cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
NILAI KEPEMIMPINAN DALAM BUKU PERIBAHASA BANJAR “BARUH URANG DIKARUNI, BARUH SAURANG TAUNG” KARYA Y.S. AGUS SUSENO (THE VALUE OF LEADERSHIP IN BANJAR'S BOOK OF PROVERBS “BARUH URANG DIKARUNI, BARUH SAURANG TAUNG” BY Y.S. AGUS SUSENO) Aryadi, Aryadi; Dewi, Dwi Wahyu Candra; Chandra, Noor Eka
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.19051

Abstract

AbstractThe Value of Leadership In Banjar's Book of Proverbs “Baruh Urang Dikaruni, Baruh Saurang Taung” By Y.S. Agus Suseno. The study's overarching goal is to protect indigenous languages and cultures from extinction, with a focus on the Banjar language. Rising levels of globalization and modernity impacting all aspect of life, including cultural customs and traditions, which contributes to the problem. Leadership teachings from Banjar proverbs such as Baruh Saurang Taung and Baruh Urang Dikaruni by Y.S. Agus Suseno are the focus of this research. This qualitative descriptive study examines the significance of leadership through the lens of Y.S. Agus Suseno's books Baruh Urang Dikaruni, Baruh Saurang Taung. The results indicate that Baruh Saurang Taung Y.S. Agus Suseno's goal in writing Baruh Urang Dikaruni was to prevent the Banjar language from fading into oblivion. "Baruh Urang Dikaruni, Baruh Saurang Taung" means that we should be able to keep what we have, which includes our culture and the environment. Preserving our cultural history is an investment in the future of our country and a tremendous boost to its economic prosperity, therefore everyone should do all they can to make it happen. Leaders must be able to teach their followers about culture, love their own culture without minimizing others, practice their culture daily, eliminate status, avoid ethnocentrism and primordialism, and preserve culture for the benefit of society if civilization is to continue.Keywords: Leadership Values, Banjar Proverbs, Banjar Language AbstrakNilai Kepemimpinan dalam Buku Peribahasa Banjar “Baruh Urang Dikaruni, Baruh Saurang Taung” Karya Y.S. Agus Suseno. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk melindungi bahasa dan budaya asli dari kepunahan, dengan fokus pada bahasa Banjar. Meningkatnya tingkat globalisasi dan modernitas berdampak pada seluruh aspek kehidupan, termasuk adat istiadat dan tradisi budaya, yang turut berkontribusi terhadap permasalahan tersebut. Ajaran kepemimpinan dari peribahasa Banjar seperti Baruh Saurang Taung dan Baruh Urang Dikaruni karya Y.S. Agus Suseno menjadi fokus penelitian ini. Penelitian deskriptif kualitatif ini mengkaji signifikansi kepemimpinan melalui kacamata Y.S. Buku Agus Suseno Baruh Urang Dikaruni, Baruh Saurang Taung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baruh Saurang Taung Y.S. Tujuan Agus Suseno menulis Baruh Urang Dikaruni adalah agar bahasa Banjar tidak semakin terlupakan. “Baruh Urang Dikaruni, Baruh Saurang Taung” artinya kita harus bisa menjaga apa yang kita miliki, termasuk budaya dan lingkungan kita. Melestarikan sejarah budaya kita merupakan investasi masa depan negara kita dan merupakan dorongan besar bagi kemakmuran ekonomi negara kita, oleh karena itu setiap orang harus melakukan segala yang mereka bisa untuk mewujudkannya. Pemimpin harus mampu mendidik pengikutnya tentang budaya, mencintai budaya sendiri tanpa meremehkan orang lain, mengamalkan budayanya sehari-hari, menghilangkan status, menghindari etnosentrisme dan primordialisme, serta melestarikan budaya untuk kemaslahatan masyarakat jika peradaban ingin terus berlanjut.Kata-kata kunci: Nilai Kepemimpinan, Peribahasa Banjar, Bahasa Banjar
EKOSISTEM LITERASI SASTRA ANAK DI SEKOLAH DASAR MARABAHAN (CHILDREN'S LITERACY ECOSYSTEM AT MARABAHAN ELEMENTARY SCHOOL) Novitasari, Aulia
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.15164

