cover
Contact Name
Niki Dian Permana P
Contact Email
niki.dian.permana@uin-suska.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jnsi.tadrisipa@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. H.R. Soebrantas KM 15,5, Tuah Madani, Tampan, Pekanbaru, Riau, Indonesia 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Natural Science and Integration
ISSN : 26204967     EISSN : 26205092     DOI : -
Journal of Natural Science and Integration (JNSI) contains publications of research and review literature in the field of science learning such as chemistry learning, physics learning, biology learning, natural science learning and science integration as a form of intellectual property. It is affiliated with Asosiasi Dosen Tadris IPA Indonesia (ADRISPA).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 186 Documents
Desain Pembelajaran Inkuiri dengan Skema Online Terintegrasi Aktivitas Argumentasi: Analisis Capaian Pengetahuan Konseptual dan Respon Mahasiswa Calon Guru IPA Siswanto Siswanto; Zuida Ratih Hendrastuti; Lusida Kiswari; Fina Al Fatikhiah
Journal of Natural Science and Integration Vol 4, No 1 (2021): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v4i1.11475

Abstract

This research was conducted because the importance of the online learning process in order to keep it done with an emphasis on student activities to construct knowledge independently. This study aims to analyze conceptual knowledge and student responses to science teacher candidates when implementing an online inquiry learning process by integrating scientific argumentation activities. This research was used quantitative approach with pre-experiment design. The research activity was carried out by first determining the learning design, then applying the learning design to the students, totaling 38 students. In this study, a pretest and posttest were conducted to obtain data on the achievement of student conceptual knowledge. In addition, students also fill out a questionnaire to get student data responses to the learning process being carried out. The results showed that the learning activities carried out were able to increase the conceptual knowledge of students in the high category. In addition, the learning process generally received a positive response from students. The learning process is carried out in three sessions. The first session consisted of problem identification, conducting literature studies, and formulating hypotheses with provisional arguments. The second session consisted of investigation, data analysis, evaluation, evaluation and argumentation. The third session consisted of activities to communicate the experimental results.Keyword: inquiry learning, argumentation activity, online schema on inquiry, conceptual knowledge, students responses.ABSTRAKPenelitian ini dilakukan karena melihat pentingnya proses pembelajaran online agar tetap dilakukan dengan menitikberatkan pada aktivitas mahasiswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian pengetahuan konseptual dan respon mahasiswa calon guru IPA ketika diterapkan proses pembelajaran inkuiri yang di desain secara online dengan mengintegrasikan aktivitas argumentasi ilmiah. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimen. Kegiatan penelitian dilakukan dengan merancang terlebih dahulu desain pembelajaran, kemudian menerapkan desain pembelajaran kepada mahasiswa, sebanyak 38 mahasiswa. Pada penelitian ini dilakukan pretest dan posttes untuk mendapatkan data capaian pengetahuan konseptual mahasiswa. Selain itu juga mahasiswa mengisi kuesioner untuk mendapatkan data respon mahasiswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan konseptual mahasiswa dengan kategori tinggi. Selain itu, proses pembelajaran yang dilakukan secara umum mendapat respon yang positif dari mahasiswa. Proses pembelajaran dilakukan dalam tiga sesi. Sesi pertama terdiri dari aktivitas mengidentifikasi masalah, melakukan studi literatur, dan merumuskan hipotesis dengan disertai argumentasi sementara. Sesi kedua terdiri dari aktivitas penyelidikan, analisis data, dan melakukan evaluasi hipotesis serta argumentasi sementara. Sesi ketiga terdiri dari aktivitas mengkomunikasikan hasil eksperimen.Kata kunci: pembelajaran inkuiri, aktivitas argumentasi, inkuiri dalam skema online, pengetahuan konseptual, respon mahasiswa.
Analisis Pembelajaran Jarak Jauh (online) Mahasiswa Calon Guru IPA di Kota Pekanbaru pada Masa Pandemi Covid-19 Riki Apriyandi Putra; Nurdiansyah Nurdiansyah; Dedi Futra; Indra Primahardani
Journal of Natural Science and Integration Vol 4, No 1 (2021): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v4i1.12744

