cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
INOVTEK POLBENG
ISSN : 20886225     EISSN : 25802798     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Inovasi dan Teknologi Politeknik Negeri Bengkalis merupakan jurnal berbasis penelitian ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian, artikel penelitian asli, review dan kajian ilmiah
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
Preliminary Design Kapal type Lambung Deep Displacement untuk Wisata Panorama Bawah Laut Kepulauan Derawan Heni Siswanti; Maulidia Meilinda; Muhammad Musta'in; Tristiandinda Permata
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3200

Abstract

Salah satu upaya dalam mendukung pengembangan IKN di Penajam Paser Utara adalah pengembangan wilayah di sekitarnya, seperti potensi wisata alam, sejarah dan budaya. Wilayah wisata Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur  termasuk dalam kawasan sekitar yang layak dikembangkan. Dalam rangka menyiapkan fasilitas wisata yang memadai dan kompetitif untuk wisata panorama bawah laut wilayah tersebut, maka pada penelitian ini didesain kapal wisata type deep displacement single hull dengan kapasitas penumpang maksimal 18 orang. Proses preliminary design diawali dengan penentuan ukuran utama menggunakan metode regresi linier. Kemudian dilanjutkan dengan desain bentuk kapal berupa Lines Plan, sistem penggerak kapal, general arrangement dan perhitungan stabilitas kapal. Kapal yang didesain memiliki ukuran panjang 13.7 m, lebar 4.6 m, tinggi geladak 3.8 m dan sarat maksimum 1.94 m. Kapal dilengkapi dengan motor penggerak type outboard dengan daya 2 x 90 HP, untuk dapat berlayar dengan kecepatan 6-9 knot. Lambung kapal didesain dapat tercelup dengan sarat tinggi, supaya penumpang dapat melihat panoirama bawah laut dari sisi kapal yang dilengkapi dengan jendela transparan. Sistem pengaturan sarat kapal memanfaatkan sistem ballat utama dan ballast bantu. Kapal ini memiliki range stabilitas sampai dengan kemiringan 0-90 derajat, dengan periode oleng sebesar 3.18 detik.
ANALISIS KEGAGALAN PATAH RODA GIGI POMPA AIR LAUT PADA MESIN DIESEL KAPAL PERIKANAN Faizin Adi Nugroho; Agus Purwanto; Setyawan Dwi Nugroho; Citra Zaskia Pratiwi; Iman Mawardi
INOVTEK POLBENG Vol 14, No 1 (2024): INOVTEK VOL 14 NO 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v14i1.3873

Abstract

Investigasi kegagalan dilakukan pada roda gigi transmisi pompa air laut yang digunakan di mesin diesel kapal perikanan. Patahan gigi transmisi dibawa di laboratorium guna dilakukan uji investigasi. Mesin bekerja sekitar 100 jam sebelum terjadi kegagalan roda gigi transmisi. Analisis kegagalan menggunakan metode Condition Monitoring and Fault Diagnosis System (CMFDS) untuk mengamati beberapa informasi yang dibutuhkan, yang merupakan petunjuk penting untuk mendiagnosis dan menganalisis penyebab kegagalan. Roda gigi yang rusak terbuat dari baja 17CrNiMo6, dimana permukaan roda gigi dilakukan treatment karburisasi dengan finishing pendinginan quenching. Kegagalan roda gigi belum pernah terjadi sebelum nya pada roda gigi jenis ini. Analisis data meliputi struktur mikro, dan komposisi kimia dari roda gigi yang patah untuk diperiksa di laboratorium. Kemudian mekanisme kegagalan roda gigi di analisis melalui Multibody Dynamics (MBD) Simulation untuk melihat faktor dinamika dan kinematika dari roda gigi tersebut. Dari metallograpy strukture analysis, diketahui bahwa roda gigi mengalami patah lelah dimana crack dimulai dari pangkal gigi dan menjalar hingga terjadi kegagalan.
IDENTIFIKASI ZONA INTRUSI AIR LAUT MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK 2D DI PESISIR PANTAI KECAMATAN MUARA TAMI KOTA JAYAPURA Pesma, Rhahmi Adni
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3706

