cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
INOVTEK POLBENG
ISSN : 20886225     EISSN : 25802798     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Inovasi dan Teknologi Politeknik Negeri Bengkalis merupakan jurnal berbasis penelitian ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian, artikel penelitian asli, review dan kajian ilmiah
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
Analisis Pengaruh Variasi Suhu dan Jarak Gap Terhadap Parameter Penggunaan Hot Gas Welding Pada Pembuatan Perahu PVC Anauta Lungiding A.R.; Aurista Miftahatul Ilmah; Nely Handayani Kusuma Hadi; Syahifur rohman
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3204

Abstract

Waduk Klampis berada di Kabupaten Sampang yang berlokasi di Kec. Kedundung. Namun, keberadaan waduk ini belum dapat dioptimalkan dengan baik. Kondisi saat ini belum adanya sarana yang dapat menunjang para wisatawan untuk menikmati keindahan dari Waduk Klampis. Melihat kebutuhan masyarakat akan sarana yang ekonomis dan praktis maka, diperlukan material alternatif. Salah satu material altenatif yang digunakan berupa polyvinyl chloride(PVC) yang memiliki nilai ekonomis serta ringan dan mudah dalam perawatan. Pada proses pembuatan perahu berbahan PVC diperlukan konstruksi yang kuat sehingga, dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi suhu dan jarak gap terhadap hasil las menggunakan hot gas welding. Metode yang diakukan berupa pembuatan sempel dan dilakukan pengujian tarik. Hasil penelitian ini dari suhu yang digunakan (100áµ’C, 140áµ’C, dan 150áµ’C) dan variasi jarak gap (2 mm, 3 mm, dan 4 mm). Sehingga, menghasilkan nilai ultimate strange terbaik dengan jarak gap 2 mm dan suhu 140áµ’C.
ANALISIS KINERJA PROYEK REPARASI DENGAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS DI PT XYZ M. Irfan Kurniadi; Ahmad Yasim; R. Puranggo Ganjar Widityo
INOVTEK POLBENG Vol 14, No 1 (2024): INOVTEK VOL 14 NO 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v14i1.4006

Abstract

Kapal merupakan sarana transportasi yang memiliki peran penting dalam mengangkut barang atau penumpang ke wilayah tertentu. Untuk memastikan kondisi optimal saat berlayar, maka kapal wajib direparasi secara periodik. PT XYZ adalah sebuah perusahaan galangan kapal di Jawa Timur yang banyak melakukan proses repair pada kapal yang telah beroperasi, termasuk pada dua kapal tugboat yang menjadi objek dari penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja proyek perbaikan kedua kapal tersebut dari segi biaya dan waktu menggunakan metode Earn Value Analysis (EVA). Evaluasi dilakukan sebanyak 5 periode pada masing-masing kapal. Pada kapal X1, Cost Performance Index (CPI) sebesar 1,47 menunjukkan pengeluaran biaya lebih rendah dari perkiraan awal, namun, Schedule Performance Index (SPI) sebesar 0,85 menunjukkan keterlambatan dalam penjadwalan dengan pekerjaan 100% diselesaikan pada hari ke-14. Pada kapal X2 (CPI) sebesar 1,15 menunjukkan pengeluaran biaya lebih rendah dari perkiraan awal namun (SPI) sebesar 0,87 menunjukkan keterlambatan dalam penjadwalan dengan pekerjaan 100% diselesaikan pada hari ke-20.Total biaya proyek (ETC) pada kapal X1 adalah Rp99.551.207,25, dengan waktu penyelesaian proyek mengalami keterlambatan menjadi 37 hari dari perkiraan awal. Pada kapal X2, ETC adalah -Rp383.767.834,74, dengan keterlambatan waktu penyelesaian proyek menjadi 23 hari dari perkiraan awal.
Studi Perancangan Drillship Untuk Eksploitasi Minyak di Wilayah Selat Makassar Mohammad Ganesha Husada; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2564

