cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
TUTURAN IMPERATIF DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT PADA MEDIA YOUTUBE (THE IMPERATIVES IN PUBLIC SERVICE ADVERTISING ON YOUTUBE MEDIA) Andrie Kurnia Ramadhany
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i1.11069

Abstract

AbstractThe Imperatives in Public Service Advertising on Youtube Media. This study aims to describe the form of the imperative, the function of the imperative, and the meaning of the imperative in public service advertisements on Youtube media. The method used in this research are descriptive qualitative method. The data in this study was obtained from 15 (fifteen) public service advertisements on Youtube media and the results of interviews conducted with 30 (thirty) informants. Data were collected using the listening method with note-taking techniques and the interviews method with fishing rods and face-to-face techniques as advanced techniques. Furthermore, the data analysis technique in this research is descriptive analysis. The results of the study reveal that imperative speech is not always spoken in the form of direct imperative sentences, but can be spoken in the form of indirect imperative sentences, namely declarative and interrogative sentences. The form of imperative speech contained in public service advertisements which became the data source in this study, found as many as 84 forms of imperative speech which are divided into 31 forms imperatives, 9 forms of imperative demand, 4 forms of imperative licensing, 18 forms of imperative invitations, and 22 forms of imperative orders. The most dominant imperative utterances appear are imperatives, which are 31 utterances. This is because the speech in public service advertisements uses more basic verbs so that the advertisement becomes shorter and denser, but still interesting and well understood by the public. The function of imperatives speech in public service advertisements on Youtube media is to inform, give advice, educate, invite, and remind. Furthermore, the meaning of imperative speech in public service advertisements has various meanings. It can determine the attitude of the speech partner in implementing the imperative utterance.Key words: pragmatics, imperative, public service advertisement, media, youtubeAbstrakTuturan Imperatif dalam Iklan Layanan Masyarakat pada Media Youtube. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud imperatif, fungsi imperatif, dan makna imperatif dalam tayangan iklan layanan masyarakat pada media Youtube. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari 15 (lima belas) tayangan iklan layanan masyarakat pada media Youtube dan hasil wawancara yang dilakukan terhadap 30 (tiga puluh) informan. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dengan teknik catat serta metode cakap dengan teknik pancing dan teknik cakap semuka sebagai teknik lanjutan. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tuturan imperatif tidak selalu dituturkan dengan wujud kalimat imperatif langsung, namun dapat dituturkan dengan wujud kalimat imperatif tidak langsung, yaitu kalimat deklaratif dan interogatif. Wujud tuturan imperatif dalam tayangan iklan layanan masyarakat yang menjadi sumber data dalam penelitian ini, ditemukan sebanyak 84 wujud tuturan imperatif yang terbagi menjadi 31 wujud imperatif biasa, 9 wujud imperatif permintaan, 4 wujud imperatif pemberian izin, 18 wujud imperatif ajakan, dan 22 wujud imperatif suruhan. Tuturan imperatif yang paling dominan muncul adalah imperatif biasa, yaitu 31 tuturan. Hal ini dikarenakan tuturan yang ada dalam iklan layanan masyarakat lebih banyak menggunakan kata kerja dasar agar iklan menjadi lebih singkat dan padat, namun tetap menarik serta dapat dipahami dengan baik oleh masyarkat. Fungsi tuturan imperatif dalam iklan layanan masyarakat pada media Youtube, yaitu untuk menginformasikan, menghimbau, mengedukasi, mengajak, dan mengingatkan. Selanjutnya, makna tuturan imperatif dalam iklan layanan masyarakat memiliki pemaknaan yang beragam. Hal itu dapat menentukan sikap mitra tutur dalam mengimplementasikan tuturan imperatif tersebut.Kata-kata kunci: pragmatik, imperatif, iklan layanan masyarakat, media, youtube
KESANTUNAN DIREKTIF DALAM TUTURAN TOKOH SINETRON CATATAN HATI SEORANG ISTRI DI RCTI (DIRECTIVE POLITENESS ON FIGURE’S SPEECH OF CATATAN HATI SEORANG ISTRI SOAP OPERA AT RCTI) Sa'aduddin Luthfi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i1.12471

