JURNAL DIVERSITA
Journal Diversita is an open access, interdisciplinary journal for the rapid publication of original articles and reviews that focus on basic research in all areas of Biomarkers. The journal is broad scoped and considers topics from all related subjects of perception, cognition, attention, emotion, intelligence, phenomenology, motivation, brain functioning, psychological resilience, family resilience, natural sciences, medicine, humanities,mental disorders, psychophysics, psychiatry, applied psychology, parapsychology, physiological psychologists, Neuroscience, Molecular neuroscience, Cellular neuroscience, neuronal migration, circadian rhythms, Cognitive neuroscience, Systems neuroscience, Neurology, psychiatry, neurosurgery, psychosurgery, anesthesiology, neuropathology, neuroradiology, ophthalmology, otolaryngology, clinical neurophysiology, addiction medicine.
Articles
376 Documents
Perbedaan Kecerdasan Emosi Guru Ditinjau Dari Jenis Kelamin
Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Diversita Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Diversita Juni 2018
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v4i1.1562
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik perbedaan kecerdasan emosi guru ditinjau dari jenis kelamin. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, sampel penelitian sebanyak 50 orang. Intrusmen penelitian yang dipakai sebagai alata ukur penelitian berbentuk skala psikologi yang dikembangkan oleh peneliti dengan cara mempedomani aspek-aspek dan indikator variabel penelitian. Instrumen pengukuran dalam penelitian yaitu skala kecerdasan emosi yang dikembangkan oleh Goleman dalam Noriah, dkk (2004) dengan indeks reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0.914. Teknik analisis data yang digunakan analisis anova 1 jalur. Berdasarkan analisis data penelitian didapatkan nilai F beda = 857.764 dengan sig = 0.000 <0.05, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kecerdasan emosi guru pria dengan kecerdasan emosi guru perempuan. Dengan kesimpulan kecerdasan emosi guru pria lebih tinggi daripada kecerdasan emosi guru perempuan.
Efektifitas Konseling Online Pada Mahasiswa Selama Pandemi Covid-19
Nursan Junita;
Liza Adyani
Jurnal Diversita Vol 7, No 2 (2021): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v7i2.4554
Konseling menjadi salah satu solusi menghadapi stres selama pandemi Covid -19. Konseling merupakan proses yang dapat membantu individu mengatasi berbagai hambatan perkembangan diri. Konseling online merupakan layanan kesehatan mental yang dapat membantu mengurangi kecemasan dan kebingungan semasa pandemik covid-19, dimana aturan sosial dan physical distancing diberlakukan. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana efektifitas konseling online selama pandemi covid-19 pada mahasiswa, dengan metode kualitiatif dan pendekatan eksploratif. Responden penelitian terdiri dari 9 mahasiswa yang mengalami kecemasan selama pandemic Covid-19. Hasil penelitian menunjukan bahwa konseling online sangat efektif karena membantu menurunkan kecemasan dan kekhawatiran yang muncul. Semua klien merasakan perubahan yang lebih baik secara kognitif, perilaku dan emosi walaupun tidak melakukan konseling secara tatap muka. Setelah sesi konseling semua klien merasa lebih lega, lebih tenang, kecemasan dan kekhawatiran berkurang dan mendapatkan insight yang lebih baik dalam melihat suatu persoalan, sehingga membuat fikiran lebih positif, perasaan lebih bersemangat dan termotivasi. Hal ini sangat membantu klien dalam menghadapi berbagai masalah dengan lebih positif. Semua klien mempunyai keinginan untuk merekomendasikan layanan konseling online kepada kerabat, rekan kerja dan sahabat mereka. Lima (5) klien tetap ingin melanjutkan sesi konsultasi melalui online dan empat (4 klien) lebih tertarik untuk melakukan sesi konseling secara tatap muka. Keefektifan konseling online dapat dilihat dari perolehan nilai score yang tinggi pada post-test layanan konseling yang diberikan kepada semua klien. Hal ini menunjukkan bahwa hasil konseling online sangat efektif.