Abstract

Indonesia merupakan negara yang melimpah akan kekayaan alam, salah satunya dibuktikan dengan tersebarnya minyak dan gas bumi. Produksi minyak mentah Indonesia menempati urutan ke-22 terbesar dunia dengan produksi sebesar 707 ribu barel per hari (BPH) per November 2020. Salah satu wilayah dengan cadangan minyak adalah Selat Makassar yang terdapat beberapa lapangan minyak di perairan dalam (offshore). Oleh karena itu potensi tersebut seharusnya dimaksimalkan dengan cara dieksploitasi menggunakan offshore platform seperti drillship. Drillship merupakan kapal yang dilengkapi dengan peralatan pengeboran untuk eksploitasi minyak di perairan dalam. Kapal ini memiliki keunggulan karena dirancang dapat berpindah tempat ketika cadangan minyak di tempat sebelumnya telah habis. Tujuan penelitian ini yaitu merancang drillship yang disesuaikan dengan Selat Makassar. Perancangan drillship dilakukan dengan metode parent design approach yang kemudian dianalisa hambatan, stabilitas dan olah gerak kapal. Drillship dirancang dengan LOA 235,2 m, LPP 219,4 m, lebar 42 m, sarat 12 m, tinggi 19 m, Cb 0,79 dan kecepatan 12 knot. Analisa hambatan menggunakan metode Holtrop didapatkan nilai hambatan sebesar 564,4 kN. Analisa stabilitas dilakukan berdasarkan 6 kondisi muatan kapal didapatkan hasil yang memenuhi kriteria IMO. Kemudian analisa olah gerak kapal dianalisa berdasarkan kondisi perairan Selat Makassar untuk mengetahui nilai heaving, pitching, dan rolling.
Analisis Pengaruh Penggunaan Campuran Multi Feedstock Biodiesel B35 Terhadap Unjuk Kerja Lateral Swirl Combustion System (LSCS) Piston Chamber dan Flat Piston Chamber Small Marine Diesel Engine Pada beban 3000 Watt Haryono, Edi
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3722

Abstract

Produksi minyak dunia diperkirakan telah mencapai puncaknya pada tahun 2000, ini berarti bahwa eksplorasi minyak bumi sudah maksimal dan selanjutnya akan mengalami penurunan. Ini akan menyebabkan dalam kurun waktu 20 tahun produksi minyak dunia akan kembali seperti pada tahun 1980-an(OPEC ,2009). Di lain pihak ketergantungan terhadap minyak bumi pada waktu yang sama akan terus meningkat akibat pertambahan penduduk dan kegiatan industri dan pembangunan. Akibat dari hal ini adalah harga energi yang semakin tinggi dan pasokan minyak yang menurun. Hal ini dapat dirasakan dari naiknya harga minyak mentah dan dicabutnya subsidi harga bahan bakar minyak oleh pemerintah Indonesia. Penggunaan bahan bakar minyak bumi pada saat ini semakin tinggi termasuk solar. Namun dengan semakin tingginya angka permintaan terhadap bahan bakar solar, persedian solar semakin sedikit dari kurun waktu ke waktu. Karena bahan bakar solar berasal dari minyak bumi. Dimana minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu sekarang ini sudah banyak penelitian untuk mengembangkan bahan bakar alternatif untuk menggantikan solar dari minyak bumi. Pada penelitian ini peneliti tertarik pada campuran Multi-Feedstock Biodiesel(Minyak Kelapa Sawit,Minyak Jelantah, dan Lemak Sapi) dan minyak solar dengan komposisi B35(35% Multi-Feedstock Biodiesel dan 65% Minyak Solar(Pertamina Dex)). Penelitian ini dilakukakan yang pertama adalah untuk mendapatkan karakteristik campuran Multi Feedstock Biodiesel dengan komposisi B35. Minyak solar(Pertamina Dex) dalam penelitian ini berfungsi sebagai pencampur komposisi terbentuknya Multi-Feedstock Biodiesel B3. Dan yang kedua untuk mendapatkan seberapa besar pengaruh campuran Multi-Feedstock Biodiesel dengan komposisi B35 terhadap unjuk kerja motor diesel dengan menggunakan Lateral Swirl Combustion System(LSCS) Piston Chamber dan Flat Piston Chamber pada beban 3000 Watt. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode eksperimental. Pengujian dilakukan dengan melakukan eksperimen pada variasi bahan bakar dan variasi piston chamber. Lalu akan dilakukan pengamatan terhadap unjuk kerja dari motor diesel yang digunakan untuk melakukan penelitian ini. Parameter unjuk kerja yang akan diamati adalah daya mesin, torsi dan sfoc. Dari analisa daya dan torsi motor penggunaan B35 LSCS Piston pada beban 3000 Watt pada putaran engine yang sama mempunyai prosentase rata – rata sebesar 1,89 % lebih tinggi dari  B35 Flat Piston. Dan hasil analisa terhadap BSFC motor diesel penggunaan B35 LSCS Piston pada beban 3000 Watt pada putaran engine yang sama mempunyai prosentase rata – rata sebesar 24,74 % lebih tinggi dari  penggunaan B35 Flat Piston. Dapat ditarik kesimpulan berdasarkan BSFC masing masing variasi piston dengan bahan bakar jenis yang sama menunjukan penggunaan B35 Flat Piston lebih ekonomis dibandingkan dengan B35 LSCS Piston.
ANALISIS NILAI THRUST TERHADAP PENERAPAN KORT NOZZLE PADA PROPELLER KAPAL PENCALANG 15 GT MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Gafur, Abdul
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3604

