cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada WUS di Puskesmas Kecamatan Matraman Jakarta Timur Siantar, Rupdi Lumban
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2521

Abstract

Lebih dari 70% penderita kanker serviks datang dalam stadium lanjut sehingga banyak menyebabkankematian karena terlambat ditemukan dan diobati. Oleh karena itu, skrining kanker serviks berupa tesInspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sangat disarankan oleh pemerintah. . Namun hanya 5% wanita di negaraberkembang, termasuk Indonesia, yang menjalani pemeriksaan tersebut. Melihat hal tersebut, penelitianini dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dinikanker serviks pada wus metode IVA. Desain penelitian ini adalah studi case control. Populasi yang ditelitiadalah wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan ke poliklinik KIA/KB Puskesmas Matraman.Dengan metode quota sampling, diperoleh sampel sebanyak 110 orang. Seluruh data dikumpulkan melaluidiwawancarai dengan menggunakan kuesioner. Analisis regresi logistik multivariat digunakan. Setelahdilakukan control terhadapa faktor confounding, Penelitian ini menunjukkan faktor yang berhubungansignifkan dengan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks metode IVA adalah keterpaparan informasidengan AOR = 15,704 (95% CI: 4.587 – 49.544) dan dukungan suami/keluarga dengan AOR = 21,379(95%CI : 5.444 – 74.356). Dukungan Suami/Keluarga merupakan faktor dominan dalam Perilaku DeteksiDini Kanker Serviks Metode IVA. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan frekuensipenyuluhan yang melibatkan keluarag dan suami.
Perilaku Merokok Masyarakat Di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat Hidayati, Hidayati; Setiaji, Bambang
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2496

Abstract

Pada tahun 2016, Provinsi Jawa Barat dipilih oleh Kementerian Kesehatan RI menjadi salah satu darisembilan provinsi untuk program prioritas Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).Dari 12 indikator PIS-PK, indikator ke-9, yaitu anggota keluarga tidak ada yang merokok, merupakanindikator cakupan terendah di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat, yaitu sebesar 25,58%.Melihat hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih dalam perilaku merokok di KecamatanCiampea. Penelitian ini menggunakan desain analisis kualitatif dan dilakukan pada bulan Oktober danNovember 2016. Dengan cara purposive sampling, informan yang terpilih adalah 4 orang anggota rumahtangga (ART), 6 orang tokoh masyarakat, 5 orang kader kesehatan, 3 orang bidan desa, 2 orang petugasPuskesmas, dan 2 orang Kepala Puskesmas. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dandiskusi kelompok terarah (Foccus Group Discussion/FGD). Analisis data dalam penelitian ini terdiri darireduksi data, penyajian data, penyusunan kesimpulan. Merokok merupakan hal yang lumrah dilakukandi Kecamatan Ciampea. Sebagian besar dari mereka merupakan perokok sosial. Mereka merokok ketikasedang berkumpul dengan lingkungan sekitarnya. Walaupun demikian, mereka telah mengetahui bahwaterdapat peraturan terkait dengan larangan merokok.Warga Kecamatan Ciampea juga telah menyadaribahwa merokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti terserang penyakit terkait pernapasan. Disamping itu, mereka pun memahami bahwa merokok membawa pengaruh buruk bagi keadaan ekonomimereka. Merokok merupakan kebiasaan sehari-hari warga di Kecamatan Ciampea walaupun mereka telahmengetahui larangan untuk merokok dan dampak buruknya.
Efektiftas Stand Up Comedy Sebagai Media Peningkatan Pengetahuan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Asiah, Nur; Rostina, Julie; Harmani, Nanny  
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2517

