cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bernas
Published by Universitas Asahan
ISSN : 02167689     EISSN : -     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PERTANIAN BERNAS Universitas Asahan dengan nomor ISSN 0216-7689 didedikasikan untuk menyebarkan makalah hasil penelitian (Research Article), ulasan kritis (Review Articles) dan Komunikasi Singkat (Short Communication) di bidang luas Agronomi, Hortikultura dan Kehutanan, Lanskap, Ekonomi dan Pembangunan Pertanian, Pengukuran Lahan dan Perbaikan Lahan, Ilmu Alam dan Lingkungan, Mesin Pertanian, Industri Makanan, dan lain-lain yang dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat umum, akademisi dan profesional. Jurnal Penelitian Pertanian Bernas terbit 2 kali dalam setahun yakni bulan Februari dan Juli, namun pada kebutuhan tambahan dilakukan penerbitan pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
ANALISIS PENGARUH PERKEMBANGAN LAHAN DAN PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP KETAHANAN PANGAN NASIONAL TAHUN 2000-2015 Zakwan Zakwan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.066 KB)

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman primadona di Indonesia, karena memiliki produktivitas dan konsumen yang meluas. Konsumsi minyak sawit (CPO dan PKO) dunia pada sepuluh tahun terakhir (2005-2015) yaitu meningkat 82%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak kedele (soybean oils) meningkat 46% (Oil World, 2015). Hal tersebut mendorong perluasan lahan kelapa sawit yang tumbuh selama satu dasawarsa (2005-2015) rata-rata 7,4% per tahun (Dirjen Perkebunan, 2016) dan juga banyaknya jumlah pabrik kelapa sawit tahun 2016 mencapai 1.109 pabrik (Businfocus, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari perluasan lahan dan peningkatan produksi minyak kelapa sawit terhadap ketahanan pangan nasional tahun 2000-2015. Analisis data sekunder dilakukan dengan metode regresi linier menggunakan SPSS 16. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pada tahun 2000-2015 luas lahan kelapa sawit; produksi minyak sawit; dan produksi komoditas pangan/padi (juta ton) berturut-turut yaitu 4,2-11,3 juta hektar; 7-31,3 juta ton dan 51,9-75,4 juta ton, dengan persentase rasio pertumbuhan masing-masing 36,8%; 22,4% dan 68,8%. Hasil juga menunjukkan bahwa perkembangan luas lahan dan produksi minyak kelapa sawit Indonesia berpengaruh signifikan (α<0,05) terhadap peningkatan produksi komoditas pangan/padi di Indonesia. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2000-2015 perkembangan lahan dan produksi minyak kelapa sawit berkontribusi positif pada ketahanan pangan nasional.
DAMPAK DEFISIT AIR TERHADAP KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) VARIETAS DyxP DUMPY DI PEMBIBITAN UTAMA Sri Murti Tarigan; Eka Bobby Febrianto; Hussein Abdillah
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.563 KB)

Abstract

Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Is one of the important plantation crops in Indonesia. This plant produces vegetable oils that are important for the food industry and for fuel (biodiesel). Oil palm produces the highest oil unity of area compared to other types of plants with oil potential of around 6-7 tons/ha/year. The research was carried out in the greenhouse of the Plantation Agribusiness Institute of Higher Education (STIPAP). The study period was 6 months from September to March 2018. This study also used a non-factorial randomized block design with 3 times replication, the number of polybags per treatment was 3. Parameter tests were arranged on the variance list and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was tested level of 5%. The results of this study indicate that DyxP DUMPY varieties have good resistance to water stress. Dy×P Dumpy varieties were relatively more adaptable and gave better growth compared to other varieties in the condition of giving 1000 ml of water which was shown in observing the height increase of plants, increasing the number of leaves, increasing the diameter of the stem.
APLIKASI GIS PADA PEMETAAN TATA GUNA LAHAN DI AFDELING A KEBUN BUKIT KAUSAR (PT. BUKIT KAUSAR JAMBI) Rina Maharany; W Simbolon; Bob Bonapasogit Hutagaol
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.33 KB)