Abstract

AbstractDirective Politeness on Figure’s Speech of Catatan Hati Seorang Istri Soap Opera at Rcti. The objective of this research is ti find out an objective description about the entity directive politeness, the strategy of directive politeness, and the function of directive politeness in Catatan Hati Seorang Istri’s film television figure. The researcher used qualitative research. The method of this research is descriptive method content analysis. The data source is data researches from various kinds of speech of figure in Catatan Hati Seorang Istri’s film television, which contained intention and meaning from implementation, infraction, and politeness’ strategy. The source if this research is Catatan Hati Seorang Istri film television which aired in RCTI Monday to Friday, episode 1 to 5. The result of this research showed that directive politeness which contained in the speech of film television figure Catatan Hati Seorang Istri involved (a) smooth command sentence , (b) direct command sentence, (c) direct prohibition order sentence, (d) smooth prohibition order sentence, (e) command request sentence. Then, it was found two principals politeness strategy, (1) positive politeness strategy and (2) negative politeness strategy. Key words: directive, politeness, strategy, function, word, soap operaAbstrakKesantunan Direktif dalam Tuturan Tokoh Sinetron Catatan Hati Seorang Istri di Rcti. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi secara objektif tentang wujud kesantunan direktif, strategi kesantunan direktif, dan fungsi kesantunan direktif dalam tuturan tokoh sinetron Catatan Hati Seorang Istri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif metode analisis isi (content analysis). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data penelitian meliputi berbagai macam tuturan dalam percakapan tokoh  sinetron Catatan Hati Seorang Istri, yang terkandung maksud dan makna dari wujud pelaksanaan, pelanggaran, dan strategi kesantunan. Sumber data dalam penelitian ini adalah sinetron Catatan Hati Seorang Istri yang ditayangkan RCTI dari Senin sampai Jumat dan diambil dari episode 1 sampai episode 5. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesantunan direktif yang terdapat dalam tuturan tokoh sinetron Catatan Hati Seorang Istri meliputi (a) kalimat perintah halus, (b) kalimat perintah langsung, (c) kalimat perintah larangan langsung, (d) kalimat perintah larangan halus, (e) kalimat perintah permintaan. Kemudian ditemukan dua strategi prinsip kesantunan, yakni (1) strategi kesantunan positif dan (2) strategi kesantunan negatif.Kata-kata kunci: kesantunan, direktif, strategi, fungsi, tuturan, sinetron
NOVEL QOZAN “KEMBALIKAN HUTANKU” KARYA IMOGAIL ZAM ZAMI DJALALUDDIN DALAM KAJIAN EKOKRITIK (NOVEL QOZAN ”RESTORE MY FOREST” BY IMOGAIL ZAM ZAMI DJALALUDDIN IN AN ECOCRITICAL STUDY) Suryanti Suryanti
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i1.13567

