cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA
ISSN : -     EISSN : 25980165     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah Ibnu Sina Biomedika menerima artikel ilmiah dari hasil penelitian, laporan/studi kasus, kajian/tinjauan pustaka, maupun penyegar ilmu kedokteran, yang berorientasi pada kemutakhiran ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, agar dapat menjadi sumber informasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan kedokteran yang semakin kompleks.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2017)" : 13 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIBIOTIK EKSTRAK BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Shasti, Helwina; Siregar, Tegar Adriansyah Putra
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.647 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1122

Abstract

Latar belakang: Staphylococcus aureus merupakan flora normal yang diperkirakan 20-75% ditemukan pada saluran pernapasan atas, muka, tangan, rambut dan vagina. Infeksi bakteri ini dapat menimbulkan penyakit dengan tanda-tanda yang khas, yaitu peradangan dan tampak sebagai jerawat, infeksi dan inflamasi folikel rambut dan pembentukan abses. Di antara organ yang sering diserang oleh bakteri Staphylococcus aureus adalah kulit yang mengalami luka. Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) memiliki efek antibiotik terhadap bakteri gram positif. Flavonoid pada buah Andaliman diketahui dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibiotik ektrak buah Andaliman terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Teknik yang digunakan dalam mengukur aktivitas antibiotik adalah metode difusi cakram. Hasil penelitian: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) dengan konsentrasi 8%, 6%, 4% dan 2% menghasilkan rata-rata diameter zona bening masing-masing yaitu 13.2 mm, 11.30 mm, 10.24 mm, 8,29 mm sedangkan diameter zona bening sefotaksim yaitu 27.67 mm dan akuades tidak diperoleh zona bening. Kesimpulan: Ekstrak buah Andaliman dengan konsentrasi 8% memiliki zona bening tertinggi terhadap pertumbuhan bakteri S.aureus. Efek antibiotik ekstrak buah Andaliman seluruh konsentrasi tidak berbeda nyata sedangkan sefotaksim dengan ekstrak buah Andaliman seluruh konsentrasi memiliki daya hambat yang nyata.Kata kunci: Staphylococcus aureus, Ekstrak buah Andaliman.
IDENTIFIKASI ZAT PEWARNA RHODAMIN B PADA TERASI DAN GULALI KAPAS DI KOTA MEDAN Prayoko, Herdianto; Thristy, Isra
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.999 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1117

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : rhodamin B merupakan zat warna sintetik yang umum digunakan sebagai pewarna tekstil. Pada manusia rhodamin B dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, iritasi kulit, iritasi pada mata, iritasi pada saluran pencernaan, keracunan, dan gangguan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zat pewarna rhodamin B pada terasi dan gulali kapas yang beredar di Kota Medan. Metode : penelitian ini menggunakan metode kromatografi kertas dengan teknik purposif sampling. Pemeriksaan dilakukan di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Medan. Hasil : pada penelitian ini didapati bahwa dari jumlah 10 sampel terasi dan 10 sampel gulali kapas yang diperiksa berdasarkan harga Rf, warna visual, dan lampu UV menunjukkan hasil yang negatif. Kesimpulan : sampel terasi dan gulali kapas yang diperiksa tidak mengandung rhodamin B.Kata kunci : terasi, gulali kapas, rhodamin B, kromatografi kertas ABSTRACTBackground : rhodamin B is synthetic colour substance commonly used as a textile dye. Rhodamin B can cause irritation of the respiratory tract, skin irritation, irritation of the eyes, irritation of the digestive tract, poisoning, and liver disorders. This research aims to identify the substance dyes rhodamin B in shrimp paste and cotton candy that is circulating in the city of Medan. Methods : this research using paper chromatography and using purposive sampling technique. The examination was conducted at Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Medan (North Sumatra Health Office UPT Health Laboratory Area terrain). Results : in this study found that the number of 10 samples of shrimp paste and 10 sample of cotton candy examined showed a negative result seen based on the price of the Rf, visual color and UV light. Conclusion : shrimp paste and cotton candy samples were examined did not contain rhodamin B.Keyword : cotton candy, shrimp paste, rhodamin B, paper chromatography
Petunjuk Untuk Penulis Untuk Penulis, Petunjuk
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.838 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.936

Abstract

-
HUBUNGAN NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Wahyu, Ilham; Mourisa, Cut
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.632 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1123

