JURNAL DIVERSITA
Journal Diversita is an open access, interdisciplinary journal for the rapid publication of original articles and reviews that focus on basic research in all areas of Biomarkers. The journal is broad scoped and considers topics from all related subjects of perception, cognition, attention, emotion, intelligence, phenomenology, motivation, brain functioning, psychological resilience, family resilience, natural sciences, medicine, humanities,mental disorders, psychophysics, psychiatry, applied psychology, parapsychology, physiological psychologists, Neuroscience, Molecular neuroscience, Cellular neuroscience, neuronal migration, circadian rhythms, Cognitive neuroscience, Systems neuroscience, Neurology, psychiatry, neurosurgery, psychosurgery, anesthesiology, neuropathology, neuroradiology, ophthalmology, otolaryngology, clinical neurophysiology, addiction medicine.
Articles
376 Documents
Profile Students' Thinking Style From Perspective Gender In Learning Activity
Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Diversita Vol 7, No 2 (2021): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v7i2.5977
This article aims to describe the results of data analysis on students' thinking styles which were analyzed for differences in terms of gender differences between men and women.This thinking style is viewed from a complete indicator as the main tool in identifying the state of students' thinking styles including legislative, executive and judicial, monarchy, hierarchical, oligarchic and anarchic, global and local, internal and external, liberal and conservative. This research method is a comparative description model to see the differences in students' thinking styles which are distinguished in the study of age differences and gender differences.The respondents of this study were 610 students spread over high school in the city of Medan in 2020. The results of this study can be used for the benefit of the development of educational psychology in the process of developing the quality of learning in schools, both in the development of the cognitive, affective and psychomotor domains.
Pengaruh Bimbingan Kelompok dan Harga Diri terhadap Kepercayaan Diri Siswa Kelas X SMAN 5 Takengon Aceh Tengah
Afrina Sarwan
Jurnal Diversita Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Diversita Juni 2018
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v4i1.1603
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepercayaan diri siswa yang mengikuti layanan bimbingan kelompok (BKp) melalui teknik latihan asertif dan teknik diskusi, perbedaan kepercayaan diri siswa yang memiliki harga diri tinggi dan yang memiliki harga diri rendah, serta interaksi bimbingan kelompok dan harga diri dalam mempengaruhi kepercayaan diri siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain factorial 2x2. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 5 Takengon sebanyak 58 orang yang terdiri dari dua kelas, 30 orang siswa menjadi kelompok eksperimen diberikan BKp melalui latihan asertif, dan 28 orang sebagai kelompok kontroldiberikan BKp dengan tehnik diskusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner kepercayaan diri dan harga diri. Data dianalisis menggunakan ANAVA yang menunjukkan hasil bahwa, pertama terdapat perbedaan kepercayaan diri siswa yang diberikan layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik latihan asertif dan diskusi. kedua, terdapat perbedaan kepercayaan diri siswa yang memiliki harga diri tinggi dan harga diri rendah. Dan ketiga, terdapat interaksi antara bimbingan kelompok dan harga diri dalam mempengaruhi kepercayaan diri siswa.
Pengaruh Occupational Self-Efficacy, Learning Goal Orientation Dan Grit Terhadap Pembelajaran Informal Karyawan
I Putu Danny Hadi Kusuma;
Debora Eflina Purba
Jurnal Diversita Vol 7, No 2 (2021): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v7i2.4622
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh occupational self-efficacy, learning goal orientation, dan grit terhadap pembelajaran informal karyawan pada organisasi sektor publik. Partisipan penelitian ini adalah 243 karyawan organisasi sektor publik yang ada di Jakarta, Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan alat ukur pembelajaran informal, occupational self-efficacy, learning goal orientation dan grit serta dianalisis dengan menggunakan alat analisis SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel occupational self-efficacy tidak signifikan berpengaruh pada pembelajaran informal di tempat kerja. Data juga menunjukkan bahwa learning goal orientation memengaruhi pembelajaran informal secara positif dan signifikan setelah mengontrol pengaruh dari variabel occupational self-efficacy. Terakhir, grit berpengaruh secara positif dan signifikan pada pembelajaran informal setelah mengontrol pengaruh dari variabel occupational self-efficacy dan learning goal orientation. Salah satu implikasi praktis yang merupakan hasil penelitian ini adalah bahwa organisasi dapat menetapkan tujuan yang menantang kepada karyawan untuk menumbuhkan motivasi instrinsik yang mereka miliki terutama untuk melakukan pembelajaran informal di tempat kerja.