Abstract

AbstractQozan Novel "Return My Forest" by Imogail Zam Zami Djalaluddin in Ecocritical Studies. This study aims to represent the form of the environment natural, describe exists damage of environment nature, describes the form of preserving the natural environment, describes the form of local wisdom and the role of the community in preserving the natural environment in Qozan's novel "Return My Forest" by Imogail Zam Zami Djalaluddin. The method used is descriptive method qualitative. The data source in this research is Qozan's novel "Return My Forest" by Imogail Zam Zami Djalaluddin. Collecting data in this study using the technique of literature study. The results of this study found 81 citations of ecocritical studies, including representations of the natural environment, forms of damage to the natural environment, forms of natural environment preservation, and forms of local wisdom in Central Sulawesi. The representations of the natural environment includes the natural environment in the forest (20 citations) and the natural environment on the beach (24 citations). The manifestation of damage to the natural environment consists of 3 components, namely water, air and land, with 12 citations. The manifestation of natural environment sustainability in coastal areas is 6 citations.  The form of local wisdom is in the form of customs that are attached to the indigenous people as many as 11 citations and the regional language used as everyday language as many as 8 citations.Key words: eco-criticism, literature, novel, Qozan novel AbstrakNovel Qozan “Kembalikan Hutanku” Karya Imogail Zam Zami Djalaluddin dalam Kajian Ekokritik. Penelitian ini bertujuan merepresentasikan wujud lingkungan alam, mendeskripsikan wujud kerusakan lingkungan alam, mendeskripsikan wujud kelestarian lingkungan alam, mendeskripsikan wujud kearifan lokal dan peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan alam dalam novel Qozan “Kembalikan Hutanku” karya Imogail Zam Zami Djalaluddin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Qozan “Kembalikan Hutanku” karya Imogail Zam Zami Djalaluddin. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka. Hasil penelitian ini ditemukannya kajian ekokritik sebanyak 81 kutipan, meliputi representasi lingkungan alam, wujud kerusakan lingkungan alam, wujud kelestarian lingkungan alam, dan wujud kearifan lokal yang ada di Sulawesi Tengah. Representasi lingkungan alam meliputi lingkungan alam di hutan sebanyak 20 kutipan dan lingkungan alam di pantai sebanyak 24 kutipan. Wujud kerusakan lingkungan alam terdiri dari 3 komponen, yaitu air, udara, dan tanah sebanyak 12 kutipan. Wujud kelestarian lingkungan alam di daerah pantai sebanyak 6 kuitpan. Wujud kearifan lokal berupa adat istiadat yang melekat pada penduduk asli sebanyak 11 kutipan dan bahasa daerah yang digunakan sebagai bahasa sehari-hari sebanyak 8 kutipan.Kata-kata kunci: ekokritik, sastra, novel, novel Qozan
STRUKTUR PEMENTASAN DAN NILAI BUDAYA TRADISI LISAN BAPANDUNG (STAGING STRUCTURE AND CULTURAL VALUES OF THE ORAL TRADITION OF BAPANDUNG) M. Maulana Fajariyanto
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i1.12038

Abstract

AbstractStaging Structure And Cultural Values Of The Oral Tradition Of Bapandung. The purpose of this study is to describe the structure of the performance of bapandung and to describe the cultural values rooted in society that reflect the dignity and quality of human life. This research is a qualitative research with descriptive research type. Data collection techniques used in this study were observation techniques and interview techniques. The data analysis technique used is data reduction, data display, and conclusion. The results of this study indicate that staging structure of the oral tradition of bapandung  consists of , namely: Premise, Character, Plot (protasis, epitasio, catastasis, and catastrophe). The cultural values of the oral tradition of bapandung, include: (1) Human relationship with God; (2) Human relations with nature; (3) Human relations with the community; (4) Human relations with humans; and (5) Human relations with oneself.Keywords: Staging Structure, Cultural Values, Oral Tradition, Folk Thetatre, Bapandung. AbstrakStruktur Pementasan dan Nilai Budaya Tradisi Lisan Bapandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur pementasan pertunjukan bapandung serta mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang berakar dari masyarakat yang mencerminkan harkat dan kualitas hidup manusianya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur pementasan tradisi lisan bapandung terdiri atas 3, yaitu: premise, character, plot (protasis, epitasio, catastasis, dan catastrophe). Nilai budaya tradisi lisan bapandung antara lain: (1) Hubungan Manusia dengan Tuhan; (2) Hubungan manusia dengan alam; (3) Hubungan manusia dengan masyarakat; (4) Hubungan manusia dengan manusia; dan (5) Hubungan manusia dengan diri sendiri.Kata-kata Kunci: Struktur Pementasan, Nilai Budaya, Tradisi Lisan, Teater Rakyat, Bapandung
STILISTIKA PUISI BERTEMA KEHIDUPAN PADA ANTOLOGI PUISI “MALAM INI AKU AKAN TIDUR DI MATAMU” KARYA JOKO PINURBO (STILISTICS OF LIFE THEMED POETRY IN POETRY ANTHOLOGIES “MALAM INI AKU AKAN TIDUR DI MATAMU” BY JOKO PINURBO) Super Sumanto Silitonga
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i1.13421