Abstract

Kapal Pentjalang 15 GT merupakan Kapal Layar Motor yang menggunakan 2 Propulsor, yaitu layar dan Propeller. Layar berfungsi sebagai penggerak utama dan Propeller sebagai penggerak bantu. Dengan demikian perancangan sistem propulsi mekaniknya tidak dapat memenuhi seluruh hambatan yang terjadi pada kapal pada kecepatan tertentu. Kort Nozzle berfungsi untuk memusatkan aliran yang dihasilkan oleh Propeller sehingga meningkatkan thrust yang dihasilkan oleh Propeller. Penelitian ini menganalisis tiga model tipe dari Kort Nozzle yaitu model Shushkin tipe A, Shushkin tipe B dan Shushkin tipe C yang digunakan pada Propeller B4-55 Series yang berdiameter 630 mm. Perbedaan model Kort Nozzle mengindikasikan nilai thrust dan torque yang berbeda, sehingga penulis mencoba menganalisis masing-masing model agar dapat diketahui yang mana model Kort Nozzle dengan nilai thrust tertinggi dan torque terendah menggunakan bantuan Software Computational Fluid Dynamic. Dalam analisis yang dilakukan menggunakan Software CFD ANSYS Fluent menunjukkan masing-masing model yang dianalisis terdapat perbedaan nilai thrust dan torque yang dihasilkan. Dari ketiga model Kort Nozzle yang dianalisis, terlihat nilai thrust terbesar terdapat pada Kort Nozzle Shushkin tipe A dengan nilai thrust sebesar 7076.74 N pada RPM 600. Sedangkan untuk nilai torque terendah terdapat pada Kort Nozzle Shushkin tipe B dengan nilai torque sebesar 16.13331 Nm pada RPM 300.
Variasi Model Pembebanan Memberikan Pengaruh Signifikan terhadap Stabilitas Kapal Ikan GT Benedicta Dian Alfanda
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3291

Abstract

Sebanyak 31% dari total kecelakaan kapal yang terjadi sepanjang tahun 2018 sampai 2020 didominasi dan dialami oleh kapal penangkap ikan. Kecelakaan tersebut diakibatkan oleh buruknya stabilitas dan kemampuan kapal untuk menghadapi cuaca. Stabilitas merupakan salah satu aspek penting dalam keselamatan dan kelaik lautan dari suatu kapal. Maka dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi stabilitas kapal ikan tradisional, khususnya kapal ikan tradisional Madura. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa stabilitas kapal di tiap kondisi pembebanan sudah memenuhi kriteria rules BKI (VOL 1) Domestic Ship sec 2.K. Part 4.1 dan ketentuan kriteria cuaca Guidelines on Intact Stability (Pt.6, Vol.3) Sec.2.C. yaitu, minimum nilai GM = 0,35 m, angle of steady heel tidak boleh lebih dari 16 deg, angle of steady heel / deck edge immersion tidak boleh lebih dari 80%, area1 / area2 tidak boleh kurang dari 100%
SISTEM MONITORING DAN KONTROL PADA TRANSFER PENGISIAN BAHAN BAKAR KAPAL X Dwi Sasmita Aji Pambudi
INOVTEK POLBENG Vol 14, No 1 (2024): INOVTEK VOL 14 NO 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v14i1.4238

Abstract

Teknologi maritim terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu guna membuat sistem menjadi lebih efisien. Kontribusi dimulai dari pengembangan sistem pendidikan agar nantinya dapat memberikan kontribusi dalam kemajuan maritim. Penelitian ini dibuat untuk merancang sistem monitoring dan kontrol pada transfer bahan bakar menggunakan mikrokontroler Arduino Mega 2560. Arduino Mega 2560 sebagai pusat sistem monitoring pada penelitian ini. Sensor ACS712, sensor suhu DS18B20, dan voltage sensor digunakan untuk mengambil data pada pompa transfer selama sistem berjalan. Disertai adanya sensor level oil untuk membantu mengambil data volume dari tangki. Pada sistem ini Arduino Mega 2560 juga digunakan untuk kontrol pompa pada proses transfer bahan bakar. Adanya relay yang juga terhubung arduino untuk membantu dalam kontrol pompa. LCD digunakan untuk menampilkan data yang telah di terima oleh Arduino Mega 2560 dan dibuat untuk menampilkan hasil pada sistem monitoring pada penelitian ini. Adanya aktuator yang digunakan sebagai simbol isyarat guna sistem peringatan dan proteksi pada penelitian ini. Prosedur yang digunakan pada saat mengoperasikan modul panel ini mengacu pada peraturan prosedur bunkering yang dikeluarkan oleh ISGOTT (International Safety Guide for Oil Tankers and Terminals) yang berisi tentang prosedur yang terlebih dahulu harus dilakukan sebelum pengoprasian modul panel ini. Dilakukannya pengecekan suhu tangki sebelum proses transfer bahan bakar dan pengawasan secara rutin terhadap arus beserta tegangan pada pompa selama proses transfer bahan bakar. Berdasarkan dari hasil percobaan yang telah dilakukan, sistem monitoring dijalankan dan pompa akan terus mengisi tangki dengan selang waktu 17 menit sampai data yang didapatkan pada saat pembacaan volume dari potensio geser bernilai 100 akan secara otomatis memberikan perintah pada relay untuk mematikan pompa transfer. Sistem proteksi akan mengaktifkan alarm sebagai penanda apabila terjadi gangguan over current dengan batas arus diatas 5.3A dan overheat dengan batas suhu diatas 50°C
Analisis Kelelahan Propeller Tipe Kaplan-Series Untuk Kapal Selam Komersial Dengan Variasi Jumlah Blade La Ode Muh. Ayi Al Ma'rif
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3145

