cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2025)" : 35 Documents clear
Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa Joyo Makmur Menggunakan Metode SWOT Yusuf, Ahmad; Budi Setiawan; Fitria Dina Riana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

BUMDes Joyo Makmur Desa Malo mengelola unit usaha seperti jasa pengangkutan sampah, penyewaan toko UMKM, dan potensi wisata edukasi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan BUMDes. Penelitian ini dilakukan dalam ruang lingkup Badan Usaha Milik Desa Joyo Makmur yang bertempat di Desa Malo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro dalam rentang waktu bulan Oktober-Desember 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota dan karyawan BUMDes Joyo Makmur. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 187 orang yang terdiri dari 175 anggota BUMDes dan 12 pengurus BUMDes. Penelitian ini menggunakan jumlah populasi pengurus atau karyawan BUMDes yaitu 9 orang untuk responden dan 3 orang untuk responden manajer/pimpinan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pencarian data di internet, observasi dan wawancara mendalam. Untuk mengetahui kinerja BUM Desa Joyo Makmur, data yang telah didapat kemudian dilakukan analisis menggunakan SWOT. Strategi Pengembangan Bumdes Joyo Makmur menurut hasil analisis SWOT adalah dengan meningkatkan penjualan dengan menambah pasokan barang yang lebih lengkap, menjalin kerjasama dengan mitra bisnis, meningkatkan pelayanan kepada anggota sesuai dengan kebutuhanya, dan melengkapi sarana dan prasarana.
Pengaruh Sikap, Motivasi Dan Gaya Hidup Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Minat Beli Sebagai Variabel Mediasi (Studi Kasus Pada “Teh Kota” Di Kabupaten Bojonegoro) Nurhayati, Yetti Kartika; Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas; Riyanti Isaskar
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Saat ini kuliner menjadi bidang usaha yang banyak diminati, karena pada dasarnya makan dan minum merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Salah satu usaha yang banyak diminati di kota Bojonegoro adalah es teh. Kreativitas para pelaku usaha dalam menghasilkan varian rasa dan kemasan yang menarik menggugah minat konsumen untuk membeli. Munculnya usaha-usaha baru dengan produk yang sama seperti, Teh Desa, Teh Point, Teh Kota Nusantara, Teh Bestie, Teh Malika, Teh Teras Kota, Teh cap Gajah di Bojonegoro membuat persaingan diantara pebisnis harus terus melakukan inovasi agar dapat bersaing dipasaran. Untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan volume penjualan salah satu usaha yang harus dilakukan oleh penjual adalah dengan memahami perilaku pembelian masyarakat (dilihat dari sikap, motivasi dan gaya hidup konsumen) yang mempengaruhi keputusan pembelian, maka perusahaan harus mengadakan perbaikan dan peningkatan dibidang pemasaran yang berorientasi pada konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen produk “Teh Kota” di  Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah sampel 82 responden. Analisis penelitian ini menggunakan SEM-PLS. Dari hasil analisis penelitian ini dapat diketahui bahwa variabel sikap, gaya hidup dan minat konsumen berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sedangkan pada variabel motivasi konsumen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. Untuk variabel sikap, motivasi dan gaya hidup konsumen berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Selanjutnya pada variabel sikap dan motivasi tidak berhasil dimediasi oleh minat konsumen terhadap keputusan pembelian. Namun minat konsumen berhasil memediasi gaya hidup konsumen terhadap keputusan pembelian.