Abstract

Latar Belakang : Arus Puncak Ekspirasi (APE)  merupakan suatu uji sederhana yang dilakukan untuk menilai fungsi paru menggunakan Wrights peak flow meter. Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat mempengaruhi hasil APE. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan APE dengan IMT pada mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional dan analisis chi squere. Data penelitian ini adalah data primer dari pemeriksaan IMT dan APE pada 92 mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU. Hasil : Penurunan nilai APE < 80% lebih banyak terdapat pada obese (13,04 %) dibandingkan pada overweight (11,96 % ), underweight (9,78 %), dan normoweight (5,43%). Kesimpulan : Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan antara nilai APE dengan IMT dengan p > 0,05. Kata Kunci : APE, Wrights peak flow meter, IMT, underweight, overweight, obese
GAMBARAN PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP FAKTOR RISIKO AUTISME PADA ANAK DI YAYASAN ANANDA KARSA MANDIRI (YAKARI) MEDAN MZ, Miftahul Qurnaini; Lubis, Debby Mirani
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.4 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1119

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Faktor risiko yang berhubungan dengan autisme adalah faktor prenatal, perinatal, neonatal, nutrisi dan lingkungan.. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran persepsi orang tua terhadap faktor risiko autisme pada anak di YAKARI  Medan. Metode: metode penelitian dengan cross sectional study. Sampel penelitian adalah semua orang tua dari anak autisme di YAKARI Medan. Hasil: Faktor prenatal menurut persepsi orang tua yang paling banyak adalah obat-obatan. Faktor perinatal menurut persepsi orang tua yang paling banyak adalah kelahiran prematur. Faktor neonatal menurut persepsi orang tua yang paling banyak adalah bayi yang BBLR. Faktor nutrisi menurut persepsi orang tua yang paling banyak adalah maternal yang tidak mengonsumsi asam folat. Faktor lingkungan menurut persepsi orang tua yang paling banyak adalah orang tua yang merokok. Kesimpulan: Menurut persepsi orang tua, obat-obatan, bayi prematur, BBLR, kekurangan asam folat dan merokok merupakan faktor risiko autisme.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI MADRASAH ALIYAH NEGERI DOLOK MASIHUL DI KECAMATAN DOLOK MASIHUL El Alasi, Zaki Yatun Usna; Hamdani, Irfan
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.099 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1088

Abstract

Latar Belakang. Leptin dan androstenedion merupakan hormon yang dapat mengganggu terjadinya keteraturan siklus menstruasi. Hormon ini terbentuk dari sel lemak yang berfungsi dalam pembentukan kadar estrogen. Sel lemak dapat ditentukan dari status gizi.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh terhadap siklus menstruasi pada siswi MAN di Kecamatan Dolok Masihul.Metode. Penelitian deskriptif analitik dengan metode cross sectional (potong melintang). Uji hipotesis yang digunakan uji Chi-square.Hasil. Pada analisis Indeks Massa Tubuh dengan siklus menstruasi didapatkan perbedaan signifikan (p=0,001). Dengan kata lain terdapat hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan siklus menstruasi.Kesimpulan. Status gizi dapat mempengaruhi siklus menstruasi dilihat dari status gizi yang berlebih maupun status gizi kurang. 
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI YANG MENGANDUNG ASPARTAM TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI CEREBELLUM TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus L.) Ritonga, Annisa Qarunia; Suryani, Des
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.902 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1090

Abstract

Latar belakang. Minuman berenergi yang mengandung aspartam jika dikonsumsi secara berlebihan berpotensi merusak sel saraf, dan dapat menyebabkan kerusakan histologi cerebellum.Tujuan. Untuk mengetahui “Pengaruh Pemberian Minuman Berenergi yang Mengandung Aspartam terhadap Gambaran Histopatologi Cerebellum Tikus Jantan (Rattus norvegicus L.)”.Metode. Penelitian eksperimental dengan metode Post test Only With Control Group Design yang menganalisis histopatologi cerebellum menggunakan histoteknik parafin blok, dengan pewarnaan HE dan mikroskop cahaya serta mengumpulkan data dengan pengamatan langsung gambaran histopatologi cerebellum. Uji hipotesis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Benferroni.Hasil.  Kepadatan sel purkinje normal pada uji ANOVA didapatkan  perbedaan signifikan (p=0,000). antara kontrol negatif (KN) dengan perlakuan (P1,P2) dan kontrol positif (KP1,KP2) terdapat ada perbedaan signifikan (p<0,05) dan tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) antara kontrol negatif (KN) dengan perlakuan (P1,P2) dan kontrol positif (KP1,KP2) dari sel purkinje yang patologis tikus jantan (Rattus norvegicus L ). Kesimpulan. Minuman berenergi yang mengandung aspartam dapat menyebabkan kerusakan berupa penurunan kepadatan sel purkinje cerebellum dan sel purkinje patologis pada kelompok perlakuan (P1,P2) dan kontrol positif (KP1,KP2). Kata kunci : Minuman berenergi, aspartam, sel purkinje, histopatologi cerebellum. 
HUBUNGAN PANJANG TELAPAK TANGAN TERHADAP TINGGI BADAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Simatupang, Anju Natoras Hasan; Sutysna, Hendra
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.927 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1110