Abstract

AbstractChildren's Literacy Ecosystem at Marabahan Elementary School. Learning literature in elementary schools can be seen in the Indonesian language subject. Learning literature in elementary schools uses children's literature. The teacher plays an important role in selecting the appropriate and suitable children's literature in accordance with children’s development and needs as readers. This selection is based on certain criteria. Besides teachers, students can also provide responses to learning literature at school. This study aims to describe the children's literature used in Marabahan elementary school and the selection criteria by teachers. This study also describes the results of children's responses to children's literature used in learning. The results of the children’s responses concern the teacher's choice of children's literature based on the point of view of the child reader. Used a qualitative approach with an analytic descriptive method. The data sources were informants and respondents. Data were collected from observations, interviews, and questionnaires. Data analysis covered data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results showed that first, the types of children's literature used by the teacher were fables, fairy tales, legends, and folktales. Second, the criteria used in the selection of children's literature used were interesting stories, length of stories, the content of moral values, age appropriateness, familiar stories, rich in values, and cultural insertion in the stories. Third, the children's responses showed positive results in assessing the children's literature. Social factors affecting their responses were student background, teacher background, teacher stimulus, library conditions, and textbooks used.Keywords: literacy ecosystem, children's literature, children's readers, learning literatureAbstrakEkosistem Literasi Sastra Anak di Sekolah Dasar Marabahan. Pembelajaran sastra di sekolah dasar tertuang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran sastra di sekolah dasar menggunakan sastra anak dalam pembelajaran. Sikap selektif diperlukan dalam pemilihan sastra anak disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan pembaca anak. Guru memiliki peranan dalam memilih sastra anak yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran. Pemilihan didasari kriteria yang ditetapkan oleh guru. Siswa akan memberikan respons dan tanggapan terhadap pembelajaran sastra yang diajarkan oleh guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sastra anak yang digunakan di sekolah dasar Marabahan beserta kriteria pemilihan sastra anak oleh guru. Penelitian ini juga mendeskripsikan hasil respons pembaca anak terhadap karya sastra anak yang digunakan dalam pembelajaran sastra. Hasil respons pembaca anak akan mengamati bagaimana sastra anak pilihan guru dalam sudut pandang siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Sumber data penelitian berupa informan dan responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, jenis sastra anak yang digunakan guru yakni fabel, dongeng, legenda, dan cerita rakyat. Kedua, kriteria yang digunakan guru dalam pemilihan sastra anak cerita menarik, panjang cerita, nilai moral, usia, cerita familiar, kandungan nilai, dan pengenalan budaya. Ketiga, respons pembaca anak menunjukkan hasil yang positif dalam menilai sastra anak yang dipilih oleh guru. Faktor sosial yang mempengaruhi respons pembaca anak yaitu latar belakang siswa dan guru, stimulus guru, kondisi perpustakaan, dan buku teks yang digunakan.Kata Kunci: ekosistem literasi, sastra anak, pembaca anak, pembelajaran sastra
REPRESENTASI BUDAYA MISTIS DALAM DIALOG FILM-FILM PENDEK KALIMANTAN SELATAN: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK (REPRESENTATION OF MYSTICAL CULTURE IN DIALOGUES OF SOUTH KALIMANTAN SHORT FILMS: AN ANTROPOLINGUISTIC STUDY) Syahbana, Fitri
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.16990