Abstract

AbstractStylistics of Life Themed Poetry in Poetry Anthologies "Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu" by Joko Pinurbo. This study aims to describe the stylistic aspects of life-themed poetry in the book “Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu” by Joko Pinurbo. The method used is descriptive with a stylistic approach. The steps of data analysis are grouping data based on stylistic aspects, analyzing stylistic forms, describing stylistic forms, and concluding the results of the analysis. The results of this study indicate that there are stylistic aspects which include the repetition of melodious sounds, diction aspects that explain the achievement of the poetic effect, the image aspect describes the object of action, feelings, thoughts, ideas, statements in every sensory experience, and the figurative aspect explains the poetics of poetry. This is related to Joko Pinurbo's writing style in his works such as poetry, namely that he is known to be good at using and processing images that refer to everyday events and objects with fluid language. This is in accordance with his poetry which contains reflection and absurdity. He also likes to play with the unique Indonesian words so that his work looks different from the works of other poets in general.Keywords: poetry stylistics, rhyme, diction, imagery, figure of speechAbstrakStilistika Puisi Bertema Kehidupan pada Antologi Puisi “Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu” Karya Joko Pinurbo. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek stilistika puisi bertema kehidupan pada buku Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu karya Joko Pinurbo. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan stilistika. Langkah analisis data yakni mengelompokkan data berdasarkan aspek stilistika, menganalisis bentuk stilistika, mendeskripsikan bentuk stilistika, dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat aspek stilistika yang meliputi pengulangan bunyi yang merdu, aspek diksi yang menjelaskan ketercapaian efek puitis, aspek citraan menggambarkan objek tindakan, perasaan, pikiran, ide, pernyataan dalam setiap pengalaman indera, dan aspek majas menjelaskan kepuitisan pada puisi. Ini berkaitan dengan gaya kepenulisan Joko Pinurbo dalam karyanya seperti puisi, yakni beliau terkenal piawai menggunakan dan mengolah citraan yang mengacu pada peristiwa dan objek sehari-hari dengan bahasa yang cair. Hal ini sesuai dengan puisinya yang mengandung refleksi dan absurditas. Beliau juga gemar memainkan keunikan kata-kata bahasa Indonesia sehingga membuat karyanya terlihat berbeda dengan karya penyair lain pada umumnya.Kata-kata kunci: stilistika puisi, rima, diksi, citraan, maja
PERSUASI DALAM CERAMAH PENGAJIAN K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (PERSUASIVE IN ISLAMIC LECTURING KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI) Maulida Yuniarti
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i1.12102