HUBUNGAN EMPATI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA RELAWAN KSR PMI KOTA MEDAN
Istiana Istiana
Jurnal Diversita Vol 2, No 2 (2016): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v2i2.508
This study aims to determine the relationship of empathy and prosocial behavior in KSR PMI volunteers Medan. Subjects in this study were volunteers KSR PMI Medan which numbered 60 people. Aspects that are used as a measuring tool prosocial behavior, use the opinion of Baron and Bryne, namely Helping a Stanger Distress, deterring a wrongdoer and Resist. Aspects that are used as a measure of empathy, using the Davis opinion, namely Perspective taking, Emphatic Concern, Personal Distress, and Fantasy. Measuring instrument used is a Guttman scale consists of 36 items prosocial behavior (α = 0.936) and a Likert scale consists of 42 items empathy (α = 0.932). Data analysis using techniques r Product Moment. Based on data analysis, found that the hypothesis proposed in this study received, that there is a relationship between empathy and prosocial behavior in KSR PMI volunteers Medan. This is evidenced by the value or coefficient of correlation (???????????? = 0.328, p> 0.05), as well as empathy influence prosocial behavior in KSR PMI volunteers in Medan by 10.8%, further views from the calculation of hypothetical mean and the empirical mean and standard deviation is known that the level of prosocial behavior and empathy in KSR PMI volunteers Medan is high seen by the average empirical value is higher than the average value of the hypothetical empathy and prosocial behavior.
Hubungan Pengetahuan, Usia dan Jenis Kelamin Terhadap Penggunaan NAPZA Pada Remaja Provinsi Sumatera Utara (Analisis Data Sekunder SRPJMN Tahun 2017)
Milnah Chairunnisa;
Miskah Afriani;
Muhammad Ancha Sitorus
Jurnal Diversita Vol 5, No 2 (2019): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v5i2.2234
Survei RPJMN KKBPK dilaksanakan Serentak di Provinsi Sumatera Utara dengan 33 Kabupaten/Kota dengan Jumlah Locus 78 Klaster yang terpilih dengan mempertimbangkan Weighting dan Kuintil Kekayaan. Berdasarkan hasil penelitian dari penelitian Puslitkes Universitas Indonesia (UI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2016 diperoleh bahwa sekitar 27,32% pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan, Usia, dan Jenis Kelamin terhadap penggunaan NAPZA pada Remaja di Provinsi Sumatera Utara, adapun faktor dalam penelitian ini adalah pengetahuan, usia dan jenis kelamin. Sampel dalam penelitian ini melibatkan 1.243 Remaja dari 33 Kota/Kabupaten Di Provinsi Sumatera Utara. Remaja pada penelitian ini ber usia 15-24 tahun yang belum menikah pada rumah tangga terpilih. Pemilihan rumah tangga dipilih dengan teknik systematic random sampling dimana kerangka sampelnya didata dengan menggunakan update data real pada saat survey. Hasil dari penelitian menunjukkan hubungan Usia dengan penggunaan NAPZA. Remaja Akhir 18-21 Tahun yang paling bayak menggunakan NAPZA dengan presentase 5,9% (45 Orang). Hubungan jenis kelamin dengan Pengguna NAPZA, laki-laki yang pernah menggunakan NAPZA sebanyak 3,1% (38 Orang), Perempuan sebanyak 2,8% (35 Orang). Pengetahuan baik penggunaa NAPZA sebanyak 11,8% (146 Orang) dan pengetahuan kurang baik sebanyak 69,6% (865 Orang).
