cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SUARA GURU
ISSN : 24776351     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Suara Guru(Print ISSN 2477-6351): Jurnal Pendidikan Sosial, Sains dan Humaniora (SG-JPSSH) adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada pengembangan dan aplikasi teori, pendekatan, sistem, metode, implementasi, and evaluasi penerapan kurikulum dan pembelajaran pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. JPSSH menerima artikel hasil penelitian dan pemikiran di bidang pendidikan sosial, Sains, dan Humaniora yang terbit 4 kali dalam satu tahun
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
PENERAPAN PROGRAM PEMBINAAN KEDISIPLINAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SDN 94 PEKANBARU TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Robiah Jasni
SUARA GURU Vol 3, No 2 (2017): SG vol. 3 No. 2, Juni 2107
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v3i2.3600

Abstract

Berdasarkan hasil observasi penulis di SDN 94 Pekanbaru bahwa masih terdapat beberapa guru yang tingkat disiplinnya masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari masih terdapat beberapa guru yang terlambat mengikuti upacara pagi, guru yang telat masuk kelas walaupun jam pelajaran telah di mulai, guru yang meninggalkan kelas dengan alasan yang kurang jelas dan guru yang tidak menggunakan seragam sesuai dengan yang telah ditetapkan. Untuk mengatasi permasalahan di atas, diperlukan suatu program pembinaan kedisiplinan guru. Program pembinaan kedisiplinan ini dilaksanakan untuk membentuk kembali disiplin guru yang telah menurun. Penelitian ini telah dilakukan di SDN 92 Pekanbaru Tahun Ajaran 2016/2017 bulan Oktober-November 2016. Subjek penelitian tindakan sekolah ini dilakukan pada guru SDN 94 Pekanbaru dengan jumlah sampel 5 orang guru yang disiplinnya paling rendah. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah dengan penerapan program pembinaan kedisiplinan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan,pengamatan dan refleksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan program pembinaan kedisiplinan dapat meningkatkan kinerja guru di SDN 94 Pekanbaru tahun pelajaran 2016/2017. Pada siklus I tingkat pelanggaran kedisiplinan guru sebesar 24% dengan tingkat kinerja 76%. Pada siklus II tingkat pelanggaran kedisiplinan guru sebesar 4% dengan tingkat kinerja 96%.
PENGGUNAAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PERKALIAN DAN KEDUDUKAN SERTA PERAN ANGGOTA KELUARGA SISWA Liberti Liberti
SUARA GURU Vol 3, No 4 (2017): Vol. 3 No. 4, Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v3i4.4884

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa untuk meningkatkan kemampuan dalam menjawab soal-soal melalui lembar kegiatan siswa (LKS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) di di kelas II SDN 009 Sungai Sirih Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II, yang mana tiap-tiap siklus ini dilakukan beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pelajaran Matematika dan mata pelajaran IPS.
PELAKSANAAN KEGIATAN PENGHIJAUAN UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN DI SDN 112 PEKANBARU Weyn Mardiani
SUARA GURU Vol 3, No 2 (2017): SG vol. 3 No. 2, Juni 2107
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v3i2.3605

Abstract

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di SDN 112 Pekanbaru dalam rangka meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar adalah melalui program penghijauan. Program ini dilaksanakan karena disebabkan beberapa fenomena yang penulis temukan di SDN 112 Pekanbaru ini, yang antara lain adalah rendahnya kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar sekolah. Hal ini ditunjukkan dari masih banyaknya siswa yang membunag sambah sembarangan, siswa yang berjalan di atas taman, siswa yang mencabut tanaman dan membuangnya sembarangan serta siswa tidak mengenal tanaman-tanaman yang terdapat di lingkungan sekolah.  Penelitian ini telah dilakukan di SDN 112 Pekanbaru Tahun Ajaran 2016/2017 bulan September-Oktober 2016. Subjek penelitian tindakan sekolah ini dilakukan pada siswa-siswa SDN 112 Pekanbaru dengan jumlah sampel 10 orang siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah dengan pelaksanaan kegiatan penghijauan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan di SDN 112 Pekanbaru tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan,pengamatan dan refleksi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan penghijauan dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan di SDN 112 Pekanbaru tahun pelajaran 2016/2017. Pada siklus I siswa yang berperan aktif di di dalam program penghijauan ini adalah sebesar 71.3% dan tingkat kepedulian siswa terhadap lingkungan juga meningkat. Pada siklus II siswa yang berperan aktif di di dalam program penghijauan ini adalah sebesar 95% dan tingkat kepedulian siswa terhadap lingkungan juga meningkat dibandingkan dengan sikls sebelumnya.
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL astati astati
SUARA GURU Vol 2, No 1 (2016): SUARA GURU
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v2i1.2037