Abstract

AbstractRepresentation of Mystical Culture in Dialogues of South Kalimantan Short Films: An Antropolinguistic Study. This research is intended to describe the form of objects, places, and times of mystical culture in the speeches of the characters in these short films and meaning of mystical culture in the dialogues of these short film. Anthopolinguistics was used in this research as a qualitative descriptive method. The data in this study are dialogues from figures relating to mystical culture of objects, places, and time. The data sources are document or archive data sources, in the form of 8 (eight) short films. The data collection technique was carried out by means of documentation using listening techniques, note-taking techniques, and data analysis techniques, namely content analysis techniques. Based on data analysis, it was found that there is a mystical culture related to objects, places, and times in the short film. The objects contained in the short film are offerings, tattoo (wafak), incense, mosquito nets, kuyang oil, perafen, and nyiru (rice winnowing). Places contained in the short film, rivers, forests, and rubber plantations. The time contained in the short film, namely night and dusk. Mystical culture related to objects, places, and time has been considered as a belief that has been believed for generations from generation to generation. Some people in South Kalimantan still believe in mystical culture. This happens because there is an inheritance from the family and the surrounding environment which makes this mystical culture still believed and implemented by some Banjar people.Keywords: representation, mystical culture, short film, antropolinguisticAbstrakRepresentasi Budaya Mistis dalam Dialog Film-Film Pendek Kalimantan Selatan: Kajian Antropolinguistik. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan wujud benda, tempat, dan waktu budaya mistis pada tuturan para tokoh dalam film-film pendek dan makna budaya mistis dalam dialog film-film pendek. Antopolinguistik digunakan dalam studi ini dengan metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah dialog dari tokoh yang berkenaan dengan budaya mistis terhadap benda, tempat, dan waktu. Sumber datanya, yaitu sumber data dokumen atau arsip, berupa 8 (delapan) film pendek. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi yang menggunakan teknik simak, teknik catat, dan teknik analisis datanya yaitu teknik analisis konten (conten analysis). Berdasarkan analisis data, ditemukan budaya mistis yang berkaitan dengan benda, tempat, dan waktu dalam film pendek tersebut. Benda yang termuat dalam film pendek, yaitu sesaji, rajah (wafak), dupa, kelambu, minyak kuyang, perafen, dan nyiru (penampi beras). Tempat yang termuat dalam film pendek, yaitu sungai, hutan, dan kebun karet. Waktu yang termuat dalam film pendek, yaitu malam dan senja. Budaya mistis berkaitan dengan benda, tempat, dan waktu telah dianggap sebagai kepercayaan yang telah diyakini secara turun temurun setiap generasi. Hal tersebut terjadi karena adanya warisan dari keluarga dan lingkungan sekitar yang membuat budaya mistis tersebut masih dipercayai dan dilaksanakan oleh masyarakat Banjar.Kata-kata kunci: representasi, budaya mistis, film pendek, antropolinguistik
PILIHAN BAHASA PADA MASYARAKAT SUKU JAWA DI DAERAH TRANSMIGRAN KECAMATAN KURANJI TANAH BUMBU (THE CHOICE OF LANGUAGE IN JAVANESE COMMUNITIES IN THE TRANSMIGRANT AREA OF KURANJI TANAH BUMBU SUB-DISTRICT) Salamah, Ummie
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.15406