Abstract

This study aims to analyze Distance Learning (PJJ) online science teacher candidate students in Pekanbaru City during the Covid-19 Pandemic. This research is a survey research with the type of public opinion survey. Sampling was taken through purposive sampling method. The data collected is ordinal data via e-questionnaire (google form), through a summative response scale using a modified Likert scale with 4 answer choices. The results showed that the form of learning during the pandemic using various dominant applications were Google Meet (22.47%), Google Classroom (17.95%), Whatsapp (15.56%), and Schoology (11.70%). Online PJJ is not effectively carried out based on the availability of infrastructure, convenience and accessibility, difficulty in lecture materials, time, increased competence, and variety of courses. The implementation of PJJ is in accordance with the learning objectives because lecturers vary the use of applications, interactions run smoothly, and lecturers motivate students. The hopes of students for online PJJ are that there is a quota subsidy, the existence of priority courses, a willingness to explore various applications and the existence of sustainability after the pandemic. The cause of online PJJ is not effective is because it is not supported by several things, namely changes in the mindset and motivation of the implementers (lecturers and students), limited infrastructure such as internet networks, tools (multitasking laptops / devices), and the readiness of institutional technology (platform and management learning. system, systematic and comprehensive learning planning, effective and efficient implementation (easily accessible and learned), learning culture, e-learning pedagogy, and academic atmosphere, technical training and user level of mastery, and time management.Keyword: science pre-service teacher, pandemic covid-19, distance learning ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) online mahasiswa calon guru IPA di Kota Pekanbaru pada masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan jenis public opinion survey. Pengambilan sampel melalui metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan adalah data ordinal melalui e-kuesioner (google form), melalaui summative response scale dengan menggunakan skala Likert yang dimodifikasi dengan 4 pilihan jawaban. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk pembelajaran selama pandemi menggunakan berbagai aplikasi yang dominan adalah Google Meet (22,47%), Google Classroom (17,95%), Whatsapp (15,56%), dan Schoology (11,70%). PJJ online tidak efektif dilakukan berdasarkan ketersediaan sarana prasarana, kemudahan dan aksesibiltas, kesukaran materi perkuliahan, waktu, peningkatan kompetensi, dan ragam matakuliah. Pelaksanaan PJJ sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran karena dosen memvariasikan penggunaan aplikasi, interaksi berjalan dengan lancar, dan dosen memotivasi mahasiswa. Harapan mahasiswa terhadap PJJ online adalah adanya subsidi kuota, adanya prioritas matakuliah, kemauan mendalami berbagai aplikasi dan adanya keberlanjutan setelah pandemi. Penyebab PJJ online tidak efektif adalah karena tidak disupport oleh beberapa hal, yaitu perubahan mindset dan motivasi pelaksana (dosen dan mahasiswa), keterbatasan sarana prasarana seperti jaringan internet, tools (laptop/gawai yang multitasking), dan kesiapan teknologi institusi (platform dan learning manajemen system, perencanaan pembelajaran yang sistematis dan komprehensif, pelaksanaan yang efektif dan efisien (mudah diakses dan dipelajari), budaya belajar, pedagogi         e-learning, dan atmosfer akademik, pelatihan teknis dan tingkat penguasaan pengguna, dan manajemen waktu.Kata kunci: mahasiswa calon guru IPA, pandemi Covid-19, pembelajaran jarak jauh (online).
Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Suhu dan Kalor dalam Pembelajaran Fisika Putri Dwi Sundari; Dios Sarkity
Journal of Natural Science and Integration Vol 4, No 2 (2021): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v4i2.11445

