KOTA MEDAN Nasution, Diah Lestari; Sitohang, Nur Asnah; Adela, Cut Adeya
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.429 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4164

Abstract

Kanker rahim di Indonesia menduduki peringkat pertama, 65%. Kondisi pasiennya dalam stadium lanjut. Pada penelitian di tiga belas laboratorium patologi anatomi didapatkan jumlah penderita kanker serviks sekitar 18,5%. Ditemukan sejak umur 25-34 tahun dengan puncaknya terbanyak berada pada umur 45-54 tahun. Data di RS.H.Adam Malik Medan tahun 2011 ditemukan jumlah pasien kanker serviks sebanyak 367 orang. Keluhan utama yang paling banyak dialami penderita adalah perdarahan pervaginam (77,9%), sedangkan stadium terbanyak adalah IIIb (39,5%). Pengabdian kepada masyarakat ini ini bertujuan untuk memberikan komunikasi,edukasi dan informasi (KIE) kanker serviks dan melakukan deteksi dini gejala kanker servik pada wanita usia subur untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas dan memotivasi melakukan pemeriksaan IVA Test sekali dalam 3 tahun. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di dua (2) Klinik bersalin yaitu rumah bersalin SAM (20 orang) dan Klinik Bersalin Sari (20 orang). Metode pendekatan yang dilaksanakan menggunakan komunikasi informasi edukasi (KIE) dan pemeriksaan serviks dengan metode IVA test. Metode analisis data menggunakan dependent t test. Hasil kegiatan diperoleh data mayoritas WUS berusia 26-30 tahun (40%), suku batak (13%),agama islam (95%),menikah pertama kali (77.5%), pendidikan SMA/diploma/sarjana (80%),IRT (77.5%),pekerjaan suami karyawan (52.5%),umur pertama menikah 26-30 tahun(40%) dan tidak merokok (80%); menggunakan alat kontrasepsi suntik (42.5%);riwayat obstetri mayoritas WUS melahirkan 2 kali (42.5%),tidak pernah periksa (80%),tidak ada saudara yang sakit(75%),kanker payudara (10%),tidak banyak keputihan (65%),tidak ada sakit di bawah perut(70%), tidak ada perdarahan saat bersenggama (90%) dan tidak mengalami haid tidak teratur (55%);hasil IVA Test WUS adalah negatif (80%),radang (17,5 %) dan positif (2.5%);pengetahuan WUS sebelum diberi Komunikasi Edukasi Informasi (KIE) tentang kanker serviks dan IVA Test rata –rata = 13.58,SD =3.012 dan sesudah diberi KIE rata –rata= 14.30, SD = 3.275. Hasil uji statistik diperoleh beda mean = 0.725 dan nilai P=0,016,maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan KIE terhadap pengetahuan WUS tentang kanker serviks dan IVA Test.
APLIKASI BUDIKDAMBER (BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER) UNTUK KETERBATASAN LAHAN BUDIDAYA DI KOTA MEDAN
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.933 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4165

Abstract

Wilayah kota khususnya kota metropolitan memiliki ciri-ciri kepadatan penduduk yang tinggi, lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan infrastruktur, serta terbatasnya ruang terbuka hijau dan lahan untuk kegiatan budidaya ikan. Terbatasnya lahan di perkotaan khususnya Kota Medan mengakibatkan sedikitnya kegiatan budidaya ikan di wilayah ini. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut, maka diperlukan aplikasi kegiatan budidaya yang tidak membutuhkan lahan yang luas salah satunya adalah BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan Dalam Ember). Kegiatan pengabdian masayarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi dan ketrampilan kepada kelompok ibu rumah tangga di Kota Medan tentang BUDIKDAMBER. Melalui kegiatan ini, ibu rumah tangga di Kota Medan bisa lebih produktif karena hasil dari BUDIKDAMBER tidak hanya ikan tetapi juga sayur kangkung. Berdasarkan uraian permasalahan dan tujuan dari kegiatan pengabdian masayarakat ini, maka dilakukan kegiatan penyuluhan tentang BUDIKDAMBER, pemberian modul, pemberian alat dan bahan untuk kegiatan budidaya termasuk bibit ikan, sayur dan pelet ikan. Hasil yang dirasakan oleh mitra pengabdian adalah panen Ikan Lele mulai dari 2 bulan pemeliharaan sampai bulan ke-4 pemeliharaan. Panen sayur kangkung dimulai dari 2 minggu pemeliharaan sampai bulan ke-4 pemeliharaan dengan rata-rata julah panen 1 ikat untuk setiap ember.
APLIKASI BUDIKDAMBER (BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER) UNTUK KETERBATASAN LAHAN BUDIDAYA DI KOTA MEDAN Susetya, Ipanna Enggar; Harahap, Zulham Apandy
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.933 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4165

