cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bernas
Published by Universitas Asahan
ISSN : 02167689     EISSN : -     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PERTANIAN BERNAS Universitas Asahan dengan nomor ISSN 0216-7689 didedikasikan untuk menyebarkan makalah hasil penelitian (Research Article), ulasan kritis (Review Articles) dan Komunikasi Singkat (Short Communication) di bidang luas Agronomi, Hortikultura dan Kehutanan, Lanskap, Ekonomi dan Pembangunan Pertanian, Pengukuran Lahan dan Perbaikan Lahan, Ilmu Alam dan Lingkungan, Mesin Pertanian, Industri Makanan, dan lain-lain yang dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat umum, akademisi dan profesional. Jurnal Penelitian Pertanian Bernas terbit 2 kali dalam setahun yakni bulan Februari dan Juli, namun pada kebutuhan tambahan dilakukan penerbitan pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sereh (Cymbopogon citrus) Terhadap Aplikasi Pupuk NPK Tawon dan ZPT Hantu Heni Nurdianti; Elfin Efendi; Heru Gunawan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.777 KB)

Abstract

Penelitian di laksanakan di lahan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, dengan topografi datar, ketinggian tempat 22 mdpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2019 sampai April 2019. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, timbangan, meteran, pisau, plat dokumentasi, plat perlakuan, plat ulangan dan spanduk penelitian, serta alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit sereh varietas Mahapengiri, pupuk dasar, pupuk NPK Tawon, ZPT Hantu, dan air. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pupuk NPK Tawon (T) dengan 4 taraf yaitu T0 = 0 g/plot, T1 = 15 g/plot, T2 =  30 g/plot, T3 = 45 g/plot. Faktor kedua adalah ZPT Hantu dengan 3 taraf, yaitu Z0 = 0 ml/liter air, Z1 = 4 ml/liter air, dan Z2 = 8 ml/liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Tawon secara tunggal dengan dosis 45 g/plot mampu menghasilkan tinggi rumpun 74,35 cm, jumlah anakan 32,28 batang, berat biomassa per rumpun 731,56 g, berat biomassa per plot 2,58 kg, produksi per rumpun 457,22 g, dan produksi per plot 1,88 kg. Pemberian ZPT Hantu secara tunggal dengan konsentrasi 8 ml/liter air mampu menghasilkan tinggi rumpun 72,38 cm, jumlah anakan 29,00 batang, berat biomassa per rumpun 560,20 g, berat biomassa per plot 2,23 kg, produksi per rumpun 350,12 g, dan produksi per plot 1,51 kg. Interaksi antara pemberian pupuk NPK Tawon dan ZPT Hantu menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter amatan.
TANGGAP PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI BAYAM HIJAU (Amaranthus hibrydus L.) TERHADAP PERLAKUAN BOKASHI BATANG PISANG DAN PUPUK ORGANIK CAIR G2 Dapit Handoko Siregar; Cik Zulia; Surya Fazri
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.021 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Asahan Fakultas Pertanian, Jalan Jend. Ahmad Yani, Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan dengan topograi datar dan ketingian tempat ±15 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan  Januari sampai bulan Februari 2019. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian Bokashi Batang Pisang yang terdiri dari 3 taraf yaitu P0 = tanpa pemberian bokashi (kontrol), P1 = 10 ton/ha (1 kg/plot), P2 = 20 ton/ha (2 kg/plot). Dan faktor kedua adalah Pupuk Organik Cair G2 yang terdiri dari 4 taraf yaitu C0 = tanpa pemberian pupuk organik cair G2 (kontrol), C1  = 5 l/ha   ( 0,5 cc/100 cc air/plot), C2 = 10 l/ha (1 cc/200 cc air/plot), C3 = 15 l/ha  (1,5 cc/300 cc air/plot). Hasil penelitian pemberian bokashi batang pisang menunjukkan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun umur 14 dan 21 hari setelah tanam serta produksi per tanaman sample dan produksi per plot dengan perlakuan terbaik pada dosis P2 = 20 ton/ha (2 kg/plot). Pemberian pupuk organik cair G2 menunjukkan berpengaruh nyata terhadap ttinggi tanaman dan jumlah daun umur 14 dan 21 hari setelah tanam serta produksi per tanaman sample dan produksi per plot dengan perlakuan terbaik pada dosis C2 = 10 l/ha (1 cc/200 cc air/plot) dan C3 = 15 l/ha  (1,5 cc/300 cc air/plot). Interaksi antara bokashi batang pisang dan pupuk organik cair G2 menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh amatan yang diamati.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK Grower dan POC TOP G2 Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Pulut Hibrida F1 Fictoria (Zea mays Ceratina) Arif Prandana; Elfin Efendi; Noverina Chaniago
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.882 KB)

