cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bernas
Published by Universitas Asahan
ISSN : 02167689     EISSN : -     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PERTANIAN BERNAS Universitas Asahan dengan nomor ISSN 0216-7689 didedikasikan untuk menyebarkan makalah hasil penelitian (Research Article), ulasan kritis (Review Articles) dan Komunikasi Singkat (Short Communication) di bidang luas Agronomi, Hortikultura dan Kehutanan, Lanskap, Ekonomi dan Pembangunan Pertanian, Pengukuran Lahan dan Perbaikan Lahan, Ilmu Alam dan Lingkungan, Mesin Pertanian, Industri Makanan, dan lain-lain yang dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat umum, akademisi dan profesional. Jurnal Penelitian Pertanian Bernas terbit 2 kali dalam setahun yakni bulan Februari dan Juli, namun pada kebutuhan tambahan dilakukan penerbitan pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) TERHADAP APLIKASI PUPUK FESES KERBAU DAN MOP Indra Laksmana Lubis; Elfin Efendi; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.238 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Penelitian Universitas Asahan, tepatnya di Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kota Kisaran Timur  Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara, dengan topografi datar dan berada pada ketinggian ± 22 meter diatas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Mei 2018. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama dosis feses kerbau dengan 4 taraf yaitu : F0 = 0 kg/plot, F1 = 0,78 kg/plot, F2 = 1,56 kg/plot, dan F3 = 2,34 kg/plot. Faktor kedua dosis pupuk MOP dengan 3 taraf yaitu M0 = 0 g/plot, M1 = 7 g/plot, dan M2 = 14 g/plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan feses kerbau terbaik terdapat pada perlakuan 2,34 kg/plot (F3) yang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 28,89 cm, umur berbunga 29,56 hari, banyak polong berisi per tanaman 13,76 polong, produksi polong per tanaman 98,71 g, produksi polong per plot 2,12 kg, produksi biji per tanaman 15,25 g, produksi biji per plot 0,32 kg dan berat 100 biji 47,57 g. Perlakuan pupuk MOP terbaik terdapat pada perlakuan 14 g/plot (M2) yang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 28,36 cm, umur berbunga 29,75 hari, banyak polong berisi per tanaman 13,60 polong, produksi polong per tanaman 94,73 g, produksi polong per plot 2,02 kg, produksi biji per tanaman 14,56 g, produksi biji per plot 0,31 kg dan berat 100 biji 46,65 g. Interaksi antara perlakuan feses kerbau dan pupuk MOP menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG KEDELAI (Glycine max L.) Nurherliani Nurherliani; Sri Susanti Ningsih; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.521 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, dengan topografi datar ketinggian tempat 22 m dpl,. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian pupuk kandang kambing dengan 3 taraf yaitu : K0 =0 kg/plot, K1 = 1 kg/plot, K2 2 kg/plot. Faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK dengan 4 taraf yaitu N0 = 0 g/plot, N1 = 15, g/plot, N2 = 30 g/plot, N3 = 45 g/plot. Analisis keragaman menunjukkan bahwa penggunaan NPK berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, jumlah polong pertanaman sample. Pada penelitihan ini pemberian dosis optimum adalah  45 g/plot yang memiiki nilai tertinggi pada semua parameter yang diamati.
