cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SUARA GURU
ISSN : 24776351     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Suara Guru(Print ISSN 2477-6351): Jurnal Pendidikan Sosial, Sains dan Humaniora (SG-JPSSH) adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada pengembangan dan aplikasi teori, pendekatan, sistem, metode, implementasi, and evaluasi penerapan kurikulum dan pembelajaran pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. JPSSH menerima artikel hasil penelitian dan pemikiran di bidang pendidikan sosial, Sains, dan Humaniora yang terbit 4 kali dalam satu tahun
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN PECAHAN DAN PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MEMBUAT RINGKASAN CERITA Marianis Marianis
SUARA GURU Vol 3, No 2 (2017): SG vol. 3 No. 2, Juni 2107
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v3i2.3609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan aktifitas dan minat belajar siswa kelas IV SDN 001 Teluk Beringin pada mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang mana tiap-tiap siklus dilakukan beberapa tahapan, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan refleksi. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pemahaman konsep bilangan pecahan pada pembelajaran matematika. Penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam membuat ringkasan cerita pada pembelajaran bahasa Indonesia.
STUDI TENTANG PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN BERGAMBAR DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA NURYETTI WESTERI
SUARA GURU Vol 2, No 1 (2016): SUARA GURU
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v2i1.2041

Abstract

Mengingat pentingnya penggunaan alat peraga atau media bergambar maka para guru dikelas I dan II khususnya dituntut kemampuannya dalam menggunakan media dan alat peraga yang bersangkutan. Karena media bergambar bisa membangkitkan motivasi murid juga minat, dan meningkatkan prestasi belajar murid. Gambar dapat mempercepat proses penerimaan murid terhadap pelajaran yang diajarkan, juga media bergambar lebih menghematkan waktu dalam menyajikan sesuatu. Berdasarkan praktek di lapangan Sekolah Dasar Negeri 026 Pantai Kecamatan Kuantan Mudik guru-guru kelas I dan II dalam menyajikan materi pelajaran telah menggunakan media bergambar. Namun prestasi belajar murid masih rendah, jadi menunjukkan adanya permasalahan dibuktikan dengan gejala-gejala sebagai berikut: Hasil belajar masih rendah, Gairah belajar anak kurang, situasi belajar mengajar kurang komunikatif, anak-anak kurang memperhatikan keterangan guru. Teknik atau cara mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, eksperimen. Teknik analisa data adalah korelasi, yaitu menggunakan rumus, korelasi serial. “r” product moment yang menunjukkan kuat lemahnya hubungan Variabek X dan Variabel Y. analisa menunjukkan bahwa (rxy 0,645 > taraf signifikan 5% 0,220 dan rxy 0,646 > taraf signifikan 1% 0,286) dengan demikian Ha diterima Ho ditolak, berarti ada hubungan yang positif antara penggunaan media pengajaran bergambar dengan prestasi belajar murid pada Sekolah Dasar Negeri 026 Pantai Kecamatan Kuantan Mudik.
PENGARUH PENDEKATAN SOMATIS AUDITORI VISUAL INTELEKTUAL (SAVI) DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Erlim Erlim
SUARA GURU Vol 3, No 2 (2017): SG vol. 3 No. 2, Juni 2107
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v3i2.3614