Abstract

ABSTRACTThe industrial revolution 4.0 is a new challenge for education sector. One of the skills that students must possess in order to face this challenge is critical thinking skills. These skills can be trained in a variety of disciplines, including physics. Through the implementation of a scientific approach in learning physics, students can practice critical thinking skills. In fact, the implementation of physics learning still used teacher-centered. Students are not given the opportunity to explore their understanding and thinking skills. So, there is a perception that physics is difficult. One of the materials that students consider difficult is heat and temperature. This research aims to describe students' critical thinking skills on heat and temperature in physics learning. The research method used is descriptive method. The research instrument was a critical thinking skill test in the form of essay questions and open interviews. The test was given to 33 students of class XI SMA Negeri 1 Krian Sidoarjo. Data were analyzed using descriptive analysis and the results of interviews were used to obtain in-depth information regarding students' critical thinking skills. In general, the results of the research show that the average critical thinking skills of students are still low. The lowest critical thinking skills of students can be seen in the category of inference and advanced clarification. Meanwhile, students' critical thinking skills in the category of basic clarification, building basic skills, and managing strategies and tactics were in medium criteria. Keywords: critical thinking skills, heat and temperature, physics learning ABSTRAK Revolusi industri 4.0 menjadi sebuah tantangan baru bagi dunia pendidikan. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki lulusan pendidikan dalam rangka menghadapi tantangan ini adalah keterampilan berpikir kritis. Keterampilan ini dapat dilatihkan melalui berbagai disiplin ilmu, termasuk fisika. Melalui penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran fisika dapat melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, saat ini pembelajaran fisika yang diterapkan masih berpusat pada guru. Siswa tidak diberi kesempatan untuk mengeksplor pemahaman dan keterampilan berpikirnya. Sehingga muncul persepsi bahwa fisika itu sulit. Salah satu materi yang dianggap sulit oleh siswa adalah suhu dan kalor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi suhu dan kalor dalam pembelajaran fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan berpikir kritis dalam bentuk soal essay dan wawancara terbuka. Tes diberikan kepada 33 orang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Krian Sidoarjo. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan hasil wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi mendalam terkait keterampilan berpikir kritis siswa. Secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa masih rendah. Rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa terlihat pada kategori membuat kesimpulan dan memberikan penjelasan tindak lanjut. Sedangkan keterampilan berpikir kritis siswa pada kategori memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, dan mengatur strategi dan taktik berada pada kriteria sedang.Kata kunci: keterampilan berpikir kritis, suhu dan kalor, pembelajaran fisika
Pengembangan LKPD Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar Berorientasi Problem Based Learning Novia Novia; Husna Husna; Rahmi Zulva
Journal of Natural Science and Integration Vol 4, No 2 (2021): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v4i2.14428

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to develop problem-based learning-oriented worksheets for students of class XI science high school that are valid and practical. The development model used in this research is 4-D models consisting of define, design, develop and disseminate stages. Research is limited to the develop stage. The subjects in this study were students of class XI science at one of the senior high schools in Batusangkar. The results of the validity test show that the problem-based learning-oriented worksheets are very valid, namely 85.33% in terms of the feasibility aspects of content, language and images, presentation and graphics. The practicality value by educators and students shows that this problem-based learning-oriented LKPD has very practical criteria, namely 87.49% in terms of the ease of use of the LKPD, the time required to fill out the LKPD, easy to interpret by students and has the same equivalence for students. Keywords: LKPD, practicality, problem based learning, validityABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan LKPD berorientasi  problem based learning untuk peserta didik kelas XI IPA SMA yang valid dan praktis. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4-D models yang terdiri dari tahap define, design, develop dan disseminate. Penelitian dibatasi sampai pada tahap develop. Subjek pada penelitian ini berjumlah 33 peserta didik kelas XI IPA salah satu SMA di Batusangkar. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa LKPD berorientasi problem based learning ini pada kriteria sangat valid yaitu 85,33% ditinjau dari aspek kelayakan isi, bahasa dan gambar, penyajian dan kegrafikan. Nilai praktikalitas oleh pendidik dan peserta didik menunjukkan bahwa LKPD berorientasi problem based learning ini pada kriteria sangat praktis yaitu 87,49% ditinjau dari kemudahan penggunaan LKPD, waktu yang diperlukan untuk mengisi LKPD, mudah diinterpretasikan oleh peserta didik dan memiliki ekivalensi yang sama bagi peserta didik.Kata kunci: LKPD, praktikalitas, problem based learning, validitas
Pengembangan Modul Berbasis Virtual Laboratory Terintegrasi Teknologi Tepat Guna pada Mata Kuliah Kimia Dasar Laily Yunita Susanti; Andi Suhardi; Rafiatul Hasanah
Journal of Natural Science and Integration Vol 4, No 2 (2021): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v4i2.10459