GROWTH RESPONSE OF RED DRAGON FRUIT (hylocereus costarincensis) STEM CUTTINGS TO PLANT GROWTH REGULATION (PGR) GROWTONE GIVING AND COMPOSITION OF CULTIVATING MEDIA Heru Priyana; Elfin Efendi; Heru Gunawan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 2 (2018): Bernas July 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.636 KB)

Abstract

This research was conducted in Desa Tanjung Alam Dusun 1 Sei Dadap Sub-district, AsahanRegency, North Sumatera with flat topography with a height of ± 20 m above the see level, theresearch was conducted on March 03, 2018 - April 29, 2018.The materials used in this researchare PGR Growtone, seed, soil top, chicken manure, water, matador insecticide 25 EC (activematerial Lamda Sihalotrin), Dithane Fungicide M-45 (active material Mankozed). the tools used in this research are polybag, knife, bucket, hoe, ruler and plastic rope.This research was arranged based on Factorial Randomized Block Design with 2 treatment factors and 3 replications. The first factor is giving PGR Growtone with 3 levels ie: G0 = 0 g / l, G1 = 5 g / pl and G2 = 10 g / l. The second factor is giving the composition of cultivating media, with 4 levels ie M0 = 1: 0, M1 = 1: 1, and M1 = 1: 2 and M3 = 1: 3. The result of PGR Growtone study showed no significant effect on all observation parameters of dragon fruit stem cuttings. Giving of cultivating media composition showed significant effect on live cuttings percentage, the number of buds at the end of the experiment and budslength, with the best giving at M3 = 1: 3.The interaction between the application of PGR Growtone and the composition of cultivating media on the growth of red dragon fruit stem cuttings significantly affected to the live cuttings percentage, the number of buds at the end of the experiment and the bud length, with the best interaction of G2M3.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK MAJEMUK INTAN SUPER DAN PUPUK NITROPHOSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Muh zainuddin; Syafrizal Hasibuan; Sri Susanti Ningsih
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.128 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di jalan Durian, Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat + 12 m di atas permukaan laut dengan topografi datar. Penelitian ini dilakukan  pada bulan Februari dan berakhir pada bulan Maret 2017. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian pupuk Majemuk Intan Super dengan 4 taraf yaitu : I0 = 0 kg/plot, I1 = 0,5 kg/plot, I2 = 1,0 kg/plot dan I3 = 1,5 kg/plot. Faktor kedua dengan pemberian pupuk NPK Pupuk Nitrophoska dengan 3 taraf yaitu N0 = 0 g/plot, N1 = 7,5 g/plot, dan N2 = 15 g/plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pemberian pupuk Majemuk Intan Super berpengaruh nyata terhadap seluruh peubah amatan dimana dosis terbaik terdapat pada perlakuan 1,5 kg/plot (I3) yang menghasilkan tinggi tanaman 28,24 cm, jumlah daun 14,09 helai, produksi per tanaman 124,00 g dan produksi per plot 2,79 kg. Pemberian pupuk NPK Pupuk Nitrophoska berpengaruh nyata terhadap seluruh peubah amatan dimana dosis terbaik terdapat pada perlakuan 15 g/plot (N2) yang menghasilkan tinggi tanaman 28,77 cm, jumlah daun 14,03 helai, produksi per tanaman 129,00 g dan produksi per plot 2,91 kg. Interaksi pemberian pupuk Majemuk Intan Super dan pupuk NPK Pupuk Nitrophoska menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua parameter amatan.
Pengaruh Cara Pemberian Ampas Teh dan Dosis Pupuk KCl Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Suci Nur Fujiasih; Safruddin Safruddin; Ansoruddin Ansoruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.806 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, dengan tofografi ketinggian tempat ± 23 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2018. Bahan penelitian terdiri dari benih kecipir, ampas teh, pupuk KCl, pupuk kandang, insektisida matador 25 EC (bahan aktif deltrametrin 2 ml/liter) dan air. Alat penelitian yang digunakan adalah cangkul, garu, gergaji, martil, paku, tang, jangka sorong, triplek, kuas, cat, meteran, timbangan, gembor, kayu, tali rapiah, tugal dan alat tulis. Penelitian ini disusun berasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama cara pemberian ampas teh dengan 3 taraf, yaitu: A0 = tanpa ampas teh, A1 = dengan ditabur, A2 = ampas teh dicampur dengan air. Faktor kedua adalah dosis pupuk KCl dengan 4 taraf, yaitu K0 = tanpa perlakuan, K1 = 7,2  g/plot, K2 = 14,4 g/plot, K3 = 741,6 g/plot.
