Juring (Journal for Research in Mathematics Learning)
Juring: Journal for Research in Mathematics Learning (pISSN 2621-7430 | eISSN 2621-7422) is a peer-reviewed publication with free access. The journal aims to publish original manuscripts on research and review from mathematics learning area. The main objective of the journal is to promote the discussion of issues related to mathematics learning in different levels and contexts. Published every six months, it receives original articles, and review article. Researchers of all countries are invited to submit their work, which will be evaluated by members of the Editorial Board. In the event of a tie, a third reviewer will be invited. Such works must be written in English and Bahasa. All items are preceded by a title and abstract in English. Each abstract should have approximately 150 words. For more details on the submission of papers see the author guidelines The originals should not have been published or submitted simultaneously to another journal.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 4 (2020)"
:
10 Documents
clear
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ditinjau dari Self-Confidence Siswa SMP/MTs
Nurul Izatul Azizah;
Granita Granita
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (536.386 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.10681
ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional jika ditinjau dari self confidence siswa. Berdasarkan obeservasi dan tes pendahuluan dapat diketahui bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa rendah. Sehingga model pembelajaran problem based learning menjadi salah satu alternatif solusi. Desain yang digunakan adalah factorial eksperimen design. Adapun teknik sampel yaitu Cluster Random Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Pekanbaru. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII.3 sebanyak 30 orang dan siswa kelas VIII.4 sebanyak 29 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket dan observasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu soal pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah matematis, angket self confidence, dan lembar observasi guru dan siswa. Analisis data yang digunakan adalah uji anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa: terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan pembelajaran konvensional, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis bila ditinjau dari self confidence tinggi, sedang dan rendah siswa, tidak terdapat interaksi self confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Scaffolding terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Berdasarkan Self Efficacy Siswa SMP/MTs
Jannatul Aulia;
Depi Fitraini;
Risnawati Risnawati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.99 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.10647
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Ada atau tidaknya perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diterapkan model pembelajaran scaffolding dengan siswa yang diterapkan pembelajaran saintifik. 2) Ada atau tidaknya pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan self efficacy terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain penelitian the nonequivalent posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester genap MTsS PP Darul Fatah Teratak Padang tahun ajaran 2018/2019. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII.B sebagai kelas kontrol dan VII.C sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu uji-t dan anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diterapkan model pembelajaran scaffolding dengan siswa yang diterapkan pembelajaran saintifik. 2) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan self efficacy terhadap pemahaman konsep matematis siswa.
Pengaruh Penerapan Metode IMPROVE terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Ditinjau dari Pengetahuan Awal Matematika Siswa SMP/MTs
Nurul Syafitri;
Arnida Sari;
Depriwana Rahmi
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.124 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.10605
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode IMPROVE terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis ditinjau dari pengetahuan awal matematika siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian factorial experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 21 Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII.8 sebagai kelas eksperimen yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode IMPROVE dan kelas VII.9 sebagai kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen tes yang digunakan adalah soal uraian untuk mengukur pengetahuan awal matematika dan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa setelah perlakuan diberikan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji anova dua arah (two way anova). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode IMPROVE dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. 2) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang memiliki pengetahuan awal matematika tinggi, sedang, dan rendah. 3) Tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan pengetahuan awal matematika terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII-B SMP PGRI Pekanbaru Tahun Pelajaran 2019/2020
Rima Rahmawati;
Susda Heleni;
Armis Armis
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.272 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.10218
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar matematika dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B SMP PGRI Pekanbaru semester genap tahun pelajaran 2019/2020 yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. Instrumen penelitian terdiri dari perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpul data. Perangkat pembelajaran yang digunakan adalah Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Aktivitas Siswa (LAS). Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah lembar pengamatan dan tes hasil belajar matematika. Data dari lembar pengamatan dan data dari tes hasil belajar matematika dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran mengalami perbaikan dari siklus I ke siklus II, terlihat dari pencapaian hasil belajar matematika siswa pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Data dari tes hasil belajar siswa menunjukkan bahwa persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) meningkat dari 10 siswa (33,33%) ke 16 siswa (53,33%) pada siklus I dan 20 siswa (66,67%) pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat memperbaiki proses pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII-B SMP PGRI Pekanbaru tahun pelajaran 2019/2020 pada materi Teorema Phytagoras.
Kemampuan Pemecahan Masalah pada Pembelajaran dengan Pendekatan Open-ended Berdasarkan Disposisi Matematis Siswa
Zulhendri Zulhendri;
Ramon Muhandaz
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (508.494 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.10518
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran open-ended dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional berdasarkan disposisi matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain factorial eksperimental. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 3 Tambang Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling, yaitu siswa kelas VIII.2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kegiatan siswa dan guru, lembar angket disposisi matematis dan soal tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data yang digunakan peneliti yaitu uji anova dua arah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan open-ended dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, 2) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan open-ended dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional jika berdasarkan disposisi matematis tinggi, sedang dan rendah, 3) Tidak terdapat pengaruh interaksi penerapan pendekatan open-ended dan disposisi matematis siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pendekatan open-ended dapat menjadi alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah. Disposisi matematis siswa perlu ditingkatkan guna mendukung keberhasilan belajar matematika siswa.