Abstract

AbstractPersuasive In Islamic Lecturing KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani. The purpose of this study was to describe the use of form and persuasion techniques used in KH's recitation lectures. Zaini Abdul Ghani. The method used in this research is descriptive with a qualitative approach. Data collection was carried out by interviewing the congregation and observing the recitation video. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the lectures of KH. Zaini Abdul Ghani applies forms and techniques of persuasion. KH. Zaini Abdul Ghani tries to attract, hope, and move the congregation as an application of persuasion. In the technique of persuasion KH. Zaini Abdul Ghani applies rationalization, knowing, suggestion, conformity, compensation, replacement, and estimation. The findings that the researchers found, KH. Zaini Abdul Ghani attracted the attention of the congregation who were dominated by presenting materials related to new or sensational things, presented in a simple language style, and always inserting humor. In addition, KH. Zaini Abdul Ghani also attracted the attention of the congregation by associating the material with actual, diverse sentence structures, using Banjar proverb quotes to explain the recitation material, including comparisons and examples, asking questions to the congregation, connecting with local events and figures, and teaching descriptions of events that will be happening. happen in the future. KH. Zaini Abdul Ghani in the recitation tries to make the congregation by presenting the material that is included with specific and concrete examples. The example given by KH. Zaini Abdul Ghani was not only conveyed through recitation, but also exemplified his practice in everyday life. In addition, in an effort to realize the congregation, KH. Zaini Abdul Ghani quotes books, hadiths, and interpretations of the holy verses of the Qur'an. In an effort to touch and move the congregation, KH. Zaini Abdul Ghani by finding and selecting material discussions that suit the wishes and needs of the congregation. The persuasion technique used is by conveying the material rationally, trying to direct the congregation, giving advice, positioning themselves such as, directing the congregation to act in accordance with the teachings of the Prophet, the congregation to prioritize and multiply worship, as well as describing future ideals.Keywords: persuasion, lecture, recitation. KH. Zaini Abdul Ghani, IslamicAbstrakPersuasi dalam Ceramah Pengajian KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penggunaan wujud dan teknik persuasi yang digunakan dalam ceramah pengajian KH. Zaini Abdul Ghani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara jamaah dan observasi video pengajian. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ceramah pengajian KH. Zaini Abdul Ghani menerapkan wujud dan teknik persuasi. KH. Zaini Abdul Ghani berusaha untuk menarik, meyakinkan, dan menggerakkan jamaah sebagai penerapan wujud persuasi. Pada teknik persuasi KH. Zaini Abdul Ghani menerapkan rasionalisasi, identifikasi, sugesti, konformitas, kompensasi, penggantian, dan proyeksi. Temuan yang peneliti temukan, KH. Zaini Abdul Ghani menarik perhatian jamaah didominasi dengan cara memaparkan materi-materi terkait hal-hal baru atau fakta sensasional, disajikan dengan gaya bahasa yang sederhana, dan selalu menyelipkan humor. Selain itu, KH. Zaini Abdul Ghani juga menarik perhatian jamaah dengan mengaitkan materi dengan peristiwa aktual, struktur kalimat yang beragam, menggunakan kutipan Peribahasa Banjar untuk menjelaskan materi pengajian, menyertakan perbandingan dan contoh, mengajukan rangkaian pertanyaan kepada jamaah, menghubungkan dengan peristiwa dan tokoh lokal, dan mengajarkan gambaran peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. KH. Zaini Abdul Ghani dalam pengajian berusaha untuk meyakinkan jamaah dengan cara memaparkan materi disertakan dengan contoh yang spesifik dan konkrit. Contoh yang diberikan KH. Zaini Abdul Ghani tak hanya disampaikan melalui pengajian, tetapi juga dicontohkan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dalam upaya untuk meyakinkan jamaah, KH. Zaini Abdul Ghani mengutip kitab, hadist, dan tafsir ayat suci Al-Qur’an.Sebagai upaya untuk menyentuh dan menggerakkan jamaah, KH. Zaini Abdul Ghani dengan cara menemukan dan memilih bahasan materi yang dikaitkan dengan keinginan dan kebutuhan jamaah. Teknik persuasi yang digunakan yakni dengan menyampaikan materi pengajian dengan rasional, berusaha mengaburkan konflik jamaah, memberikan nasihat, memposisikan diri seperti jamaah, mengarahkan jamaah untuk bertindak sesuai dengan ajaran Rasulullah, memotivasi jamaah untuk mengutamakan dan memperbanyak ibadah, serta memaparkan cita-cita untuk masa yang akan datang.Kata-kata kunci: persuasi, ceramah, pengajian. KH. Zaini Abdul Ghani, Islam
SYAIR BRAMA SAHDAN: KAJIAN SEMOTIK RIFFATERRE (BRAMA SAHDAN'S POETRY: RIFFATERRE'S SEMIOTIC STUDY) Raudatul Munawwarah
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i2.14541