PENGARUH TEKNIK PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS DAN WAKTU PENYEMPROTAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Yuli Suwardani; Ansoruddin Ansoruddin; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.425 KB)

Abstract

This research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Asahan University, Kisaran Timur District, Asahan Regency, North Sumatra Province from March to May 2018. The design used in this study was Factorial Randomized Block Design with two factors and four replications. The first factor is the technique of giving rice washing water with a concentration of 250 ml / liter of water consisting of 2 levels: B1 = watered, B2 = sprayed. The second factor when spraying consists of 3 levels: W1 = morning, W2 = daytime, W3 = afternoon. Parameters observed were plant height (cm), number of fruit per plant (fruit), production per plant (g) and production per plot (kg). The results showed that the technique of giving rice washing water affected plant height up to 72.83 cm, number of fruit per plant 55.38 fruit, production per plant 3.88 kg and production per plot 12.86 kg. Watering time affects plant height at 2 MST, up to 10.85 cm and production per plot 12.49 kg but does not affect the number of fruit per plant and production per plant. The interaction of water-giving techniques and watering time did not affect plant height at all ages, number of fruit per plant, production per plant and production per plot.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SUPER PALMAS DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Dika Al Azhar; Elfin Efendi; Lokot Ridwan Batubara
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.633 KB)

Abstract

The research was conducted at the Asahan University Faculty of Agriculture research field, Jalan Latsitarda, Kisaran Naga Village, Kisaran Timur District, Asahan Regency, North Sumatra Province in March to May 2019 using a Factorial Randomized Group Design consisting of two factors and three replications. The first factor is the application of the superficial doses of fertilizer (S): S0 = 0 ml / liter of Water, S1 = 10 ml / liter of Water, S2 = 20 ml / liter of Water, and S3 = 30 ml / liter of water. The second factor is the application of pearl NPK fertilizer dosage (N): N = 0 g / plot, N1 = 25 g / plot, and N2 = 50 g / plot. Observation variables consist of Plant Height, Number of Leaves, Production per plant sample, and production per plot. The results showed that the administration of super palmas fertilizer showed no significant effect on all parameters of plant observations. The administration of pearl NPK fertilizer showed no significant effect on all parameters of plant observations. And the interaction of super palmas fertilizer and pearl NPK fertilizer showed no significant effect on all parameters of plant observations.
PEMANFAATAN AIR KELAPA DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK UNTUK MERANGSANG PERTUMBUHAN BIBIT TEBU G3 KULTUR JARINGAN Badiatud Durroh
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.095 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk organik dan kosentrasi penyemprotan air kelapa yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman tebu G3 kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Penelitian KPTR Manis Harum Kab. Pasuruan . Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai Desember 2018. Racangan percobaan menggunakan rancangan faktorial yang diatur dalam rancangan acak lengkap (completely randomized design) yang terdiri atas dua faktor yaitu jenis pupuk (P), konsentrasi air kelapa (K). Faktor yang pertama yaitu jenis pupuk, terdiri dari:P0 Kontrol (Tanpa Pupuk), P1 (Kompos), P2 ( Kotoran sapi ), P3 ( Kascing) . Faktor yang kedua yaitu penyemprotan dengan  air kelapa, terdiri dari 4 aras  K0 ( tanpa penyemprotan), K1 (penyemprotan dengan 100 ml/l) , K2 ( penyemprotan dengan 200 ml/l),  K3 (penyemprotan dengan 300 ml/l).  Data dianalisis dengan sidik ragam (analysis of variance).  Apabila ada beda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda (Duncan’s Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perlakuan berbagai jenis pupuk  berbeda nyata, tetapi perlakuan penyemprotan air kelapa tidak berbeda nyata. Hasil pengamatan saat muncul daun membuka pertama dengan perlakuan jenis pupuk kascing menunjukkan kecepatan tumbuh yang lebih cepat sehingga kecepatan membukanya daun yang muncul pertama juga lebih cepat. Perlakuan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kompos dan  yang dipupuk dengan pupuk kotoran sapi tidak berbeda nyata. Sedangkan perlakuan kontrol (tanpa pupuk) menunjukkan hasil yang lebih lambat.   Pada  perlakuan berbagai jenis pupuk organik dan konsentrasi penyemprotan air kelapa menunjukkan adanya interaksi pada parameter berat segar daun. Berat  segar daun tertinggi dihasilkan oleh perlakuan kompos sebesar  327,16 gram dengan perlakuan penyemprotan air kelapa dengan konsentrasi 100ml/l, tetapi pada perlakuan lain juga terdapat rerata yang berbeda tidak nyata. Perlakuan    kompos sebesar 246,50 gram dan kotoran sapi sebesar 302,66 gram menunjukkan interaksi yang nyata pada perlakuan penyemprotan air kelapa  kontrol (tanpa penyemprotan).
PENGARUH BERBAGAI MEDIA DAN TIAMIN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK KENTANG (Solanum tuberosum L.) Koko Billklinton Sitorus; Sri Susanti Ningsih; Syafrizal Hasibuan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.654 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun I, Desa Ujung Teran, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 dan berakhir pada bulan Februari 2019. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian media tanam di bagi atas 5 taraf yaitu : M0 : Cocopeat (100%), M1 : Arang Sekam (100%), M2 : Cocopeat (50%) + Arang Sekam (50%), M3 : Cocopeat (25%) + Arang Sekam (75%), dan M4 : Cocopeat (75%) + Arang Sekam (25%). Faktor kedua adalah pemberian tiamin atas 4 taraf yaitu : T0 : 0,0 ppm, T1 : 0,5 ppm, T2 : 1,0 ppm, dan T3 : 1,5 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah pucuk hidup, jumlah pucuk mati, jumlah pucuk berakar, panjang pucuk (cm), panjang akar (cm), jumlah daun. Hasil penelitian pemberian media tanam menunjukkan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah pucuk hidup pada semua umur amatan, jumlah pucuk mati pada semua umur amatan, jumlah pucuk berakar pada parameter amatan, panjang pucuk (cm) pada semua umur amatan, panjang akar (cm) pada parameter amatan, jumlah daun pada semua umur amatan dan pemberian tiamin menunjukkan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah pucuk hidup pada semua umur amatan, jumlah pucuk mati pada semua umur amatan, jumlah pucuk berakar pada parameter amatan, panjang pucuk (cm) pada semua umur amatan, panjang akar (cm) pada parameter amatan, jumlah daun pada semua umur amatan. Sedangkan interaksi antara pemberian media tanam dan pemberian tiamin menunjukkan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah pucuk hidup pada semua umur amatan, jumlah pucuk mati pada semua umur amatan, jumlah pucuk berakar pada parameter amatan, panjang pucuk (cm) pada semua umur amatan, panjang akar (cm) pada parameter amatan, jumlah daun pada semua umur amatan.
RESPON PEMBERIAN PUPUK KOTORAN BURUNG PUYUH DAN PUPUK BOKASI ENCENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Riska Fitriani Manurung; Cik Zulia; Sri Susanti Ningsih
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.493 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Asahan, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 15 m dpl. Tipe iklim Oldeman termasuk tipe iklim E1 dan jenis tanah Alluvial. Curah hujan antara 1.917 mm—3.884 mm, dengan rata-rata curah hujan tahunan 2.900 mm. Suhu berkisar 20,4—32,7° C dan kelembaban udara antara 82% - 94%.  Penelitian rencana dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2017. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah Pupuk Kotoran Burung Puyuh (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : P0 :  0 kg/tanaman (kontrol), P1 :  1 kg/tanaman, dan P2 :  2 kg/tanaman. Faktor kedua adalah pemberian Pupuk Bokashi Eceng Gondok (B) terdiri dari 4 taraf yaitu : B0:  0 Kg/tanaman, B1:  1 Kg/tanaman, B2:  2 Kg/tanaman, , B3:  3 Kg/tanaman. Hasil penelitian pemberian Pupuk Kotoran Burung Puyuh menunjukkan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat segar per tanaman, dan berat segar per plot tanaman selada, dengan perlakuan pupuk Pupuk Kotoran Burung Puyuh terbaik pada dosis 2 kg/tanaman. Pemberian Pupuk Bokashi Eceng Gondok menunjukan berpengaruh nyata terhadap Pertumbuhan tanaman, dengan dosis perlakuan terbaik pada dosis 3 kg/tanaman Interaksi antara pengaplikasian pupuk Kotoran Burung Puyuh dan Pupuk Bokashi Eceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L) menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter yang diamati.