JURNAL DIVERSITA
Journal Diversita is an open access, interdisciplinary journal for the rapid publication of original articles and reviews that focus on basic research in all areas of Biomarkers. The journal is broad scoped and considers topics from all related subjects of perception, cognition, attention, emotion, intelligence, phenomenology, motivation, brain functioning, psychological resilience, family resilience, natural sciences, medicine, humanities,mental disorders, psychophysics, psychiatry, applied psychology, parapsychology, physiological psychologists, Neuroscience, Molecular neuroscience, Cellular neuroscience, neuronal migration, circadian rhythms, Cognitive neuroscience, Systems neuroscience, Neurology, psychiatry, neurosurgery, psychosurgery, anesthesiology, neuropathology, neuroradiology, ophthalmology, otolaryngology, clinical neurophysiology, addiction medicine.
Articles
376 Documents
Persepsi Dukungan Organisasi dan Work Engagement pada Aparatur Sipil Negara di Instansi PQR
Septi Melinda;
Alice Salendu
Jurnal Diversita Vol 7, No 2 (2021): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v7i2.4809
Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi persepsi dukungan organisasi (PDO) dan work engagement pada Aparatur Sipil Negara (ASN) Instansi PQR yang sedang menjalankan reformasi birokrasi. Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan menggunakan metode korelasional dengan jumlah partisipan sebanyak 145 partisipan. PDO diukur menggunakan alat ukur yang diadaptasi dari Survey of Perceived Organizational Support (SPOS) 8 dari Hutchison (1997) yang terdiri dari 8 item (α = 0,91). Sementara work engagement diukur menggunakan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) versi Bahasa Indonesia yang dikembangkan dan divalidasi oleh Kristiana et al. (2018) yang terdiri dari 9 item (α = 0,96). Temuan penelitian menunjukkan bahwa PDO berhubungan signifikan positif dengan work engagement (r = 0,40, p < 0,01). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi PDO pegawai, maka work engagement pegawai akan semakin meningkat. Lebih lanjut, berdasarkan hasil analisis deskriptif ditemukan bahwa 57% pegawai memiliki work engagement yang rendah dan 51% memiliki persepsi dukungan organisasi yang rendah. Hal tersebut penting untuk dibenahi mengingat PQR sedang menerapkan reformasi birokrasi. Berdasarkan penelitian ini, pihak manajemen PQR dapat menentukan langkah lanjutan yang sesuai untuk meningkatkan PDO pegawainya.
Peran Gaya Pemecahan Masalah dalam Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Perilaku Kerja Inovatif
Setyowati Setyowati;
Arum Etikariena
Jurnal Diversita Vol 5, No 2 (2019): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v5i2.2857
Inovasi merupakan aspek yang memperkuat sebuah organisasi bertahan di tengah maraknya persaingan bisnis dalam menarik perhatian dan menjaga kesetiaan masyarakat. Perilaku kerja inovatif yang ditampilkan anggota organisasi inilah yang memberikan kekuatan bagi organisasi untuk terus memberikan inovasi yang terbaik. Perilaku kerja inovatif ini tidak dapat lepas dari peranan pemimpin di dalam nya. Pemimpin dengan tipe kepemimpinan transformasional memberikan ketertarikan tersendiri dalam kemampuannya mewujudkan perilaku kerja inovatif. Pemahaman kemampuan kepemimpinan transformasional dalam menumbuhkan perilaku kerja inovatif perlu memperhatikan gaya pemecahan masalah yang dimiliki anggota organisasi. Penelitian ini akan melihat apakah gaya pemecahan masalah memoderasi hubungan kepemimpinan transformasional dengan perilaku kerja inovatif. Metode penelitian menggunakan survei melalui kuesioner. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis moderasi. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan di Indonesia dengan pengambilan sampel secara non-probability sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah 173 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gaya pemecahan masalah asosiatif dan bisosiatif tidak memoderasi hubungan kepemimpinan transformasional dengan perilaku kerja inovatif. Kemungkinan penyebab menjadi diskusi dalam penelitian ini.
Perbedaan Kematangan Emosi Ditinjau dari Jenis Kelamin pada Remaja di SMAS Sinar Husni Medan
Siti Annisyah Ulfa;
Syafrizaldi s
Jurnal Diversita Vol 3, No 2 (2017): Diversita Desember
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v3i2.1268
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kematangan emosi ditinjau dari jenis kelamin pada remaja di SMA Swasta Sinar Husni Medan. Subjek penelitian ini adalah remaja di SMA Swasta Sinar Husni Medan. Penelitian ini disusun berdasarkan metode skala Likert yang terdiri dari aspek-aspek kematangan emosi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis T-Test dengan t = 16.737 dan koefisisen signifikan 0,000 < 0,050. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, terdapat perbedaan kematangan emosi remaja laki laki dan perempuan dimana, kematangan emosi pada remaja perempuan berada pada kategori rendah, Sedangkan kematangan emosi pada remaja laki-laki berada pada kategori tinggi, Hal ini berarti hipotesis yang diajukan berbunyi ada perbedaan kematangan emosi ditinjau dari jenis kelamin pada remaja dengan asumsi remaja laki-laki lebih matang emosinya daripada remaja perempuan diterima.
