cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2025)" : 6 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PENGRAJIN TENUN DI DESA SA’DAN TIROALLO KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2024 Kadadi, Popy Pratiwi; Zainuddin, Asnia; Pratiwi, Arum Dian
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.14681

Abstract

ABSTRAK Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan di bagian otot skeletal yang diakibatkan oleh beban statis yang berulang pada otot selama waktu yang lama. Ini dapat menyebabkan sakit pada sendi, ligamen, dan tendon. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berkorelasi dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pengrajin tenun di desa Sa’dan Tiroallo kabupaten Toraja Utara tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Analisis data menggunakan uji spearman. Jumlah sampel sebanyak 58 pengrajin yang merupakan total dari keseluruhan pengrajin tenun. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi usia (p = 0,000), masa kerja (p = 0,004), gerakan repetitif (p = 0,000) dan sikap kerja (p = 0,000), lama kerja (p= 0,390) dan status gizi (p = 0,084). Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara keluhan musculoskeletal disorders dengan usia, masa kerja, gerakan repetitif dan sikap kerja, sedangkan lama kerja dan status gizi tidak berkorelasi dengan keluhan musculoskeletal disorders pada penenun di desa Sa’dan Tiroallo. Kata Kunci : Musculoskeletal Disorders, Usia, Lama Kerja, Masa Kerja, Gerakan Repetitif, Status Gizi, Sikap Kerja
Kejadian Stunting Berdasarkan Faktor Wilayah Desa-Kota dan Desa Wisata di Kabupaten Gianyar Kurniati, Ni Made; Astuti, Ni Putu Widya; Putri, Kadek Fina Aryani
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.17176

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu permasalahan global yang harus diatasi untuk meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia. Berdasarkan hasil SSGI tahun 2022 stunting di Kabupaten Gianyar yang merupakan wilayah kabupaten dengan banyaknya desa wisata dan desa seni budaya adalah sebesar 6.3%. Angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 1,2% dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu 5.1%. dari penelitian ini adalah untuk mempercepat upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Gianyar dengan adanya gambaran terkait pemetaan kejadian stunting dengan analisis faktor risiko berdasarkan kategori wilayah untuk dapat memfokuskan intervensi berdasarkan karakteristik di masing – masing wilayah. Dari 70 desa di Kabupaten Gianyar, terdapat 44 Desa (62,8%) yang masuk dalam kategori Desa Wisata. Keywords : Stunting, Rural, Urban, Village, Gianyar
Sebuah Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Remaja dalam Pencegahan Hipertensi Di Rw 06 Kelurahan Cipete Utara Kota Jakarta Selatan Tahun 2024: Hipertensi Ramadhan, Muhammad Rafli; Purnamawati, Dewi
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.19209

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia. Peningkatan prevalensi hipertensi pada usia muda menuntut perhatian terhadap upaya promotif dan preventif sejak usia remaja. Remaja sebagai kelompok usia transisi memiliki karakteristik perilaku yang dipengaruhi oleh faktor psikologis dan lingkungan. Berdasarkan Health Belief Model (HBM), perilaku pencegahan hipertensi dipengaruhi oleh beberapa konstruk, yaitu persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, efikasi diri (self-efficacy), dan isyarat untuk bertindak (cues to action). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada remaja di RW 06 Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling dan melibatkan 107 remaja sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari enam konstruk dalam HBM, hanya cues to action yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pencegahan hipertensi (p = 0,031; rho = 0,208). Temuan ini mengindikasikan bahwa adanya dorongan atau pengingat dari luar, seperti edukasi kesehatan, pesan dari tenaga kesehatan, maupun pengaruh keluarga, dapat memotivasi remaja untuk menerapkan perilaku pencegahan hipertensi. Kesimpulannya, cues to action merupakan faktor kunci yang perlu diperkuat dalam intervensi kesehatan remaja. Strategi komunikasi dan edukasi yang efektif sangat penting untuk membentuk kesadaran dan tindakan pencegahan hipertensi sejak usia muda. Kata kunci: Penyakit Tidak Menular, Pencegahan Hipertensi, Perilaku Remaja, Health Belief Model, Cipete Utara
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Tahun 2025 Aditya, Richard Dimas; Linda, Ony
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.19572