Abstract

ABSTRACTThe aims of this research were to describe the validity and to describe the university students respons’ on appropriate technology integrated virtual laboratory based learning module on Acidic and Basic Solution Topic in Tadris IPA, Tarbiyah and Teacher Training Faculty, UIN KHAS Jember. Research method was R&D research by using ADDIE model which consisted of  4 steps: (1) Analyzing curricula and students’ university characteristic, (2) Designing content and lay out of learning module, (3) Developing appropriate technology integrated virtual laboratory based learning module, (4) Validating learning module by expert judging then implementating it to students’ university. The Evaluation steps was not already done by researcher because of time and fee limitation. Result of research showed that learning module got score 3.79 based on material eligibility, 3.88 based on design eigibility and  3,85 based on languange eligibility (for scale 1-4 ). Furthermore, the result of students’ university respon on learning module were 77.8% based on material eligibility, 86.7% based on design egibility, dan 91.1% based on languange eligibility.Keywords: virtual laboratory, appropriate technology, general chemistryABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan validitas dan mendeskripsikan hasil uji respon mahasiswa terhadap modul pembelajaran berbasis virtual laboratory terintegrasi Teknologi Tepat Guna pada materi Larutan Asam Basa pada program studi Tadris IPA, Tarbiyah and Teacher Training Faculty, UIN KHAS Jember. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari model ADDIE yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu: (1) Analisis Kurikulum dan Karakteristik Mahasiswa, (2) Perencanaan Konten dan Tata Letak Tampilan Modul, (3) Pembuatan Modul Teknologi Tepat Guna yang diintegrasikan dengan Laboratorium Maya (virtual laboratory) based learning module, (4) Validasi/ Uji Ahli Modul Pembelajaran yang dilanjutkan dengan Uji Coba pada Mahasiswa. Tahap kelima, Evaluasi, tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya penelitian. Hasil validasi menunjukkan bahwa Modul Kimia Dasar berbasis Teknologi Tepat Guna terintegrasi Virtual Laboratory memperoleh skor 3.79 berdasarkan komponen kelayakan materi, 3.88 berdasarkan kelayakan desain modul dan 3.85 berdasarkan kelayakan komponen kebahasaan (skala 1-4 ). Selanjutnya, hasil uji respon menunjukkan bahwa modul memperoleh prosentase 77.8% untuk komponen kelayakan materi, 86.7% untuk komponen kelayakan desain modul, dan 91.1% untuk aspek kebahasaan.Kata kunci: virtual laboratory, teknologi tepat guna, kimia dasar
Kepuasan Siswa Terhadap Pembelajaran Fisika di Era New Normal Covid-19 Ririn Novianti; Ahmad Syarkowi
Journal of Natural Science and Integration Vol 4, No 2 (2021): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v4i2.14127

