cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Determinan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Posbindu Mawar Kuning Gambir Rofikoh; Sarah Handayani; Izza Suraya
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.242 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i1.3847

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan penyakit yang terjadi karena kelenjar pankreas tidak dapat memproduksi insulin secara efektif dan tubuh tidak dapat menggunakan secara efektif, proporsi Diabetes Melitus wilayah Kecamatan Gambir sejumlah 12,15% tahun 2017 dan terdapat kasus baru DM tipe 2 dengan total 221 penderita tahun 2018. Jenis penelitian analitik kuantitatif Cross Sectional dengan tujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus tipe 2. Penelitian menggunakan data primer yang diambil di Posbindu Mawar Kuning Gambir, dilaksanakan Februari-mei 2019, sampel 91 orang. Instrumen menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chie square. Hasil univariat terbanyak, responden yang mengalami Diabetes Melitus tipe 2 sebanyak 30,8%, karakteristik responden usia > 45 tahun 74,7%, jenis kelamin perempuan 75,8%, tidak merokok 72,5%, aktif aktivitas fisik 60,4%, tidak ada riwayat DM 73,6%, dan ada riwayat hipertensi 58,2%. Hasil uji bivariat menunjukkan variabel ada hubungan yang signifikan dengan kejadian DM tipe 2 yaitu usia (p value = 0,017), aktivitas fisik (p value = 0,000),riwayat DM (p value = 0,000), dan riwayat hipertensi (p value = 0,004). Sedangkan variabel tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian DM tipe 2 yaitu, jenis kelamin (p value = 0,359) dan Merokok (p value = 0,153). Berdasarkan penelitian disarankan pelayanan kesehatan melakukan edukasi masyarakat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya DM tipe 2 dan melakukan skrining secara aktif untuk mencegah terjadinya DM tipe 2. Kata kunci : Posbindu Mawar Kuning, Diabetes Melitus, Faktor Risiko, Jakarta Pusat
Efektivitas Konseling Pasien Hipertensi Terhadap Perilaku Kepatuhan Berobat Nur Sefa Arief Hermawan; Ditha Zakaria; Mareza Yolanda Umar; Riskawati
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.757 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i1.4230

Abstract

ABSTRAK Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Di Indonesia hipertensi telah mencapai lebih dari 2 juta kasus per tahun. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa saat ini penyakit hipertensi sudah menjadi salah satu penyakit tidak menular yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan juga masyarakat pada umumnya karena telah menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Kepatuhan masyarakat dalam hal ini pasien hipertensi sangat dibutuhkan karena bias mengurangi risiko komplikasi yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas konseling pasien hipertensi terhadap perilaku kepatuhan berobat sebelum dan sesudah diberikan konseling. Desain penelitian ini menggunakan Pre - Eksperimental dengan rancangan pre test – post test one group design. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi yang berjumlah 430 orang, sedangkan sampel penelitian adalah 54 orang dengan menggunakan metode purposive sampling dan harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk terpilih menjadi sampel. Analisis skor pre test dan post test serta paired t test digunakan dalam penelitian ini. Setelah diberi perlakuan konseling menunjukkan bahwa dari 54 responden diperoleh nilai rata-rata pre-test adalah sebesar 5,04 dan nilai post-test sebesar 7,02 (ada perbedaan 1,981). Adapun uji t diperoleh nilai p value sebesar 0,00 atau <0,05 yang berarti terdapat perbedaan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi sebelum dan sesudah konseling yang berarti konseling efektif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa konseling berperan dalam perubahan perilaku kepatuhan berobat pasien hipertensi di Puskesmas Fajar Bulan tahun 2018. Kata kunci : Konseling, Kepatuhan Pengobatan, Hipertensi
Determinan Status Gizi Obesitas pada Orang Dewasa di Perkotaan: Tinjauan Sistematis Debby Endayani Safitri; Nur Setiawati Rahayu
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.52 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i1.4853

Abstract

ABSTRAK Obesitas dapat berdampak pada peningkatan risiko terjadinya penyakit tidak menular hingga penurunanproduktivitas. Obesitas diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor. Wilayah perkotaan memiliki beberapa perbedaan dengan wilayah pedesaan dari berbagai aspek, seperti kegiatan perekonomian maupun gaya hidup yang memungkinkan risiko yang lebih besar untuk terjadinya obesitas dibandingkan dengan wilayah pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode systematic review, untuk merangkum hasil penelitian mengenai obesitas di wilayah perkotaan yang dipublikasikan pada sepuluh tahun terakhir. Determinan obesitas pada wilayah perkotaan meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dikelompokkan sebagai perilaku konsumsi dan aktivitas, sikap, serta karakteristik individu. Faktor eksternal terdiri dari dukungan keluarga dan lingkungan sekitar individu. Kata kunci : Obesitas, Dewasa, Perkotaan
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Tindakan Pencegahan Gangguan Fungsional Pernapasan pada UMKM Pengrajin Mebel Cornelis Novianus; Awaluddin Hidayat Ramli Inaku; Haris Muzakir
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.183 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i1.4854

