cover
Contact Name
Hendra
Contact Email
-
Phone
+6281375150018
Journal Mail Official
amj_fk@umsu.ac.id
Editorial Address
Gedung Kampus 1 Lantai II Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) UMSU Jl. Gedung Arca No. 53 Medan-Sumatera Utara , Kode Pos 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Anatomica (Anatomica Medical Journal)
ISSN : -     EISSN : 26145219     DOI : https://doi.org/10.30596/anatomica
Core Subject : Health, Science,
Anatomica Medical Journal (AMJ) ini merupakan jenis jurnal ilmiah berskala nasional dan dipublikasi via online, memiliki e-issn yang terdaftar di PDII-LIPI. Anatomica Medical Journal ini juga terdaftar dalam jurnal Online Journal System (OJS) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ruang Lingkup jurnal ini fokus pada bidang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan secara umum. AMJ menerima naskah/manuscript artikel dalam meliputi/scope artikel original (original article) dalam bentuk artikel penelitian (research article), tinjauan artikel (article review), laporan kasus (case report) dan tinjauan pustaka (literature review) yang relevan dengan bidang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan lainnya.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2025)" : 6 Documents clear
Studi Atropometri: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Indeks Sefalik Pada Suku Timor Di Kota Kupang-Nusa Tenggara Timur Hutasoit, Regina Marvina; Iswaningsih, Iswaningsih; Rarawoda, Rachel; Lendu, Febryantie; Kusumah, Safira Prabasari
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.21323

Abstract

Ukuran antropometri dari kepala seseorang akan memberikan bentuk penampilan yang khas pada seseorang dan kemudian akan membentuk ciri khas pada suatu suku atau ras tertentu. .Indeks sefalik dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin, umur, suku, ras, lingkungan geografis dan genetik. Faktor yang mempengaruhi ukuran antropometri kepala seperti jenis kelamin dan umur yang dianggap sebagai identitas umum  diamati dan di analisis untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi ukuran indeks sefalik sehingga identitas suku Timor dapat diamati dan perkembangan yang terjadi  dapat diamati kedepannya .Selain itu melengkapi data primer untuk identifikasi dari suku Timor. Metode: penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional terhadap 100 responden yang beridentitas suku Timor asli berusia 11-50thn berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Hasil: Uji Maan-whitney, menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan rerata indeks sefalik dengan jenis kelamin (p=0.992) dan umur  (p=0,161) Kesimpulan: kedua faktor jenis kelamin dan umur tidak memberikan pengaruh yang signifikan  pada indeks sefalik apabila diterapkan pada individu yang berasal dari suku, lingkungan geografis dan usia yang tidak jauh berbeda. Bentuk kepala pada suku Timor berdasarkan jenis kelamin masih didominasi dengan bentuk brachicepalic.Kata kunci : indeks sefalik, suku Timor,umur, jenis kelamin
Aspergilosis Invasif: Diagnosis dan Tatalaksana Hapsah, Hapsah
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.18967

Abstract

Aspergillus adalah jamur kosmopolitan yang biasanya dijumpai pada sisa debris organik, kompos, makanan, gandum, ventilasi udara dan debu atau vegetasi busuk lainnya. Spesies Aspergillus yang paling sering menyebabkan penyakit pada manusia adalah Aspergillus fumigatus dan aspergiluus. Gejala khas yang lazim ditemui pada pasien Aspergilosis invasif yaitu sesak napas, batuk, nyeri dada pleuritik, hemoptisis, demam, dan dapat pula terjadi komplikasi berat yang mengancam jiwa seperti gagal napas, syok, gagal organ dan kematian. Diagnosis Aspergilosis invasif masih menjadi tantangan karena gejala klinis yang tidak khas ditambah uji diagnostik yang belum ideal masih belum tersedia, tetapi pemeriksaan serologi dan molekuler dapat diharapkan membantu ketepatan diagnosis.Kata kunci: Aspergilosis invasif, aspergillus sp, infeksi jamur
Hubungan Durasi Sakit dan Fungsi Keluarga terhadap Fungsi Pasien dengan Gangguan Kecemasan Nurhasanah, Nurhasanah; Nuralita, Nanda Sari
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.22876

Abstract

Gangguan kecemasan adalah kondisi yang memengaruhi kualitas hidup, termasuk fungsi sosial dan pekerjaan. Selain faktor individu, dukungan keluarga juga memainkan peran penting dalam mempengaruhi tingkat keparahan gangguan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi sakit, fungsi keluarga, dan dampaknya terhadap fungsi pasien gangguan kecemasan di Rumah Sakit Madani, Sumatera Utara. Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan sampel pasien gangguan kecemasan yang dirawat di Rumah Sakit Madani, Sumatera Utara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur durasi sakit, dukungan keluarga, dan fungsi sosial pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik bivariat, Spearman. Hasil: Penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara durasi sakit dengan fungsi pasien (p-value 0,001; r = 0,650), yang berarti semakin lama durasi sakit, semakin buruk fungsi pasien. Selain itu, ada hubungan signifikan antara fungsi keluarga dan fungsi pasien (p-value 0,001; r = -0,651) yang mengindikasikan bahwa semakin baik fungsi keluarga, semakin rendah skor fungsi pasien. Kesimpulan: Durasi sakit yang panjang memperburuk fungsi psikososial pasien gangguan cemas, sementara dukungan keluarga yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Dukungan keluarga yang kuat dan pengelolaan durasi sakit yang tepat penting dalam pemulihan pasien gangguan cemas.Kata Kunci: durasi sakit, fungsi keluarga, fungsi pasien
Sindroma Koroner Akut pada Pasien Kanker: Pendekatan Manajemen Kardio-Onkologi Laksono, Sidhi
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.21637