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Perkiraan tinggi badan adalah hal penting untuk keperluan medikolegal, dimana penentuan tinggi badan merupakan suatu langkah utama dalam proses identifikasi individu, ketika hanya sebagian tubuh saja yang ditemukan. Formula persamaan regresi menggunakan panjang telapak tangan, usia, jenis kelamin menyedikan sebuah perkiraan yang valid dari tinggi badan dan berguna dalam konteks klinis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang telapak tangan terhadap tinggi badan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Kedokteran UMSU yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil: Panjang telapak tangan memiliki korelasi yang positif dan signifikan terhadap tinggi badan dengan koefisien korelasi yang berkisar antara 0,780 hingga 0,874 (p<0,001). Persamaan regresi linear yang didapatkan menunjukkan Standard Error of the Estimate (SEE) yang berkisar antara 3,129 hingga 4,376 (p<0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara panjang telapak tangan terhadap tinggi badan dengan korelasi yang kuat dan sangat kuat, sehingga tinggi badan dapat diperkirakan dengan mengukur panjang telapak tangan melalui persamaan regresi linear.Kata Kunci: Panjang telapak tangan, Tinggi badan, Persamaan regresi linear, Antropometri.ABSTRACTBackground: Estimation of stature is important to medicolegal purposes, where the determination of stature is a main step in the process of identification of individuals, when the only part of the body was found. The formulated regression equation using hand length, age, gender provides a valid estimation of stature and is useful in the clinical context. Objective: Present study aimed to determine the relation of hand length to stature in students at the Faculty of Medicine UMSU. Methods: The study design was descriptive analytic cross-sectional design. The study population was students in Faculty of Medicine UMSU who had completed the inclusion and exclusion criterias. The sampling technique used total sampling method. Results: Hand length was positively and significantly correlated to stature with coefficient correlation ranging from 0,780 to 0,874 (p<0,001). Linear regression equations were showing Standard Error of the Estimate (SEE) ranging from 3,129 to 4,376 (p<0,001). Conclusion: There was significantly relation of hand length to stature with strong and very strong correlation, so the stature can be estimated by measuring hand length with linear regression equation.Keywords: Hand length, Stature, Linear regression equation, Anthropometry.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) 100% DAN GENTAMISIN KRIM 0,1% TERHADAP KETEBALAN EPITEL PADA LUKA SAYAT TIKUS WISTAR (Rattus Norvegicus) Amanda, Alya; Batubara, Dian Erisyawanty
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.095 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1108