Abstract

 AbstractBrama Sahdan's Poetry: Riffaterre's Semiotic Study. Brama Sahdan's poetry is poetry in the collection of the Lambung Mangkurat Museum, which is important to study, considering the need for more knowledge about the meanings contained in the text of Brama Sahdan's poetry. However, through Riffaterre's semiotic approach, the meaning of the symbols contained in the text can be known. Based on this background, this research aims to identify (1) the meaning contained in Syair Brama Sahdan based on heuristic and hermeneutic readings; (2) the matrix, models, and variants in Brama Sahdan's poetry. The method used in this study is a descriptive research method with a qualitative approach, where the type of research is classical written literature with a semiotic approach to Riffaterre's theory. The results of the study show that the meaning contained in Syair Brama Sahdan implies that a king is a person who has the characteristics: power, supernatural powers, warriors (never give up), and wisdom; women are interpreted as valuable figures that must be fought for even though through war; war is interpreted as an activity to gain power but still pay attention to the prevailing customary rules; and customs in royal marriages which are interpreted as mandatory rituals carried out in welcoming the joining of the two new kingdoms. The matrix in Brama Sahdan's poetry is a description of the life journey of a great king. This poetry matrix is transformed into the Brama Sahdan model. The model is then converted into six variants in the poem's verses.Keywords: poetry, semiotic, riffaterreAbstrakSyair Brama Sahdan: Kajian Semiotik Riffaterre. Syair Brama Sahdan merupakan syair koleksi Museum Lambung Mangkurat yang penting untuk dikaji mengingat masih minimnya pengetahuan mengenai makna-makna yang terdapat dalam naskah Syair Brama Sahdan. Melalui pendekatan semiotik Riffaterre, dapat diketahui makna dari simbol-simbol yang terdapat dalam naskah. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi (1) makna yang terdapat dalam Syair Brama Sahdan berdasarkan pembacaan heuristik dan hermeneutik; (2) matriks, model, dan varian dalam syair Brama Sahdan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deksriptif dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah sastra tulis klasik dengan pendekatan semiotika teori Riffaterre. Berdasarkan pembacaan heuristik dan hermeneutik, hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang terdapat dalam Syair Brama Sahdan mengandung makna bahwa raja sebagai orang yang memiliki sifat kekuasaan, kesaktian, keprajuritan (pantang menyerah), dan kebijaksanaan; perempuan dimaknai sebagai sosok berharga yang harus diperjuangkan meskipun melalui peperangan; perang dimaknai sebagai suatu aktivitas untuk mendapatkan kekuasaan namun tetap memperhatikan aturan adat istiadat yang berlaku; dan adat istiadat dalam pernikahan raja yang dimaknai sebagai ritual wajib yang dilaksanakan dalam menyambut bergabungnya dua kerajaan baru. Matriks dalam syair Brama Sahdan merupakan gambaran perjalanan hidup seorang raja besar. Matriks syair ini ditransformasikan menjadi model Brama Sahdan. Model tersebut kemudian ditransformasikan menjadi enam varian yang terdapat dalam bait-bait syair.Kata Kunci: syair, semiotik, riffaterre
REGISTER PETANI KELAPA SAWIT DI DESA MANUNGGUL LAMA KECAMATAN SUNGAI DURIAN KABUPATEN KOTABARU (REGISTER OF PALM OIL FARMERS IN MANUNGGUL LAMA VILLAGE, SUNGAI DURIAN DISTRICT, KOTABARU DISTRICT) Agnes Erfina Belembele
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i2.16189

Abstract

 AbstractRegister of Palm Oil Farmers in Manunggul Lama Village, Sungai Durian District, Kotabaru District. The meeting of people from different backgrounds in terms of economic and social status comes from the upper middle to lower middle class, of course the language used is also different and gives rise to various variations in the use of language that are unique and interesting. This research uses descriptive qualitative method. The method of collecting data in this study is the listening method with tapping technique as the basic technique and the listening technique involving proficient and note-taking technique as a follow-up technique. The method of data analysis in this study is the translational equivalent method and the pragmatic equivalent method. Presentation of the results of data analysis using informal methods. The results showed that: 1) the registers of oil palm farmers in Manunggul Lama Village, Sungai Durian District, Kotabaru Regency have word and phrase forms, then the characterized register forms consist of elliptical features, special word characteristics, and shortening/alegro characteristics, 2) Types registers of oil palm farmers in Manunggul Lama Village, Sungai Durian District, Kotabaru Regency, namely the type of business or consultative register, the type of casual or casual register, and the type of intimate or intimate register. 3) Changes in the meaning of the register of oil palm smallholders in Manunggul Lama Village, Sungai Durian District, Kotabaru Regency, namely changes in meaning caused by the environment, changes in meaning caused by combinations of words, and changes in meaning due to associations.Keywords: Register, Oil Palm, Manunggul Lama Village.AbstrakRegister Petani Kelapa Sawit di Desa Manunggul Lama Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru. Pertemuan masyarakat dari latar belakang yang berbeda ditinjau dari segi ekonomi dan status sosial yang berasal dari menengah atas sampai menengah bawah tentu bahasa yang digunakan juga berbeda dan memunculkan berbagai variasi pemakaian bahasa yang unik dan menarik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik simak libat cakap serta teknik catat sebagai teknik lanjutannya. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode padan translasional dan metode padan pragmatis. Penyajian hasil analisis data dengan menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) register petani kelapa sawit di Desa Manunggul Lama Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru memiliki bentuk kata dan frasa, selanjutnya bentuk register berciri terdiri atas berciri elips, berciri kata khusus, dan berciri pemendekan/alegro, 2) Jenis-jenis register petani kelapa sawit di Desa Manunggul Lama Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru yaitu jenis register usaha atau consultative, jenis register santai atau casual, dan jenis register intim atau intimate. 3) Perubahan makna register petani kelapa sawit di Desa Manunggul Lama Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru yaitu perubahan makna yang disebabkan oleh lingkungan, perubahan makna yang disebabkan karena adanya gabungan kata, dan perubahan makna karena perkumpulan/asosiasi.Kata-kata kunci: Register, Kelapa Sawit, Desa Manunggul Lama
KETERAMPILAN MENULIS KRITIS UNTUK MEMPERSIAPKAN MAHASISWA PADA PENULISAN AKADEMIK PROFESIONAL (THE USE OF CRITICAL WRITING SKILLS TO PREPARE STUDENTS FOR PROFESSIONAL ACADEMIC WRITING) Nurul Shofiah; Rizka Amaliah; Zulmy Faqihuddin Putera
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i2.15534