Abstract

Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai. SDKI 2012 menyebutkan bahwahanya 35,3% remaja perempuan dan 31,2% remaja laki-laki usia 15 – 19 tahun yang mengetahui bahwaperempuan dapat hamil dengan satu kali berhubungan seksual. Stand Up Comedy merupakan bentuk senikomedi atau melawak yang disampaikan secara sederhana. Selain sebagai hiburan, Stand Up Comedy dapatdigunakan sebagai media informasi yang sangat komunikatif di masyarakat, dan dapat dipakai sebagaisarana untuk meningkatkan pengetahuan pada penontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefektiftas metode Stand up Commedy sebagai media peningkatan pengetahuan tentang perilaku seksualberisiko pada remaja di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Desain Penelitian adalah quasieksperimental. Populasi dan sampel adalah remaja di RPTRA. Kelompok kontrol penelitian ini adalahremaja SMA usia 15 – 19 tahun yang beraktivitas di RPTRA Manunggal. Sedangkan kelompok kasusadalah remaja SMA usia 15 – 19 tahun yang beraktivitas di RPTRA Mawar. Keduanya berlokasi diJakarta Selatan. Analisis bivariat menggunakan Uji Paired sample t-test pada masing-masing kelompok.Selain itu, juga dilakukan uji t independen untuk melihat efektiftas metode ceramah dibandingkan denganmetoda Stand Up Comedy. Pretest pengetahuan antar kelompok tidak menunjukkan adanya perbedaanyang signifkan, nilai rata-rata kasus 55.4000 dan rata-rata kontrol 55.4467, artinya tingkat pengetahuansebelum perlakuan adalah setara pada masing-masing kelompok. Sedangkan uji statistik pada hasil posttestantar kelompok menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan kelompok kontrol dengankelompok kasus yang mendapatkan penyuluhan dengan metode Stand Up Comedy. Upaya peningkatanpengetahuan dengan metode Stand Up Comedy lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah.
Hubungan Pengetahuan Anemia, Pengetahuan Tablet Tambah Darah, Status Gizi dan Asupan Gizi (Fe) dengan Anemia Remaja Putri di SMA/K Kota Depok Tahun 2017 Simanungkalit, Sintha Fransiske; P, Ikha Deviyanti; Arini, Firlia Ayu
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2522

Abstract

Anemia gizi besi merupakan salah satu dari empat masalah utama kesehatan masyarakat. Anemia padaremaja putri khususnya dapat menurunkan prestasi belajar. Survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun2005, menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri usia 10 – 14 tahun adalah sebesar 57,1%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remajaputri SMA/K di Depok tahun 2017. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain Crosssectional. Alat ukur penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan, timbangan berat badan, microtoise dankuesioner Food Frequency Questionaire. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan tentang anemia dantablet darah, status gizi berdasarkan IMT/U, asupan gizi (Fe dan protein), dan kadar Hb. Sampel yangdigunakan dalam penelitian ini sejumah 122 orang siswi yang bersekolah setingkat SMA/K di Kota Depokpada tahun 2017. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Penelitian ini mendapatkan tidak adahubungan antara pengetahuan tentang anemia dan Tablet tambah darah dengan kejadian anemia, tidak adahubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, dan tidak ada hubungan antara asupan Fe dan proteindengan kejadian anemia. Penelitian ini tidak mendapatkan adanya hubungan variabel-variabel independenyang diteliti dengan kejadian anemia.
Potret Kejadian Infeksi Oportunistik pada Perempuan dengan HIV/AIDS (Studi kasus di Jakarta Timur) Rostina, Julie; Alkaff, Raihana N.; Purnama, Tri Bayu
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2513

Abstract

Infeksi Oportunistik (IO) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baik baik di negara maju maupun negara berkembang. Diperkirakan sekitar sepertigakematian ODHA dikarenakan Infeksi Oportunistik (IO).IO yang sering ditemukan di Indonesia meliputikandidiasis mulutesofagus 80,8%; tuberkulosis 40,1%; CMV 28,8%; ensefalitis toksoplasma 17,3%;pneumonia Pneumocystis carinii (Ariani & Suryana, 2014). Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkangambaranpenyebab internal dan eksternal infeksi Oportunistikpada perempuan dengan HIV.Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam. Pemilihan informan ditetapkan secaralangsung dengan prinsip kesesuaian dan kecukupan. Sumber informasi meliputi:1 orang staf penanggungjawab program HIV Puskesmas, 3 orang staff LSM yang mendampingi perempuan HIV di Jakarta Timur,serta 5 orang perempuan HIV. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif. Triaangulasi dilakukanuntuk menjamin validitas penelitian.Penelitian ini menunjukkanbahwa IO didominasi oleh Kandidiasisoral, TB Paru, dermatitis, diare serta sebagian kecil toksoplasma. Faktor penyebab internal kejadianInfeksi Oportunistik pada Perempuan HIV di Jakarta Timur yang berhasil diidentifkasi dalam penelitianini meliputirendahnya pengetahuan ODHAtentang IO,stress karena beban hidup, tidak menerima keadaandirinya sudah menderita HIV-AIDS, pola hidup tidak sehat dan teratur, ketidakdisiplinan berobat sertarendahnya pengetahuan odha akan HIV dan dampaknyaberupaketerlambaant mengetahui IO.Faktor luaryang berhasil diidentifkasi adalahstigma yang datang dari keluarga dekat dan lingkungan sekitar.Odhadengan pola hidup tidak sehat dan rentan stress memiliki resiko lebih besar untuk mengalami IO
Model Proyeksi Kebutuhan Bidan untuk Pelayanan Antenatal di Indonesia Dewi, Evindiyah Prita; Umniyatun, Yuyun
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2518