Abstract

Untuk mendapatkan pengembangan potensi seperti tersebut diatas, perlu menciptakan suasana pembelajaran yang memberi dorongan dengan membuat pendekatan pembelajaran yang sesuai, sehingga membuat motivasi belajar yang tinggi. Berdasarkan deskripsi diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini ialah: Apakah Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Dapat Memotivasi Siswa Belajar Pada Bidang Studi Matematika Dan Bahasa Indonesia. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: “Keinginan untuk berprestasi dijelaskan sebagai motifuntuk mencapai suatu standar kualitaa (Standart of Exelence/Mc. Clelland)”. Untuk mencapai kualitas tersebut, guru perlu melakukan perubahan menurut teori Ames dan Archer 1987: “Guru dapat mengubah (meningkatkan) motivasi belajar siswa”. Kenyataan perbaikan yang terjadi dalam pembelajaran sudah membawa perubahan, yakni sebagai berikut: 1) Mata Pelajaran Matematika: a) Guru sudah melakukanpengelolaan kelas yang baik, yaitu melalui pembentukan kelompok belajar/diskusi. b) Guru sudah selalu menggunakan alat peraga/media belajar saat menyampaikan materi pelajaran. 2) Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu: a) Saat membaca suatu teks bacaan siswa sudah paham dan dapat menentukan kata-kata sulit. b) 85% siswa sudah memahami dan mulai berminat untuk membaca suatu bacaan.
PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS II SMP NEGERI 3 ROKAN IV KOTO Kenedi Kenedi
SUARA GURU Vol 3, No 2 (2017): SG vol. 3 No. 2, Juni 2107
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v3i2.3610

Abstract

Pembelajaran aktif memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan berfikir kreatif. Pengembangan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran di kelas II SMP Negeri 3 Rokan IV Koto kurang dikembangkan, baik melalui proses pembelajaran maupun melalui lingkungan belajar yang kondusif bagi kreativitas siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan informasi tentang bagaimana kreativitas siswa dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran maupun melalui lingkungan belajar yang kondusif  di SMP Negeri 3 Rokan IV Koto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengikuti langkah-langkah Huberman. Data diperoleh melalui teknik pengamatan, wawancara, dan studi dokumentasi. Data diperoses dengan cara reduksi, presentasi data, dan pengambilan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi data dan diskusi dengan teman sejawat. Informan penelitian ini adalah peneliti sendiri, guru-guru dan siswa kelas II SMP N 3 Rokan IV Koto.  Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (a) pengembangkan kreativitas siswa melalui proses pembelajaran oleh guru terhadap siswa belum dilakukan dengan optimal, baik melalui pendekatan “inquiry” (pencaritahuan) dalam proses pengajaran, sumbang saran (brain storming), memberikan penghargaan bagi prestasi kreatif maupun dengan meningkatkan pemikiran kreatif melalui banyak media; dan (b) pengembangkan kreativitas siswa melalui lingkungan belajar yang kondusif oleh guru terhadap siswa kurang dilakukan dengan baik, karena guru kurang memberikan kesempatan yang luas bagi siswa untuk berperilaku kreatif, guru kurang menjalinkan hubungan yang harmonis dengan siswa melalui interaksi proses pembelajaran, pengembangan lingkungan belajar yang kondusif dilakukan guru pada kegiatan ekstra kurikuler, guru kurang memanfaatkan sumber dan media pembelajaran yang ada, dan guru belum maksimal membimbing dan membina siswa sesuai dengan minat dan bakatnya serta kurang memperhatikan siswa-siswa yang mempunyai kemampuan rendah. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan agar: (a) para guru di SMP Negeri 3 Rokan IV Koto mengembangkan kreativitas siswa, melalui pendekatan “inquiry” (pencaritahuan), menggunakan teknik-teknik sumbang saran (brain storming), memberikan penghargaan bagi prestasi kreatif, dan meningkatkan pemikiran kreatif melalui banyak media; dan (b) Kepala sekolah SMP Negeri 3 Rokan IV Koto membantu dan membimbing guru dalam mengembangkan proses pembelajaran yang kreatif agar prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA fitra yulia rozi
SUARA GURU Vol 2, No 1 (2016): SUARA GURU
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v2i1.2145

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  motivasi belajar IPS siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray pada siswa kelas IX-2 SMPN 6 Pekanbaru tahun pelajaran 2012/2013. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Februari 2013. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX-2 SMPN 6 Pekanbaru dengan jumlah siswa 42 orang siswa yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Pengumpulan data diambil dari aktivitas guru dan motivasi belajar siswa. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I sebesar 73,3% dengan kategori sempurna. Pada siklus II aktivitas guru mencapai 90% dengan kategori sangat sempurna. Hasil observasi motivasi belajar pada siklsu I mencapai 56,8% dengan kategori tinggi. Pada siklus II motivasi belajar siswa mencapai 76,2 % dengan kategori sangat tinggi. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dapat meningkatkan motivasi belajar IPS pada siswa kelas IX-2 SMP Negeri 6 Pekanbaru Tahun Ajaran 2012/2013.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNEMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA misnawati misnawati
SUARA GURU Vol 2, No 2 (2016): Suara Guru
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v2i2.2408