Abstract

 AbstractThe use of critical writing skills to prepare students for professional academic writing. Writing academic texts needs to consider critical thinking positions. Critical thinking is a way to see things proportionally and objectively. Students have good critical thinking skills to do good writing. In writing academic texts, students tend to have difficulty integrating various reference sources into a unified whole to support arguments and ideas in writing, especially in the background, tend to be disorganized and incoherent, have difficulty finding previous research that supports the problem, and choose theory as a framework. This study aims to use critical writing skills to prepare students for professional academic writing. The presentation uses a literature review approach. The database or dataset used for literature research is the Google Scholar in Perish or Publish (PoP) application. Articles that are relevant to the research objectives 31 articles. The findings show that, first, descriptive writing involves describing information and phenomena in detail without argumentation. In contrast, critical writing involves analyzing and linking various pieces of information to understand the problem or topic chosen, learning to gain multiperspective understanding. Second, to prepare students for professional academic writing, an understanding of critical writing skills is needed, namely paraphrasing, explaining, concluding, analyzing, and synthesizing in writing academic texts. Third, the need to provide real feedback from lecturers and colleagues to increase self-confidence, as well as to habituate patterns of critical writing skills.Keywords: writing, critical writing, academic text, academic writing AbstrakKeterampilan menulis kritis untuk mempersiapkan mahasiswa pada penulisan akademik profesional. Menulis teks akademik perlu mempertimbangkan posisi berpikir kritis. Berpikir kritis adalah cara untuk melihat sesuatu secara proporsional dan objektif. Mahasiswa dapat dikatakan memiliki pemikiran kritis yang baik sehingga mampu membuat tulisan yang baik. Dalam menulis teks akademik, mahasiswa cenderung mengalami kesulitan mengintegrasikan berbagai sumber referensi menjadi satu kesatuan yang utuh untuk mendukung argumentasi, gagasan, dalam tulisan terutama di latar belakang, cenderung tidak teratur dan tidak koheren, kesulitan menemukan penelitian sebelumnya yang mendukung masalah, dan memilih teori sebagai kerangka berpikir. Tulisan ini bermaksud untuk memahami bagaimana meningkatkan kualitas penulisan teks akademik dengan mengasah kemampuan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini yakni menjelaskan pentingnya kerampilan menulis kritis untuk mempersiapkan mahasiswa dalam penulisan akademik secara professional. Pemaparan menggunakan pendekatan tinjauan literatur. Basis data atau dataset yang digunakan untuk penelitian literatur adalah aplikasi Google Scholar in Perish or Publish (PoP). Artikel yang relevan dengan tujuan penelitian sebanyak 31 artikel. Hasil temuan menunjukkan bahwa, pertama, menulis deskriptif melibatkan kegiatan mendeskripsikan informasi dan fenomena secara mendetail tanpa disertai argumentasi, sedangkan penulisan kritis melibatkan analisis dan menghubungkan  berbagai informasi untuk memahami masalah atau topik yang dipilih, serta belajar untuk mendapatkan pemahaman multiperspektif. Kedua, mempersiapkan mahasiswa untuk penulisan akademik profesional, diperlukan pemahaman keterampilan menulis kritis, yaitu parafrase, menjelaskan, menyimpulkan, menganalisis, dan menyintesis dalam menulis teks akademik. Ketiga, perlunya pemberian umpan balik nyata dari dosen dan rekan untuk meningkatkan rasa percaya diri, serta pembiasan pola keterampilan menulis kritis.Kata-kata kunci: menulis; tulisan kritis; teks akademik, penulisan akademik
REPRESENTASI FLORA DAN FAUNA DALAM NOVEL UPACARA KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN (REPRESENTATION OF FLORA AND FAUNA IN THE NOVEL “UPACARA” BY KORRIE LAYUN RAMPAN) Retno Sari Maulida
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i2.15381