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the level of student satisfaction with physics learning in the new normal era of Covid-19. This research is a quantitative research using survey method. The sample in this study was 518 students majoring in science class X, XI and XII taken from 9 high schools in Bengkulu and West Sumatra provinces. The sample used a convenience sampling determination technique. Convenience sampling is sampling based on the availability of respondents. The data collection technique is using a questionnaire or questionnaire developed by Palmer which is divided into the level of importance, level of satisfaction and agreement. Analysis of the data using descriptive analysis. Based on the results of the analysis of the questionnaire/questionnaire, it was found that the level of student satisfaction with learning physics in the new normal covid-19 period which was carried out completely online was 1% very dissatisfied, 7% dissatisfied, 15% doubtful, 36% satisfied and 41 % very satisfied. Thus it can be said that student satisfaction with physics learning has been achieved in other words students are satisfied with physics learning that is carried out boldly or distance learning in the new normal period of covid-19. Keywords: satisfaction, physics learning, online learning, covid-19 ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran fisika di era new normal Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Sampel dalam penelitian ini adalah 518 siswa jurusan IPA kelas X, XI dan XII yang diambil dari 9 sekolah menengah atas di provinsi Bengkulu dan Sumatra Barat. Penentuan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Convenience sampling adalah pengambilan sampel berdasarkan pada ketersediaan responden. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan angket atau kuesioner yang dikembangkan oleh palmer yang terbagi atas tingkat kepentingan, tingkat kepuasan dan agremeent. Analisis datanya dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan analisis hasil dari angket/kuesioner didapatkan hasil bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran fisika di masa new normal covid-19 yang dilakukan sepenuhnya online sebesar 1% sangat tidak puas, 7% tidak puas, 15% ragu-ragu, 36% puas dan 41% sangat puas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepuasan siswa terhadap pembelajaan fisika telah tercapai dengan kata lain siswa merasakan puas terhadap pembelajaran fisika yang dilakukan daring atau pembelajaran jarak jauh di masa new normal covid-19.Kata kunci: kepuasan, pembelajaran fisika, pembelajaran daring, covid-19
Pengembangan Alat Pemurni Air Laut sebagai Media Pembelajaran Fisika SMA pada Materi Pemanasan Global Ernidawati Ernidawati; Muhammad Sahal; Nayla Fauza; Dina Syaflita; Defni Satria
Journal of Natural Science and Integration Vol 4, No 2 (2021): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v4i2.14529

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to develop a sea water purifier and test the validity of a sea water purifier so that it can be used as a medium for high school physics learning on global warming material. The development model carried out is the ADDIE model. The ADDIE model consists of Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The data obtained in the form of qualitative and quantitative data. Qualitative data is used to obtain the value of preliminary analysis and validation of tools used in learning. Quantitative data is used to obtain empirical test values by comparing the results of measuring tools made with standard measuring instruments. Based on the results of the empirical test, it was found that the fresh water produced by the developed seawater purifier has good quality because it meets water standards that are suitable for consumption. Based on the research conducted, it was found that the average fresh water produced was 50.33 mL from 1 liter of seawater which was dried for 6 hours per day, and the decrease in salt content of seawater after using this seawater purifier that utilized solar power was 100%. . Based on the results of expert validation which refers to the functionality of the tool, learning elements, ease of use, aesthetics and construction of the tool, the average value of the validity index is 3.78 with a very high category. So it can be concluded that the developed seawater purifier is valid and can be used as a medium for learning Physics on global warming material.Keywords: sea water purifier, learning media, global warming.ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat pemurni air laut dan menguji validitas alat pemurni air laut agar dapat digunakan sebagai media pembelajaran Fisika SMA pada materi pemanasan global. Model pengembangan yang dilakukan adalah model ADDIE. Model ADDIE terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif digunakan untuk mendapatkan nilai analisis pendahuluan dan validasi alat yang digunakan dalam pembelajaran. Data kuantitatif digunakan untuk memperoleh nilai uji empiris dengan membandingkan hasil ukur alat yang dibuat dengan alat ukur yang sudah standard. Berdasarkan hasil uji empiris diperoleh bahwa bahwa air tawar yang dihasilkan oleh alat pemurni air laut yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik karena memenuhi standar air yang layak dikonsumsi. Berdasarkan  penelitian yang dilakukan, diperoleh rata-rata air tawar yang dihasilkan 50,33 mL dari 1 liter air laut yang dijemur selama 6 jam per harinya, dan   penurunan kadar garam air laut  setelah menggunakan alat pemurni air laut yang memanfaatkan tenaga surya ini sebesar 100%. Berdasarkan hasil validasi pakar  yang mengacu pada keberfungsian alat, unsur pembelajaran, kemudahan penggunaan, estetika dan konstruksi alat diperoleh nilai rata-rata indeks validitas  3,78 dengan kategori sangat tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa alat pemurni air laut yang dikembangkan bernilai valid dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran Fisika pada materi pemanasan global.Kata kunci: alat pemurni air laut, media pembelajaran, pemanasan global.
Desain Media Pembelajaran Berbasis Android pada Materi Praktikum Pengenalan Alat Laboratorium Kimia Sekolah Menengah Atas Windi Dwi Saputra; Yenni Kurniawati
Journal of Natural Science and Integration Vol 4, No 2 (2021): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v4i2.12068