Abstract

Metode klasik dengan berceramah yang digunakan guru dalam memberikan pelajaran tidak efisien dan membuat siswa cendrung pasif. Perlu suatu metode yang khusus untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif. Penelitian penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas VII C SMPN 2 Kuantan Mudik bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Biologi siswa tahun ajaran 2008/2009. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan rata-rata nilai ulangan harian 1 pada siklus 1 mengalami peningkatan dari 65.2% menjadi 76.32%. Hasil rata-rata nilai ulangan harian 1 pada siklus 1 dengan hasil ulangan harian 2 pada siklus 2 juga meningkat dari 76.32% menjadi 89.04%. Keberhasilan proses pembelajaran kooperatif tipe TGT terlihat pada ketercapaian KKM oleh siswa sebesar 100%.
MODEL PEMBELAJARAN BERTUKAR PASANGAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KASNIATI KASNIATI
SUARA GURU Vol 2, No 2 (2016): Suara Guru
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v2i2.2413

Abstract

Penelitian ini dilator belakangi oleh redahnya motivasi belajar siswa kelas VIII4 Negeri I Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi terlihat fenomena hasil belajar PKn yaitu kurangnya kerja sama, ditandai masih banyak yang tidak ikut serta berfikir dan bekerja dalam kelompok 56%, kurangnya aktivitas siswa seperti mengajukan pertanyaan, menjawab yang tidak tepat waktu 62% dan kurangnya motivasi siswa untuk menjawab kuis individu maupun kelompok 44%. Penelitian dilaksanakan dengan jumlah siswa 32 orang, terdiri atas 21 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan yang dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui motivasi belajar siswa sudah mencapai indikator yang ditargetkan. Kelemahan pelaksanaan pembelajaran bertukar pasangan pada siklus I diperbaiki oleh siklus II, maka terdapat peningkatan pencapaian aktivitas siswa maupun aktivitas guru, dalam hal ini aktivitas guru pada siklus I dengan skor 31 (sempurna), aktivitas siswa sebesar 155 (tinggi). Pada siklus II aktivitas guru menunjukkan skor 32 (sempurna), aktivitas siswa sebesar 226 (sangat tinggi). Sehingga dapat dikatakan bahwa metode pemebelajaran bertukar pasangan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TERHADAP KONSEP PEMBAGIAN WILAYAH WAKTU DAN LETAK GEOGRAFIS INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BERGAMBAR Syafriadi Syafriadi
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4088

Abstract

Penelitian tentang peningkatkan hasil belajar siswa terhadap konsep pembagian waktu dan letak geografis di Indonesia kelas V SD Negeri 014 Pulau Binjai Kecamatan Kuantan Mudik tahun pelajaran 2015/2016 ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dan diharapkan siswa akan lebih paham dan mengerti. Waktu penelitian adalah kamis, 3 September 2015 dan Kamis, 8 Oktober 2015. Alokasi waktu 2x 35 menit dengan jumlah 12 siswa. Hasil ulangan harian siswa pada awal semester I diketahui tingkat ketuntasan kelas baru mencapai 45.65 dengan KKM yang ditetapkan sebesar 65. Maka siswa kelas V belum mencapai ketuntasan belajar. Hal ini memerlukan suatu upaya perbaikan dalam proses pembelajaran sehingga penguasaan konsep pada siswa semakin meningkat. Salah satu upaya perbaikan tersebut adalah dengan menggunakan media pembelajaran  berupa gambar. Media pembelajaran berupa gambar termasuk faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, karena media pembelajaran berupa gambar memiliki kelebihan di mana para siswa akan lebih paham dan mengerti tentang materi yang disampaikan guru. Sehingga proses pembelajaran dapat berjlan dengan lancar, siswa dapat lebih paham akan materi serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF STRUKTURAL TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Rodiatul Mardiah
SUARA GURU Vol 2, No 3 (2016): Vol. 2 No. 3 desember 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v2i3.2653

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika siswa Kelas VIII4 SMP Negeri 1 Kuantan Mudik pada meteri pokok prisma dan limas. Permasalahan hasil belajar siswa selalu rendah, hal ini disebabkan karena guru hanya aktif memberikan informasi saja dan kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan siswa lain sehingga siswa kurang berpatisipasi dalam bertanya, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat, sehingga suasana dalam kelas menjadi tidak hidup. Penulis melakukan satu tindakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Penelitian dilaksanakan dua siklus dengan 8 kali pertemuan. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menghitung luas permukaan dan volume prisma dan limas melalui penerapan model pembelajaran kooperatif struktural teknik TSTS dilakukan tes. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif struktural teknik TSTS mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi prisma dan limas. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas dan hasil belajar siswa setiap siklus. Pada siklus satu rata-rata kelas 62,32. Pada siklus kedua menjadi 67,14. Dan jumlah siswa yang tuntas pada siklus pertama berjumlah 22 oarang atau 78,57% dan pada siklus dua meningkat menjadi 24 orang atau 85,71% dari 28 orang siswa. Dengan demikian penerapan model pembelajaran kooperatif struktural teknik Two Stay Two Stray (TSTS) untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII4 SMP Negeri 1 Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi dapat diterima.

Page 8 of 26 | Total Record : 255