Abstract

Penyediaan pelayanan antenatal yang berkualitas dan terdistribusi dengan baikakan menurunkan kematianibu selama menjalani kehamilannya. Perencanaan kebutuhan bidansangat penting untuk memenuhikebutuhan masyarakat akan pelayanan antenatal. Penelitian ini merupakan penelitian operasionaluntukmendapatkan model matematika dari model proyeksi kebutuhan bidan untuk pelayanan antenatal 2007 –2020. Data primer yang digunakan adalah lamanya waktu pemberian pelayanan antenatal oleh bidan kepadasatu orang ibu hamil pada setiap kali kunjungannya yang diambil dengan menggunakan formulir worksampling di dua Puskesmas Kecamatan di Kabupaten Sumedang tahun 2018.Hasil penelitian menunjukanrata-rata lamanya waktu bidan untuk memberikan pelayanan antenatal adalah 26,3 menit untuk setiapkunjungan. Total waktu yang dibutuhkan oleh bidan untuk memberikan Paket Pelayanan Antenatal untuksatu orang ibu hamil adalah 147 menit. Persentase Waktu Kerja Efektif (WKE) Bidan terhadap Pelayananantenatal adalah 0,21%. Angka pertumbuhan rata-rata jumlah ibu hamil dari tahun 2017 sampai 2020adalah -0,007. Artinya jumlah ibu hamil dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan.Pada tahun 2020,diperkirakan jumlah proyeksi ibu hamil adalah 5.218.028 jiwa.Model matematika yang didapatkan adalah0,0021 WKE x [∑ ibu hamil thn 2017 (1 + (- 0,007)n]. Kesimpulan penelitian ini jumlah suplai/produksi bidanperlu diturunkan.Pemerintah harus mengontrol jumlah bidan yang dihasilkan oleh institusi pendidikan.
Penyusunan Rencana Strategis Bisnis pada Rumah Sakit Swasta di Jakarta Umniyatun, Yuyun
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2523

Abstract

Rencana strategis bisnis adalah sebuah petunjuk/pedoman yang dapat digunakan organisasi dari kondisisaat ini untuk mencapai tujuan usaha dalam waktu beberapa tahun ke depan. Rencana strategis bisnismemuat strategi-strategi perusahaan yang selanjutnya menjadi dasar bagi penyusunan program kerja.Dengan demikian arah pengembangan perusahaan menjadi jelas dan terarah sehingga perusahaanmenghasilkan kinerja yang lebih baik dan mampu bersaing di dalam bisnis serupa. Penelitian rencanastrategis bisnis merupakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Melalui kerangka kerja analisisperumusan strategi Fred R. David, maka terdapat tiga (3) tahapan yang dilakukan. Tahap pertama adalahtahap input stage, yaitu melakukan analisis faktor eksternal dan internal dengan menggunakan matriksEFE (external factor evaluation) dan matriks IFE (internal factor evaluation). Tahap kedua adalah tahapmatching stage, yaitu menentukan posisi rumah sakit dengan menggunakan matriks IE (Internal External).Kemudian dengan matriks IE dan matriks TOWS menentukan strategi alternatif yang dapat dilakukan.Tahap ketiga adalah tahap decision stage, yaitu menentukan strategi prioritas dengan menggunakan matriksQSPM (Quantitatif Strategic Planning Matrix). Penelitian tentang rencana strategis bisnis yang dilakukandi RSIA SMBmenghasilkan skor EFE sebesar 3.8 dan skor IFE sebesar 2.725, sehingga diketahui posisiRSIA SMB berada pada sel II yang menunjukkan tahap tumbuh dan membangun. Pada tahap ini strategialternatif yang dikembangkan adalah market penetration, market development dan product development.Strategi prioritas yang dihasilkan adalah : 1) Pengembangan dan Penetrasi Pasar dengan MeningkatkanUpaya-Upaya Pemasaran (Skor 7.15); 2) Pembukaan Ruang NICU/PICU (Skor 7.10); 3) PengembanganRuang Rawat Inap (Skor 7.05); 4): Penambahan Layanan Radiologi (Skor 6.55); 5) Pengembangan AreaParkir dan Akses Masuk (Skor 4.68)
Perbandingan Perilaku Jajan, Konsumsi Makanan Cepat Saji serta Tidur Siang berdasarkan Status Obesitas pada Remaja Mardhiati, Retno; Setiawan, Arif
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2514