Abstract

Wilayah kota khususnya kota metropolitan memiliki ciri-ciri kepadatan penduduk yang tinggi, lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan infrastruktur, serta terbatasnya ruang terbuka hijau dan lahan untuk kegiatan budidaya ikan. Terbatasnya lahan di perkotaan khususnya Kota Medan mengakibatkan sedikitnya kegiatan budidaya ikan di wilayah ini. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut, maka diperlukan aplikasi kegiatan budidaya yang tidak membutuhkan lahan yang luas salah satunya adalah BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan Dalam Ember). Kegiatan pengabdian masayarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi dan ketrampilan kepada kelompok ibu rumah tangga di Kota Medan tentang BUDIKDAMBER. Melalui kegiatan ini, ibu rumah tangga di Kota Medan bisa lebih produktif karena hasil dari BUDIKDAMBER tidak hanya ikan tetapi juga sayur kangkung. Berdasarkan uraian permasalahan dan tujuan dari kegiatan pengabdian masayarakat ini, maka dilakukan kegiatan penyuluhan tentang BUDIKDAMBER, pemberian modul, pemberian alat dan bahan untuk kegiatan budidaya termasuk bibit ikan, sayur dan pelet ikan. Hasil yang dirasakan oleh mitra pengabdian adalah panen Ikan Lele mulai dari 2 bulan pemeliharaan sampai bulan ke-4 pemeliharaan. Panen sayur kangkung dimulai dari 2 minggu pemeliharaan sampai bulan ke-4 pemeliharaan dengan rata-rata julah panen 1 ikat untuk setiap ember.
PENERAPAN SISTEM TUMPANG SARI PADA BUDIDAYA TANAMAN KAKAO DI DESA BANDAR MASILAM I KECAMATAN BANDAR MASILAM KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA Setiado, Hot; Kardhinata, Emmy Harso; Putri, Lollie Agustina P.
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.741 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4166