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di lahan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, dengan topografi datar, ketinggian tempat 22 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari  hingga Maret 2019. Alat – alat yang di gunakan dalam penelitian ini adalah ember, sekop, cangkul, kalkulator, timbangan, papan plot penelitian, papan judul penelitian, patok sample, rol, buku, pensil, pulpen, gembor, dan alat – alat lainnya yang dapat membantu dan mendukung dalam penelitian. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: benih tanaman jagung pulut hibrida FI Victoria, dengan pupuk : ( NPK Grower dan POC TOP G2), media tanam adalah tanah, air, fungisida, pupuk kandang dan bahan – bahan lain yang dapat membantu dan mendukung dalam penelitian. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pupuk NPK Grower (N) dengan 4 taraf yaitu N0 = 0 g/plot, N1 = 75 g/plot, N2 =  150 g/plot, N3 = 225 g/plot. Faktor kedua adalah POC TOP G2 dengan 3 taraf, yaitu P0 = 0 ml/liter air, P1 = 1 ml/liter air, dan P2 = 2 ml/liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Grower secara tunggal dengan konsentrasi 225 g/plot, menghasilkan tinggi tanaman hingga 148,83 cm, jumlah daun  10,83 helai, produksi tongkol berkelobot per tanaman 169,12 g, produksi tongkol tanpa kelobot per tanaman 171,42 g, produksi tongkol tanpa kelobot per plot 1,20 kg. Pemberian POC TOP G2 secara tunggal dengan konsentrasi 2 ml/liter air/plot, menghasilkan tinggi tanaman hingga 146,77 cm, jumlah daun  10,96 helai, produksi tongkol berkelobot per tanaman 156,87 g, produksi tongkol tanpa kelobot per tanaman 147,13 g, produksi tongkol berkelobot per plot 1,45 kg dan produksi tongkol tanpa kelobot per plot 1,14 kg. Interaksi antara pemberian pupuk NPK Grower dan POC TOP G2 menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter amatan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR DAN NUTRISI AB-MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) SECARA HIDROPONIK DENGAN SISTEM WICK Suci Wahidma Sari; Safruddin Safruddin; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.758 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di rumah hidroponik fakultas pertanian Universitas Asahan Jl. Ahmad Yani Kec. Kisaran Timur Kab. Asahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret 2019  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor dan nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri (Apium graveolens L.) secara hidroponik dengan sistem wick. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), Faktorial, yang terdiri dari 2 taraf dengan 3 level perlakuan untuk faktor pertama, yaitu : K1 = 15ml/liter air, K2 = 30ml/liter air, K3 = 45 ml/liter air. 3 level perlakuan untuk faktor kedua, yaitu : A1= 400 ppm, A2= 600 ppm, A3= 800 ppm. dengan 3 ulangan. Peubah pengamatan yang diamati yaitu Tinggi Tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Jumlah Cabang (cabang), pH Awal Air dalam plot, pH Akhir Air dalam plot, Produksi Tanaman Sampel (g), dan Produksi Tanaman Per Plot (g). Pemberian ekstrak daun kelor tidak berpengaruh pada semua parameter amatan, Nutrisi AB Mix berpengaruh pada tinggi tanaman umur 6 MST, jumlah daun 4 MST, produksi per sampel dan produksi per plot dengan pemberian AB Mix Terbaik yaitu A2 (600 ppm/plot). Interaksi pemberian ekstrak daun kelor dan nutrisi AB Mix tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan.
RESPON PEMBERIAN PUPUK NPK TAWON DAN KETEBALAN MEDIA TANAM PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reftan Poir) DALAM WADAH BAMBU Edi Agus Mahendra Sitorus; Ansoruddin Ansoruddin; Heru Gunawan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.677 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Silau Lama Kecamatan Silau LautKabupaten Asahan, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 15 m dpl.Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Februari 2019. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan, faktor pertama adalah pemberian pupuk NPK Tawon (N) terdiri dari 3 taraf yaitu N1 10 g per wadah bambu, N2 20 g per wadah bambu, dan N3 30 g per wadah bambu, dan fator kedua adalah ketebalan media tanam (M) terdiri dari 3 taraf yaitu M1 = Ketebalan 7 cm dalam wadah bambu, M2 = Ketebalan 14 cm dalam wadah bambu dan M3 = Ketebalan 21 cm dalam wadah bambu. Pemberian Pupuk NPK Tawon tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 7, 14 dan 21 hari setelah tanam, tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 14 hari setelah tanam dan pengaruh nyata umur 21 hari setelah tanam  dan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi per tanaman sampel dan produksi per plot. Perlakuan ketebalan media tanam tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 7, 14 dan 21 hari setelah tanam, tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 14 dan 21 hari setelah tanam serta tidak pengaruh nyata terhadap  produksi per tanaman sampel dan produksi per plot. Pemberian pupuk NPK Tawon dan Ketebalan Media Tanam tidak memberikan interaksi nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TOP G2 DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Sulasmi Sulasmi; Safruddin Safruddin; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.863 KB)