Abstract

ABSTRACTThe development of technology that is termed ad Industrial Revolution 4.0 is an era of innovation developed rapidly that can help the creation of new technology. The research findings developed an Android based instructional media that was named as WINLAB (Wawasan didalam Pembelajaran Laboratorium), it consisted of the introduction of laboratory equipment, and it was expected to ease students in the learning process. It was Mixed Method Research. The research findings showed that this instructional media had the appropriateness with 85% percentage and very valid criterion by the validators of media experts, 96.92% percentage and very valid criterion by the validator of material experts, practicality test by Chemistry subject teachers showed 92% percentage with very practical criterion, the response test of the tenth-grade student of MIA 1 at State Sport Senior High School Riau Province stated that Android based instructional media was very good with 90% percentage. However, this research still consisted of some shortcomings, so it was expected in the future that the effectiveness test would be done to know the effectiveness of the media.  Keywords: WINLAB, android, chemistry instructional media  ABSTRAK Perkembangan teknologi yang diistilahkan dengan revolusi industri 4.0 merupakan era inovasi yang berkembang sangat pesat sehingga mampu membantu terciptanya teknologi baru. Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan uji coba media pembelajaran berbasis android pada materi praktikum pengenalan alat laboratorium kimia yang digunakan sebagai sumber belajar yang mudah di akses bagi peserta didik SMA. Hasil penelitian menghasilkan sebuah media pembelajaran berbasis android yang diberi nama “WINLAB” (Wawasan didalam Pembelajaran Laboratorium) yang berisikan tentang pengenalan alat-alat laboratorium yang diharapkan dapat memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian Mixed Method. Research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ini memiliki kelayakan oleh validator ahli media dengan persentase 85% dengan kriteria sangat valid, validator ahli materi dengan persentase 96.92% dengan kriteria sangat valid, uji praktikalitas oleh guru kimia dengan persentase 92% dengan kriteria sangat praktis, dan uji respon peserta didik kelas X MIA 1 SMAN Olahraga Provinsi Riau menyatakan bahwa media pembelajaran berbasis android sangat bagus dengan persentase 90%. Namun, penelitian ini masih memiliki beberapa kekurangan sehingga diharapkan kedepannya dilakukan uji efektifitas untuk mengetahui keefektifan media. Kata kunci: WINLAB, android, media pembelajaran kimia
Pembelajaran Gelombang Bunyi Menggunakan Alat Musik Suling dan Gawai pada Pelajaran IPA SMP di Masa Pandemi Covid-19 Syakti Perdana Sriyansyah; Khairil Anwar
Journal of Natural Science and Integration Vol 4, No 2 (2021): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v4i2.13277

