cover
Contact Name
Agung Suharyanto
Contact Email
agungsuharyanto@staff.uma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agungsuharyanto@staff.uma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL DIVERSITA
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 24611263     EISSN : 24611263     DOI : -
Journal Diversita is an open access, interdisciplinary journal for the rapid publication of original articles and reviews that focus on basic research in all areas of Biomarkers. The journal is broad scoped and considers topics from all related subjects of perception, cognition, attention, emotion, intelligence, phenomenology, motivation, brain functioning, psychological resilience, family resilience, natural sciences, medicine, humanities,mental disorders, psychophysics, psychiatry, applied psychology, parapsychology, physiological psychologists, Neuroscience, Molecular neuroscience, Cellular neuroscience, neuronal migration, circadian rhythms, Cognitive neuroscience, Systems neuroscience, Neurology, psychiatry, neurosurgery, psychosurgery, anesthesiology, neuropathology, neuroradiology, ophthalmology, otolaryngology, clinical neurophysiology, addiction medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 376 Documents
MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PERBAUNGAN T.A 2015/2016 Rizky Yusrina Siregar
Jurnal Diversita Vol 2, No 2 (2016): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v2i2.269

Abstract

The purpose of this study is to help improve students' social interaction through groupcounseling service engineering role playing in class VIII SMP Negeri 1 Perbaungan T.A2015/2016. This research uses research PTBK (Action Research Counseling) with twocycles, the first cycle and the second cycle consisting of planning, action, observation,reflection and evaluation. Data collection to encompass students who have low socialinteraction by using questionnaires of social interaction, in the form of an ordinal scalewith Likert scale form. The subject of this study is 6 students who have socialinteraction of students is low. Analysis of the data used in analysis techniquespercentage. The results showed an increase in the students' social interaction after theadministration of guidance services group role playing techniques. In the first cyclestudents' results increased social interaction by 50%. And the second cycle studentshasiln increased social interaction improved to 83.3%. From the results of the studyconcluded that the hypothesis can be accepted is by implementing role playing groupcounseling services can improve social interaction class VIII SMP Negeri 1 PerbaunganT.A 2015/2016.Keywords: Social Interaction Students, Guidance Group, Engineering Role Playing
Hubungan Keterlibatan Akademik dan Kepuasan Hidup Pada Mahasiswa Perantauan Sri Ayu Ramadhani
Jurnal Diversita Vol 5, No 1 (2019): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v5i1.2371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan akademik dan kepuasan hidup pada mahasiswa perantauan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan deskripsi. Alat ukur yang digunakan yaitu SWLS (Satisfaction With Life Scale) dan SESQ (Student Engagement in Schools Questionnaire). Jumlah sampel mahasiswa yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 86 mahasiswa, terdiri dari 40 laki-laki dan 46 perempuan. Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa hubungan antara kepuasan hidup dan keterlibatan akademik tidak terbukti pada sampel mahasiswa perantauan dilihat dari hasil uji korelasi menunjukkan nilai sig 0,056 yang berarti > 0,05 maka hipotesis hubungan keterlibatan akademik dan kepuasan hidup tidak terbukti. Koofisien korelasi 0,207 menunjukkan hubungan yang lemah antara keterlibatan akademik dan kepuasan hidup. Koofisien determinasi/r square 0,043 menunjukkan bahwa pengaruh keterlibatan akademik terhadap kepuasan hidup hanya sebesar 4,3%.. Hasil komparasi menunjukan proporsi kategorisasi tingkat antara kedua variabel tidak sama namun memiliki selisih 8%. Subyek yang tergolong memiliki skor tinggi pada kepuasan hidup sebanyak 40%, sedangkan pada keterlibatan akademik sebanyak 48%. Partisipan dengan skor rendah pada variabel kepuasan hidup sebanyak 60%, dan pada variabel keterlibatan akademik sebanyak 52%.