Social Loafing Ditinjau Dari Kohesivitas Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia Di Sumatera
Sunitha Sapta Utari Panjaitan;
Mukhaira El Akmal;
Rina Mirza
Jurnal Diversita Vol 5, No 2 (2019): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v5i2.2319
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kohesivitas dengan social loafing.Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara kohesivitas dengan social loafing, dengan asumsi semakin tinggi kohesivitas yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah social loafing yang dimiliki mahasiswa dan sebaliknya semakin rendah kohesivitas yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi social loafing yang dimiliki mahasiswa. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia di Medan Sumatera Utara sebanyak 149 mahasiswa yang dipilih dengan metode disproportionate stratified random sampling. Data di peroleh dari skala untuk mengukur kohesivitas dan social loafing. Perhitungan dilakukan dengan melakukan uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas sebaran dan uji linearitas hubungan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 18 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0.404 (p < 0.05). Artinya ada hubungan negatif antara kohesivitas dengan social loafing. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel kohesivitas terhadap social loafing adalah sebesar 16.3%, selebihnya 83.7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian ada hubungan negatif antara kohesivitas dengan social loafing, dapat diterima.
Pengaruh Pencahayaan Ruang Kerja Terhadap Stres Kerja Karyawan Biro Perencanaan dan Kerjasama Universitas Sumatera Utara
Emmy Martian;
Findy Suri
Jurnal Diversita Vol 3, No 2 (2017): Diversita Desember
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v3i2.1255
Stres kerja yang dialami karyawan dapat merugikan perusahaan ataupun organisasi tempatnya bekerja. Lingkungan kerja yang baik dan nyaman dapat menurunkan stress kerja karyawan sehingga karyawan dapat bekerja maksimal. Pencahayaan ruang kerja merupakan faktor penting pada lingkungan kerja. Intensitas cahaya yang sesuai membuat karyawan nyaman dan stress kerja berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pencahayaan ruang kerja terhadap stress kerja karyawan Biro Perencanaan dan Kerjasama Universitas Sumatera Utara. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Desain yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Pada saat pretest, diberikan skala stress kerja kepada subjek penelitian dan pencahayaan ruang kerja diukur dengan menggunakan lux meter. Kemudian intensitas cahaya ruang kerja dinaikkan dan diukur kembali dengan menggunakan lux meter. Setelah diberi tenggang waktu selama satu minggu, diadakan posttest dengan memberikan kembali skala stress kerja kepada subjek penelitian seperti pada saat pretest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stress kerja pada karyawan Biro Perencanaan dan Kerjasama Univeritas Sumatera Utara mengalami penurunan setelah intensitas pencahayaan ruang kerja dinaikkan. Hasil analisis statistik dengan menggunakan paired sample t-test menunjukkan t-hitung sebesar 5.179 dengan tingkat Sig (2-tailed) = 0.000 pada df = N-1 = 13-1 = 12 dengan nilai t-tabel = 2.179. keputusan : t-hitung > t tabel atau [5.179 > 2.179] maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh pencahayaan ruang kerja terhadap stress kerja karyawan Biro Perencanaan dan Kerjasama Universitas Sumatera Utara.