Abstract

This research was carried out in the research field of the Faculty of Agriculture, Asahan University with a height of 10 m above sea level, climate type C (oldeman). The study was conducted from January to March 2019. The research materials consisted of Bima Brebes variety of shallot seed tubers, dried chicken manure, Top G2 organic liquid fertilizer, Deltamethrin active ingredient (Decis 2.5 EC), fungicidal active ingredients Mankozed (Decis 2.5 EC) Dithane M-45 80 WP) and water. The research tools used were hoes, rakes, tripe machetes, torches, raffia ropes, knives, gauges, schalifers, calculators and other stationery, title boards, sample plant plates, bloated, and treatment boards. This research was arranged based on a factorial randomized block design (RBD) consisting of 2 treatment factors and 3 replications. The first factor is the application of POC top G2 fertilizer with 4 levels, namely: P0 = 0 cc / liter of water, P1 = 4 cc / liter of water, P2 = 8 cc / liter of water, P3 = 12 cc / liter of water. The second factor is the provision of cow manure with 3 levels, namely: A0 = 0 tons / ha, A1 = 5 tons / ha, A2 = 10 tons / ha. The results showed that the best application of top G2 POC fertilizer was obtained at a dose of 12 cc / liter of water / plot resulting in a plant height of 25.56 cm, a total tuber crop of 7.96 cloves, a crop production of 63.52 g, production per plot of 1.27 kg. The best application of cow manure is obtained at a dose of 10 kg / ha = 1 kg / plot resulting in a plant height of 27.39 cm. number of crop tubers 8.38 cloves, production per plant 62.21 g, production per plot 1.25 kg. The interaction between the application of top G2 POC fertilizer and chicken manure on the growth and production of shallot plants showed no significant effect on all parameters observed.
RESPON PEMBERIAN PUPUK KOTORAN BURUNG PUYUH DAN PUPUK BOKASI ENCENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Riska Fitriani Manurung; Cik Zulia; Sri Susanti Ningsih
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.005 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Asahan, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 15 m dpl. Tipe iklim Oldeman termasuk tipe iklim E1 dan jenis tanah Alluvial. Curah hujan antara 1.917 mm—3.884 mm, dengan rata-rata curah hujan tahunan 2.900 mm. Suhu berkisar 20,4—32,7° C dan kelembaban udara antara 82% - 94%.  Penelitian rencana dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2017. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah Pupuk Kotoran Burung Puyuh (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : P0 :  0 kg/tanaman (kontrol), P1 :  1 kg/tanaman, dan P2 :  2 kg/tanaman. Faktor kedua adalah pemberian Pupuk Bokashi Eceng Gondok (B) terdiri dari 4 taraf yaitu : B0:  0 Kg/tanaman, B1:  1 Kg/tanaman, B2:  2 Kg/tanaman, , B3:  3 Kg/tanaman. Hasil penelitian pemberian Pupuk Kotoran Burung Puyuh menunjukkan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat segar per tanaman, dan berat segar per plot tanaman selada, dengan perlakuan pupuk Pupuk Kotoran Burung Puyuh terbaik pada dosis 2 kg/tanaman. Pemberian Pupuk Bokashi Eceng Gondok menunjukan berpengaruh nyata terhadap Pertumbuhan tanaman, dengan dosis perlakuan terbaik pada dosis 3 kg/tanaman Interaksi antara pengaplikasian pupuk Kotoran Burung Puyuh dan Pupuk Bokashi Eceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L) menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter yang diamati.
OPTIMASI KOMBINASI BERBAGAI MEDIA DAN IAA SEBAGAI MEDIA TANAM STEK PLANLET KENTANG (Solanum tuberosum L.) Suhedi Putra; Syafrizal Hasibuan; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.884 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun I,  Desa Ujung Teran, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 dan berakhir pada bulan Maret 2019. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian optimasi kombinasi berbagai media di bagi atas 5 taraf yaitu : M0 : Cocopeat (100%), M1 : Arang Sekam (100%), M2 : Cocopeat (50%) + Arang Sekam (50%), M3 : Cocopeat (25%) + Arang Sekam (75%), dan M4 : Cocopeat (75%) + Arang Sekam (25%). Faktor kedua adalah pemberian IAA atas 4 taraf yaitu : I0 : 0,0 ppm, I1 : 0,5 ppm, I2 : 1,0 ppm, dan I3 : 1,5 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah pucuk hidup, jumlah pucuk mati, jumlah pucuk berakar, panjang pucuk (cm), panjang akar (cm), jumlah daun. Hasil penelitian pemberian optimasi kombinasi berbagai media menunjukkan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah pucuk hidup pada semua umur amatan, jumlah pucuk mati pada semua umur amatan, jumlah pucuk berakar pada parameter amatan, panjang pucuk (cm) pada semua umur amatan, panjang akar (cm) pada parameter amatan, jumlah daun pada semua umur amatan dan pemberian IAA menunjukkan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah pucuk hidup pada semua umur amatan, jumlah pucuk mati pada semua umur amatan, jumlah pucuk berakar pada parameter amatan, panjang pucuk (cm) pada semua umur amatan, panjang akar (cm) pada parameter amatan, jumlah daun pada semua umur amatan. Sedangkan interaksi antara pemberian optimasi kombinasi berbagai media dan pemberian IAA menunjukkan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah pucuk hidup pada semua umur amatan, jumlah pucuk mati pada semua umur amatan, jumlah pucuk berakar pada parameter amatan, panjang pucuk (cm) pada semua umur amatan, panjang akar (cm) pada parameter amatan, jumlah daun pada semua umur amatan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK FESES KELINCI DAN PUPUK NPK BOOS 324 Siti Rahayu; Safruddin Safruddin; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.048 KB)