Hubungan Lingkungan Kerja Fisik dengan Kepuasan Kerja Perawat di RSU Haji Medan Aprilia Hikari Dewi; Siti Aisyah
Jurnal Diversita Vol 3, No 2 (2017): Diversita Desember
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v3i2.1254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji secara empirik apakah ada hubungan antara lingkungan kerja fisik dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Haji Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Subjek penelitian adalah perawat di RS Haji Medan yang berjumlah 30 orang dengan menggunakan random sampling di susun berdasarkan skala Likert. Alat ukur yang digunakan adalah instrumen lingkungan kerja fisik yang terdiri dari 35 item dengan menujukkan koefisien reliabilitas 0,842 dan instrument kepuasan kerja yang terdiri dari 36 item dengan menujukkan koefisien reliabilitas 0,864. Analisis data ini menggunakan teknik r Product Moment. Berdasarkan analisis data, diperoleh bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima, yaitu ada hubungan positif antara lingkungan kerja fisik dengan kepuasan kerja, artinya makin baik lingkungan kerja fisiknya maka semakin tinggi pula kepuasan kerjanya. Hal ini dibuktikan melalui perhitungan analisis r Product Moment dengan nilai atau koefisen (Rxy) = 0.983 dan koefisien determinan (R2) = 0,967 menunjukan lingkungan kerja fisik dibentuk oleh kepuasan kerja sebesar 96,7%. Selanjutnya dilihat dari perhitungan mean hipotetik rata- rata 52,5 dan mean empiric rata – rata 104,93 serta standar deviasi = 9,95 diketahui bahwa lingkungan kerja fisik yang baik. Sedangkan kepuasan kerja perawat dari hitungan mean hipotetik rata - rata 67,5 dan mean empiric rata - rata 106,96  serta standar deviasi = 10,72 diketahui bahwa kepuasan kerja perawat dalam kategori tinggi
PERBEDAAN PERILAKU ASERTIF DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA PADA REMAJA YANG MEMILIKI CLIQUE Shilmi Khalisah; Rahmi Lubis
Jurnal Diversita Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v2i1.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan perbedaan perilaku asertif ditinjau dari pola asuh orang tua pada remaja yang memiliki clique. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan perilaku asertif ditinjau dari pola asuh orang tua, dengan asumsi perilaku asertif lebih tinggi pada remaja dengan pola asuh demokratis daripada pola asuh permissif atau pola asuh otoriter. Subjek penelitian ini adalah remaja usia 15-18 tahun dan memiliki clique sebanyak 60 orang dan merupakan siswa-siswi SMK. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Kuota dan teknik analisa  data yang digunakan adalah Analisa Varians Satu Jalur (ANOVA). Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Pola Asuh dan Skala Perilaku Asertif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam asertivitas remaja ditinjau dari pola asuh orang tua (F= 3.221, p<0,05). Subjek dengan pola asuh demokratis (Mean= 135,13) lebih asertif daripada subjek dengan pola asuh otoriter (Mean= 123,90) maupun pola asuh permisif (mean = Mean= 119,29 SD = 15, 393)..Kata Kunci : Pola Asuh, Demokratis, Otoriter, Permissif, Otoriter, Asertivitas, Remaja, Clique
Pengaruh Flexible Work Arrangement Terhadap Ethical Decision Making : Peran Employee Engagement Sebagai Mediator Dewi Fransiska Simanjuntak; Martina Dwi Mustika; Bertina Sjabadhyni
Jurnal Diversita Vol 5, No 1 (2019): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v5i1.2327