Abstract

Tim Universitas Sumatera Utara (USU) mengusulkan kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini di Desa Bandar Masilam I atas dasar keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya. Desa ini terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Utara, sekitar 145 km dari kota Medan dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan roda 4. Kondisi jalan ke desa yang kurang baik menyebabkan waktu tempuh dari Medan dapat mencapai 4 jam. Letak desa diantara perkebunan kelapa sawit milik pemerintah maupun swasta. Masyarakat desa Bandar Masilam I sebagian besar petani dan sebagai buruh di perkebunan yang ada di sekitarnya. Sebagian masyarakat yang memiliki ladang dan lahan pekarangan telah memanfaatkan dengan menanami kelapa sawit. Kualitas sawit yang kurang baik menyebabkan harga jual menjadi tidak menentu, sehingga sebagian masyarakat sudah mencoba beralih ke komoditi kakao. Gapoktan Serumpun, kelompok tani Mandiri, Lestari dan Mekar Sari telah mencoba menanam kakao dengan bibit yang bersertifikat dan berkualitas. Sebagian bibit kakao bersertifikat berasal dari pengabdian pada masyarakat Universitas Sumatera Utara tahun 2017. Pendapatan masyarakat yang masih rendah sebagai salah satu kendala dalam budidaya kakao karena harus menunggu waktu panen yang cukup lama. Perlu dilakukan langkah untuk menambah pendapatan masyarakat dari lahan kakao yang mereka miliki. Tim pengabdian pada masyarakat USU mencoba memberikan solusi dengan cara memberikan bantuan bibit tanaman tumpangsari yang berkualitas dan bersertifikat untuk meningkatkan pendapatan petani/pekebun. Selain itu juga diberikan teknologi perawatan terhadap tanaman tumpangsari dan tanaman utama yang tepat kepada kelompok tani. Dari usaha yang dilakukan ini diharapkan kelompok tani yang menjadi mitra tim dari USU ini akan menjadi pelopor dalam menghasilkan produksi kakao yang berkualitas dan juga memperoleh pendapatan sampingan dari tanaman tumpangsari.
PENERAPAN SISTEM TUMPANG SARI PADA BUDIDAYA TANAMAN KAKAO DI DESA BANDAR MASILAM I KECAMATAN BANDAR MASILAM KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA Setiado, Hot; Kardhinata, Emmy Harso; Putri, Lollie Agustina P.
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.741 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4166

Abstract

Tim Universitas Sumatera Utara (USU) mengusulkan kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini di Desa Bandar Masilam I atas dasar keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya. Desa ini terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Utara, sekitar 145 km dari kota Medan dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan roda 4. Kondisi jalan ke desa yang kurang baik menyebabkan waktu tempuh dari Medan dapat mencapai 4 jam. Letak desa diantara perkebunan kelapa sawit milik pemerintah maupun swasta. Masyarakat desa Bandar Masilam I sebagian besar petani dan sebagai buruh di perkebunan yang ada di sekitarnya. Sebagian masyarakat yang memiliki ladang dan lahan pekarangan telah memanfaatkan dengan menanami kelapa sawit. Kualitas sawit yang kurang baik menyebabkan harga jual menjadi tidak menentu, sehingga sebagian masyarakat sudah mencoba beralih ke komoditi kakao. Gapoktan Serumpun, kelompok tani Mandiri, Lestari dan Mekar Sari telah mencoba menanam kakao dengan bibit yang bersertifikat dan berkualitas. Sebagian bibit kakao bersertifikat berasal dari pengabdian pada masyarakat Universitas Sumatera Utara tahun 2017. Pendapatan masyarakat yang masih rendah sebagai salah satu kendala dalam budidaya kakao karena harus menunggu waktu panen yang cukup lama. Perlu dilakukan langkah untuk menambah pendapatan masyarakat dari lahan kakao yang mereka miliki. Tim pengabdian pada masyarakat USU mencoba memberikan solusi dengan cara memberikan bantuan bibit tanaman tumpangsari yang berkualitas dan bersertifikat untuk meningkatkan pendapatan petani/pekebun. Selain itu juga diberikan teknologi perawatan terhadap tanaman tumpangsari dan tanaman utama yang tepat kepada kelompok tani. Dari usaha yang dilakukan ini diharapkan kelompok tani yang menjadi mitra tim dari USU ini akan menjadi pelopor dalam menghasilkan produksi kakao yang berkualitas dan juga memperoleh pendapatan sampingan dari tanaman tumpangsari.
Empowerment group of Farmer’s wife to reduce the Pesticide Toxicity Mahyuni, Eka Lestari; Eyanoer, Puteri Chairani; Mutiara, Erna; Lubis, Arfah Mardiana; Syahri, Isyatun Mardhiah
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.147 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4174