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Luka adalah rusak atau hilangnya jaringan tubuh. Selama ini penanganan standar pada luka adalah dengan pemberian antiseptik, antibiotik, dan anti radang. Salah satu tanaman yang bisa dijadikan tumbuhan obat adalah daun pepaya. Tanaman pepaya (Carica papaya) merupakan tanaman yang mudah tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, banyak dijumpai di Indonesia sebagai tanaman kaya manfaat. Para ilmuwan telah meneliti manfaat daun pepaya dalam bidang ilmu kedokteran modern, terutama dalam mempercepat penyembuhan luka karena mengandung enzim papain dan saponin. Tujuan : Membuktikan efektifitas pemberian ekstrak daun pepaya terhadap ketebalan epitel yang terbentuk pada luka sayat dibandingkan dengan gentamisin 0,1% pada tikus wistar selama proses penyembuhan luka. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni laboratorium untuk membandingkan efektifitas pemberian ekstrak daun pepaya terhadap ketebalan epitel yang terbentuk pada luka sayat dibandingkan dengan gentamisin 0,1% pada tikus wistar selama proses penyembuhan luka. Hasil : Rata-rata ketebalan epitel luka sayat yang terbentuk dengan pemberian ekstrak daun pepaya 100% adalah 355,18 µm sedangkan rata-rata ketebalan epitel luka sayat yang terbentuk dengan pemberian gentamisin 0,1% adalah 265,12 µm. Kesimpulan : Ekstrak daun pepaya 100% dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk mempercepat pembentukan epitel luka sayat dari pada gentamisin 0,1%. Kata Kunci : Luka sayat, Ekstrak daun pepaya 100%, Gentamisin 0,1%, Ketebalan epitel.ABSTRACTBackground: Injuries are damaged or lost one of the body’s tissues all this time. Standard treatment of epidermal injury in medical ways were given antiseptic, antibiotic and anti-inflammatory. One of plant that can be medicinal plants is papaya leaf. Papaya plants (Carica papaya) is a plant that can growth easily in low land or high land, familiar in Indonesia as a plants with many beneficial. The scientist had research the benefits of papaya plants in medical science modern scope, especially in accelerating injuries healing process because it contains enzyme papain and saponin. Objective: To prove the effect of papaya leaf extract 100% againts epithelial thickness which formed by cut injury compared with gentamicin cream 0.1%  on wistar mice during healing injuries process. Methods: This research is an experimental laboratorium study to compare the effects of papaya leaf extract 100% against epithelial thickness which formed by cut injury compared with gentamicin cream 0.1%  on wistar mice during healing injuries process. Results: The mean of epithelial thickness with cut injuries was formed by given papaya leaf extract 100% is 355.18 (micrometer) the mean of epithelial thickness with cut injuries was formed by gentamicin cream 0.1% is 265.12 (micrometer). Conclusion: papaya leaf extract 100% can be considered as one of an alternative to accelerate the healing injuries process of cut injuries rather than gentamicin cream 0.1%.Keywords: cut injuries, papaya leaf extract 100%, gentamicin cream 0.1%, epithelial thickness.
HUBUNGAN LAMA DAN FREKUENSI MENELPON MENGGUNAKAN HEADSET DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA OPERATOR PT. INFOMEDIA NUSANTARA MEDAN TAHUN 2016 Wellsi, Indri; Masliana, Siti; Utami, Ratih Yulistika
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.574 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1118

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Headset adalah gabungan antara headphone dan mikrofon, digunakan untuk mendengarkan suara dan bicara dengan perangkat komunikasi atau komputer. Pemakaian headset berlebihan dalam kurun waktu yang lama dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Para pekerja operator rentan  terhadap risiko gangguan pendengaran akibat pemakaian headset sebagai sumber pajanan langsung. Tujuan: Mengetahui hubungan lama dan frekuensi menelpon menggunakan headset dengan gangguan pendengaran pada operator PT. Infomedia Nusantara Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik dengan rancangan “Cross Sectional Study”. Hasil: Sampel penelitian sebanyak 26 orang. Hasil pemeriksaan audiometri sebanyak18 orang (69.0%) yang mengalami gangguan pendengaran dengan uji chi- square, terdapat hungan lama menelpon menggunakan headset dengan gangguan pendengaran dengan nilai p=0,014 dan ada hubungan frekuensi menelpon menggunakan headset dengan gangguan pendengaran dengan nilai p=0,020. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lama dan frekuensi menelpon menggunakan headset dengan gangguan pendengaran.Kata kunci: gangguan pendengaran, lama menelpon,headset, frekuensi menelpon ABSTRACTBackground: Headset is the combination of headphone and microphone, that being used for listening to the music and speaking throug communication device or computer. The exessive usage of headset in a long period of time can cause hearing impairment. The operator is vulnerable to the risk of hearing impairment because of the direct contact to the headset. Purpose: To know the correlation between the duration and frequention of calling with headset with  the hearing impairment of the pt infomedia nusantara medan’s operators. Method: This research uses descriptive-analitical method with cross sectional study design. Result: Research sample of 26 persons. The result of audiometry check up, 18 persons (69,0%) suffering from hearing impairment with chi-square test, there is a correlation between the duration of calling with headset and the hearing impairment with the value p=0,014 and there is a correlation between the frequention of the calling with headset and the hearing impairment with the value p=0,020. Conclusion: There is a correlation between the duration and the frequention of the calling with headset the hearing impairment.Key words : hearing impairment, duration of calling, headset, frequention of calling 

Page 1 of 2 | Total Record : 13