Abstract

AbstractThe Choice of Language in Javanese Communities in the Transmigrant Area of Kuranji Tanah Bumbu Sub-District. This study aims to understand the choice of language by the Javanese in the realm of family, community, work/government, education, and transactions. Types of quantitative and qualitative research approaches. The research data is the response of the Javanese population of Kuranji District. The results showed that the use of SBD was more widely used in the family domain with a proportion of 75%, in the community and transaction domains, the use of SBD, namely more frequent use of SBD from BI with a proportion of 39% in the community domain, 45%, in the transaction domain. Then in the realm of work/government and the realm of education, the use of BI is more widely used with the proportion of 86% and 97%.Keywords: Choice of Language, Javanese Ethnic Community, Domain, Multilingual, Kuranji DistrictAbstrakPilihan Bahasa pada Masyarakat Jawa di Daerah Transmigran Kecamatan Kuranji Tanah Bumbu. Penelitian ini bertujuan memahami pilihan bahasa oleh penduduk suku Jawa pada ranah keluarga, masyarakat, pekerjaan/pemerintahan, pendidikan, dan transaksi. Jenis pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Data penelitian adalah respon penduduk suku Jawa Kecamatan Kuranji. Hasil penelitian diperoleh penggunaan SBD lebih banyak digunakan pada ranah keluarga dengan persentase 75%, pada ranah masyarakat dan transaksi, penggunaan SBD yaitu lebih sering menggunakan SBD dari BI dengan persentase 39% pada ranah masyarakat  45%, pada ranah transaksi. Kemudian pada ranah pekerjaan/pemerintahan dan ranah pendidikan, penggunakan BI lebih banyak digunakan dengan persentase 86% dan 97%.Kata Kunci: Pilihan Bahasa, Masyarakat Suku Jawa, Ranah, Multilingual, Kecamatan Kuranji
ANALISIS IMPLIKATUR METAFORA DAN ALIRAN FEMINISME MULTIKULTURAL PADA LIRIK LAGU “NALA” CIPTAAN TULUS (ANALYSIS OF METAPHOR IMPLICATURE AND MULTICULTURAL FEMINISM FLOWS ON THE LYRICS OF THE SONG "NALA" CREATED BY TULUS) Tarigan, Dina Mariana Br
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.16853

Abstract

AbstractAnalysis of Metaphor Implicature and Multicultural Feminism Flows on the Lyrics of the Song "Nala" Created by Tulus. The lyrics of the song entitled "Nala" by Tulus tell about the love life of a character named Nala. Nala is the main character in the song lyrics by Tulus. Nala is a woman who lives a simple life and is strong in finding her soul mate. The story is written in song lyrics wrapped in linguistic style. The language style used in Nala's song lyrics is metaphorical implicatures of the type of love (serenada) and sadness (elegy). Through the use of metaphorical implicature, a multicultural feminist value can be found in the lyrics of Nala's song. The lyrics of the song Nala contain the meaning that injustice or discrimination against women occurs from the perspective of multicultural feminism. This research has two problem formulations, the first is to analyze the metaphorical implicatures contained in the lyrics of Tulus's song entitled "Nala" and the second is to analyze the flow of multicultural feminism contained in the lyrics of Tulus's song entitled "Nala". To analyze the data in this research, the author used a qualitative descriptive method. This research aims to determine the metaphorical implicature of the lyrics of Tulus' song entitled "Nala". Then, with this research, readers can find out that injustice is not only a matter of sex or gender, namely for women, but is also influenced by age, ethnicity, religion, appearance, education and economic factors. Multicultural feminism really upholds the value of diversity and culture. All humans should be treated equally and receive the same respect.Keywords: multicultural feminism, metaphorical implicature, song lyricsAbstrakAnalisis Implikatur Metafora dan Aliran Feminisme Multikultural pada Lirik Lagu “Nala” Ciptaan Tulus. Lirik lagu yang berjudul “Nala” karya Tulus menceritakan tentang kehidupan percintaan seorang tokoh yang bernama Nala. Nala adalah tokoh utama yang ada dalam lirik lagu karya Tulus. Nala merupakan seorang perempuan yang hidup sederhana dan tangguh dalam menemukan tambatan hati. Kisah itu ditulis dalam lirik lagu yang dibungkus melalui gaya bahasa. Gaya bahasa yang digunakan dalam lirik lagu Nala adalah implikatur metafora yang berjenis percintaan (serenada) dan kesedihan (elegi). Melalui penggunaan gaya bahasa implikatur metafora ditemukan sebuah nilai aliran feminisme multikultural pada lirik lagu Nala. Lirik lagu Nala mengandung makna bahwa terjadinya ketidakadilan atau diskriminasi terhadap perempuan dalam perspektif feminisme multikultural. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah, yang pertama adalah menganalisis implikatur metafora yang terdapat pada lirik lagu Tulus yang berjudul “Nala” dan yang kedua adalah menganalisis aliran feminism multikultural yang terdapat pada lirik lagu Tulus yang berjudul “Nala”. Untuk menganalisis data pada penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya implikatur metafora lirik lagu Tulus yang berjudul “Nala”. Kemudian dengan adanya penelitian ini, pembaca dapat mengetahui bahwa ketidakadilan bukan hanya persoalan jenis kelamin atau gender yaitu pada perempuan saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor usia, suku, agama, penampilan, pendidikan, dan ekonomi. Aliran feminisme multikultural sangat menjunjung tinggi nilai keberagaman dan kebudayaan. Sudah semestinya semua manusia harus diperlakukan setara dan mendapatkan penghargaan yang sama.Kata-kata kunci: feminisme multikultural, implikatur metafora, lirik lagu
MISPERSEPSI DALAM PEMBACAAN MATAN SAFIINATUN NAJAAH (MISPERCEPTION IN READING MATAN SAFIINATUN NAJAAH) Ufairoh, Shofi Najla; Sari, Dewi Masitoh Arum; Muassomah, Muassomah
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.16526

Abstract

AbstractMisperception in reading Matan Safiinatun Najaah. The process of encoding and decoding information can actually result in errors in understanding its meaning. Reading the book of Turats in Islamic boarding schools often experiences errors that can lead to misperceptions that result in a wrong understanding of religious teachings. The purpose of this study is to describe the forms, causes, and effects of misperceptions in reading Matan Safiinatun Najaah. This research method uses a qualitative-descriptive approach by conducting field observations. Data obtained through observation, tests, and documentation The research participants were seven female students at the Daruzzahra Ar-Rifa’i 2 Islamic Boarding School in Malang. The results showed that the reading of Matan Safiinatun Najaah by female students resulted in various errors and misperceptions. The findings of the tables in this article provide examples of misreadings such as errors in vowels and letters which have an impact on meaning errors. Misperceptions that occur in reading the book of Turats can have a negative impact, such as the spread of erroneous religious understanding or actions that are contrary to religious teachings. This research indicates that the reading of Matan Safiinatun Najaah in Islamic boarding schools often experiences errors and misperceptions. Increasing understanding of the scriptures and attention to the Arabic language can help avoid misperceptions. This article provides an explanation of the frequent reading errors and their impact, as well as an understanding of the importance of paying attention to context and Arabic when reading the book of Turats.Keywords: kitab Turats, Matan Safinatun Najaah, reading, misperceptions, pesantrenAbstrakMispersepsi dalam pembacaan Matan Safiinatun Najaah. Proses encoding dan decoding informasi ternyata dapat mengakibatkan kesalahan dalam memahami makna. Pembacaan kitab Turats di pondok pesantren tidak jarang mengalami kesalahan yang dapat menyebabkan mispersepsi yang berdampak pada pemahaman yang salah tentang ajaran agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan bentuk, penyebab, dan dampak mispersepsi dalam pembacaan Matan Safiinatun Najaah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan melakukan observasi lapangan. Data diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Partisipan penelitian adalah tujuh santriwati di Pondok Pesantren Daruzzahra Ar-Rifa’i 2 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Matan Safiinatun Najaah oleh santriwati menghasilkan bermacam-macam kesalahan dan mispersepsi. Temuan tabel-tabel dalam artikel ini memaparkan contoh kesalahan pembacaan seperti kesalahan dalam harakat dan huruf yang berdampak pada kesalahan makna. Mispersepsi yang terjadi dalam pembacaan kitab Turats dapat berdampak negatif, seperti penyebaran pemahaman agama yang keliru atau tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama. Dari hasil penelitian ini, penulis menemukan bahwa pembacaan Matan Safiinatun Najaah di pondok pesantren tidak jarang mengalami kesalahan dan mispersepsi. Meningkatkan pemahaman terhadap kitab dan perhatian terhadap bahasa Arab dapat membantu menghindari terjadinya mispersepsi. Artikel ini memberikan paparan tentang kesalahan pembacaan yang sering terjadi dan dampaknya serta memberikan pemahaman tentang pentingnya memperhatikan konteks dan bahasa Arab dalam membaca kitab Turats.Kata-kata kunci: kitab Turats, Matan Safiinatun Najaah, membaca, mispersepsi, pesantren
NILAI SOSIAL ANTOLOGI PUISI “NGEPAK-NGEPAK” KARYA FAHRURRAJI ASMUNI: KAJIAN HERMENEUTIKA GADAMER (SOCIAL VALUES OF THE POETRY ANTHOLOGY "NGEPAK-NGEPAK" BY FAHRURRAJI ASMUNI: A STUDY OF GADAMER'S HERMENEUTICS) Setiawan, Deddy Andria
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.16822

Abstract

AbstractSocial Values of the Poetry Anthology "Ngepak-Ngepak" by Fahrurraji Asmuni: A Study of Gadamer's Hermeneutics. This research is motivated by the importance of gaining a better understanding of the social value contributions of the poetry anthology "Ngepak-Ngepak" in its social context. The study also has the potential to provide new insights into how poetry can convey socially relevant messages to society. The aim of this research is to interpret the social values contained in the poetry anthology titled "Ngepak-Ngepak" by Fahrurraji Asmuni through Gadamer's hermeneutics, focusing on understanding cultural context, symbolic meanings, and subjective individual experiences. The research method used is qualitative analysis of the poetry text. The data obtained is analyzed using Gadamer's hermeneutic approach, which involves a dialectic between the reader's horizon and the text's horizon in order to provide a more comprehensive interpretation of the social values contained in the poetry. The social values conveyed by the poet through the understanding of the dominant cultural context indicate vital values, while those based on their sources predominantly demonstrate values of affection. The social values derived from the interpretation of symbolic meanings indicate vital and spiritual values, while those based on their sources demonstrate values of affection, life harmony, and responsibility. The social values derived from the subjective experiences of the readers indicate vital and spiritual values, while those based on their sources demonstrate values of affection, life harmony, and responsibility. Fahrurraji Asmuni's work remains relevant to contemporary life and can serve as a guide for us in navigating life.Keywords: sociology of literature, social values, hermeneutics, poetry, horizonAbstrakNilai Sosial Antologi Puisi “Ngepak-Ngepak” Karya Fahrurraji Asmuni: Kajian Hermeneutika Gadamer. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kontribusi antologi puisi "Ngepak-Ngepak" dalam konteks nilai sosial. Penelitian ini juga berpotensi memberikan wawasan baru tentang cara puisi dapat menyampaikan pesan-pesan sosial yang relevan dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasi nilai sosial yang terkandung dalam antologi puisi berjudul "Ngepak-Ngepak" karya Fahrurraji Asmuni dengan  kajian hermeneutika Gadamer melalui pemahaman konteks budaya, makna simbolik, dan pengalaman subjektif individu. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap teks puisi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan hermeneutika Gadamer yang melibatkan dialektika antara horizon pembaca dengan horizon teks agar dapat memberikan interpretasi yang lebih komprehensif dalam memahami nilai-nilai sosial yang terkandung dalam puisi. Nilai sosial yang disampaikan penyair melalui pemahaman konteks budaya dominan menunjukkan nilai vital sedangkan berdasarkan sumbernya dominan menunjukkan nilai kasih sayang. Nilai sosial dari pemahaman makna simbolik menunjukkan nilai vital dan nilai spritual sedangkan berdasarkan sumbernya menunjukkan nilai kasih sayang, keserasian hidup, dan nilai tanggung jawab. Nilai sosial dari pengalaman subjektif pembaca menunjukkan nilai vital dan spritual sedangkan berdasarkan sumbernya menunjukkan nilai kasih sayang, keserasian hidup, dan nilai tanggung jawab. Karya Fahrurraji Asmuni ini masih relevan dengan kehidupan masa kini dan dapat dijadikan pedoman bagi kita dalam menjalani kehidupan.Kata-kata kunci: sosiologi karya sastra, nilai sosial, hermeneutika, puisi, horizon
PERILAKU ALTRUISME TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN (THE MAIN CHARACTER’S ALTRUISM IN THE NOVEL CANTIK ITU LUKA BY EKA KURNIAWAN) Ummy, Rustiana
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.16119