Abstract

Community empowerment is the one of efforts that undertaken as part of the health promotion which aimed to improve public health. In general, one of the phenomena of society which are expected to consume vegetables and fruits in balance quantity and quality. Consumption of vegetables and fruits also become the second destination health measures of GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat). Karo is an area that is synonymous with the world of agriculture and many farming communities are vulnerable to disease because of exposure to the working environment, either physical or chemical. The farming community is also almost no health care and more oriented to produce in optimum. In addition, there are many groups that still non-productive and can be developed, one group of wives of farmers. The solution given in service activities to produce the healthy food like a salad of vegetables and fruits with antioxidant power, antisianin and other nutrients that protect and maintain the farmer’s health from several symptoms of illness due to consumption patterns and patterns of work at risk. Devotion done by brainstorming methods, training and demonstration of manufacture of the product with the target groups of farmers wife. Outcomes targeted is a food product healthy namely Salad Pelangi as food is beneficial to balance the body, nourish and protect the health of the body as well as foods that have anti venom and avoid hypertension, heart disease, diabetes, cancer and chemical effects of occupational risks as farmers. Other outcomes in the form of a scientific article and video activities. The content of Salad Pelangi are choosen from the fruits and vegetable that has the rainbow colour such as tomato, carrot, orange, avocado, jelly, yam, and purple cabbage. All of these has the antioxidant function that could be reduce the pesticide toxicity.
Empowerment group of Farmer’s wife to reduce the Pesticide Toxicity Mahyuni, Eka Lestari; Eyanoer, Puteri Chairani; Mutiara, Erna; Lubis, Arfah Mardiana; Syahri, Isyatun Mardhiah
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.147 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4174

Abstract

Community empowerment is the one of efforts that undertaken as part of the health promotion which aimed to improve public health. In general, one of the phenomena of society which are expected to consume vegetables and fruits in balance quantity and quality. Consumption of vegetables and fruits also become the second destination health measures of GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat). Karo is an area that is synonymous with the world of agriculture and many farming communities are vulnerable to disease because of exposure to the working environment, either physical or chemical. The farming community is also almost no health care and more oriented to produce in optimum. In addition, there are many groups that still non-productive and can be developed, one group of wives of farmers. The solution given in service activities to produce the healthy food like a salad of vegetables and fruits with antioxidant power, antisianin and other nutrients that protect and maintain the farmer’s health from several symptoms of illness due to consumption patterns and patterns of work at risk. Devotion done by brainstorming methods, training and demonstration of manufacture of the product with the target groups of farmers wife. Outcomes targeted is a food product healthy namely Salad Pelangi as food is beneficial to balance the body, nourish and protect the health of the body as well as foods that have anti venom and avoid hypertension, heart disease, diabetes, cancer and chemical effects of occupational risks as farmers. Other outcomes in the form of a scientific article and video activities. The content of Salad Pelangi are choosen from the fruits and vegetable that has the rainbow colour such as tomato, carrot, orange, avocado, jelly, yam, and purple cabbage. All of these has the antioxidant function that could be reduce the pesticide toxicity.
Application of science and technology to increase the small production capacity of cake market products Dewi, Elita; Berlianti
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.403 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4175

Abstract

One of the many developing UMKM today is the snack business. Snack business is a household-scale business that has very good opportunities for now and in the future. Market demand for snacks continues to flow. Seeing snack lovers, not only children, but also teenagers, adults, to the elderly. So it is not surprising that the food business that is often served as a distraction while doing this activity is often flooded with customers. Making this snack business opportunity becomes more wide open. The low production capacity that is owned makes this business less developed. Besides that the equipment used is also simple and is still traditional in nature, so it takes a long time and is very draining. For this reason, science and technology is needed that will make the production process easier and cheaper. In connection with this, it is felt necessary to provide assistance and training to improve the capacity of community service partners. Besides improving the marketing strategy so that it has the ability to market the market snacks in production, so as to create and have a lot of marketing networks. Training is needed to enable entrepreneurs to calculate total sales revenue and total costs so that they are able to know how much profit is earned per unit of production. It is expected that after the mentoring, the partners will become more knowledgeable, able to apply this knowledge in their daily work and transmit this knowledge to other entrepreneurs.