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan masalah gizi yang dijumpai pada remaja putri di dunia maupun di Indonesia. Remaja putri memiliki resiko lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra, di Indonesia tercatat 25.8% remaja putri usia 10-18 tahun menderita anemia. Sementara itu, di Jawa Barat tercatat 30,3% remaja putri usia 10-18 tahun yang mengalami anemia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Taman Islam Kabupaten Bogor tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri di SMA Taman Islam pada kelas X-XII dengan jumlah sampel yaitu 80 remaja putri dengan teknik sampling menggunakan purposive Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwasannya 42 orang (52.5%) mengalami anemia, dan terdapat 3 variabel berupa pengetahuan anemia (p-value=0,001), konsumsi TTD (p value=0,002) dan konsumsi kopi (p-value=0,000) yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian anemia. Sedangkan pola menstruasi (p-value=0,296), konsumsi teh (p-value=0,422) dan intake fe (p-value=0,341) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kata Kunci: Anemia, Hemoglobin, Remaja Putri
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MOSKULOSKELETAL PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN KEDIRI Zuliana, Ni'matu; Putri, Alfira Maudy Sukmaning; Jayanto, Deni Luvi; Hidayat, Andra Dwitama
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.19803

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Keluhan Muskuloskeletal adalah keluhan yang dirasakan dibagian otot rangka manusia, keluhan yang dirasakan mulai dari keluhan ringan sampai sangat sakit. Ketika otot telah menerima beban yang statis secara terus menerus dan dalam jangka waktu lama, maka dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan yang terjadi pada sendi, ligamen dan tendon. Keluhan yang mencapai kerusakan inilah yang sering disebut dengan keluhan muskuloskeletal disorders (MSDs). Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2018 terdapat 713.783 yang menderita penyakit sendi antara lain osteoarthritis,huperurisemia dan rheumatoid arthritis.  Muskuloskeletal merupakan salah satu penyebab utama gangguan produktivitas di tempat kerja pasca-pandemi dan menjadi beban ekonomi yang signifikan. Tujuan: Mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya keluhan muskuloskeletal pada Perawat Rawat Inap Di Rumah Sakit X  Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan pedekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden perawat rawat inap dengan mteknik sampling non probability dengan total sampling. Sample diambil pada perawat yang bekerja lebih dari 8 jam.Pengumpulan data melalui kuesioner dengan panduan NBM dan REBA, analisis data menggunakan SPSS dengan uji Chi Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,047), dan postur kerja (p=0,033) dengan keluhan Muskuloskeletal. Tidak ada hubungan antara usia (p=0,710) dan masa kerja (0,936) Kesimpulan & Saran: Perawat disarankan untuk lebih memperhatikan postur kerja saat melakukan aktivitas keperawatan. Meminimalisir gerakan mengankat pasien secara manual dan mengutamakan alat bantu Safe Patient Handling and Mobility (SPHM) yang didukung oleh kebijakan dari manajemen. Kata Kunci: Keluhan Muskuloskeletal, Postur Kerja, Perawat Rawat Inap
Potensi Risiko Paparan PM2,5 pada Balta di Wilayah Kelurahan Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur: Potential Risk of Exposure to PM2.5 in Infants in Terate Village, Cakung District, East Jakarta Pangestika, Rismawati; Praditya, Faizal Rifki
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.20475

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan indeks data penyakit pada Puskesmas Rawa Terate Kota Administrasi Jakarta Timur, angka kejadian ISPA untuk kelompok umur dibawah 5 tahun dan menduduki peringkat kedua dari sepuluh besar penyakit. ISPA menjadi perhatian yang cukup serius dalam upaya menekan angka kejadian penyakit ISPA di kelurahan tersebut, salah satunya dengan mengetahui risiko paparan PM2.5 pada indoor maupun outdoor di pemukiman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan akibat paparan PM2.5 indoor dan outdoor terhadap anak-anak di wilayah Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kuantitatif melalui perhitungan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Populasi dalam penelitian ini adalah semua populasi yang beresiko yaitu populasi yang bertempat tinggal (bermukim) pada kelompok balita. Jika nilai RQ>1 maka dikategorikan tidak aman, sedangkan nilai RQ≤1 dikategorikan aman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balita yang mengalami keluhan gangguan pernapasan sebanyak 35,5% sedangkan balita yang tidak mengalami sebanyak 64,4%. Kadar debu PM2.5  pada tiga titik pengukuran adalah Titik I rata rata 51,6 µg/m3, Titik II rata-rata 55,5 µg/m3, dan Titik III rata-rata 62 µg/m3.. Tingkat risiko (RQ) paparan PM2,5 secara rata-rata masih tergolong aman (RQ≤1) untuk indoor, sedangkan tingkat risiko paparan PM2.5 di outdoor kategorinya tidak aman. Beberapa pemukiman masih memiliki risiko tidak aman akibat paparan PM2,5 sehingga strategi pengelolaan pemantauan kualitas udara diperlukan untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan pada masyarakat. Kata kunci: Balita, Gangguan Pernapasan, PM2,5, ARKL

Page 1 of 1 | Total Record : 6