Abstract

Dewasa ini penggunaan peta pada segala bidang semakin meningkat, terutama peta situasi karena perubahan dari bentuk permukaan bumi yang berkaitan dengan aktifitas manusia dari tahun ke tahun selalu ada sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan informasi lahan dari peta secara spasial di afdeling A, luas areal, jaringan jalan, dan luas areal tanaman di afdeling A, serta dapat menjadi alternatif tambahan dalam pemetaan luas lahan dan monitoring atau pemetaan dengan objek lainnya. Penelitian ini dilaksanakan di Afdeling A Kebun Bukit Kausar PT. Bukit Kausar Jambi. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli – Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan rancangan penelitian deskriptif yaitu suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan menyusun data yang berkaitan dengan tata guna lahan dan data realisasi di afdeling A, Kebun Bukit Kausar. Hasil dari penelitian ini adalah pemetaan tata guna lahan yang dituangkan dalam bentuk peta digital dan peta kertas yang dapat memberikan informasi spasial pada afdeling A Kebun Bukit Kausar PT. Bukit Kausar Jambi.
EVALUASI KARAKTER AGRONOMI KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) VARIETAS DXP AVROS PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN DI MAIN NURSERY Eka Bobby Febrianto; Sri Murti Tarigan; Igo Azri
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.614 KB)

Abstract

Palm oil (Elaeis guineensis Jacq.) is Indonesia's leading and prime plantation commodity. The main products are palm oil (CPO) or palm kernel oil (KPO). Both of these products have high economic value and become one of the largest foreign exchange earners compared to other plantation commodities. Until now palm oil has been cultivated in the form of oil palm plantations and processing plants to become oil and derivative products. The study was carried out in the STIPAP greenhouse. The research period was 7 months, from September to March 2018. This research used Factorial 1 design with 3x replication, the number of polybags per treatment was 3. Parameter testing was arranged on the variance list and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was tested at level 5 %. The results showed that the DxP Avros variety had good adaptability to water stress, especially on stem diameter, leaf number, leaf area, amount of chlorophyll, number of roots, root length, number of stomata not significantly different between treatments A1, A2 and A3.
KAJIAN BIAYA PEMUPUKAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI AFDELING V KEBUN BATANG SERANGAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II Ingrid Ovie Yosephine; Sakiah Sakiah; Safar Hidayat
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.324 KB)

Abstract

Fertilization is one of the key points in the cultivation of oil palm plantation and became one of the high-cost components. Needs of fertilizer per hectare oil palm plantation in approximately 24% of the total cost of production or approximately 40-60% of total maintenance. This research was carried out in the Afdeling V Batang Serangan Garden Perkebunan Nusantara II Company, Langkat Regency, North Sumatra Province. In March until August 2017. This research uses descriptive analysis method by knowing the total cost of fertilizing in immature plants (TBM) Palm oil. Based on the results of the analysis it can be concluded that the cost of fertilizing TBM palm oil cost amounted to Rp. 795.982.806,78/Ha at a cost of Rp. 6.150.860. The composition of the cost of fertilizing TBM I amounting to Rp. 1.138.726 (18%), TBM II of RP. 2.514.538 (41%), and TBM III Rp. 2.497.595 (41%) of the total overall costs. The composition of the cost of fertilizing TBM oil palm is the cost of purchasing the fertilizer 97%, a 1% transportation and fertilizer sowing of 2%.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) VARIETAS DyxP DUMPY DENGAN PEMBERIAN ASAM HUMAT PADA MEDIA TANAH SALIN DI MAIN NURSERY Eka Bobby Febrianto; Hari Gunawan; Nona Valentine Sirait
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.416 KB)