Teknik Sosiodrama untuk Mengurangi Konformitas yang Berlebihan pada Siswa (Penelitian Pra-Eksperimen terhadap Siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama)
Rafael Lisinus Ginting
Jurnal Diversita Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v2i1.500
Konformitas yang berlebihan dapat membuat siswa kehilangan identitas dirinya, ketergantungan kepada orang lain, kurangnya rasa percaya diri, kurangnya perasaan yakin akan kemampuan diri, dll. Pada penelitian ini, menguji teknik sosiodrama untuk mengurangi konformitas yang berlebihan pada siswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, metode pra-eksperimen dengan one group pre-test dan post-test design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen yang berupa inventory mengenai tingkat konformitas yang dialami oleh siswa.Sampel diperoleh dengan purposive sampling pada 28 siswa yang dibagi menjadi 4 kelompok kemudian diberikan intervensi dengan teknik sosiodrama.Tema dalam sosiodrama dirancang berdasarkan tema yang disesuiakan dengan indikator dari perilaku konformitas, yaitu : penyesuaian diri yang berlebihan, perhatian terhadap kelompok yang berlebihan, kepercayaan terhadap kelompok, persamaan pendapat dengan kelompok yang pada kategori sangat tinggi dan tinggi saja. Setelah diintervensi dengan teknik sosiodrama, siswa menunjukkan perubahan perilaku konformitas yang berlebihan dari pre-test dan post-test sebesar 2,26 menjadi 1,92 dengan tingkat signifikansi 5%. Dari hasil penelitian ini dapat diidentifikasi bahwa teknik sosiodrama dapat mengurangi perilaku konformitas yang berlebihan. Kata kunci: Konformitas, Sosiodrama
Pengaruh Trait Conscientiousness, Leader-Member Exchange dan Masa Kerja terhadap Perilaku Berbagi Pengetahuan Guru SMA
Farhanah Murniasih;
Ali Nina Liche Seniati
Jurnal Diversita Vol 5, No 1 (2019): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v5i1.2452
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh trait conscientiousness guru, leader-member exchange, dan masa kerja guru terhadap perilaku berbagi pengetahuan guru Sekolah Menengah Atas. Penelitian dilakukan pada 228 guru Sekolah Menengah Atas yang mengajar di wilayah JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis multiple regression. Desain penelitian ini adalah non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan snowball sampling. Perilaku berbagi pengetahuan diukur dengan menggunakan Skala Perilaku Berbagi Pengetahuan, trait conscientiousness diukur dengan menggunakan skala NEO-4, serta persepsi kualitas hubungan atasan dan bawahan diukur dengan menggunakan skala Leader-Member Exchange Multi-Dimensional (LMX-MDM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa trait conscientiousness guru dan leader-member exchange guru berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku berbagi pengetahuan pada guru SMA, namun lama kerja ditemukan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku berbagi pengetahuan guru. Trait conscientiousness guru memiliki sumbangan paling besar terhadap perilaku berbagi pengetahuan guru.
Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Terapi Hemodialisa di Unit Rumah Sakit Pabatu
Leny Andika Damanik;
Maqhfirah DR
Jurnal Diversita Vol 3, No 1 (2017): Diversita Juni
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v3i1.1173
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kecerdasan emosi dengan kualitas hidup pada pasien terapi hemodialisa di unit RS Pabatu. Kualitas hidup merupakan persepsi individu mengenai posisi dalam hidup dan hubungannya dengan tujuan, harapan, standar yang ditetapkan dan perhatian seseorang mulai dari fisik, psikologis, hingga sosial yang mendukung kegiatan sehari-hari, sedangkan kecerdasan emosi adalah serangkaian kemampuan pribadi, emosi dan sosial yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berhasil dalam mengatasi tuntutan dan tekanan lingkungan. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien terapi hemodialisa di Unit RS Pabatu dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang pasien. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Product Moment diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan kualitas hidup korelasi rxy = 0, 292 p = 0,002 < 0,050. Hasil perhitungan mean hipotetik dan mean empirik, diketahui kecerdasan emosi sampel penelitian tergolong tinggi karena memiliki niali rata-rata hipotetik < nilai rata-rata empirik yaitu 13,5 < 24,145 dengan selisih SB/SD melebihi bilangan satu yaitu 5,701, begitupun untuk kualitas hidup yang memiliki nilai rata-rata hipotetik < nilai rata-rata empirik yaitu 17,5 < 23,979 dengan selisih SB/SD melebihi bilangan satu yaitu 6,651. Berdasarkan analisa data yang dilakukan diketahui bahwa kecerdasan emosi memberikan kontribusi sebesar 8,5% terhadap kualitas hidup para pasien terapi hemodialisa di Unit RS Pabatu, dengan demikian maka hipotesis diterima.