Abstract

Kanker dan penyakit jantung koroner saling berhubungan karena memiliki faktor risiko yang sama, dimana pasien kanker akan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan serangan jantung atau sindroma koroner akut. Selain itu, terapi kanker baik obat-obatan, kemoterapi atau radioterapi dapat menyumbang patofisiologi terjadinya sindroma koroner akut. Gejala klinis nya pun bervariasi dan tidak khas, sehingga diperlukan penegakan diagnosis menggunakan pemeriksaan penunjang lainnya. Manajemen sindroma koroner akut pada pasien kanker sesuai dengan pendekatan kardio-onkologi, berupa evaluasi risiko trombosis atau perdarahan, stadium atau jenis kanker, penyulit anemia, angka harapan hidup dan prognosis. Hal inilah yang menyebabkan tatalaksana sindroma koroner akut (SKA) pada pasien kanker sangatlah tergantung kondisi pasien tersebut.Kata kunci: kanker, sindroma koroner akut, tatalaksana
Proporsi Gangguan Menstruasi Dan Hubungannya Dengan Karakteristik Demografi Pada Mahasiswi Kedokteran Aprinanda, Annisa Mulia; Siregar, Pinta Pudiyanti
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.15209

Abstract

Gangguan menstruasi adalah gangguan durasi dan jumlah darah menstruasi, gangguan siklus menstruasi, gangguan perdarahan diluar siklus menstruasi dan gangguan lain yang berhubungan dengan menstruasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021 yang telah menstruasi. Hasil: Mayoritas responden berusia 20 tahun sebanyak 94 orang (63.9%) dengan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) mayoritas normal dengan jumlah 79 orang (53.7%) responden yang usia menarche 12 tahun sebanyak 84 orang (57.1%), yang mengalami gangguan menstruasi sebanyak 115 orang (78.1%). Uji chi-square menunjukkan p0,05 untuk semua karakteristik demografi (umur, usia menarche, IMT dan tempat tinggal) dengan gangguan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan karakteristik demografi (usia, usia menarche, indeks massa tubuh, dan tempat tinggal) dengan gangguan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021.Kata kunci: gangguan menstruasi, karakteristik demografi
Gambaran Hasil Diseksi Ginjal pada Kadaver Jenazah Sebagai Media Pembelajaran Anatomi Di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Nugroho, Hary
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.21820

Abstract

Ginjal adalah organ sistem perkemihan yang menjadi salah satu materi pembelajaran anatomi bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Pada proses pembelajaran yang selama ini dilakukan, ada beragam media yang dapat dipakai untuk mempelajari keistimewaan organ ini, salah satunya mempergunakan kadaver jenazah. Kesempatan belajar anatomi tubuh manusia secara langsung merupakan pengalaman langka yang hanya dapat dinikmati saat memiliki status sebagai seorang calon dokter.  Melalui pembelajaran dengan media ini, ada banyak hal yang dapat diamati, misalnya topografi, kontur permukaan luar, tampilan irisan bagian dalam, bahkan dapat melakukan pengukuran dimensi ukuran ginjal. Beragam referensi yang pernah dipublikasikan menyatakan adanya variasi ukuran organ ini pada saat diamati ataupun dipelajari. Penelitian deskriptif observational ini bertujuan mendapatkan data hasil pengukuran panjang, lebar dan tebal dari 16 ginjal kadaver jenazah yang dipakai sebagai media pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Data yang diperoleh akan dipresentasikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasilnya menunjukkan variasi pada panjang, lebar, ataupun tebal ginjal, baik itu sisi kanan ataupun kiri. Secara umum dimensi ginjal memiliki ukuran panjang 106,5 + 1,24 mm, lebar 45,1 + 0,31 mm, dan tebal 2,48 + 0,26 mm. Ginjal kanan lebih panjang daripada ginjal kiri (10,77+1,50 mm 10,53+1,01 mm). Ginjal kiri lebih lebar daripada sisi kontra lateralnya (4,60+0,27 mm 4,42+0,35 mm). Tebal ginjal kiri lebih besar (2,48+0,24 mm 2,47+0,30 mm), tapi rekor ketebalan masih dimiliki oleh ginjal kanan (2,97 mm).Kata kunci: anatomi, dimensi, ginjal, kadaver, pengukuran

Page 1 of 1 | Total Record : 6