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) Is a plant species that has good adaptability in various environments. As a well-adapted plant, palm oil is very tolerant of mismatches in its handling and its normal growth can recover quickly from stress due to planting movements, drought, fires and other disruptions. The saline soil is an unsuitable type of soil for the growth of oil palm crops. Utilization of humic acid as a mixed organic material for saline soil, humic acid in the soil can act as a source of nutrients, maintaining soil moisture, as a buffer by chlorizing the elements causing salinity to increase the availability of nutrients. The study was conducted in the nursery area. The study period was 5 months, from January to June 2017. This study used Factorial 2 with 3x replication, the number of polybags per treatment was 3. The parameters test were arranged on the real variance checklist, followed by continued analysis with Duncan Multiple Range Test (DMRT ) with a rate of 5%. The results showed that humic acid treatment on saline soil medium with DHL level ≥4 mmhos / cm can increase plant height growth, leaf area index, root volume, root dry weight and dry weight of crown.
PEMANFAATAN LIMBAH PADAT PALM KERNEL CAKE (PKC) DALAM PENGOMPOSAN PELEPAH KELAPA SAWIT Dina Arfianti Saragih; Ahmad Saleh; Jeremy Martin Sianturi
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.328 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk memanfaatkan pelepah daun kelapa sawit sebagai sumber unsur hara tanaman adalah dalam bentuk kompos. Pelepah daun kelapa sawit mengandung lignin yang tinggi maka proses pengomposan pelepah daun kelapa sawit membutuhkan waktu lama. Limbah padat Palm Kernel Cake (PKC) dihasilkan dari proses pengolahan inti sawit untuk menghasilkan minyak inti sawit. PKC yang telah difermentasi memiliki kandungan nutrisi tinggi. Nutrisi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber makanan mikroorganisme sehingga dapat berkembangbiak dan bertumbuh dengan cepat pada kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kompos pelepah kelapa sawit. Pada penelitian ini terdapat lima perlakuan yaitu : P0 Kontrol (2 kg pelepah), P1 2 kg pelepah dan 0,2 kg PKC, P2 2 kg pelepah dan 0,4 kg PKC, P3 2 kg pelepah dan 0,8 kg PKC, P4 2 kg pelepah dan 0,4 kg dedak dengan ulangan 5 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan Perlakuan PKC dan dedak padi berpengaruh sangat nyata terhadap kadar C-organik dan kadar N (nitrogen) kompos pelepah kelapa sawit dan berpengaruh tidak nyata terhadap rasio C/N kompos pelepah kelapa sawit. Kadar C-organik, kadar N (Nitrogen) dan rasio C/N pada semua perlakuan telah memenuhi SNI 19-7030-2004.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA DAN PUPUK ORGANIK CAIR GDM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) Bagus Syahputra Rambe; Sri Susanti Ningsih; Heru Gunawan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.22 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK mutiara dan pupuk organik cair GDM terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Penelitian akan dilaksanaan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian UNA Kisaran, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara dengan Ketinggian tempat 17 m dpl, Penelitian dari Maretsampai Mei 2018. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 taraf perlakuan. Faktor pertama pupuk NPK Mutiara (N) terdiri dari 4 taraf: N0 = 0 kg/ha (0 g/plot), N1 = 100 kg/ha (10 g/plot), N2 = 200 kg/ha (20 g/plot), N3 = 300 kg/ha (30 g/plot). Faktor kedua POC GDM (O), terdiri dari 3 taraf, yaitu O0 = 0 cc/liter air), O1 = 2 cc/liter air, O2 = 4 cc/liter air. Penggunaan pupuk NPK Mutiara berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada semua umur amatan, produksi per tanaman dan produksi per plot tanaman bawang merah. Pemberian pupuk organik cair berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada semua umur amatan, produksi per tanaman dan produksi per plot tanaman bawang merah.Interaksi pupuk NPK Mutiara dan pupuk organik cair tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.
PENGARUH CAMPURAN BUBUK SIRIH HIJAU, BUBUK KAPUR DAN BUBUK KULIT BUAH MANGGIS PADA LARU ALAMI TERHADAP SIFAT SENSORIGULA KELAPA CETAK Ridwan Rizkyanto; Karseno Karseno; Retno Setyawati
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.837 KB)