Analisis Pengambilan Keputusan Petani Dalam Pembelian Varietas Benih Padi Inpari 32 (Kasus Di Desa Sedeng Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro) Romadhoni, Lia Fadlilati; Syafrial; Fitria Dina Riana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik petani, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan pembelian petani dalam memilih benih Padi varietas Inpari 32 di Desa Sedeng Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian benih padi varietas Inpari 32 dengan menganalisis 9 variabel yang berpotensi menjadi penyumbang pengambilan keputusan, antara lain : Usia, Pendidikan, Luas Lahan, Pengalaman Berusahatani, luas lahan, Pengaruh pihak lain, Aktivitas kelompok tani, Status kepemilikan lahan, Persepsi dan Ketahanan benih. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan analisis data deskriptif dan Regresi Logistik. Pemilihan sampel menggunakan Proportionate Cluster random sampling dengan jumlah seluruh sampel adalah 71 responden, 42 responden yang menggunakan benih padi Inpari 32 dan 29 menggunakan benih non Inpari 32. Dari sembilan faktor yang di analisis, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian benih padi varietas Inpari 32 yaitu pengaruh pihak lain dengan nilai signifikansi 0,006, aktivitas kelompok tani dengan nilai 0,038 dan ketahanan benih terhadap hama dan penyakit dengan nilai signifikansi 0,008. Sedangkan enam faktor yang lain tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian benih padi Varietas Inpari 32. Kesimpulannya, strategi pemasaran dan promosi benih padi Inpari 32 harus memperhatikan pentingnya membangun informasi yang positif terhadap benih tersebut serta peningkatan kolaborasi dengan kelompok tani juga perlu ditingkatkan sebagai sarana untuk meningkatkan akses informasi dan dukungan bagi petani dalam pemilihan benih.
Persepsi Petani Padi Terhadap Dampak Perubahan Iklim Dan Potensi Strategi Adaptasi: Studi Kasus Di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban Mustikaningrum, Dhina
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Perubahan iklim diyakini telah berdampak terhadap aspek lingkungan, sosial dan ekonomi warga masyarakat, khsusunya petani. Meski pertanian diandalkan dalam konteks ketahanan pangan nasional, namun perubahan iklim mengancam keberlanjutan produksi pangan, khususnya padi. Oleh karen itu diperlukan strategi adaptasi yang spesifik lokal dan diterima oleh petani untuk kemudian diterapkan dalam praktik budidaya padi. Penggalian persepsi petani menjadi langkah awal memahami pola pikir petani terhadap perubahan iklim. Penelitian ini mengkaji persepsi petani terkait dampak perubahan iklim dan bagaimana strategi adaptasi yang telah diterapkan. Penelitian menggunakan metode survei terhadap 80 petani di sentra padi Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Hasil penelitian menemukan bahwa petani di wilayah tersebut menyadari adanya peningkatan suhu yang mempengaruhi pola budidaya tanaman padi. Sebanyak 60% dari mereka menjadikan berkurangnya penutupan lahan sebagai penyebab kenaikan suhu. Petani juga meyakini adanya perubahan pola curah hujan yang tidak jelas apakah curah hujan semakin tinggi atau semamin rendah sebagai “faktor alam” sehingga sulit diprediksi. Strategi adaptasi telah dilakukan sebagian besar petani, khususnya dalam aspek pengelolaan irigasi, penyesuaian benih dan pergeseran awal masa tanam. Kapasitas petani dalam menerapkan adaptasi perubahan iklim sangat dipengaruhi oleh kesuburan tanah dan akses petani terhadap kredit, tingkat pendidikan dan akses terhadap penyuluhan.
Analisis Efisiensi Pemasaran Mangga Podang (Studi di Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri) Utari, Mukti Novita; Mulyadi, Fadli; Inggrida, Jedda Ayu
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Salah satu desa di Kecamatan Banyakan yang menjadi sentra produksi mangga podang terbesar di Kabupaten Kediri adalah Desa Tiron. Hal ini karena tingginya jumlah produksi mangga podang di Desa Tiron. Namun, tingginya jumlah produksi tidak memberikan pendapatan yang sebanding untuk petani. Ini disebabkan oleh beberapa permasalahan dalam pemasaran mangga podang meliputi seringnya terjadi fluktuasi harga, saluran pemasaran yang panjang, ketergantungan terhadap pengepul, dan daya tawar petani yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan saluran pemasaran dan menganalisis efisiensi pemasaran mangga podang di Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Efisiensi pemasaran dianalisis dengan dua pendekatan yaitu efisiensi operasional (margin pemasaran dan farmer’s share) dan efisiensi harga (integrasi pasar vertikal). Integrasi pasar vertikal dianalisis dengan bantuan software SPSS menggunakan metode regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran mangga podang di Desa Tiron terbagi menjadi tiga saluran pemasaran yakni saluran tingkat 1 (langsung disalurkan ke pedagang pengecer), saluran tingkat 2 (melibatkan pedagang besar dan pedagang pengecer), dan saluran tingkat 3 (melibatkan pengepul, pedagang besar, dan pedagang pengecer). Dari ketiga saluran, hanya saluran tingkat 1 yang tergolong efisien secara efisiensi operasional (margin pemasaran dan farmer’s share) maupun efisiensi harga (integrasi pasar vertikal). Kedua saluran lainnya yakni saluran tingkat 2 dan tingkat 3 tidak efisien dalam ketiga analisis.