Abstract

Semakin banyaknya jumlah perempuan yang bekerja mengarahkan organisasi untuk melakukan perubahan yang besar dalam mengelola sumber daya manusia dan juga peraturan yang berlaku (Ugargol et al., 2016). Disertai dengan peningkatan penggunaan teknologi dalam organisasi juga menjadikan banyak organisasi yang menerapkan pengaturan kerja yang fleksibel. Berbagai penelitian menjelaskan dampak dari penerapan pengaturan kerja fleksibel yang menunjukkan hasil yang bertentangan dikarenakan minimnya pengawasan. Hal ini membuat hubungan antara penerapan fleksibilitas kerja dengan pengambilan keputusan secara etis menjadi topik yang penting untuk diteliti, terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengaturan kerja fleksibel (Flexible Work Arrangement) dengan pengambilan keputusan secara etis (Ethical Decision Making) yang dimediasi oleh keterlibatan karyawan (Employee Engagement). Penelitian yang dilakukan kepada 301 orang partisipan menunjukkan bahwa pengaturan kerja fleksibel berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan secara etis melalui keterlibatan karyawan. Sehingga penerapan pengaturan kerja fleksibel dapat menjadi anteseden untuk keterlibatan karyawan yang akan dapat meningkatkan pengambilan keputusan etis pada karyawan di dalam organisasi.Kata Kunci: Flexible work arrangement;Ethical Decision Making;Employee Engagement
Perbedaan Coping Stress Penderita Kanker Ditinjau Dari Jenis Kelamin Di RSUP H. Adam Malik Medan Ade Ari Isnainy; Laili Alfita
Jurnal Diversita Vol 3, No 1 (2017): Diversita Juni
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v3i1.1146

Abstract

Coping stress is an individual effort to reduce, tolerate, or overcome the stress caused by a source that is considered to burden the individual. This study aims to see differences in coping stress of cancer patients of men and women in RSUP H. Adam Malik Medan. Assuming that women's coping stress is higher than men, which means women are more able to clutch than men. The subjects of this study were patients with stage 3 and 4 cancer who underwent inpatient at RSUP H. Adam Malik Medan. This research is based on Guttman scale method which consists of 2 coping stress strategies that are problem focused coping and emotion focused coping. The data analysis technique used in this research used 1 lane variance analysis with F = 12,087 and coefisisen significant 0,002(p <0,05) . Based on the results of data analysis performed, then obtained the result that there are differences in coping stress male and female cancer, where, coping stress in men with cancer is in the low category, because the hypothetical mean 30 is greater than the empirical mean (28.7333) where the difference is less SD value (10,738). While coping stress in women with cancer is in the high category, because the hypothetical mean (30) is less than the empirical mean (57,333), where the difference exceeds the SD (8,208). This means that the phenomenon seen by the researchers in accordance with the data obtained during conducting research, which from this research is known that coping stress in women with cancer expressed high. This means the proposed hypothesis reads that there is a difference in coping stress in male and female cancer patients with the assumption that women are more able to clutch than men are accepted.
PERBEDAAN KONFORMITAS DITINJAU DARI LOCUS OF CONTROL PADA REMAJA SISWA-SISWI KELAS UNGGULAN SMA DWI WARNA MEDAN Mardianri Mardianri; Laili Alfita
Jurnal Diversita Vol 1, No 2 (2015): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v1i2.489

Abstract

This study aimed to determine differences in terms of conformity of Locus Of Control adolescent high school students in SMK DwiWarna Medan. This study used comparative quantitative research methods. Data collection techniques used in this study, using a scale of Locus Of Control and Conformity Scale which has been tested for validity and reliability. The results showed that there were differences between Locus Of Control against conformity (F = 32.608, p <0.000). Thus it can be said when Locus Of Control, the internal low conformity. Meanwhile, when Locus Of Control Externally, the high conformity in SMA featured DwiWarna Medan. Another result is internal Locus Of Control (ME = 17.706, MH = 27), whereas the external Locus Of Control (ME = 21.260, MH = 27). Conformity in this study were moderate (ME = 19.1379, MH = 18).Keyword: Comformity, Locus Of Control
Hubungan antara Penyesuaian Diri dalam Kelompok Kerja dengan Semangat Kerja Karyawan di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Kota Medan Siti Maryam Saragih; Nini Sri Wahyuni
Jurnal Diversita Vol 5, No 2 (2019): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v5i2.2863