Abstract

Gula kelapa dibuat dari bahan baku nira kelapa. Nira kelapa mudah mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh mikroba. Kerusakan nira kelapa dapat dihambat dengan menambahkan beberapa bahan pengawet nira yang sering disebut laru. Salah satunya adalah laru alami yang dibuat dengan mencampurkan bubuk sirih hijau dan bubuk kulit buah manggis dengan bubuk kapur. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menentukan perbandingan bubuk sirih hijau dan bubuk kulit buah manggis yang menghasilkan gula kelapa cetak dengan kualitas baik, 2) menentukan proporsi perbandingan campuran bubuk sirih hijau dan bubuk kulit buah manggis terhadap bubuk kapur yang menghasilkan gula kelapa dengan kualitas baik dan 3) menentukan kombinasi bubuk sirih hijau dan bubuk kulit buah manggis serta proporsi bubuk sirih hijau dan bubuk kulit buah maggis terhadap bubuk kapur yang menghasilkan gula kelapa cetak dengan kualitas baik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bubuk sirih hijau dan bubuk kulit buah manggis (b/b) 1:3 menghasilkan gula kelapa cetak yang lebih baik dibandingkan perbandingan 1:1 dan 3:1, dan proporsi perbandingan bubuk sirih hijau dan bubuk kulit buah manggis terhadap bubuk kapur yaitu (b/b) 15:85 menghasilkan gula kelapa cetak yang lebih baik dibandingkan proporsi 5:95 dan 10:90, serta kombinasi perlakuan perbandingan bubuk sirih hijau dan bubuk kulit buah manggis 1:3dan proporsi perbandingan bubuk sirih hijau dan bubuk kulit buah manggis terhadap bubuk kapur 15:85 menghasilkan gula kelapa cetak yang lebih baik dibandingkan kombinasi lainnya dan sudah sesuai SNI 01-3743-1995. Gula kelapa cetak tersebut memiliki rasa manis (skor 2,97), rasa getir agak terasa (skor 2,91)dan tekstur keras (skor 2,79).
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP APLIKASI DOSIS FESES SAPI DAN PUPUK NPK Dian Iskhoiruddin; Elfin Efendi; Lokot Ridwan Batubara
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.263 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di lahan Penelitian Fakultas pertanian Universitas Asahan, Jalan Latsitarda Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatra Utara pada bulan November 2018 sampai bulan Januari 2019 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama aplikasi dosis Feses Sapi (S) : S0 = 0 g /polibag, S1 = 17,5 g/polibag, S2 = 35 g/polibag S3 = 52,5 g/polibag. Faktor kedua aplikasi dosis pupuk NPK (N) : N0 = 0 g/polibag, N1 = 0,44 g/polibag, dan N2 = 0,88 g/polibag. Peubah amatan terdiri dari Tinggi Tanaman, Jumlah Daun dan Diameter Batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk feses sapi terbaik diperoleh pada dosis 52,5 g/polybag menghasilkan tinggi tanaman 33,29 cm, jumlah daun 17,59 helai, dan diameter batang 0,77 cm. Pemberian pupuk NPK terbaik diperoleh pada dosis 0,88 g/polybag menghasilkan tinggi tanaman 31,37 cm, jumlah daun 16,83 helai, dan diameter batang 0,73 cm. Interaksi pupuk feses sapi dan pupuk NPK terbaik diperoleh pada dosis 52,5 g/polybag feses sapid an 0,88 g/polybag pupuk NPK  menghasilkan tinggi tanaman 33,67 cm, jumlah daun 18,17 helai, dan diameter batang 0,78 cm.

Page 11 of 14 | Total Record : 138