Penerapan Strategi Pembelajaran Metakognitif-Scaffolding untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Self Regulated Learning Siswa
Sutiha Kamelia;
Heni Pujiastuti
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.244 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.9454
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki siswa, namun saat ini kemampuan tersebut masih terbilang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi metakognitif-scaffolding terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan self regulated learning siswa. Desain penelitian ini adalah nonequivalentposttest only control group design . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP negeri 1 Bojonegara dengan sampel yaitu kelas VIII C dan VIII D. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan angket, yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes dan teknik angket. Data dianalisis menggunakan test-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh strategi metakognitif-scaffolding terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran metakognitif-scaffolding dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensial,(3) siswa yang mendapat perlakuan pembelajaran metakognitif-scaffolding memiliki nilai rata-rata lebih tinggi, dan (4) terdapat perbedaan kemampuan self regulated learning siswa yang mendapatkan perlakuan strategi metakognitif-scaffolding.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Memfasilitasi Kemamapuan Pemecahan Masalah matematis pada Materi Barisan dan Deret Kelas XI SMA
Badrulaini Badrulaini;
Zulkarnain Zulkarnain;
Kartini Kartini
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.412 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.10454
Penelitian ini dilatarbelakangi terkendalanya pengembangan perangkat pembelajaran matematika sebagai sarana penunjang pembelajaran pada Kurikulum 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran (silabus, RPP dan LKPD) pada materi barisan danderetSMA kelas XI dengan pembelajaran berbasis masalah yang memenuhi kriteria valid dan praktis, untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Perangkat pembelajaran dikembangkan denganmodel 4-D yaitu tahap define, design, developdan desseminate. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen validitas berupa lembar validasi untuk menilai kelayakan silabus, RPP dan LKPD serta instrumen praktikalitas berupa lembar pegamatan aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis masalah dan angket respon peserta didik untuk menilai kepraktisan LKPD. Hasil validasi para ahli menyatakan bahwa produk yang dikembangkan mencapai kategori sangat valid dengan rata-rata penilaian untuk silabus 89,38%, RPP 90,46%dan LKPD 89,72%.Artinya perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat diujicobakan. Perangkat pembelajaran dinilai sangat praktis pada uji coba kelompok kecil dengan rata-rata respon peserta didik 85,71% dan uji coba kelompok besar dari lembar pengamatan aktivitas guru 93,06%berada pada kategori sangat baik sertarata-rata angket respon peserta didik 88,32% berada pada kategori sangat praktis.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Berdasarkan Minat Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Irma Fitri;
Nurul Hidayatul Fuadah
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.456 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.10634
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis berdasarkan minat belajar siswa SMP Negeri 20 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan desain yang digunakan adalah Faktorial Eksperimen Design. Waktu penelitian pada semester genap T.A 2019/2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Pekanbaru dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII.2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah soal pemahaman konsep dan angket minat belajar. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa SMP Negeri 20 Pekanbaru. 2) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang memiliki minat belajar tinggi, sedang dan rendah pada siswa SMP Negeri 20 Pekanbaru. 3) Tidak terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran dengan minat belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis pada siswa SMP Negeri 20 Pekanbaru.
Kemampuan Komunikasi Matematis pada Materi Segi Empat dan Segitiga: Analisis Deskriptif Berdasarkan Keaktifan Belajar di MTs Bustanul Ulum
Siti Nur Halimah;
Depriwana Rahmi
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.99 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.10490
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa yang ditinjau dari keaktifan belajar siswa pada materi segiempat dan segitiga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analisis deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Bustanul Ulum sebanyak 15 orang. Motode pengumpulan data berupa tes soal uraian untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa, angket keaktifan belajar siswa, dan wawancara yang dilakukan secara online berbantuan media WhatsApp. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa secara keseluruhan adalah 1,68 atau dengan persentase sebesar 45,73%. Skor rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa untuk tingkat keaktifan belajar siswa tinggi, sedang, dan rendah masing-masing adalah 2,56 atau dengan persentase 69,68%, 1,57 atau dengan persentase 42,91% dan 0,74 atau dengan persentase 30,32%. Hal ini menunjukan bahwa siswa MTs Bustanul Ulum memiliki kemampuan komunikasi matematis pada kategori sedang jika dipandang secara keseluruhan dan memiliki kemampuan komunikasi matematis yang beragam jika dipandang berdasarkan tingkat keaktifan belajar yang dimiliki oleh siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII A SMP PGRI Pekanbaru Tahun Pelajaran 2019/ 2020
Christina Monika Samosir;
Titi Solfitri;
Armis Armis
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.313 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.10312
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penerapan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas SMP PGRI Pekanbaru pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020, yang berjumlah 28 orang. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, yang setiap siklus terdiri dari empat tahap berupa perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Perangkat pembelajaran terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Aktivitas Siswa (LAS), sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pengamatan dan tes KPMM. Data dari lembar pengamatan dan data dari tes kemampuan pemecahan masalah matematis dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Data dari lembar observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran mengalami perbaikan dari siklus I ke siklus II. Rata-rata nilai KPMM siswa pada siklus I sebesar 66.78 meningkat menjadi 84.64 pada siklus II. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa model Pembelajaran Berdasarkan Masalah dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas SMP PGRI Pekanbaru pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020.