Abstract

Ilmu matematika berkaitan dengan teknologi dan cara mencari tahu tentang pengukuran secara sistematis, sehingga matematika bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Berkaitan dengan hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: 1) perbedaan hasil belajar kelompok siswa yang diajar dengan pendekatan SAVI dengan kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, 2) perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa bermotivasi tinggi yang diajar dengan pendekatan SAVI dengan kelompok siswa bermotivasi tinggi yang diajar dengan pembelajaran konvensional, 3) perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa bermotivasi rendah yang diajar dengan pendekatan SAVI dengan kelompok siswa bermotivasi rendah yang diajar dengan pembelajaran konvensional, 4) adanya interaksi antara pendekatan SAVI dengan motivasi terhadap hasil belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SDN 022 Kantan Mudik yang terdiri dari dua rombongan belajar yang berjumlah 44 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang termasuk dalam populasi, sehingga teknik pengambilan sampling adalah teknik total sampling. Dari sampel ini maka siswa dibagi atas dua kelas penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini termasuk jenis quasi eksperimen dengan rancangan 2x2, dan diselenggarakan pada semester I Tahun Ajaran 2011/2012. Data yang dikumpulkan melalui tes hasil belajar akan dianalisis dengan uji-t dan Anava. Hasil analisis data memperlihatkan bahwa, 1) hasil belajar siswa yang diajar dengan pendekatan SAVI tidak berbeda secara signifikan dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, 2) hasil belajar kelompok siswa bermotivasi tinggi yang diajar dengan pendekatan SAVI juga tidak berbeda secara signifikan dengan hasil belajar kelompok siswa bermotivasi tinggi yang diajar dengan pembelajaran konvensional, 3) hasil belajar kelompok siswa bermotivasi tinggi yang diajar dengan pendekatan SAVI memang lebih tinggi, namun secara statistik juga tidak berbeda secara signifikan dengan hasil belajar kelompok siswa bermotivasi rendah yang diajar dengan pembelajaran konvensional, 4) Tidak tedapat interaksi antara pendekatan SAVI dan motivasi dengan hasil belajar siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah pembelajaran pendekatan SAVI memberikan pengaruh yang lebih positif pada hasil belajar matematika siswa di kelas VI SDN 022 Kuantan Mudik jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dalam setiap tingkatan motivasi siswa, dan mempermudah pemahaman siswa dalam menerima materi. Dalam hal ini dituntut kemepuan guru untuk mengembangkan inovasi dalam pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan SAVI.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PEMBELAJARAN IPS SEJARAH yusnawati yusnawati
SUARA GURU Vol 2, No 2 (2016): Suara Guru
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v2i2.2407

Abstract

Dari hasil pengamatan dan pengalaman di Kelas VIII B SMP Negeri 2 Kuantan Mudik ditemui gejala khusus pada pelajaran sejarah yaitu dari 21 siswa lebih dari 50% (11 siswa) diantaranya mendapat nilai di bawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 70 pada mata pelajaran Sejarah. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian tindakan kelas yang untuk mengetahui tindakan yang tepat dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar Sejarah siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan jumlah siswa 21 orang. Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2010 hingga Mei 2011 yang terdiri dari dua siklus. Hasil penelitian bahwa aktifitas guru pada siklus pertama diperoleh skor rata-rata 23.00 dengan klasifikasi penilaian cukup, sedangkan pada siklus kedua diperoleh skor rata-rata 38.50 dengan klasifikasi sangat baik. Aktifitas siswa pada siklus pertama diperoleh skor rata-rata 128.5 (67.99%) dengan klasifikasi penilaian cukup, sedangkan pada siklus kedua diperoleh skor rata-rata 173.5 (92.86%) dengan klasifikasi penilaian sangat baik. Hasil belajar siklus pertama menunjukkan bahwa hasil belajar klasikal masih rendah dengan rata-rata 65.47 atau berada dibawah KKM, sedangkan pada siklus kedua mencapai rata-rata 75.86 atau meningkat diatas KKM yang ditetapkan yaitu 70.
USAHA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA MODEL JIGSAW ELPA SASWITA
SUARA GURU Vol 2, No 2 (2016): Suara Guru
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v2i2.2412