Pertanian Sebagai Sektor Basis Di Jawa: Pendekatan Location Quotient Dan Shift Share Qatrunnada, Salsabil Rifqi; Rumayya, Rumayya
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Sebagai negara yang menyandang julukan “negara agraris”, Indonesia menjadikan pertanian sebagai salah satu sektor penting dalam menunjang pembangunan perekonomian. Selain itu, sektor pertanian juga masih menjadi tulang punggung sebagian besar masyarakat. Letak geografis Pulau Jawa yang sebagian besar dikelilingi oleh pegunungan membuat beberapa kabupaten/kota menjadikan sektor pertanian sebagai sektor andalan untuk menunjang pembangunan di wilayahnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kabupaten/kota di Pulau Jawa yang menjadikan sektor pertaniannya sebagai sektor basis baik pada saat ini maupun pada masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan kabupaten/kota di provinsi se-Pulau Jawa sebagai objek kajian. Untuk menjawab tujuan penelitian, metode Location Quotient dan Shift Share digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini.
Analisis Efisiensi Pemasaran Kepiting Bakau Pada Perbedaan Musim Di Kecamatan Muara Gembong  Kabupaten Bekasi Nabilla, Nur Afra; Yanti Nuraeni Muflikh
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Perubahan  musim memengaruhi pemasaran kepiting di Kecamatan Muara Gembong jika tak diiringi dengan bertambahnya fungsi pemasaran. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi sistem pemasaran dan menganalisis efisiensi pemasaran kepiting bakau pada musim kemarau dan musim hujan di Kecamatan Muara Gembong. Penentuan sampel untuk populasi nelayan menggunakan metode purposive sampling. Selanjutnya dilakukan metode snowball sampling untuk menentukan  lembaga pemasaran. Total responden berjumlah 34 responden dari 28 nelayan, tiga penjual bakulan, dan tiga penjual pedagang pengumpul besar. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan pemasaran kepiting bakau di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi terdapat dua pola saluran pemasaran. Saluran pemasaran I terdiri dari nelayan, pengumpul kecil, dan pengumpul besar, sedangkan saluran pemasaran II terdiri dari nelayan dan pengumpul besar.  Berdasarkan nilai marjin pemasaran, farmer share, rasio keuntungan dan biaya yang memiliki nilai terbesar yaitu pada saluran pemasaran II menunjukan lebih eifisein. Namun berdasarkan volume yang memiliki volume terbesar yaitu saluran pemasaran I yang menunjukan lebih efisien dari sisi volume
Implementation Of The Community Empowerment Model For Village Owned Enterprises (Bumdes) Batokan Kasiman Bojonegoro Agustin, Imma Widyawati; Nur Shochibul Asror; Dimas Wisnu Adrianto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

A key strategy for addressing the issues of poverty and limited access to social and economic resources is community empowerment. Village-Owned Enterprises is one approach that can be utilized to improve community groups (BUMDes). Subjective approaches are used in the research to collect data through meetings, perceptions, and examination of relevant reports. Institutional analysis, Venn diagram, SWOT analysis, and project analysis are the analyses that are employed. The study's findings demonstrate that enhancing community welfare has resulted from the application of the BUMDes model for community group strengthening in Batokan Sejahtera Village. In addition, BUMDes offers community training and support in the areas of product marketing, financial management, and business management. Nevertheless, there are still a number of obstacles in the way of using BUMDes to implement the community empowerment paradigm. These difficulties include a lack of availability to financing for businesses, a small market for the goods produced, and a lack of awareness among the general public of the significance of BUMDes for economic empowerment. Local governments must help BUMDes become more sustainable and successful by creating market access, offering business funding, and offering mentoring and training. In addition, BUMDes and associated stakeholders including farmer associations, for-profit businesses, and other business actors must work together.