Abstract

 AbstractRepresentation of Flora and Fauna in The Novel “Upacara” By Korrie Layun Rampan. This study describes the flora and fauna, as well as their relationship with the novel's intrinsic elements. This type of research is literary ecology with a qualitative descriptive method. The data in this study are written data relating to flora and fauna. The data source, namely the library data source, is in the form of a novel “Upacara” by Korrie Layun Rampan. The data was collected using documentation studies and data analysis techniques, namely content analysis. Based on the data analysis, it was found that many flora and fauna contained in the novel are closely related to basic needs, livelihoods, traditional ceremonies, to the beliefs of the Benuaq Dayak people as told in the novel. Flora and fauna serve as a minor theme in the novel. Fauna diction is used to describe the characters in this novel, namely the proboscis monkey and hornbill. The depiction of the characters of these figures uses analytic techniques and dramatic techniques. Flora and fauna are also described as having a relationship with the setting (place, time, and social) in the novel. The relationship between flora and fauna with the point of view used by the author is not found in this novel. Flora and fauna are also described in relation to the implied mandate in this novel, namely to preserve nature, not to be greedy, and to be responsible for all actions. Keywords: Representation, Flora, Fauna, Literary EcologyAbstrakRepresentasi Flora dan Fauna dalam Novel Upacara Karya Korrie Layun Rampan. Penelitian ini mendeskripsikan flora dan fauna, juga hubungannya dengan unsur intrinsik novel tersebut. Jenis penelitian ini yaitu ekologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah data tertulis yang berkenaan dengan flora dan fauna. Sumber datanya, yaitu sumber data pustaka, berupa Novel Upacara karya Korrie Layun Rampan. Data tersebut dikumpulkan menggunakan studi dokumentasi dan teknik analisis datanya, yaitu analisis isi. Berdasarkan analisis data, ditemukan banyak flora dan fauna yang termuat dalam novel yang berkaitan erat dengan kebutuhan pokok, mata pencaharian, upacara adat, hingga kepercayaan masyarakat Dayak Benuaq yang diceritakan dalam novel. Flora dan fauna dijadikan sebagai tema minor dalam novel tersebut. Diksi fauna digunakan sebagai penyebutan tokoh dalam novel ini, yaitu bekantan dan burung rangkong. Penggambaran karakter tokoh-tokoh tersebut menggunakan teknik analitik dan teknik dramatik. Flora dan fauna juga digambarkan mempunyai hubungan dengan latar (tempat, waktu, dan sosial) dalam novel. Hubungan flora dan fauna dengan sudut pandang yang digunakan pengarang, tidak ditemukan dalam novel ini. Flora dan fauna juga digambarkan berhubungan dengan amanat tersirat dalam novel ini, yaitu jagalah kelestarian alam, jangan serakah, dan bertanggung jawab atas segala perbuatan.Kata-kata kunci: Representasi, Flora, Fauna, Ekologi Sastra

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue