cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidaritas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 685 Documents
Peran Komunikasi Internal Organisasi dalam Mendukung Kinerja (Study Kasus di Internal Bagian Humas Pemerintah Kota Surakarta) Dwi Hani Wahyuningsih; nurnawati hindra hastuti
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKomunikasi internal organisasi merupakan proses komunikasi yang terjadi disuatu kantor dan hanya melibatkan orang-orang yang menjadi bagian internal suatu organisasi perkantoran. Keterbukaan komunikasi internal sangat diperlukan dalam menjalankan dan menginformasikan sebuah tugas agar terjadi kelancaran dalam bekerja dan meningkatkan kedisiplinan serta tanggung jawab karyawan pada pekerjannya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komunikasi internal organisasi dalam mendukung kinerja karyawan di Bagian Humas Pemerintah Kota Surakarta.Teori yang digunakan dalam penelitian ini Komunikasi Internal organisasi dari Pace & Faules yaitu komunikasi vertikal ke atas dan ke bawah, dengan menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan secara purposive sampling dengan wawancara mendalam pada sumber informan Kepala Bagian Humas dan Protokol, Kepala Sub Bagian Humas dan karyawan Humas yang dianggap memenuhi kriteria sebagai informan. Teknik analisis data menggunakan metode analisis interaktif yang dikembangkan oleh Mathew B. Miles, A. Michael Huberman dan Johny Saldana selama proses kegiatan dilakukan dengan tiga hal yaitu Kondensasi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, komunikasi internal memberikan kontribusi besar dalam mendukung kinerja karyawan di Bagian Humas Pemerintah Kota Surakarta. Komunikasi vertikal, pimpinan dengan karyawan, karyawan dengan pimpinan berjalan dengan baik dan terbuka. Baiknya komunikasi internal organisasi tersebut karyawan dapat mengetahui, peraturan, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pimpinan. Karyawan dapat memperoleh informasi berkaitan dengan pekerjaan secara cepat, jelas, mudah dipahami, mendorong motivasi karyawan, karyawan menjadi disiplin masuk dan pulang kantor sesuai peraturan, mengumpulkan tugas tepat waktu, tanggung jawab pada pekerjaanya serta karyawan memperoleh kesempatan untuk menyatakan saran pada pimpinan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pekerjaannya yang disampaikan secara langsung dengan sopan walaupun masih ditemui adanya karyawan yang memiliki beberapa hambatan psikologis yaitu merasa malu, kurang percaya diri dalam berkomunikasi secara langsung, beranggapan pimpinan tidak dapat menerima apa yang diungkapkan berkaitan dengan sarannya, kurang disiplin masuk dan pulang kantor, kurang tepat waktu dalam mengumpulkan tugas serta kurang tanggung jawab pada pekerjaannya. Hal ini bukan karena kemampuan yang dimiliki, melainkan karena memiliki motivasi yang rendah dan urusan keluarga sehingga mendapatkan teguran tertulis dari pimpinan.Kata Kunci: Komunikasi Internal, Organisasi, Kinerja
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MEMBENTUK LOYALITAS TARUNA SIAGA BENCANA DI KABUPATEN KARANGANYAR Eko Wahyuni; Maya Sekar Wangi
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKomunikasi menjadi sesuatu yang penting dalam suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik dalam organisasi, maka organisasi tersebut dapat berjalan dengan lancar dan berhasil. Sebaliknya, jika di dalam suatu organisasi komunikasi tidak berjalan lancar, maka dapat mengakibatkan terhambatnya organisasi dalam mencapai tujuan. Dengan demikian, komunikasi di setiap organisasi mempunyai peranan sentral.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran komunikasi organisasi dalam membentuk loyalitas Taruna Siaga Bencana di Kabupaten Karanganyar.Teori yang digunakan dalam penelitian ini Komunikasi organisasi dari Arni Muhammad yaitu komunikasi keatas dan komunikasi kebawah. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, lokasi penelitian Taruna Siaga Bencana Kabupaten Karanganyar, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, wawancara dengan pengawas, koordinator, dan 2 anggota Tagana, teknik analisis data menggunakan metode analisis interaktif yang dikembangkan oleh Mathew B. Miles, A. Michael Huberman dan Johny Saldana selama proses kegiatan dilakukan dengan tiga hal yaitu Kondensasi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi organisasi dari pimpinan organisasi kepada anggota organisasi yang berada di Tagana dapat mempersuasif anggota Tagana untuk memiliki loyalitas di organisasi. Hal tersebut dapat diketahui dari optimalnya informasi yang diberikan pimpinan kepada anggota organisasi serta pertukaran informasi diantara pimpinan dan anggota organisasi begitu juga sebaliknya akan mempengaruhi hubungan yang terjalin antara individu, tanggung jawab anggota di dalam organisasi serta rasa memiliki organisasi Tagana.Kata kunci : Peran komunikasi, Organisasi, Loyalitas Kerja
STRATEGI PROGRAM DUNIA BINATANG TRANS7 DALAM MEMPERTAHANKAN RATING Gerda Putri Sudiro; Dian Esti Nurati; Buddy Riyanto
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBerbagai stasiun televisi berlomba-lomba menghadirkan program yang diharapkan dapat menarik perhatian penontonnya, terutama di tengah-tengah persaingan industri televisi saat ini yang semakin ketat. Setiap stasiun televisi berlomba menyuguhkan yang terbaik melalui berbagai produksi programnya. Trans7 sebagai salah satu stasiun televisi swasta nasional menyajikan satu program tayangan kategori soft news dengan format dokumenter yang berjudul “Dunia Binatang”. Program ini menyajikan segala informasi yang berkaitan dengan kehidupan hewan atau binatang. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis terhadap strategi program yang digunakan program Dunia Binatang, dengan menggunakan metode penelitian studi kasus yang dikaji secara kualitatif, teknik pengumpulan data primer observasi dan wawancara mendalam bersama key informan seperti produser, tim produksi, asisten produksi, dan kepala divisi produksi program bersangkutan. Dengan mengacu pada teori Strategi Program oleh Morissan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada konsistensi dari apa yang direncanakan dengan yang dilakukan sehingga seluruh proses dan tahapan mulai dari praproduksi hingga evaluasi dapat berjalan dengan semestinya, selain itu pemilihan ide secara selektif, pola rundown, naskah, konsep produksi yang diterapkan dilapangan sampai konsep editing yang digunakan dibuat dengan mengikut sertakan pertimbangan dari permintaan audiens, agar audiens tertarik dengan konten yang disajikan. Disamping itu, penempatan waktu dan jam siaran yang tepat juga menjadi salah satu strategi supaya program ini semakin diketahui dan mendapat minat dari masyarakat luas.Kata Kunci : Strategi Program, Dunia Binatang, Rating
POLA KOMUNIKASI WARGA GEREJA DENGAN MASYARAKAT SEKITAR DALAM MENJAGA TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA Jonathan Anggit Wicaksono; Maya Sekar Wangi; Herning Suryo Sardjono
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKehidupan manusia memiliki ragam suku etnis, budaya , dan agama, Di Indonesia sendiri berkembang berbagai agama dengan bermacam macamagama tersebut maka besar pula untuk terjadinya konflik, untuk mengurangi terjadinya konflik, sangat diperlukan adanya sikap toleransi antar umat beragama agar dari sikap toleransi tersebut terjadi hubungan yang harmonis , tentunya untuk memunculkan sikap toleransi tersebut terdapat komunikasi berpola Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Komunikasi masyarakat Kristen dan Islam yang ada di daerah sekitar Gereja yang bertepatan di dusun Blimbing kecamatan sambirejo kabupatenSragen Setelah mencermati kondisi yang ada peneliti mengkaji pola komunikasi yang terjadi antara masyarakat Kristen dan Masyarakat Islam di daerah sekitar gereja yang terletak di dusun Blimbing ,sambirejo,Sragen , rumusan masalah dalam skripsi ini adalah , Bagaimana Pola komunikasi Masyarakat Kristen Dengan Masyarakat IslamMetode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskritif dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, metode analisa menggunakan triangulasi Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pola komunikasi Yang terjadi di Dusun Blimbing,sambirejo, Sragen berjalan baik ,ada tiga Pola Komunikasi yang terjadi di daerah tersebut , yang pertama Pola komunikasi satu arah yang terjadi ketika kepala dusun mememintahkan warganya untuk bekerja Bakti, kedua pola komunikasi dua arah ini terjadi ketika keduanya saling berinteraksi faktanya ketika bekerja dan bertetangga yang ketiga pola komunikasi multi arah yang dimana saling bertukar pengalaman hal ini terjadi didalam hal perdagangan , ketiga Pola tersebut dilakukan oleh Masyarakat dusun Blimbing entah itu Kristen atau Islam mereka selalu mengedepankan kebersamaan dan saling menghargai antar umat beragamaKata Kunci : Pola Komunikasi,Toleransi
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PADA PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KANTOR SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP (SAMSAT) KABUPATEN KARANGANYAR Sugiyartini Sugiyartini; Joko Suranto
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik merupakan semua aktivitas yang dilakukan oleh panitia pelayanan publik yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan penerima layanan. Serta Indeks Kepuasaan Masyarakat merupakan hasil penghitungan atas opini umum dalam mendapatkan pelayanan dari panitia pelayanan umum dibandingkan dengan kebutuhan menurut masyarakat. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis indeks kepuasan masyarakat pada pelayanan pajak kendaraan bermotor di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Karanganyar menggunakan 9 indikator pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebesar 379 responden. Analisis data dihitung menggunakan nilai rata-rata tertimbang masing-masing unsur pelayanan. Kesimpulan penelitian ini adalah Indeks Kepuasan Masyarakat pada pelayanan pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat Kabupaten Karanganyar menunjukkan mutu pelayanan “A” serta kinerja unit pelayanan “Sangat Baik” dengan skor Indeks Kepuasan Masyarakat 88,36. Kata kunci : Pelayanan Publik, Indeks Kepuasan Masyarakat, Kepuasan, Samsat
KINERJA ORGANISASI KANTOR PENGELOLA PASAR KECAMATAN PURWANTORO KABUPATEN WONOGIRI Taufiq Tamam; Joko Suranto; Sri Riris Sugiyarti
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja organisasi Kantor Pengelola Pasar Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri, penelitian ini menggunakan jenis penelitian diskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subyek penelitian adalah beberapa pengelola pasar serta beberapa pengguna layanan pasar yang dalam hal ini adalah pedagang dan pengunjung pasar, teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu: (1) wawancara, (2) observasi tersamar, dan (3) dokumentasi. Disini peneliti menggunakan pendapat dari Agus Dwiyanto, dkk guna mengukur kinerja birokrasi publik berdasar adanya indikator penilaian, yang secara lebih lanjut sebagai berikut: (1) produktivitas, (2) kualitas layanan, (3) responsibilitas, (4) responsivitas, dan (5) akuntabilitas. Hasil penelitian secara keseluruhan dikatakan baik, ditunjukkan dari hasil berikut: (1) Kinerja organisasi Kantor pengelola pasar Kecamatan Purwantoro dilihat dari produktivitas dikatakan baik dan sesuai dengan perencanaan dan efisiensi pelaksanaan program; (2) Kinerja organisasi Kantor pengelola pasar kecamatan Purwantoro dilihat dari kualitas layanan belum sesuai dengan keinginan pengguna layanan yang menginginkan fasilitas fisik pasar nyaman, aman dan kondusif; (3) Kinerja organisasi Kantor pengelola pasar kecamatan Purwantoro dilihat dari Responsivitas dikatakan baik dan sesuai dengan keinginan pengguna layanan serta harapan pengelola pasar dalam memberikan pelayanannya yang cepat dan tepat; (4) Kinerja organisasi Kantor pengelola pasar kecamatan Purwantoro dilihat dari Responsibilitas dikatakan baik dan sesuai dengan keinginan pengguna layanan serta harapan pengelola pasar dalam memberikan pelayanan prima dan sesuai dengan prinsip/kebijakan yang ada; (5) Kinerja organisasi Kantor pengelola pasar kecamatan Purwantoro dilihat dari Akuntabilitas dikatakan baik dan sesuai dengan keinginan pengguna layanan dan harapan pengelola pasar dalam konsisten pelaksanaan program dan laporan pertanggung jawaban sehingga dalam hal pencapaian prestasi memperoleh nilai dengan rata-rata 85,00 pada tahun 2016. Kata kunci: Kinerja, Organisasi, Publik
KINERJA PELAYANAN KECAMATAN GIRIWOYO KABUPATEN WONOGIRI Studi Kasus Pelayanan Pembuatan E-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) Wahyu Tri Astuti; Liliek Winarni
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan pembuatan e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) di Kantor Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri. dengan menggunakan teori dari Zaithaml (dalam Ratminto 2006:175-176) tentang 10 indikator kinerja pelayanan yang kemudian peneliti menyederhanakan di beberapa sub indikator kinerja pelayanan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data yaitu wawancara langsung dengan pengguna pelayanan dan penyedia pelayanan, dengan dokumentasi. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil dari ke sepuluh pengukuran melalui indikator kinerja pelayanan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pelayanan e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) sudah sesuai dengan keinginan pengguna layanan/masyarakat. Ini berarti kinerja pelayanan petugas Kecamatan Giriwoyo dapat dikatakan sudah baik. Kata Kunci : Kinerja, Pelayanan, e-KTP
Indeks Kinerja Pemerintahan Desa Bumiharjo Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri (Studi Kasus di Desa Bumiharjo Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri) Wika Pratiwi; Sri Riris Sugiyarti
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 38 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Publik, bertujuan untuk mengukur kinerja unit pelayanan publik yang diukur menggunakan 9 indikator. Pemerintahan Desa Bumiharjo di dalam kinerjanya masih ditemukan berbagai permasalahan, terutama permasalahan dalam sumber daya manusia yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan dari Perangkat Desanya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Indeks Kinerja Pemerintahan Desa Bumuharjo Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri. Teori yang digunakan untuk mengukur indeks kinerja pemerintahan desa bumiharjo yaitu menggunakan PERMENPAN-RB No 38 tahun 2012 tentang pedoman penilaian kinerja unit pelayanan publik.Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan penulis menggunakan Purposive Sample. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini secara umum Penilaian Kinerja Pemerintahan Desa Bumiharjo mendapat nilai 672 dari nilai total 1000 , hal ini dapat dikatakan baik karena dalam komponen penilaian yang telah di atur dalam PERMENPAN-RB nomor 38 tahun 2012 yang mencakup Visi, Misi,Motto mendapatkan penilaian baik dengan skor 47 dari 50; Standar Pelayanan dan Maklumat Pelayanan mendapatkan penilaian baik dengan skor 200 dari 250; Sistem, Mekanisme,dan Prosedur mendapatkan penilaian cukup dengan skor 50 dari 100; Sumber Daya Manusia mendapatkan penilaian baik dengan skor 155 dari 170; Sarana dan Prasarana Pelayanan mendapatkan penilaian baik dengan skor 55 dari 80; Penanganan Pengaduan mendapatkan penilaian cukup dengan skor 40 dari 100; Indeks Kepuasan Masyarakat mendapatkan penilaian kurang dengan skor 0 dari 100; Sistem Informasi Pelayanan Publik mendapatkan penilaian baik dengan skor 55 dari 70; Produktivitas dalam pencapaian target pelayanan mendapatkan penilaian baik dengan skor 70 dari 80. Kata Kunci : Kinerja, Pemerintahan Desa, PERMENPAN-RB No 38 Tahun 2012.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KELURAHAN WULUNG KECAMATAN RANDUBLATUNG KABUPATEN BLORA Yoga Nurcahya Suluh Wibisono; Liliek Winarni
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atau mendeskripsikan Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Wulung Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora dengan menggunakan teori dari Parasuraman, Zeithaml, dan Berry dalam Ratminto dan Atik Septi Winarsi (2007: 182-183) tentang 10 indikator yang digunakan dalam pengukuran kualitas pelayanan publik, yang kemudian disimpulkan oleh Zeithaml dalam Hardiyansyah (2011:46) menjadi 5 indikator atau dimensi untuk mengukur kualitas pelayanan publik. Kualitas Pelayanan Publik menurut Ibrahim dalam Hardiyansyah (2011: 40) kualitas pelayanan publik merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan dimana penilaian kualitasnya ditentukan pada saat terjadi pemberian pelayanan publik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Secara keseluruhan, kualitas pelayanan publik di kantor Kelurahan Wulung sudah bisa dikatakan baik. Hasil dari peneltian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Wulung dilihat dari dimensi tangible (bukti) belum sepenuhnya mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat, diantaranya masih kurangnya kapasitas ruang tunggu yaitu untuk tempat duduknya. Dari dimensi reliability (kehandalan) secara umum sudah terlihat baik, namun masih ada yang perlu diperbaiki mengenai kemampuan dan keahlian pegawai menggunakan alat bantu pelayanan meskipun hanya sebagian kecil. Dimensi yang ketiga yaitu responsiveness (ketanggapan) secara keseluruhan sudah cukup baik, respon pegawai sudah sesuai dengan harapan masyarakat sebagai pengguna layanan. Dimensi yang keempat yaitu assurance (jaminan) secara keseluruhan dari jaminan waktu dan jaminan biaya sudah baik dan masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang ada. Dimensi yang terakhir atau yang kelima yaitu emphaty (empati) secara keseluruhan sudah cukup baik, misalnya pegawai mendahulukan kepentingan masyarakat. Kata kunci : Kualitas, pelayanan
DIPLOMASI INDONESIA DALAM PENANGANAN KRISIS IMIGRAN ETNIS ROHINGYA TAHUN 2015 Vabicosa Darmawan Wahanda Saputra; Setyasih Harini; GPH Dipokusumo
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini bertujuan untuk membahas mengenai Diplomasi Indonesia dalam penanganan krisis imigran etnis Rohingya pada tahun 2015. Krisis imigran etnis Rohingya yang masuk ke Indonesia menjadi kekawatiran pemerintah yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional. Salah satunya tertangkapnya empat pengungsi etnis Rohingya yang ditampung di Aceh Timur karena menggunakan narkoba. Hal ini terlihat bahwa imigran etnis Rohingya tersebut membawa krisis bagi Indonesia. Maka dari itu, diperlukannya diplomasi pemerintah Indonesia terhadap pemerintah Myanmar guna penyelesaian krisis imigran etnis Rohingya. Dengan menggunakan teori Diplomasi, Hubungan Bilateral dan Migrasi Internasional, metode yang digunakan dalam Skripsi ini adalah kualitatif dengan data sekunder,teknik pengumpulan data sekunder dan penelitian berbasis dokumen, penelusuran pustaka melalui penjabaran dekskriptif. Melalui analisis Hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Myanmar menjadi aset penting dalam upaya penanggulangan akar permasalahan krisis imigran etnis Rohingya, yaitu dengan pelaksanaan Diplomasi Bilateral. Dalam kunjungan bilateral Menlu RI ke Myanmar, Diplomasi Indonesia kepada Myanmar mencapai kesepakatan, yaitu untuk mencegah perpindahan penduduk tidak berartauran dari wilayahnya bersama negara lain dan Myanmar akan melakukan upaya pemberantasan perdangan manusia dan Myanmar akan terlibat dalam penanganan krisis imigran etnis Rohingya yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara. Kata Kunci : Diplomasi, Hubungan bilateral, Myanmar, imigran Rohingya