JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Articles
904 Documents
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani Penggarap Kubis dalam Melakukan Bagi Hasil di Kecamatan Naman Teran
Edwina Sari Br Ginting;
Harianto Harianto;
Wiwiek Rindayati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.133 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.15
Sistem bagi hasil merupakan bentuk usaha yang paling sederhana dan merupakan hasil warisan dari sistem foedaal. Sistem bagi hasil ini telah menjadi budaya yang sangat sulit untuk dihilangkan dari kehidupan masyarakat pedesaan (Scheltema 1985). Bagi hasil pada usahatani kubis di Kabupaten Karo tidak terlepas dari adanya simbiosis mutualisme antara pemilik lahan dan petani penggarap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sistem bagi hasil yang digunakan oleh petani. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani penggarap kubis dengan menggunakan analsis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola bagi hasil yang diterapkan petani penggarap kubis di Kecamatan Naman Teran yaitu sistem bagi hasil pola bagu dua. Keputusan petani penggarap dalam melakukan bagi hasil secara signifikan dipengaruhi oleh jumlah tanggungan petani, luas lahan dan pendapatan usahatani kubis.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Komoditas Gambir
Nur Sindy Oktavia;
Darwanto Darwanto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.648 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.20
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi berupa luas lahan, tenaga kerja, harga gambir, penggunaan pupuk, umur tanaman, pengalaman petani dan penggunaan pestisida terhadap jumlah produksi gambir. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2019 di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk dan penggunaan pestisida dapat meningkatkan jumlah produksi gambir secara positif dan signifikan. Variabel harga gambir, umur tanaman gambir dan pengalaman petani memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap jumlah produksi gambir.
Karakteristik Wirausaha Petani Sukses (Studi Biografi pada Pemilik Agrowisata Kebun Edukasi Eptilu)
Dianisa Aska Nadhira;
Ganjar Kurnia
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.11
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan karakteristik wirausaha dan proses pembentukannya. Karakteristik wirausaha yang mampu memecahkan masalah dan memberikan nilai ekonomis bagi dirinya dan lingkungan sekitar perlu dipelajari di sektor pertanian untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Rizal Fahreza sebagai perintis dan pemilik agrowisata yang sukses menjadi objek yang tepat untuk mempelajari karakteristik wirausaha sukses serta proses pembentukan karakteristik tersebut sejak usia dini sampai saat ini. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan studi biografi dengan melihat pengalaman masa lalu Rizal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rizal Fahreza, sebagai pemilik memiliki karakteristik kewirausahaan yang kreatif dan inovatif, proaktif, motivasi prestasi, self efficacy, locus of control, dan berani mengambil risiko. Motivasi prestasi merupakan karakteristik yang dominan berdasarkan jumlah kejadian yang mencirikan karakteristik tersebut 2) Karakteristik wirausaha yang dimiliki oleh Rizal dibentuk berdasarkan teori determinan fisik, yang dibentuk melalui pendidikan orang tua yaitu kreativitas dan inovasi, proaktif, self efficacy, kebutuhan akan prestasi, dan locus of control. Sedangkan pengambilan risiko diperoleh melalui teori proses pembelajaran sosial.
Pengaruh Dimensi Social Media Marketing melalui Instagram terhadap Keputusan Pembelian Sayur Organik di PO Sayur Organik Merbabu (SOM)
Muhammad Mas'udin;
Yuliawati Yuliawati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.463 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.03
Meningkatnya pengguna media sosial di Indonesia menjadi peluang bagi pebisnis untuk memanfaatkan media sosial tersebut sebagai sarana memasarkan produk atau jasa. Fenomena ini dikenal sebagai social media marketing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi social media marketing melalui instagram terhadap keputusan pembelian sayur organik di PO. SOM sebagai salah satu pelaku bisnis di sektor agribisnis. Dimensi social media marketing sebagai variabel bebas terdiri dari 4C yaitu context, communication, collaboration dan connections. Tenik pengambilan sampel yang digunakan accidental sampling dengan jumlah sampel ditetapkan sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dengan teknik penilaian skala Likert 1-5. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda diolah dengan software EViews 8.0. Hasil penelitian menunjukkan dari empat dimensi social media marketing, hanya context dan connections yang berpengaruh positif dan siginfikan terhadap keputusan pembelian sayur organik di PO. SOM
Persepsi Petani Kentang terhadap Pelayanan Kredit Lembaga Keuangan Formal di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung
Aisah, Annida;
Wulandari, Eliana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.20
Kentang merupakan komoditas penting pengganti beras dalam program diversifikasi pangan. Salah satu sentra produksi kentang di Jawa Barat adalah Kecamatan Pangalengan yang terletak di Kabupaten Bandung. Pentingnya permodalan untuk usahatani kentang sehingga beberapa petani perlu mengakses bantuan modal ke lembaga keuangan. Hasil panen yang tidak menentu, modal yang sedikit, dan tingginya harga input menjadi alasan petani mengakses modal ke lembaga keuangan. Dalam mengakses bantuan modal, lembaga keuangan memiliki karakteristik pelayanan kredit yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi petani terhadap karakteristik lembaga keuangan formal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat bantu dalam melakukan wawancara. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, skala likert, dan analisis cross tabulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani responden setuju dengan beberapa keragaan kredit, aturan pengajuan kreditnya, dan aturan pengembalian kreditnya.