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara penyesuaian diri dalam kelompok kerja dengan semangat kerja dan yang menjadi subjek penelitian adalah karyawan di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Kota Medan yang berjumlah 58 orang. Dari analisis data yang menggunakan rumus korelasi product moment, antara lain adalah sebagai berikut: 1). Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara penyesuaian diri dengan semangat kerja. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi rxy =  0,472 ; p < 0,010. Artinya semakin baik penyesuaian diri, maka semakin tinggi semangat kerja. Sebaliknya semakin buruk penyesuaian diri, maka semakin rendah semangat kerja. Dengan demikian maka hipotesis yang telah diajukan dalam penelitian ini, dinyatakan diterima. 2). Penyesuaian diri mempengaruhi semangat kerja sebesar 22,3%. Berdasarkan hasil ini, maka masih terdapat 77,7% pengaruh dari faktor lain terhadap semangat kerja dimana faktor-faktor lain tersebut tidak dilihat dalam penelitian ini. Hasil lainnya diketahui bahwa, penyesuaian diri para pegawai dinyatakan baik, sebab nilai rata-rata empirik (159,034) > nilai rata-rata hipotetik (132,5), selisihnya melebihi SD (19,879). Kemudian semangat kerja mereka dinyatakan tinggi, sebab nilai rata-rata empirik (125,500) > nilai rata-rata hipotetik (102,5), selisihnya melebihi SD (16,958).
PERSEPSI PERNIKAHAN BAGI DEWASA DINI DARI KELUARGA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) winida marpaung
Jurnal Diversita Vol 2, No 2 (2016): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v2i2.514

Abstract

Domestic violence give effect to early adulthood about marriage. This study used a qualitative approach with in-depth interviews and observation. Respondents amounted to three people, with criteria premature adults who come from families that experienced domestic violence. The results showed that every subject perceives marriage in different ways according to the parents' marriage experience. Overview subject first wanted to marry and intend to do the same thing as her parents, the second subject consider that as the wife of the fair to receive treatment coarse husband, and a third subject assumes that he will do differently from perikahan parents and he wanted to know the couple before marriage so there is no domestic violence.
PERBEDAAN PERILAKU PROSOSIAL REMAJA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DI KELURAHAN TANJUNG REJO MEDAN SUNGGAL Istiana Istiana
Jurnal Diversita Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Diversita Juni 2018
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v4i1.1592

Abstract

Perilaku prososial dapat diartikan juga sebagai segala tindakan apapun yang menguntungkan orang lain. Perilaku prososial ini meliputi altruisme, saling membantu, saling menghibur, persahabatan, pertolongan, penyelamatan, pengorbanan, kemurahan hati, saling membagi dan menanggapi orang lain dengan simpati dan wujud kerjasama. Alasan yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan adalah bahwa secara jenis kelamin perempuan dan laki- laki mungkin mempunyai perbedaan dalam hal perilaku prososial.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel penelitian adalah remaja laki-laki dan perempuan yang tinggal atau bermukim di Kelurahan Tanjung Rejo Medan Sunggal sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 remaja laki-laki dan 30 remaja perempuan yang berusia 14-21 tahun. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling.. Uji validitas yang digunakan adalah validitas isi. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan SPSS 19.00 for windows yang dimana diperoleh koefisien reliabilitas perilaku prososial sebesar 0,866. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis independent sample t- test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki lebih tinggi perilaku prososialnya dibandingkan dengan perempuan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan faktor fisik dan faktor psikologi seperti perbedaan afektif, perbedaan kognitif, faktor pola asuh, serta umur. Dimana nilai mean yang didapatkan adalah laki-laki 79,00 dan perempuan 70,17.