Abstract

Eksploitasi air tanah yang berlebihan merupakan salah satu faktor pendorong terjadinya pencemaran air laut yaitu intrusi air laut. Intrusi air laut merupakan salah satu pencemaran air tanah yang memiliki banyak dampak negatif. Intrusi air laut dapat menyebabkan krisis air bersih, mengubah kesuburan tanah, dan dapat merusak pondasi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona intrusi air laut di Pesisir pantai Holtekamp, Kecamatan Muara Tami, kota Jayapura. Penelitian ini dilakukan pada 3 lintasan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner-schlumberger dengan panjang lintasan masing-masing 500 m. Metode geolistrik memanfaatkan sifat kelistrikan suatu material, yaitu resistivitas untuk menentukan kondisi bawah permukaan. Parameter resistivitas dapat digunakan untuk mengidentifikasi indikasi intrusi air laut. Nilai resistivitas lapisan tanah atau air tanah yang telah tercemar oleh air laut akan semakin berkurang. Hal ini terjadi karena konduksi elektrolit yang memudahkan arus listrik mengalir. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi intrusi air laut yang ditandai dengan resistivitas rendah sebesar 0,1 sampai 4 Ωm yang merupakan lapisan lempung pasiran dan lapisan batupasir pada lintasan 1. Indikasi ini dilihat dari nilai resistivitas lapisan batuan yang rendah dan divalidasi dengan data TDS air sumur S-01 yang berkorelasi dengan lintasan 1, yaitu sebesar 1126 ppm. Nilai TDS ini merepresentasikan bahwa air sumur tersebut sudah tergolong pada jenis air payau.Link drive file *doc. : https://docs.google.com/document/d/1K3l29LAsnp4uHloXRLnyxhNY_o3YgngF/edit?usp=sharingouid=109287015105325638150rtpof=truesd=true
ANALISIS VARIASI MULTIPLE REPAIR PENGELASAN FCAW MATERIAL HSLA SM490YA Amri, Moh. Syaiful
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3602

Abstract

End plate adalah bagian penting dalam struktur karena berfungsi sebagai tempat menghubungkan balok dengan kolom. Pengelasan pada sambungan antara End plate dan balok harus dipertimbangkan dengan baik dalam proses pengerjaannya. Ada kesalahan pada pengelasan, ketidaksesuaian atau kecacatan dalam sambungan bisa menyebabkan repair pada sambungan las. Banyaknya proses repair dapat menyebabkan deformasi material. Penelitian ini menganalisis multiple repair welding  dan temperatur quenching pada proses heat straightening material HSLA SM490YA terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro pada material HSLA SM490YA menggunakan pengelasan FCAW. Jumlah repair yang dibandingkan adalah tanpa repair, 2 kali repair, dan 3 kali repair pada kedalaman 50% dari. Dilakukan heat straightening pada material yang direpair dengan temperatur 650ºC. Setelah itu, material di-quenching pada temperatur 300ºC. Hasil uji kekerasan tertinggi pada daerah HAZ dengan variasi repair 3 kali yaitu variasi senilai 206. 83 kgf/mm². Pada penelitian ini terdapat beberapa fasa struktur mikro yaitu ferrite, accicular ferrite, dan pearlite. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa proses repair setelah pengelasan dengan quenching pada heat straightening menyebabkan keanikan nilai kekerasan. Ini mengakibatkan ukuran butir menjadi lebih halus dan fasa material didominasi oleh pearlite. 
Analisa Teknis Unjuk Kerja Motor Diesel Kapal Nelayan Berbahan Bakar Multi Feedstock Biodiesel Agus Purwanto; Setyawan Dwi Nugroho
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3284

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak bumi di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak bumi ini tidak diimbangi dengan peningkatan produksinya, sehingga kebutuhan bahan bakar lebih besar daripada ketersediaan bahan bakar. Salah satu bahan bakar alternatif untuk motor diesel yang telah dikembangkan di Indonesia adalah biodiesel. Biodiesel dapat dibuat dari minyak nabati yang diperoleh dari tanaman seperti minyak sawit, jarak, minyak kelapa, minyak kedelai, dll. pada masa yang akan datang bahan baku biodiesel sangat bervariasi sehingga perlu untuk memodelkan. Keberhasilan memproduksi CME (Castor Methyl Esther),  PME (Palm Methyl Esther ) dan JME (Jelantah Methyl Esther) memberikan kesempatan dalam upaya untuk mempertemukannya. Karakteristik dari bahan bakar biodiesel untuk viskositas, densitas, Nilai Kalor, titik kabut, dan angka setana memenuhi syarat yang distandartkan SNI. Biodiesel dilakukan pencampuran dengan komposisi CME33,3, PME33,3, JME33,3. Bahan bakar campuran tersebut diuji cobakan  pada motor diesel kapal nelayan untuk mengetahui karakteristik unjuk kerjanya. Uji coba dilakukan dengan variasi putaran motor dan variasi pembebanan. Pada kondisi beban penuh (full load) unjuk kerja motor diesel yang meliputi daya motor, torsi, efisiensi thermal dan SFOC sebagai fungsi putaran motor pada beban penuh menunjukkan bahwa bahan bakar solar lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar biodiesel CME33,3, PME33,3, JME33,3.
Design Floating Barge Power Plant Berkapasitas 5,7 Kw Sebagai Sumber Energi Listrik Emergency Di Wilayah Kepulauan Riau pardi Pardi
INOVTEK POLBENG Vol 14, No 1 (2024): INOVTEK VOL 14 NO 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v14i1.4211

Abstract

Pemadaman listrik bergilir merupakan salah satu problem yang terjadi di beberapa Wilayah kepulauan di propinsi Riau dan Kepri. Hal itu terjadi karena tidak tersedianya pembangkit listrik cadangan (standby) sehingga pada saat pembangkit dilakukan perawatan (shutdown) atau terjadi kerusakan maka supply daya listrik tidak mencukupi kebutuhan. Untuk mengatasi masalah tersebut dalam penelitian ini dibuat sebuah desain floating barge power plant berkapasitas minimal 5700 kW dengan konfigurasi genset 1000 kW, 900 kW, 600 kW dan 3200 kW. Untuk membawa sistem pembangkit tersebut diperlukan barge dengan displacement 495,82 ton Lpp=28,33m, B=9,5m, H=3m, T=2,1 dan lambung dengan Cb=0,822. Rute operasional yang paling efektif dengan tujuan menggantikan supply daya listrik didarat saat maintenance adalah Rupat – Bengkalis - Selat Panjang - Tanjung Batu - Tanjung Balai Karimun - Tanjung Uban - Tanjung Pinang.
Analisis Pengaruh Sail dan Rigging Terhadap Stabilitas Stabilitas Kapal Layar Jangka Rulianto
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3127

Abstract

Kapal layar merupakan jenis kapal dengan penggerak utama berupa layar yang memanfaatkan hembusan angin untuk menghasilkan gaya dorong sehingga mampu melaju sesuai dengan kecepatan yang diinginkan. Meskipun jenis penggerak layar sudah ditemukan sejak dahulu kala, namun penelitian tentang layar serta pengaruhnya terhadap kapal layar sangat jarang sekali dilakukan. Pada umumnya penelitian hanya berfokus pada perhitungan luasan layar agar kapal layar mampu melaju sesuai dengan kecepatan yang diinginkan tanpa mempertimbangkan hal lain yang mungkin terjadi pada kapal layar apabila layar digunakan. Oleh karena itu maka peneliti bermaksud meneliti analisa gaya pada layar dengan variasi sail and ringing serta pengaruhnya terhadap stabilitas kapal layar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dengan mempertimbangkan kondisi angina pada daerah pesisir Banyuwangi, maka didapatkan hasil analisa data sebagai berikut diantaranya adalah ukuran utama sailboat yang sesuai adalah memiliki panjang 5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1 meter serta kedalaman sarat air sebesar 0,5 meter. Kondisi arah angin yang terbaik adalah pada saat berada pada 180ï‚° atau bertiup dibelakang kapal layar. Kecepatan angin yang optimum bisa digunakan adalah 30 Knot atau 15 m/s.Serta heeling degree maksimum yang bisa ditoleril sebelum kapal layar terbalik adalah sebesar 25 arah port side maupun starboard.
Sailing Toward Sustainable Horizons: A Case Study of a Solar-Powered Boatyard's Business Model Canvas Muhammad Usman Sikandar
INOVTEK POLBENG Vol 14, No 1 (2024): INOVTEK VOL 14 NO 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v14i1.3744

Abstract

This study presents an in-depth analysis of the business model canvas proposed for a pioneering solar-powered boatyard (Koshi, Nepal). The case study delves into the strategic framework, organizational structure, and operational methodology of the boatyard, highlighting its innovative approach in the maritime industry. Emphasizing the development of Solar Hybrid boats, the boatyard integrates cutting-edge technology and sustainable practices to offer vessels that redefine industry standards. The abstract discusses pivotal components of the business model, from strategic partnerships to resource allocation, and customer segments, all visualized within the Business Model Canvas. The study explores the competitive edge gained through innovative technologies, value propositions, and the market feasibility underlying the business strategy. Additionally, the analysis discusses the boatyard's market expansion opportunities, potential risks, and mitigation strategies, reflecting its position at the forefront of the solar boat market. Through visual representation and analysis, this article provides a comprehensive exploration of the business canvas, serving as a navigational guide for the maritime industry's transition toward sustainable and innovative practices.
OPTIMASI SISTEM SUMBER DAYA LISTRIK DARURAT (ESEP) pada KAPAL TANGKER untuk NAVIGASI dan KOMUNIKASI yang AMAN Hariningrum, Rita -; Yogatama, Candra -; Utomo, Sukarno Budi
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3654

Abstract

Kapal tangker memerlukan sumber daya listrik darurat yang handal untuk mendukung operasi peralatan kunci, termasuk navigasi, komunikasi, penerangan, sistem kemudi darurat, pompa kebakaran darurat, dan pengisian baterai. Dalam penentuan kebutuhan daya generator darurat untuk kapal tangker, dilakukan perhitungan teliti, termasuk faktor start-up yang signifikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa total kebutuhan daya listrik darurat adalah sekitar 79,84 kW, dengan mempertimbangkan faktor start-up, total daya yang dibutuhkan adalah sekitar 128,64 kW. Generator darurat yang dipilih harus memiliki daya output minimal sekitar 128,64 kW. Sebagai solusi, generator darurat Volvo Penta tipe D9 MG / UCM274H-1 dengan daya 136 kW atau 170 kVA dan beroperasi pada 1500 RPM sesuai dengan kebutuhan daya listrik yang telah dihitung. Dengan pemilihan yang cermat, kapal tangker dapat memastikan kelangsungan pasokan daya listrik yang andal selama situasi darurat di laut, meningkatkan keamanan dan kesiapan operasionalnya.
IDENTIFIKASI BAHAYA dan PENILAIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA pada BENGKEL LAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN JOB SAFETY ANALYSIS Septi Ayu Angrayni; Nur Audina
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3328

Abstract

Usaha pengelasan saat ini  mengalami perkembangan dan menjadi salah satu usaha yang jasanya dibutuhkan oleh masyarakat. Bengkel las Usman merupakan salah satu usaha pengelasan di Bengkalis. Bengkel las ini menerima pesanan pembuatan pagar, kanopi, pintu, jendela, gerobak, papan nama, dan lain-lain. Proses produksi produk tersebut memiliki tahapan pengerjaan yaitu pengukuran, pemotongan, perakitan, dan finishing. Setiap tahapan pekerjaan tersebut memiliki potensi bahaya dan risiko kecelakaan  kerja.  Oleh karena itu untuk mengetahui bahaya apa saja yang ada pada aktivitas pengelasan di bengkel serta pengendaliannya, maka perlu dilakukan identifikasi bahaya serta pengendaliannya. Setelah  dilakukan identifikasi bahaya dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA), diketahui bahwa pada proses produksi yang dilakukan di bengkel las terdapat 28 potensi bahaya dan setelah dilakukan perhitungan risk score sesuai dengan AS/NZS 4360 tahun 2004 terdapat lima potensi bahaya yang termasuk ke dalam level sedang atau moderate yaitu: paparan sinar inframerah dan ultraviolet, percikan bunga api pengelasan, asap dari aktifitas pengelasan, pemasangan mata gerinda yang belum sesuai dan  aman , serta debu dan asap yang timbul saat proses penggerindaan. Kelima potensi bahaya tersebut kemudian diberikan usulan pengendalian risikonya masing-masing.