Abstract

Sebagian besar guru masih melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran tradisional sehingga memerlukan upaya untuk memenuhi tuntutan kurikulum. Untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajran bahasa Indonesia dilakukan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Dari hasil penelitian aktivitas siswa meningkat dari 68% menjadi 74,28% pada siklus kedua dan menjadi 85% pada siklus ketiga. Sementara itu hasil ulangan harian ke satu (sebelum menggunakan pembelajran kooperatif tipe jigsaw) menjadi 69,88 pada ulangan harian kedua menjadi rata-rata 85,74 pada ulangan harian ketiga (setelah penggunaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw). Dengan demikian pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas IX1 SMP Negeri Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singngi dapat diterima.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TERHADAP PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DEMOSTRASI DI SEKOLAH DASAR marjan marjan
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4087

Abstract

Penelitian meningkatkan hasil  belajar siswa terhadap pelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran demostrasi  di kelas VI SDN 012 Lebuh Lurus Kecamatan Inuman Kabupaten Kuantan Singingi tahun pelajaran 2009/2010 adalah untuk mengetahui peningkatan proses hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mata pelajaran matematika pada materi  operasi bilangan bulat. Hal ini karena guru tidak melibatkan siswanya  selama proses belajar mengajar berlangsung sehingga siswa cenderung pasif. Objek penelitian adalah siswa dikelas VI ada 25 orang terdiri dari laki-laki 8 orang dan perempuan 17 orang. Bidang studi yang akan di teliti adalah matematika. Waktu penelitian tanggal 1 sampai 15 Oktober 2009. Hasil penelitian menunjukkan, pada pra siklus nilai grafik tertinggi terjadi pada 0-49 dan 50-59 yakni 40 %. siklus I siswa yang mendapatkan garifik tertinggi terjadi pada nilai 50-59 yaitu 58% dan setelah dilakukan siklus II maka grafik tertinggi siswa tedapat pada nilai 70-79  yakni 32% dengan demikian peningkatan belajar siswa lebih kurang 50% . Peningkatan  diatas berarti guru merupakan salah satu faktor yang cukup menentukan keberhasilan siswa dalam belajar siswa.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK DUA TINGGAL DUA TAMU metriati metriati
SUARA GURU Vol 2, No 3 (2016): Vol. 2 No. 3 desember 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v2i3.2657

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas IV SD Negeri 009 Sumber Jaya Tahun pelajaran 2008/2009, pada materi operasi hitung pecahan melalui model pembelajaran kooperatif Teknik Dua Tinggal Dua Tamu. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus mempunyai empat tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Sedangkan untuk pengumpulan data, data aktifitas siswa dan guru dikumpulkan dengan cara pengamatan langsung di dalam kelas. Dan data hasil belajar siswa di kumpulkan dengan cara memberikan test kepada siswa. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara descriptif.  Berdasarkan analisis diperoleh kesimpulan bahwa data tentang aktifitas siswa dan guru telah sesuai dengan perencanaan. Sedangkan analisis data tentang perkembangan nilai siswa menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sesudah tindakan. Analisis data pada putaran 1, semua kelompok dikategorikan kelompok super, dan putaran ke 2 semua kelompok dikategorikan kelompok hebat dan baik. Dari analisis data tentang ketercapaian KKM diperoleh fakta bahwa terjadi peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM sesudah tindakan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif teknik dua tinggal dua tamu pada pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar matematika khususnya pada materi pokok operasi hitung pecahanpada siswa kelas IV SDN 009 Sumber Jaya Tahun Pembelajaran 2008/2009.
TANGGAPAN SISWA KELAS I, II TERHADAP DISIPLIN SEKOLAH DI SMA PERINTIS SUNGAI SIRIH TAHUN PELAJARAN 2003/2004 M. Juroto M. Juroto
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4092