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Berkomunikasi Dengan Kemampuan Beradaptasi Mahasiswa Asing di Universitas Negeri Medantahunakademik 2013/2014
Abdul Munir
Jurnal Diversita Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v2i1.504
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan berkomunikasi dengan kemampuan beradaptasi mahasiswa asing Universitas Negeri Medan (UNIMED)tahunakademik 2013/2014.Subjek penelitian ini adalah 13 mahasiswa asing yang berasaldaribeberapanegara(Malaysia, Thailand, Korea Selatan, China dan Morocco) yang sedangbelajar di UNIMEDpadatahunakademik 2013/2014.Alatpengumpul data yang digunakanadalahangket yang sebelumnyadiujivaliditasdanreliabilitasnya.Teknikanalisis data yang digunakanadalahkoefisien kolerasi Tata Jenjang. Hasil uji reliabilitas kecemasan komunikasi0,920 dan uji reliabilitas kemampuan beradaptas 0,975.Angket kecemasan komunikasi, dari 40 butirada 26 butir yang valid dan kemampuan beradaptas,dari40 butirada24 butir yang valid.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubunngan negatif yang signifikan antara tingkat kecemasan komunikasi dengan kemampuan beradaptasi mahasiswa asing. Hasil analisis data membuktikankoefisien kolerasi Tata Jenjangsebesar0,497. Dengandemikian, dapatdisimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakantingkat kecemasan berkomunikasi berhubungan dengan kemampuan beradaptasi mahasiswa asing di Universitas Negeri Medantahunakademi 2013/2014 dapatditerima. Kata Kunci: kecemasan berkomunikasi, kemampuan beradaptasi, mahasiswa asing
Faktor-Faktor Stres Kerja Pada Karyawan PT. LNK Cabang Stabat
Sri Rachmayani Ritonga;
Syafrizaldi Syafrizaldi
Jurnal Diversita Vol 5, No 1 (2019): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v5i1.2266
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi stress kerja pada karyawan PT. LNK Cabang Stabat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian model kuantitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis faktor. Adapun jenis instrumen penelitian ini menggunakan skala guttmant dan instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala stress kerja berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi stress kerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling, dimana pengambilan sampel dengan cara acak. Adapun sampel dalam penelitian ini sebanyak 78 orang Karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam analisis faktor diperoleh Faktor tertinggi yang mempengaruhi stress kerja pada karyawan PT. LNK Cabang Stabat adalah Hubungan Dalam Pekerjaan 24% dan dilanjutkan dengan pengembangan karir 24%. Faktor kedua yaitu faktor group stressor sebesar 15%. Faktor ketiga adalah beban kerja 14% dan extra organizational 14 % . Faktor terakhir adalah individual stressor sebesar 9 %. Artinya faktor dalam pekerjaan dan faktor pengembangan karir memiliki faktor terbesar yang mempengaruhi stres kerja dan faktor individual stressor menjadi faktor paling kecil yang mempengaruhi stres kerja karyawan PT. LNK Cabang Stabat.