Abstract

ABSTRACTThe COVID-19 pandemic requires teachers to think carefully and creatively in designing learning so that it remains interactive and appropriate to achieve the learning goals. Physics learning with using a flute and a smartphone described in this paper is the result of a thought process about how students can still conduct experiments from home using simple equipment to measure the speed of sound in the air and at the same time learn the concepts of loudness and pitch of sound. A total of 37 eighth grade students in 2020/2021 academic year and 23 students in 2018/2019 acadeymic year at a private junior high school in Bekasi were involved in a pre-experimental study with a one-group posttest only design. A set of 10-item multiple-choice diagnostic tests taken from the Mechanical Wave Conceptual Survey and summative tests in the form of structured questions were arranged to test students' conceptual understanding after receiving sound wave learning. The average of diagnostic test and summative test in the 2018/2019 and 2020/2021 academic years were 30, 48 and 60 respectively out of 100 with a summative test completion percentage of 35% in 2018/2019 and 70% in 2020/2021 . Keywords: physics experiment, sound waves, recorder, smartphoneABSTRAK Masa pandemi Covid-19 menuntut guru untuk terus berpikir secara hati-hati dan kreatif dalam merancang pembelajaran agar tetap interaktif dan tepat mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Pembelajaran dengan menggunakan suling dan berbantuan gawai yang dipaparkan dalam tulisan ini merupakan hasil dari proses berpikir tentang bagaimana siswa tetap dapat melakukan eksperimen dari rumah memanfaatkan peralatan sederhana untuk mengukur kelajuan gelombang bunyi di udara dan sekaligus mempelajari konsep kekerasan bunyi (loudness) dan tinggi nada (pitch) bunyi. Siswa kelas delapan sebanyak 37 siswa tahun ajaran 2020/2021 dan 23 siswa tahun ajaran 2018/2019 pada salah satu sekolah menengah pertama swasta di Kota Bekasi dilibatkan dalam penelitian pre-experiment dengan desain one-group posttest only. Seperangkat tes diagnostik berbentuk pilihan ganda sebanyak 10 butir yang diambil dari Mechanical Wave Conceptual Survey dan tes sumatif berbentuk uraian disusun untuk menguji pemahaman konsep siswa setelah mendapatkan pembelajaran gelombang bunyi. Rata-rata tes diagnostik dan tes sumatif pada tahun ajaran 2018/2019 dan 2020/2021 berturut-turut sebesar 30, 48 dan 60 dari maksimum nilai 100 dengan persentase ketuntasan tes sumatif sebesar 35% di 2018/2019 dan 70% di 2020/2021.Kata kunci: eksperimen fisika, gelombang bunyi, suling, gawai
Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS): Dampaknya terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Kognitif Siswa SMP Sukarman Hadi Jaya Putra
Journal of Natural Science and Integration Vol 4, No 2 (2021): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v4i2.10030

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of the Surrounding Nature Exploration Approach (JAS) on the activity and learning outcomes of seventh grade students of Muhammadiyah Waipare Junior high school on the concept of classification of living things. The method used is a quasi-experimental design with a noneequivalent control grub design. The population in this study were all 7th grade students of Muhammadiyah Waipare Junior high school. The sample in this study was class VII C totaling 21 students as the experimental class and class VII D totaling 20 students as the control class. The sampling technique used was purposive sampling. The analysis of the instrument trial includes the validity test, reliability test, difficulty level, discriminatory power test. The results of the instrument trial analysis showed that all instruments were feasible to use. Data analysis techniques include normality test, homogeneity test and hypothesis testing. The results of the normality test showed that the distribution of learning outcomes was normal and the results of the homogeneity test showed that the variance of the research data was homogeneous. The t test analysis obtained a significance value of <0.05, namely (0.000 <0.05). The conclusion is a significant effect of the learning model for exploring the environment (JAS) on the learning outcomes of class VII Muhammadiyah Waipare Junior high school on the concept of classification of living things. Also the results showed that students were very active in participating in learning by using the environmental exploration learning model (JAS) on the concept of classification of living things. This is indicated by the analysis of student activity of 81.77.Keywords: explore the surrounding nature (JAS), activity, learning outcomes.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Waipare pada konsep klasifikasi makhluk hidup. Metode yang digunakan adalah quasi exsperimental design dengan desain Nonequivalent control grub design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Waipare. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VII C berjumlah 21 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D berjumlah 20 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis uji coba instrumen meliputi uji validitas, uji reliabilitas, tingkat kesukaran, dan uji daya pembeda. Hasil analisis uji coba instrumen menunjukkan bahwa semua instrumen layak untuk digunakan. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa sebaran variabel hasil belajar adalah normal dan hasil uji homogenitas menunjukkan varians data penelitian homogen. Analisis uji t diperoleh nilai signifikansi < 0,05 yaitu (0,000<0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Waipare pada konsep klasifikasi makhluk hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sangat aktif mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) pada konsep klasifikasi makhluk hidup. Hal ini ditunjukkan oleh analisis keaktifan siswa sebesar 81,77.Kata kunci: jelajah alam sekitar(JAS), keaktifan, hasil belajar 

Page 8 of 19 | Total Record : 186