Abstract

AbstractThe Main Character's Altruism in the Novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The problem of this research is how altruism behaves in the context of social norms and kinship norms of the main character in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The purpose of this study was to obtain an overview of the main character's altruism behavior in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. Specifically, the purpose of this research is to describe the main character's altruism behavior in the context of social norms and in kinship norms. The source of the data in this study was the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan which was published by Jendela Gramedia Pustaka Utama, Jakarta and published in 2002, consisting of 536 pages. The analysis used as the basis for this research is the psychology and sociology of literature which focuses on the textual approach. The method used in this study is descriptive analysis method, which is a method that uses a way of describing facts (data from novels) followed by analysis. The results of this study indicate that altruistic behavior in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan is represented by the figure of Dewi Ayu as the main character which is proven through her actions helping other characters sincerely, purely, without getting anything in return for herself. This behavior is manifested in the form of altruism behavior in the context of social norms and kinship norms. The main character's altruism behavior in the context of social norms found four aspects of motivation to help, namely: (1) the presence of other people, (2) indicating environmental conditions, (3) the presence of time pressure, and (4) showing helping people who are liked. The main character's altruism behavior in the context of kinship norms is found in three motivations to help, namely (1) kin altruism, (2) biological altruism, and (3) sexual orientation.Keywords: behavior, altruism, the main character, novel, beauty is wound. AbstrakPerilaku Altruisme Tokoh Utama dalam Novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Masalah penelitian ini yaitu bagaimana perilaku altruisme dalam konteks norma sosial dan norma kekerabatan tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang perilaku altruisme tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku altruisme tokoh utama dalam konteks norma sosial dan dalam norma kekerabatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan yang diterbitkan oleh Jendela Gramedia Pustaka Utama, Jakarta dan diterbitkan tahun 2002, terdiri atas 536 halaman. Analisis yang digunakan sebagai dasar dalam penelitian ini adalah psikologi dan sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu metode yang menggunakan cara mendeskripsikan fakta-fakta (data dari novel) dilajutkan dengan analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku altruisme dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan terwakilkan oleh sosok Dewi Ayu sebagai tokoh utama yang dibuktikan melalui tindakan menolong tokoh lain secara tulus, murni, tanpa mendapatkan balasan apa pun untuk dirinya. Perilaku tersebut terwujud dalam bentuk perilaku altruisme dalam konteks norma sosial dan norma kekerabatan. Perilaku altruisme tokoh utama dalam konteks norma sosial ditemukan empat aspek motivasi untuk menolong, yaitu: (1) adanya kehadiran orang lain, (2) menunjukkan kondisi lingkungan, (3) adanya tekanan waktu, dan (4) menunjukkan menolong orang yang disukai. Perilaku altruisme tokoh utama dalam konteks norma kekerabatan ditemukan dalam tiga motivasi untuk menolong, yaitu (1) aspek perlindungan kerabat (kin altruism), (2) aspek biologik (biological altruism), dan (3) aspek orientasi seksual.Kata-kata kunci: perilaku, altruisme, tokoh utama, novel, cantik itu luka
FENOMENA KEHIDUPAN MASYARAKAT TEGALURUNG-INDRAMAYU DALAM NOVEL AIB DAN NASIB KARYA MINANTO (THE PHENOMENON OF TEGALURUNG-INDRAMAYU COMMUNITY LIFE IN THE NOVEL AIB DAN NASIB BY MINANTO) Alfien, Moh. Fajrul; Juidah, Imas; Logita, Embang
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.18181

