cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
ISSN : 25485067     EISSN : 25986236     DOI : -
Jurnal Ilmiah Muqoddimah merupakan kumpulan penelitian ilmiah tentang Ilmu Sosial, khususnya yang berhubungan dengan disiplin Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Humaniora, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, tujuan pengembangan jurnal ini adalah sebagai wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis terhadap konsep-konsep baru dalam ilmu-ilmu sosial. Jurnal Ilmiah Muqoddimah menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual (non penelitian) dari penulis umum.Dalam setiap penerbitannya, satu tahun dua kali (periode Maret – Agustus dan September – Februari).
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020 (in progress)" : 4 Documents clear
KAJIAN HUKUM PEMAHAMAN PASAL 27 UNDANG-UNDANG NO.19 TAHUN 2016 TENTANG ITE DI SMA SWASTA ISLAM AZIZI MEDAN harahap, syahrul bakti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020 (in progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i2.2020.%p

Abstract

Berdasarkan Pasal 1 Ayat (1) undang-undang No. 19 Tahun 2016 jo Undang-undang No. 11 Tahun 2008, tentang informasi dan teransaksi elektronik yaitu, Informasi eloktronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan suara, gambar, peta, rancangan, foto, elektronik dan interchange (EDI), surat elektronik (elektronik mail) telegram,  telecopy, atau sejenisnya, hurup, tanda, angkakode akses, symbol atau porporasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.Penelitian ini   dilakukan di SMA Swasta Islam Azizi. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Swasta Islam Azizi Medan yang kurang memahami UU No. 19 Tahun 2019, dimana dari hasil penelitian yang dilakukan siswa-siswi  60% ( enam puluh  persen) kurang memahami tentang Pasal 27 Undang-Undang No. 16 Tahun 2019.
MOTIVASI DAN PENERIMAAN DIRI PETUGAS DALAM KERUSUHAN DI LAPAS Telaumbanua, Ruth Faeriani
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020 (in progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i2.2020.%p

Abstract

Peningkatan jumlah Narapidana yang semakin hari semakin meningkat. Sehimgga  membuat setiap petugas pengamanan di Lembaga pemasyarakatan semakin bekerja keras untuk mengamankan Narapidana . jumlah Narapidana dan Petugas yang tidak seimbang mengakibatkan proses pengamanan yang tidak maksimal sehingga mengakibatkan beberapa kesenjangan yang sehuarusnya tidak terjadi. Seperti yang kita ketahuidi Lapas Kelas IIA Banda Aceh jumlah Narapidan 731 dan jumlah Petugasnya 57 orang sehingga mengakibatkan petugas haru mengawasi lebih dari 7 orang sehingga membuat pemantauan menjadi tidak stabil, sehingga dapat dikatakan proses kericuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan sengat rentan untuk itu butuhkan sebuah solusi untuk menghambat kericuhan yang sering terjadi di Lembaga Pemasyarakatan, sehingga kericuhan di Lembaga pemasyrakatan dapat di selesaikan sebelum terjadinya kericuhan di Lembaga Pemasyarakatan. Petugas Pemasyarakatn juga harus memiliki wawasan yang baik untuk proses penjagaan sehingga petugas masih membutuhkan sebuah diklat yang membantu petugas dalam memberikan pengawasn yang lebih baik. Dengan ini metode yang digunakan berupa metode kualitatif dalam bentuk deskriptif untuk menjelaskan sebuah motivasi dan penerimaan diri petugas dalam kericuhan di Lapas  bahwa petugas harus memiliki motivasi dan penerimaan diri yang lebih dalam menjalankan tugasnya.
PELAKSANAAN PEMBINAAN KEPRIBADIAN TERHADAP ANAK RESIDIVIS BERDASARKAN UU NO 11 TAHUN 2012 (STUDY KASUS DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II JAKARTA) YUNITA, MELISA
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020 (in progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i2.2020.%p

Abstract

Abstrak Anak memiliki peran dalam kelangsungan hidup manusia dan kelangsungan suatu bangsa. UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)  adalah proses dalam menyelesaikan perkara Anak yang berhadapan dengan hukum secara keseluruhan, dimulai tahap penyelidikan hingga pembimbingan. Undang-Undang tersebut mengatakan anak yang telah berbuat tindak pidana diberikan pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Pada kenyataannya masih banyak anak yang mengulangi perbuatan tindak pidana (Residivis) setelah mereka bebas dari LPKA. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembinaan kepribadian terhadap anak residivis di LPKA Kelas II Jakarta berdasarkan UU No 11 tahun 2012 tentang SPPA dan apa saja penghambat pelaksanaan kepribadian terhadap anak residivis di LPKA Kelas II Jakarta. Penelitian ini menggunakan Pendekatan penelitian dilakukan secara yuridis empiris dan yuridis normatif. Metode  pengumpulan data  menggunakan penelitian lapangan (wawancara) dan penelitian kepustakaan, menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Penelitian yang telah dilakukan  mendapatkan hasil bahwa LPKA Kelas II Jakarta melaksanakan pembinaan kepribadian  kepada anak dengan memberikan perlakuan yang sama dan tidak membedakan pembinaan terhadap anak residivis dengan anak non residivis. Hal ini disebabkan oleh Faktor Hukum, Faktor Penegak Hukum, Faktor Budaya dan Faktor Masyarakat. Kata kunci : Anak Residivis, LPKA, Pembinaan, SPPA.  Abstract Children have a role in the survival of human life and the survival of the nation. The law number 11 year  2012 regarding children criminal justice system (SPPA) is whole legal process solving children's cases that dealing with law, beginning the investigation stage to with the guidance stage after serving a criminal. In Law Number 11 year 2012 it is explained that children who commit crimes are placed in the Institute for Special Development of Children (LPKA). In fact, a lot of kids who repeat criminal offenses again(Recidiction) after they have been released from LPKA. The problem that researched in this study is how the implementation personality  choaching towards recidiction child in LPKA class II Jakarta based on the the law number 11 year 2012 regarding SPPA and what are barrier implementation personality towards the recidiction child in LPKA class II Jakarta. The problem approach in this study uses the yuridis empirical and yuridis normatif approaches. The data used is primary data and secondary data. Data collection methods in  this research is uses library research and field research (interviews). Data analysis uses qualitative data analysis. The results of the study and discussions show that the implementation of the reform program in LPKA class II Jakarta in providing education programs for children does not discriminate education between recidiction of children and non recidiction children. It?s cause to several factors is legal factors, law enforcement factors, cultural factors, and community factors. Keyword : LPKA, SPPA, Recidiction child, treatment. 
PERSPEKTIF MASYARAKAT SIDOARJO TENTANG ISU POLITIK DALAM PILPRES 2019 (STUDI KASUS ISU SUARA NU DALAM KEMENANGAN JOKOWI MA'RUF) Putri, Rizky Sintiah; Fauzi, Agus Machfud; Fakhiroh, Zakiyyatul; Putri, Sindi; Alifiah, Firda Nur
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020 (in progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i2.2020.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tanggapan masyarakat Sidoarjo terkait isu suara NU dalam kemenangan Jokowi Ma?ruf. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi Edmund Husserl. Pendekatan. Fenomenologi digunakan dalam penelitian ini untuk melihat fenomena pada konstruksi masyarakat mengenai isu isu yang terjadi pada Pilpres 2019. Hasil penelitian ini terdapat perspektif masyarakat yang menyetujui dan tidak terkait dengan isu suara NU.

Page 1 of 1 | Total Record : 4