Abstract

ABSTRAK Industri mebel khususnya pada tahapan produksi mebel mempunyai risiko terhadap kesehatan pekerja yang cukup besar berupa debu kayu yang merupakan partikulat dapat menyebabkan gangguan fungsional saluran pernapasan bagian atas dan bawah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap tindakan pencegahan gangguan fungsional pernapasan pada pengrajin UMKM Mebel di Jakarta Timur. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Jakarta Timur dengan fokus penelitian terhadap pekerja di sektor informal yaitu UMKM pengrajin mebel dengan variabel independent yang diteliti adalah variabel pengetahuan, variabel sikap, variabel karakteristik (umur, masa kerja, pendidikan) dan variabel dependen yaitu variabel tindakan pencegahan gangguan fungsional pernapasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, alat pengumpulan data penelitian menggunakan lembar kuesioner yang berisi pertanyaan variabel yang akan diteliti dan Pengambilan sampel dengan teknik proposional random sampling berdasarkan wilayah Kecamatan yang ada di Jakarta Timur dengan jumlah sampel yang didapat 107 pengrajin pada UMKM mebel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian univariat dan bivariat didapatkan variabel tindakan pencegahan gangguan fungsional pernapasan yang dilakukan pengrajin UMKM mebel adalah baik, yaitu sebanyak 63 orang (58,9%), variabel pengetahuan pengrajin UMKM mebel adalah tinggi, yaitu sebanyak 78 orang (72,9%) dengan p value 0,014, variabel sikap pengrajin UMKM mebel adalah positif, yaitu sebanyak 57 orang (53,3%) dengan p value 0,019, variabel umur pengrajin UMKM mebel adalah > 31 tahun, yaitu sebanyak 55 orang (51,4%) dengan p value 0,220, variabel masa kerja pengrajin UMKM mebel adalah > 5 tahun dengan, yaitu sebanyak 62 orang (57,9%) p value 0,999, variabel besar pendidikan pengrajin UMKM mebel adalah pendidikan rendah, yaitu sebanyak 66 orang (61,7%) dengan p value 0,030. Kesimpulan penelitian ini sebagian besar pengrajin UMKM mebel dari segi pengetahuan, sikap, pendidikan dan tindakannya dalam pencegahan gangguan fungsional pernapasan sudah cukup baik. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, pengrajin mebel, tindakan pencegahan gangguan pernapasan.
Persepsi Perokok Terhadap Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (Tinjauan Sistematis) Sutrisno Sutrisno; Sitti Nur Djannah
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.352 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i1.4974

Abstract

ABSTRAK Rokok menjadi permasalahan yang mengancam kelangsungan hidup generasi di Indonesia. Konsumsi rokokterus meningkat dari tahun ke tahun dan saat ini Indonesia menduduki peringkat ke tiga dunia dengan jumlah perokok tertinggi setelah China dan India. Pemerintah telah membuat berbagai kebijakan strategis yang secara bertahap diharapkan mampu menekan jumlah perokok secara signifikan. Pemberlakuan kawasan tanpa rokok (KTR) merupakan salah satu peta jalan pengendalian dampak konsumsi rokok yang diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 40 tahun 2013. Metode penelitian yang dilakukan adalah systematic review dengan mengambil sumber data pada jurnal portal garuda Ristekdikti yang diunduh pada 2 Januari 2020 sampai dengan 19 Januari 2020. Didapatkan 39 artikel yang sesuai. Setelah dilakukan seleksi dan identifikasi sesuai dengan kriteria inklusi, terdapat 10 artikel yang ditelaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi perokok terhadap kawasan tanpa rokok cukup baik dan perokok menyetujui pemberlakuan kawasan tanpa rokok. Pemberlakuan kebijakan kawasan tanpa rokok mampu mengendalikan perilaku merokok khususnya di instansi yang memberlakukan kawasan tanpa rokok Kata kunci : Kawasan Tanpa Rokok, Perilaku Merokok, Bahaya Rokok, Rokok
Perbedaan Status Gizi dan Pola Jajan Anak Sekolah Dasar di Jakarta Berdasarkan Rutinitas Sarapan Nunung Cipta Dainy; Fauza Rizqia; Walliyana Kusumaningati; Wilda Yunieswati
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.53 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i1.4980

Abstract

ABSTRAK Sarapan dengan menu bergizi seimbang adalah salah satu pilar gizi seimbang. Namun faktanya masih banyak yang meninggalkan sarapan, termasuk anak sekolah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan sarapan, kebiasaan jajan siswa sekolah MI Al-Falah Jakarta terhadap status gizi. Metode yang digunakan cross sectional pada 70 orang siswa sekolah MI Al-Falah yang terdiri dari siswa kelas empat dan lima. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pengukuran status gizi meliputi berat badan dan tinggi badan dilakukan menggunakan timbangan digital dan mikrotoise. Perhitungan IMT/U dilakukan menggunakan software WHO AnthroPlus. Analisis data menggunakan uji beda independent t-test. Hasil studi menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan status gizi antara anak yang rutin sarapan dengan yang jarang sarapan (p value > 0,05), namun terdapat perbedaan berat badan yang signifikan antara anak yang rutin sarapan dengan yang jarang sarapan (p value = 0,018). Berat badan juga berbeda signifikan berdasarkan kebiasaan sarapan dengan menu hasil memasak dirumah atau membeli (p value = 0,020). Tidak ada perbedaan frekuensi jajan di sekolah antara siswa yang rutin sarapan ataupun jarang sarapan (p value > 0,05). Kesimpulannya sarapan atau tidak, anak-anak tetap melakukan jajan di sekolah dan melewatkan sarapan mungkin menyebabkan kelebihan berat badan. Kata kunci : Anak Sekolah, Berat Badan, Jajan, Sarapan, Status Gizi

Page 1 of 1 | Total Record : 6