Hubungan Intimate Friendship dengan Self-Disclosure pada Mahasiswa Psikologi Pengguna Media Sosial Facebook
Fiona Almira Pohan;
Hairul Anwar Dalimunthe
Jurnal Diversita Vol 3, No 2 (2017): Diversita Desember
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v3i2.1256
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji dan mendapatkan data secara empiris mengenai hubungan intimate friendship dengan self disclosure pada mahasiswa pengguna media sosial Facebook di Fakultas Psikologi Universitas Medan Area angkatan tahun 2013. Sejalan dengan landasan teori, maka diajukan hipotesa yang berbunyi ada hubungan negatif antara intimate friendship dengan self disclosure. Dimana semakin tinggi intimate friendship mahasiswa, maka semakin rendah self disclosure. Penelitan ini melibatkan 87 Mahasiswa/i fakultas psikologi angkatan tahun 2013 di Universitas Medan Area sebagai subjek penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen skala likert untuk skala intimate friendship dan skala self disclosure. Skala intimate friendship disusun berdasarkan dimensi-dimensi menurut Sharabany (2008) yaitu: kejujuran dan spontanitas , kepekaan dan pengertian, kelekatan, eksklusifitas, memberi dan berbagi, penerimaan dan pengorbanan, kegiatan yang sama, kepercayaan dan kesetiaan. Skala self disclosure disusun berdasarkan dimensi-dimensi menurut (Devito, 1986) yaitu: amount/ kuantitas, valensi, ketepatan dan kejujuran, intensi, dan intimacy. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil terdapat hubungan negatif antara intimate friendship dengan self disclosure. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi, dimana rxy = - 0.372 ; p = 0.000 < 0.05. Nilai koefisien determinasi (R square) penelitian dengan nilai sebesar 0.138. Dapat diartikan bahwa variabel intimate friendship mempengaruhi self disclosure sebesar 13.8%. Dari hasil perhitungan mean hipotetik dan mean empirik diperoleh intimate friendship rendah dan self disclosure tinggi.
SELF DETERMINATION PADA RELAWAN PEMBERDAYAAN PEMUDA
Siti Habibah Rhadiatullah;
Rahma Fauzia Sinulingga
Jurnal Diversita Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v2i1.501
Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran self determination pada relawan pemberdayaan pemuda secara umum dan spesifik berdasarkan setiap aspek self determination. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kuantitatif deskriptif dengan data kualitatif yang memberi gambaran faktor self determination dan faktor yang mendorong menjadi relawan. Subjek penelitian ini berjumlah 350 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala hasil adaptasi The Basic Need Satisfaction at Work Scale oleh Deci dan Ryan (2000) yang disusun berdasarkan aspek-aspek self determination dan pertanyaan terbuka yang disusun berdasarkan faktor self determination (Alkaf, 2015) dan faktor yang mendorong untuk menjadi relawan (Yusuf, 2013). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) relawan pemberdayaan pemuda yang menjadi responden penelitian sebagian besar memiliki self determination yang tergolong tinggi (2) setiap aspek self determination, yaitu autonomy, competence, dan relatedness dominan berada pada kategori tinggi dan relatif seimbang (3) berdasarkan hasil analisa tematik mengenai proses awal memutuskan untuk menjadi relawan pemberdayaan pemuda, sebagian besar subjek penelitian dengan self determination tergolong tinggi menjawab didasari rasa kemanusiaan sedangkan subjek dengan self determination tergolong rendah adalah karena teman (4) berdasarkan hasil analisa tematik mengenai hal yang paling mempengaruhi memilih menjadi relawan pemberdayaan pemuda, sebagian besar subjek penelitian dengan self determination tergolong tinggi menjawab didasari rasa kemanusiaan sedangkan subjek dengan self determination tergolong rendah adalah karena minat (5) terdapat persamaan pada subjek penelitian dengan self determination tergolong tinggi dan rendah berdasarkan hasil analisa tematik mengenai pihak yang mendukung menjadi relawan pemberdayaan pemuda yaitu keluarga dan temanKata Kunci : Self determination, relawan pemberdayaan pemuda, The Basic Need Satisfaction at Work Scale, autonomy, competence, relatedness
Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja Guru Di Sekolah Singosari Delitua
Muhammad Fadli Nugraha
Jurnal Diversita Vol 5, No 1 (2019): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v5i1.2402
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran iklim organisasi dan kepuasan kerja guru sekolah Singosari Delitua. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan model deskriptif. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dimana seluruh populasi akan menjadi sampel penelitian dan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 90 guru. Instrumen penelitian menggunakan dua skala yaitu skala iklim organisasi yang terdiri dari struktur, tanggung jawab, penghargaan, resiko, kehangatan, dukungan, standar kinerja, konflik. Adapun kepuasan kerja terdiri dari ciri pekerjaan gaji, penyelia, rekan kerja, kondisi kerja. Hasil penelitian menunjukan dari 90 guru, lebih dari 50% menyatakan iklim organisasi rendah dan lebih dari 25% menyatakan sedang sehingga yang menyatakan tinggi masih dibawah 10%. Sedangkan untuk indikator kepuasan kerja, lebih dari 50% menyatakan rendah dan 25% menyatakan sedang sehingga yang menyatakan tinggi masih dibawah 10%. Artinya iklim organisasi di sekolah tersebut belum baik dilihat dari semua aspek dan kepuasan kerja guru masih rendah dilihat dari semua aspek.
Stres Akademik antara Siswa Pribumi dan Non Pribumi di Sekolah Multikultural
erlyani fachrosi;
sri supriyantini
Jurnal Diversita Vol 3, No 1 (2017): Diversita Juni
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v3i1.1174
Penelitian komparatif ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stres akademik antara kelompok siswa minoritas (siswa pribumi) dan mayoritas (siswa non pribumi) di SMP salah satu sekolah pembauran di kota Medan. Sampel sebanyak 140 siswa pengambilan sampel dengan cara Sampel Acak Secara Tak Proporsional (Disproportionate Stratified Random Sampling). Alat ukur stres akademik disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan teori penggolongan stres akademik (Oon, 2007). Validitas isi berdasarkan professional judgement dan reliabilitas sebesar 0.859. Data diuji dengan menggunakan Independent t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.147 (p > 0.05). Hasil analisa data menunjukkan tidak ada perbedaan stres akademik yang signifikan antara kelompok minoritas dan mayoritas.Implikasi dari hasil penelitian ini berguna sebagai masukan untuk pihak sekolah sehingga menyadari kondisi stres akademik siswanya. Selain itu pihak sekolah dapat memanfaatkan kondisi stres baik untuk pencapaian akademik yang baik. Bagi siswa diharapkan lebih sadar terhadap tingkat stres mereka
HARDINESS PADA SINGLE MOTHER
Nenny Yuyu Dana Sirait;
Irna Minauli
Jurnal Diversita Vol 1, No 2 (2015): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v1i2.492
This study aimed to determine the hardiness on a Single Mother. This study used qualitative research. The method of collecting data using in-depth interviews. Respondents in this research were two Single Mothers. The results showed that a respondent I became a single mother for the death and respondent II for divorce. Aspect Control which is owned by a single mother in the respondents I tried to solve the financial problems intelligently and to belief in God, the respondent II resolve everything concerning the future of herself and the children. Commitment of the respondents have in common is: trying to forget her husband and live a life of its own and think about the future of children. Challenge owned by the two respondent there are any differences, namely: the respondents I assume that the challenges of living makes it learned that he is strong while the second respondent considers the challenges of life as life lessons. Factors that developing hardiness in both the respondents, namely: support for families and children, social skills in a social environment, the process of learning to life experinces, and their strong characters.Keyword :hardiness, single mother