Kerentanan Petani Lahan Sempit Pasca Perubahan Agroforestry (Studi Kasus pada Perubahan Usaha Tani Tebu Menjadi Usaha Tani Sengon)
Ambayu Sofya Yuana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.02
Tulisan ini membahas mengenai perubahan usaha tani tebu menjadi sengon yang berdampak pada kerentanan petani lahan sempit. Dampak dirasakan petani lahan sempit akibat dari perbedaan musim panen jangka pendek menjadi panjang. Tujuan penelitian ini menganalisis perubahan aktivitas bertani pasca perubahan usaha tani tebu menjadi sengon. Selain itu, penulis ingin mengetahui strategi bertahan hidup petani lahan sempit setelah terjadi perubahan usaha tani tebu menjadi sengon. Penelitian ini menggunakanteori bertahan hidup James Scott sebagai pisau analisis mengenai proses bertahan hidup selama menunggu panen sengon yang lama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukan perubahan usaha tani tebu menjadi usaha tani sengon berawal dari harga fluktuasi tebu yang membuat petani melirik sengon sebagai usaha tani yang mengguntungkan dibandingkan dengan usaha tani tebu. Perubahan ini berdampak pada petani lahan sempit akibat lahan yang mereka miliki sedit dan mereka harus bisa bertahan hidup dikarenakan perbedaan masa panen sengon lebih panjang dibandingan tebu yang panen setiap tahunya. Petani lahan sempit melakukan tindakan bertahan hidup dengan cara bekerja non pertanian seperti buruh ke kota dan berdangang. Namun jika petani bertahan disektor pertanian maka mereka bisa menjadi buruh tani dan melakukan kegiatan tumpangsari di lahan sempit mereka.
Efektivitas Pembiayaan Agribisnis Mangga (Mangifera indica L.) (Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia Studi Kasus di Desa Gemulung Tonggoh Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon)
Dwirayani, Dina;
Jaeroni, Akhmad
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.10
Mangga selain diminati masyarakat juga sangat berpotensi memberikan peningkatan kesejahteraan kepada petani karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi (Natawidjadja, 2013). Mangga merupakan salah satu komoditas yang memberikan pendapatan daerah terbesar bagi khususnya Kabupaten Cirebon (BPS Cirebon, 2015). Sentra produksi mangga di Cirebon salah satunya terdapat di Desa Gemulung Tonggoh Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon. Penelitian Rasmikayati dkk. (2018) menunjukkan bahwa perilaku agribisnis mangga di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon berada pada level transisi dari pertanian subsisten ke pertanian komersil. Pertanian komersil perlu didukung oleh pembiayaan Yang Tepat. Tercapainya suatu efektivitas pembiayaan dari sebuah lembaga keuangan akan berdampak positif bagi nasabah yaitu bertambahnya kesejahteraan (Peningkatan skala usaha, pendapatan, nilai aset). Program pembiayaan KUR BRI penyalurannya untuk sektor usaha kecil, umkm, sektor pertanian. Akan tetapi di daerah terdapat kesenjangan penyaluran pembiayaan khususnya pada sektor pertanian sehingga dilakukan evaluasi terkait efektivitas penyaluran pembiayaan yang dilakukan pada sektor pertanian. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji efektifitas pembiayaan KUR BRI pada petani mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 aspek yang dikaji yaitu pengajuan skornya 244, pencairan skornya 240, pemanfaatan skornya 155, pengembalian skornya 209 dan dampak pembiayaan skornya 222. Skor memperlihatkan bahwa 4 aspek berada pada kategori efektif dan 1 aspek berada pada kategori cukup efektif. Pada aspek pemanfaatan pihak petugas bank kurang memberikan pembinaan dan pengawasan kepada petani setelah pinjaman diberikan. Menurut petani petugas bank hanya melakukan kunjungan pada saat survey pengajuan pinjaman. Kata Kunci : Efektivitas, Pembiayaan, Petani Mangga
Akses Masyarakat Dusun Leuwiliang Desa Tanjungwangi terhadap Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi Wilayah Kabupaten Bandung