Abstract

Pada beberapa tahun terakhir, desain dari sistem propulsi kapal telah meningkat secara signifikan, termasuk pada desain propeller. Desain dan pengembangan propeller untuk kapal selam iberbeda dengan kapal-kapal pada umumnya. Dalam proses desainnya sendiri meliputi perkiraan kecepatan, kekuatan, dan berat seperti desain pada umumnya. Propeller sendiri merupakan salah satu alat gerak kapal mekanik yang memberikan kekuatan dengan mengubah rotasi gerak kegaya dorong, propeller sendiri terdiri dari beberapa blade dan  beroprasi seperti perputaran pada skrup. Propeler pada umumnya, diletakkan pada kedudukan terendah pada bagian belakang kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usia maksimum dari propeller, khususnya untuk tipe Kaplan-series dengan jumlah blade 6, 8, dan 10. Penelitian ini menggunakaniFinitei Element Method dengan bantuan aplikasi analisis static structural. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai usia paling panjang akan bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah blade pada propeller.
Pengembangan Desain Kursi Kapal Penumpang Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) dengan Pendekatan Ergonomi Dika Anggara
INOVTEK POLBENG Vol 14, No 1 (2024): INOVTEK VOL 14 NO 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v14i1.3796

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim dengan wilayah 70% lautan dan 30% daratan dan memiliki lebih dari 17.000 pulau. Wilayah laut Indonesia yang sangat luas menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi besar di bidang kelautan. Salah satu elemen penting yang harus dipenuhi oleh sebuah negara maritim adalah sarana transportasi kapal. Kapal penumpang harus dirancang dengan nyaman agar dapat menjadi pilihan bagi penumpang dibandingkan dengan mode transportasi lain. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kursi penumpang kapal yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan penumpang. Penelitian ini menggunakan metode metode QFD untuk pengembangan produk kursi kapal penumpang. Voice of Customer (VoC) dijaring dari konsumen dan dilakukan transformasi menjadi technical parameter sebagai dasar perancangan kursi kapal.  Hasilnya,  terdapat VoC berupa nyaman, tampilan menarik, dan kuat. Design requirement ditentukan untuk dasar perancangan kursi. Ukuran sesuai dimensi tubuh penumpang menjadi design requirement dengan bobot tertinggi sebesar 30,5% sedangkan bahan kerangka kursi memiliki bobot paling rendah sebesar 2,4%.
Analisis Pengaruh Kesiapan Pemilik Kapal Dalam Pelaksanaan Retrofitting Sistem Ballast Kapal Tanker Menggunakan Pendekatan Dinamika Sistem Hardiyanto, Hardiyanto; Zulyani, Zulyani; Jamal, Jamal; Helmi, Muhammad
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3658

Abstract

IMO mewajibkan semua kapal existing yang beroperasi pada rute internasional untuk memasang Ballast Water Treatment System (BWTS). Pemasangan BWTS dilakukan dengan melakukan retrofitting kapal exiting yang dijadwalkan bersamaan dengan pembaruan survei International Oil Pollution Prevention (IOPP) dan paling lambat sebelum 8 September 2024. Retrofitting sistem Ballast Water Treatment System (BWTS) pada kapal existing. Retrofitting BWTS merupakan langkah yang memerlukan persiapan cermat oleh pemilik kapal, termasuk persiapan dokumen dan pelaksanaan survei atau 3D scaning. Hasil pengembangan model menggunakan pendekatan dinamika sistem menunjukkan bahwa ketidaktersediaan dokumen yang diperlukan dapat menyebabkan peningkatan biaya sebesar 1,7% dan penambahan durasi sebesar 1,4% dalam proses retrofitting kapal tanker. Hasil simulasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi mitigasi untuk menghindari kegagalan pemenuhan standar BWTS, mengurangi downtime, dan mengoptimalkan pengeluaran biaya.