Analisis Daya Saing Ekspor Udang Beku Indonesia Dengan Thailand Dan Vietnam Ke Negara Tujuan Utama Jepang Azzahra, Atika Maulida; Marwanti, Sri; Ulfa, Amalia Nadifta
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Perdagangan udang beku global menjadi semakin kompetitif, dengan produsen besar seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar ekspor udang terbesar seperti Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai daya saing ekspor udang beku Indonesia di pasar Jepang dibandingkan pesaingnya di Asia Tenggara, Thailand dan Vietnam. Penelitian ini menggunakan data sekunder, khususnya data ekspor tahun 2002 hingga 2022, dengan penekanan pada keseluruhan data udang beku yang diklasifikasikan dengan 6 digit kode HS internasional HS030613, HS030616, dan HS030613. Dalam penelitian ini, alat analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) digunakan untuk menilai daya saing komparatif, sedangkan alat analisis Export Product Dynamic (EPD) digunakan untuk menilai daya saing kompetitif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata ekspor RCA udang beku Indonesia (5,38), Thailand (3,35), dan Vietnam (14,79) berarti ketiga negara tersebut memiliki daya saing komparatif di pasar Jepang. Berdasarkan analisis EPD, daya saing udang beku Indonesia, Thailand, dan Vietnam mengalami fluktuasi yang menunjukkan bahwa posisi persaingan ekspor udang beku ketiga negara tersebut ke Jepang tidak stabil. Indonesia dan Vietnam menunjukkan kapasitas untuk memulihkan dan meningkatkan posisi mereka di pasar Jepang, sementara Thailand perlu mengatasi tantangan untuk meningkatkan daya saingnya.
Penentuan Lokasi Sentra  Sebagai Pengembangan Potensi  Industri Tahu Di Desa Kuncen Hadi, Imam; Abdul Wahid Hasyim; Fauzul Rizal. S
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Desa kuncen Kecamatan Padangan yang penduduknya dominan sebagai penjual tahu, tercatat sampai tahun 2023 Desa Kuncen memiliki sebanyak 13 industri tahu yang beroperasi. Namun saat ini kondisi industri tahu yang dikelola dalam skala industri kecil masih tersebar dan belum mengalami perkembangan dikarenakan belum adanya lokasi sentra industri tahu yang sesuai dan tepat untuk mendukung kegiatan pengolahan tahu di Desa Kuncen. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi pengembangan industri tahu dengan menentukan lokasi sentra industri tahu desa Kuncen. Peneliti menggunakan beberapa literatur untuk menentukan variabel yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi sentra industri tahu, didapati 7 variabel yang berpengaruh dari tenaga kerja, kapasitas produksi, nilai produksi, bahan baku, sarana prasarana, aksesbilitas dan pasar. Kemudian dari hasil kriteria tersebut dibobotkan dengan ANP (Analytical Network Process) untuk mengetahui prioritas kriteria. Analisis yang terakhir dilakukan adalah dengan metode factor rating untuk pemilihan lokasi berdasarkan scoring. Dari analisis yang telah dilakukan, didapatkan hasil akhir berupa lokasi yang sesuai untuk sentra industri tahu, Lokasi tersebut terletak pada Klaster B dengan skor kumulatif 2,89.

Page 2 of 4 | Total Record : 35