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN INTERNETDENGAN PROKRASTINASI TUGAS SEKOLAH PADA REMAJA PENGGUNA WARNET DI KECAMATAN MEDAN KOTA
Miranda Julyanti;
Siti Aisyah
Jurnal Diversita Vol 1, No 2 (2015): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v1i2.491
This studyaimed to determinethe relationshipbetween internet addictionwithprocrastination of school work. Subjectswere youth of internet caféusersin the district ofMedanKota, samples were takenwith purposive sampling technique. Data collection toolused is the internet addictionscaleandthe procrastination of school work scale. Analysis of datausing the Product Moment correlation technique from Pearson. Based onanalysis ofdata, found that thehypothesis presentedin this studyreceived, that there isa positive relationship between internet addiction to procrastination of school work at youth of internet caféusersin the district ofMedanKota. This is evidenced bythe correlationcoefficientrxy = 0,770 withρ=0.000, while thecoefficientof determination(r²) of 59.3%. The result ofthe empirical meanandhypothetical mean obtained that internet addiction classified aslikely to be high (107.60>105)and procrastination of school work quitetends to be high (98.87>95).Key words: Internet addiction,procrastinationofschool work
Hubungan antara Religiusitas dengan Hardiness pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Binjai
Indah P Santana;
Istiana Istiana
Jurnal Diversita Vol 5, No 2 (2019): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v5i2.2839
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara religiusitas dengan kepribadian tangguh (hardiness) pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Binjai. Sampel dalam penelitian ini adalah 56 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yakni dengan teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Sejalan dengan pembahasan yang ada dalam landasan teori, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan positif antara religiusitas dengan kepribadian tangguh (hardiness) pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Dengan asumsi bahwa semakin tinggi religiusitas maka akan semakin tinggi kepribadian tangguh (hardiness) ibu tersebut, demikian sebaliknya semakin rendah religiusitas maka akan semakin tinggi kepribadian tangguh (hardiness) ibu tersebut. Penelitian ini menggunakan skala religiusitas yang terdiri dari 5 aspek yakni Religious Belief (The ideological dimension), aspek Religious Practise (The ritualistic dimension), aspek Religious Feeling (The experiental dimension), aspek Religious Knowledge (The intelektual dimension), aspek Religious Effect (The consecquental dimension), dan skala kepribadian tangguh (hardiness) yang terdiri dari 3 aspek yakni komitmen, kontrol, dan tantangan. Pengumpulan data dilakukan dengan skala Likert. Untuk menguji Hipotesis yang diajukan dilakukan dengan koefisien korelasi (rxy = 0, 949 ; p < 0,000).Artinya ada hubungan antara religiusitas dengan kepribadian tangguh (hardiness).
MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PERBAUNGAN T.A 2015/2016
Rizky Yusrina Siregar;
Dr. Nur’aini, MS Dr. Nur’aini, MS
Jurnal Diversita Vol 2, No 2 (2016): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v2i2.513
The purpose of this study is to help improve students' social interaction through group counseling service engineering role playing in class VIII SMP Negeri 1 Perbaungan T.A 2015/2016. This research uses research PTBK (Action Research Counseling) with two cycles, the first cycle and the second cycle consisting of planning, action, observation, reflection and evaluation. Data collection to encompass students who have low social interaction by using questionnaires of social interaction, in the form of an ordinal scale with Likert scale form. The subject of this study is 6 students who have social interaction of students is low. Analysis of the data used in analysis techniques percentage. The results showed an increase in the students' social interaction after the administration of guidance services group role playing techniques. In the first cycle students' results increased social interaction by 50%. And the second cycle students hasiln increased social interaction improved to 83.3%. From the results of the study concluded that the hypothesis can be accepted is by implementing role playing group counseling services can improve social interaction class VIII SMP Negeri 1 Perbaungan T.A 2015/2016.