Abstract

Dampak jangka pendek akan menurunkan produktiftas dan menurunkan rasa percaya diri remaja,sedangkan dampak jangka panjang akan menimbulkan penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini adalahmembandingkan perilaku remaja obesitas dan bukan obesitas berdasarkan kebiasaan konsumsi makanancept saji dan perilaku jajan, menonton televisi serta kebiasaan tidur siang.Desain penelitian ini adalah CrossSectional dengan jumlah sampel 120 siswa/i pada salah satu SMA di Jakarta tahun 2017. Teknik samplingmenggunakan sampling jenuh. Jenis data primer yang dikumpulkan dengan wawancara dan pengukuranberat badan dan tinggi badan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan dengananalisis perbandingan proporsi. Terdapat perbedaan proporsi dimana remaja obesitas lebih banyak yangmemiliki kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, jajan di sekolah dan menonton televisi lebih dari 4 jamper hari daripada remaja non-obesitas. Diperlukan upaya edukasi dalam bentuk penyuluhan dan konselingpada remaja obesitas sangat membantu memotivasi remaja obesitas untuk merubah perilaku makan danaktiftasnya.
Pengetahuan dan Sikap Individu Pranikah tentang Hak Seksual dan Reproduksi dalam Perspektif Islam Astuti, Nurul Huriah
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2519

Abstract

Penelitian pada ayat-ayat Al-Qur’an mendapatkan lebih dari 30 surat (26,3% dari seluruh ayat Al-quran) dan93 ayat (1,5% dari seluruh ayat Al-quran) berbicara tentang hak seksual dan reproduksi.Namun sayangnya,penelitian lebih dalam tentang bagaimana pengetahuan dan sikap individu pranikah terhadap konsep hakseksual dan reproduksi dalam Islam belum pernah dilakukan.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengetahuan dan sikap individu pranikah tentang hak seksual dan reproduksi dalam perspektifIslam. Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Alat ukur yangdigunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Pengambilan datamelalui wawancara.Subyek penelitianadalah calon pengantin dengan jumlah sampel sebanyak 112 orang yang berasal dari tiga KUA di Depok,yaitu KUA Beji, KUA Pancoran Mas, dan KUA Cimanggis.Variabel pengetahuan dan sikap yang ditelitimencakup kaidah hubungan seksual, hak pendidikan seksual untuk anak, Keluarga Berencana (KB), haksuami istri untuk mendapatkan kenikmatan seksual, dan reproduksi sosial.Kesimpulannya adalah secaraumum, mayoritas responden sudah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terkait kaidah hubunganseksual, hanya sebagian kecil dari responden yang pengetahuan dan sikapnya perlu diluruskan.Dengandemikian, diperlukan penguatan tentang konsep kesehatan reproduksi dalam perspektif Islam.
Hubungan Karakteristik Pasien dan Keluarga dengan Kepuasan Pelayanan di Puskesmas Cibeber, Kabupaten Cianjur Birwin, Alib
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2494

Abstract

Kepuasan pasien terhadap pelayanan di Puskesmas dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan penelitianini adalah diketahuinya hubungan karakteristik keluarga dengan kepuasan pasien terhadap pelayananpemeriksaan pada poli klinik umum, gigi, KIA/KB, dan apotik di Puskesmas Kecamatan Cibeber,Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan disain studi cross sectional analitik. Populasipada penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang berobat kemasing-masing poliklinik dan apotikdi Puskesmas Kecamatan Cibeber pada tahun 2011. Adapun sampel penelitian berjumlah 210 orang.Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara kepada sampel terpilih menggunakan kuesioner.Pengolahan data dilakukan dengan komputer, dan análisis data dengan dua tahap yaitu análisis univariatdan análisis bivariat. Pada bagian Poliklinik Umum, pasien yang statusnya sebagai kepala keluarga lebihberpeluang 6 kali tidak puas pada pelayanannya (CI 95%: 2,79 – 11,18). Sedangkan pasien laki-laki lebihberpeluang 11 kali tidak puas pada pelayanan Poliklinik gigi (CI 95%: (5.28 – 24.15). Pada pasien yangberstatus sebagai kepala keluarga berpeluang 9 kali tidak puas pada pelayanan Poliklinik KIA/KB (CI 95%:3.29 – 23.63) dan pada pasien yang berpenghasilan keluarga lebih dari Rp. 810.500/bulan lebih berpeluang7 kali tidak puas pada pelayanan di Apotik (CI 95%: 2.42 – 20.70). Penelitian ini merekomendasikankepada puskesmas agar petugas kesehatan perlu memperbaiki kualitas pelayanan dengan cara meningkatkanketerampilan teknis dalam memeriksa pasien, meningkatkan pelayanan yang lebih ramah kepada pasien,serta tidak membiarkan pasien menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pemeriksaan

Page 3 of 20 | Total Record : 195