Hubungan Motivasi Berprestasi Dengan Prestasi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia
Nurmaizar Siregar
Jurnal Diversita Vol 3, No 1 (2017): Diversita Juni
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v3i1.1178
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara motivasi akademik dan prestasi akademik. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara motivasi akademik dan prestasi akademik, dengan asumsi bahwa semakin tinggi motivasi akademik semakin tinggi prestasi akademik seseorang akan, atau sebaliknya. Subjek penelitian adalah 51 mahasiswa semester IV tahun 2012/2013 Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia yang dipilih dengan teknik purposive random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan skala untuk mengukur motivasi akademik dan dokumentasi nilai rata-rata kelas siswa (IPK). Perhitungan statistik dilakukan dengan uji prasyarat (assumption test) yang terdiri dari uji normalitas dan pengujian hubungan linieritas. Analisis data menggunakan korelasi Parsial dengan program SPSS untuk Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa koefisien korelasi 0,844 dengan p value 0,0001 (p <0,05). Hal ini mengindikasikan adanya korelasi positif antara motivasi akademik dan prestasi akademik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kontribusi variabel motivasi akademik terhadap prestasi akademik sebesar 71,5 persen dan sisanya 28,5 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang belum diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan positif antara variabel motivasi akademik dan prestasi akademik dapat diterima
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR POSITIF PADA REMAJA KORBAN ERUPSI GUNUNG SINABUNG MELALUI PEMBERIAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DI POSKO PENGUNGSIAN KURUSUS WANITA KRISTEN (KWK) BERASTAGI KAB, KARO
Sari Bernadetta Lumban Gaol;
Pasteria Sembiring
Jurnal Diversita Vol 1, No 2 (2015): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v1i2.496
The purpose of this study was to enhance positive thinking skills in adolescentsrefugees of Mount Sinabung through counselling service delivery in the KWK Berastagi Kab. Karo ". The number of research subjects were 10 people. Data collection tool used observation and questionnaires. The results obtained in the first observation is 51.67%, and after being given the service, the first cycle increased to 74.58%, but has not reached the "good" then made back in the second cycle, and achieved good category as 85.41%. Then the hypothesis that through the provision of counseling services can improve the group's ability to think positively on young refugees of Mount Sinabung Berastagi KWK, Kab.Karo otherwise acceptedKeyword: Group counseling service, Positive thinking skill, Refugee
PERBEDAAN PROKRASTINASI AKADEMIK ANTARA MAHASISWA YANG BERPACARAN DAN TIDAK BERPACARAN
Salamiah Sari Dewi;
Laili Alfita
Jurnal Diversita Vol 1, No 1 (2015): DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v1i1.1081
This study aims to determine the difference of academic procrastination between students whoare dating and students who are not dating. The samples were students of Psychology at theUniversity of Medan Area totaling 1395 students. Measuring instruments used are academicprocrastination scale consisting of 36 items (r_tt = 0,929). In an effort to know the condition ofAcademic Procrastination, it is necessary to compare between the mean / average valueempirically with mean / average value of the hypothetical with regard to the number SB or SDof the variables being measured. SB or SD variable values Academic Procrastination totaling22.609; Dating Academic Procrastination of 20.040; No Dating Academic Procrastination of16.604. It states that students who are dating have academic procrastination higher thanstudents who are not dating have. Data analysis using techniques Anava 1 Line. Based on dataanalysis, found that the hypothesis proposed in this study received. This is attested to see thevalue or coefficient differences Anava coefficient F = 69.029 with p = 0.000, <0.010; Based onthese results, so hypothesis reads that Academic Procrastination is has difference in terms ofstudents who are dating and students who are not dating.
Perbedaan Regulasi Emosi pada Remaja Ditinjau dari Faktor Usia di Sekolah Yayasan Pendidikan Islam Swasta Amir Hamzah Medan
Alhila Rubiani;
Shirley Melita Sembiring
Jurnal Diversita Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Diversita Desember
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v4i2.1593
This research was conducted to observe the different emotion regulation in adolecences viewed from ages factor at YPI Swasta Amir Hamzah Medan school. Subject of research is primary school students, junior high school students and senior high school students at YPI Swasta Amir Hamzah Medan school which amounted 204 student. In this research technique for collecting samples used methods of proportional stratified random sampling. Methods of data collection using the scale of emotional regulation and identity sheet of respondents. Data analysis was performed with One Way Anova with F=23.212 and 0.000 < 0.05 as a significant coefficient. Based on the results of data analysis, the results obtained that there are differences in emotional regulation in adolescences in terms of ages factor in YPI Swasta Amir Hamzah Medan school. The late adolescence is known to have a good emotional regulation ability because the hypothetical mean (95) < the empirical mean (115.45) far exceeded the SD value (13.362) more than the middle adolescence and early adolescence. The ability of emotional regulation in the middle adolescence have a normal category because the hypothetical mean (95) < the empirical mean (105.29) exceeded the SD value (8.641) than the early adolescence is to have an emotional regulation in the medium category, because the hypothetical mean (95) > the empirical mean (103.59) more than the SD value (9.712).
Role of Workplace Spirituality in Employee Loyalty among Indonesian Millennial Employees
Pratiwi Wijayanti;
Martina Dwi Mustika
Jurnal Diversita Vol 7, No 2 (2021): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v7i2.5183
This is a novel study that examines the theoretical concept of workplace spirituality and employee loyalty, particularly in the context of millennial employees in Indonesia who currently dominate the local workforce and are thought to have high turnover intentions. This research aims to determine the correlation between each dimension of workplace spirituality and each dimension employee loyalty among millennials in Indonesia. The final participants in the study were 288 millennial employees from 412 initial respondents that fill online questionnaire from 46 cities in Indonesia. All respondents were full-time employees from public and private organizations with minimum two years of work experience. This study first creating the measurement model and then performing structural equation modeling (SEM) to process and interpret the data. The results indicate that each dimensions of workplace spirituality have different effects on the loyalty of millennial employees in Indonesia, which alignment with organizational values is the main reason for staying in the organization.