Abstract

Penelitian ini mengambil judul Tanggapan Siswa Kelas I, II Terhadap Disiplin Sekolah Di SMA Perintis Sungai Sirih Tahun Pelajaran 2003/2004. Ada alasan tersendiri mengapa penelitian ini mengambil judul seperti yang dimaksud diatas. Pertama tidak sedikit orang yang bangga dengan sikap disiplin sehingga banyak juga yang berani mengatakan bahwa sekolah itu tidak disiplin, sekolah itu kurang disiplin dan seterusnya. Kedua juga tidak sedikit buku-buku karya besar para ahli yang mengambil judul buku dan bicara tentang disiplin. Dan yang paling mendasar adalah rasa ingin tahu bagaimana tanggapan siswa terhadap disiplin sekolah yang dimaksud. Kalau tanggapan itu menuju kearah positif, mangapa masih banyak ditemui gejala-gejala pelanggaran terhadap disiplin sekolah. Misalnya keterlambatan siswa datang ke sekolah, pulang sebelumnya (bolos), baju tidak dimasukkna, seragam tidak lengkap, terjadi perkelahian antar pelajar dan sebagainya. Yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran tanggapan terhadap disiplin sekolah dalam aspek seragan sekolah, kehadiran siswa dalam sekolah, kegiatan upacara, SKJ dan gotong royong, piket kebersihan lingkungan kelas dan OSIS, kegiatan proses pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, aspek budaya dan aspek keamanan dan kesopanan. Jika sudah diketahui gambarannya maka dengan mudah melakukan koreksi terhadap disiplin sekolah itu sendiri maupun terhadap penerapannya dan selanjutnya sekolah dapat mengambil langkah yang tepat guna merencanakan, merumuskan, dan menerapkan disiplin sekolah. Begitu juga Komite Sekolah dan orangtua murid dapat memahami betapa besar artinya disiplin dalam berbagai kehidupan, lebih-lebih di sekolah.
MOTIVASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI PELAJARAN IPA DAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Yati Pawati
SUARA GURU Vol 2, No 3 (2016): Vol. 2 No. 3 desember 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v2i3.2662

Abstract

Motivasi merupakan dorongan untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan agar tetap hidup. Dalam penelitian ini, motivasi yang di maksud adalah motivasi siswa dalam pembelajaran supaya seorang guru dapat melakukan intervensi dalam pengajaran yang tepat dalam proses pembelajaran.  Penelitian yang di laksanakan oleh si peneliti merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dimana jenis dari penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II, yang mana tiap-tiap siklus ini dilakukan beberapa tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan adalah dengan memotivasi dapat membantu siswa didalam menguasai atau memahami pelajaran dengan cepat yang disampaikan oleh guru.
PERBEDAAN KONSEP DIRI SISWA BERPRESTASI TINGGI DENGAN BERPRESTASI RENDAH SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Windra Windra
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4097

Abstract

Perbedaan konsep diri siswa berprestasi tinggi dengan berprestasi rendah siswa kelas II SMP Negeri Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Tahun Pelajaran 2005 / 2006. Konsep diri penting sekali dipahami oleh setiap orang yang berperan dalam meningkatkan perkembangan diri siswa. Hal ini disebabkan konsep diri mempengaruhi kesehatan mental dan bahkan perkembangan kepribadian siswa. Untuk membina konsep diri yang positif siswa perlu memahami dan menilai diri sendiri secara positif. Penelitian membahas tentang konsep diri siswa berprestasi tinggi dengan berprestasi rendah siswa kelas II SMP Negeri Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Tahun Pelajaran 2005 / 2006 yang bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan konsep diri siswa yang berprestasi tinggi dengan siswa yang berprestasi rendah. Objek penelitian ini adalah siswa dan siswa SMP Negeri sebanyak 125 siswa yang terdiri dari 34 siswa yang berprestasi tinggi dan 91 siswa yang berprestasi rendah. Hasil analisa data menunjukkan terdapat perbedaan konsep diri siswa berprestasi tinggi dengan berprestasi rendah. Siswa yang mempunyai konsep diri positif prestasi belajarnya lebih baik dibandingkan dengan siswa yang kurang memahami tentang konsep dirinya sendiri.

Page 6 of 26 | Total Record : 255