Dena Arti Deandra;
Ahmad 2 Choibar Tridakusumah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.18
Akses merupakan kedayaan pengguna atau masyarakat dalam memperoleh kegunaan dari sesuatu. Akses berdasarkan mekanismenya dibedakan menjadi mekanisme akses berbasis hak dan mekanisme akses struktural-relasional. Dalam penetapan Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK), peraturan yang berlaku melarang segala macam kegiatan-kegiatan pemanfaatan hutan. Namun demikian, ketergantungan masyarakat pada sumber daya hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari memotivasi masyarakat untuk terus mengakses Taman Berburu Masigit Kareumbi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mekanisme akses petani terhadap kawasan TBMK. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dusun memiliki mekanisme akses bersifat struktural dan relasional terhadap TBMK dengan tipe akses berupa teknologi, tenaga kerja, identital sosial, relasi sosial, dan otoritas.
Posisi Pasar Lada Indonesia di Pasar Global
Naufal Nur Mahdi;
Suprehatin Suprehatin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.26
Penurunan ekspor lada Indonesia sebagai akibat adanya permasalahan dari sisi produksi telah menyebabkan berkurangnya pangsa pasarlada Indonesia di pasar dunia dibandingkan negara eksportir utama lada seperti Vietnam, India, China dan Brazil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi permintaan impor lada Indonesia di pasar lada dunia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk time seriesbulanan pada periode 2009-2018 yang bersumber dari UN Comtrade dan ITC. Komoditas lada yang dimaksud dalam penelitian ini adalah lada dengan kode HS 0904 dalam perdagangan internasional. Data dianalisis dengan model AIDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan impor lada putih dunia yang bersumber dari Indonesia memiliki elastisitas harga sendiri yang bersifat elastis atau sensitif terhadap perubahan harga. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa permintaan impor lada Indonesia memiliki elastistas peengeluaran yang positif menandakan bahwa lada Indonesia termasuk barang normal dan elastisitas silang yang negatif yang berarti bahwa komoditas lada Indonesia merupakan merupakan komoditas komplemen bagi negara eksportir utama lada lainnya yaitu India, China, Brazil dan Vietnam di pasar lada dunia.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Gabah di Indonesia
Setiawati, Desy
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.08
Menurut Inpres No. 5 Tahun 2015, kualitas GKG lebih bagus dari GKP dan kualitas GKP lebih bagus dari gabah kualitas rendah. Akan tetapi menurut harga, terdapat kualitas GKP yang lebih mahal dari kualitas GKG, demikian juga ada gabah kualitas rendah yang lebih mahal dari kualitas GKP, walaupun hal ini hanya terjadi di beberapa provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gabah di Indonesia, termasuk faktor-faktor lain di luar kadar air dan kadar hampa/kotor. Sumber data yang digunakan berupa data sekunder bulanan, bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan diambil dari Survei Harga Produsen Gabah bulanan selama tahun 2018. Metode statistik yang digunakan yaitu analisis regresi logistik multinomial  dengan IBM SPSS 22. Temuan penting penelitian ini menunjukan model regresi logistik multinomial terbaik adalah model pada bulan November. Model pada bulan Februari juga cukup baik dalam menggambarkan keragaman kualitas gabah. Faktor-faktor di dalam model sekitar 80 persen mampu menggambarkan keragaman kualitas gabah di Indonesia. Hasil kedua model tersebut dianalisis untuk melihat perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gabah. Hampir seluruh faktor berpengaruh signifikan terhadap kualitas gabah, kecuali ongkos lainnya pada bulan Februari dan varietas gabah pada bulan November.