Abstract

The study was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Asahan University, Kisaran Naga Village, Kota Kisaran Timur Subdistrict, Asahan Regency, North Sumatra Province with a flat topography and a height of ± 25 m above sea level, with sufficient water sources with sandy clay texture. The study was conducted in April to June 2018. This study was arranged based on Factorial Randomized Block Design (RBD) with two treatment factors and three replications, the first factor was the dose of rabbit feces fertilizer (K) consisting of 4 levels, namely K0 (without treatment), K1 (0.29 kg / plot) , K2 (0.58 kg / plot), and K3 (0.87 kg / plot), and the second fator is NPK BOOS 324 (N) fertilizer consisting of 3 levels namely N0 (control), N1 (10.8 g / plot), and N2 (21.6 g / plot). The results showed that the treatment of rabbit feces fertilizer had a significant effect on the growth and production of purple eggplant plants. The best treatment was at a dose of 0.87 kg / plot (K3) resulting in plant height of 53.26 cm, number of fruit 8.33 fruit, production per plant 1.13 kg and production per plot of 17.00 kg. NPK BOOS 324 fertilizer treatment significantly affected the growth and production of purple eggplant plants. The best treatment was found in the treatment of 21.6 g / plot (N2) resulting in the highest plant height of 53.26 cm, number of fruits of 8.00 fruit, production per plant of 1.00 kg and production per plot of 15.63 kg. The interaction of giving rabbit feces fertilizer and NPK BOOS 324 fertilizer did not show a significant effect on the growth of purple eggplant.
Pengaruh Sistem dan Konsentrasi Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Secara Hidroponik Noni Narulita; Syafrizal Hasibuan; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.583 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Rumah Hidroponik Fakultas Pertanian Unversitas Asahan, pada bulan Desember 2018 hingga Januari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sistem dan Konsentrasi Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L) Secara Hidroponik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), sedangkan rancangan perlakuannya adalah Faktorial, yang terdiri atas dua faktor yang diteliti, yaitu :1. Sistem Hidroponik  (S) terdiri dari  2  Sistem  S1: Sistem Wick, S2 : Sistem Rakit Apung, 2. Konsentrasi Nutrisi AB Mix (N) terdiri dari 4 Taraf N0 : 500 ppm, N1 : 1000 ppm, N2 :1500 ppm, N3 :2000 ppm dengan 3 ulangan. Peubah amatan yang diamati: Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Kandungan Klorofil, Berat Basah Tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Hidroponik menunjukan pengaruh yang nyata pada pengamatan tinggi tanaman, Jumlah Daun dan Berat Basa pada Semua umur amatan, Konsentrasi Nutrisi berpengaruh nyata pada pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 5 MST, kandungan Klorofil dan Berat Basa tanaman dengan Konsentrasi Nutrisi terbaik Pada N3 (2000 ppm), Interaksi Sistem Hidroponik dan Konsentrasi Nutrisi tidak berpengaruh pada semua parameter pengamatan.