Abstract

AbstractThe Phenomenon of Tegalurung-Indramayu Community Life in The Novel Aib dan Nasib by Minanto. This research aims to describe the phenomenon of Tegalurung-Indramayu community life contained in the novel Aib and Nasib by Minanto. The formulation of the problem contained in this study is how the life of the villagers contained in the novel Aib and Nasib by Minanto and its implications for social life. The research method used in this research is descriptive qualitative method. The data source of this research is the novel Aib and Nasib by Minanto. Furthermore, the data contained in this novel is associated with Alan Swingewood's theory of literary sociology which states that literary works are born as social documents that record an era. The result of this study revealed that the novel Aib and Nasib by Minanto recorded the phenomena of family disorganisation, poverty, violence, young generation and early marriage in the life of Tegalurung community which implicated in a chaotic and problematic social life.Keywords: Aib dan Nasib, Alan Swingewood, Novel, Sociology of literatureAbstrakFenomena Kehidupan Masyarakat Tegalurung-Indramayu dalam Novel Aib dan Nasib karya Minanto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena kehidupan masyarakat Tegalurung-Indramayu yang terdapat di dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto. Rumusan masalah yang terdapat pada penelitian ini ialah bagaimana kehidupan orang-orang desa yang terdapat dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto dan implikasinya pada kehidupan sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini ialah novel Aib dan Nasib karya Minanto. Selanjutnya, data yang terdapat dalam novel ini dikaitkan dengan teori sosiologi sastra Alan Swingewood yang menyatakan bahwa karya sastra lahir sebagai dokumen sosial yang merekam suatu zaman. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa novel Aib dan Nasib karya Minanto merekam fenomena disorganisasi keluarga, kemiskinan, kekerasan, generasi muda dan pernikahan dini pada kehidupan masyarakat di Tegalurung yang berimplikasi pada kehidupan sosial yang kacau dan penuh dengan masalah.Kata-kata kunci: Aib dan Nasib, Alan Swingewood, Novel, Sosiologi sastra
PENULIS PEREMPUAN BERBICARA POLIGAMI DALAM TIGA NOVEL INDONESIA: KAJIAN GINOKRITIK (THE FEMALE WRITERS OF POLYGAMY SPEAKING IN THREE INDONESIAN NOVEL: GYNOCRITIC STUDY) Ngatmiyatun, Ngatmiyatun
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.16732

Abstract

AbstractThe Female Writers of Polygamy Speaking in Three Indonesian Novel: Gynocritic Study. This study aims to understand the views of female writers in describing polygamy and to understand women's writing and women's culture as described by female writers through values, institutions, relationships, and communication between characters in the novel Wife Young, the novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang and the novel Athirah. The approach used is a gynocritical approach with a qualitative descriptive method. The data in this study is in the form of text in the novel. The research results obtained (1) polygamy was carried out secretly, without permission from the first wife. (2) polygamy is done openly and with permission from the first wife. (3) polygamy is done secretly, the first wife is forced to give permission. Second, the writing of women and women's culture which is described by women writers through communication between characters in the three novels includes values, institutions, relationships, and methods of communication.Keywords: Female Writer, Polygamy, Novel, GynocriticAbstrakPenulis Perempuan Berbicara Poligami dalam Tiga Novel Indonesia: Kajian Ginokritik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan penulis perempuan dalam menggambarkan poligami dan untuk memahami penulisan perempuan dan budaya perempuan yang digambarkan oleh penulis perempuan melalui nilai-nilai, institusi, hubungan-hubungan, dan komunikasi antar tokoh dalam novel Istri Muda, novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang dan novel Athirah. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan ginokritik dengan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa teks pada novel. Hasil penelitian diperoleh (1) poligami dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, tanpa ada izin dari istri pertama. (2) poligami dilakukan dengan terbuka dan ada izin dari istri pertama. (3) poligami dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, istri pertama terpaksa memberikan izin. Kedua, Penulisan perempuan dan budaya perempuan yang digambarkan penulis perempuan melalui komunikasi antar tokoh pada ketiga novel meliputi, nilai, institusi, hubungan-hubungan, dan metode komunikasi.Kata Kunci: Penulis Perempuan, Poligami, Novel, Ginokritik

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue