cover
Contact Name
Akhyar Anshori
Contact Email
akhyaransori@umsu.ac.id
Phone
+6282277000285
Journal Mail Official
jurnalinteraksi@umsu.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMSU Gedung C Jalan Kapten Mukhtar Basri No 3 Medan, Sumatera Utara 20238
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 25806955     DOI : https://doi.org/10.30596/interaksi
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APIK PTM) yang terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli. Terbit pertama kali pada bulan Januari 2017.
Articles 220 Documents
Proses dan Minat Belajar Mahasiswa dalam Pembelajaran Online di Era Pandemi Covid-19 Rista Anggraini; Windy Sastri Febriana; Luluk Mufarohah; Indah Purnama Sari; Novianti Dinda Saputra; Idris -
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v5i2.5793

Abstract

In the midst of the Covid-19 pandemic that spread outside in various countries, especially Indonesia, resulted in the government issuing policies on the transfer of learning, which initially occurred in a face-to-face into online learning at every level of education including universities. The purpose of this study is to analyze the process and interest of students in learning activities during the Covid-19 pandemic. This research uses a mixed method approach that is qualitative and quantitative. The study used online instruments distributed to 60 respondents. Respondents were taken from students of IPS Education, Malang State University. The steps in this study are (1) the formulation of problems, (2) finding the basis of theory, (3) formulation of research instruments, (4) distribution of research instruments, (5) presentation of data, and (6) drawing conclusions. The results of this study revealed that students of Social Science Education, Malang State University have a variety of methods used during the learning process ranging from using whasapp group, google classroom, sipejar, google meet, and zoom, for various reasons. The spirit in learning activities is also increasing, so that the knowledge gained during learning can be understood well.
Implementasi Image Restoration Theory Dalam Film Hancock Roffan Rais Rueyanno; Pundra Rengga Andhita
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v5i2.6417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi image restoration dalam film Hancock. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang menitikberatkan observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis semiotika model Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi imagerestoration dalam film Hancock menerapkan lima strategi yang sesuai dengan model Benoit, yaitu denial, evasion of responsibility, reducing the offensive, corrective action, dan mortification. Dari lima strategi itu ada dua penerapan strategi yang dinilai kurang efektif yakni evasion of responsibility dan reducing the offensive. Hal itu disebabkan sikap Hancock yang menerapkan strategi itu dengan gaya ofensif. Ini yang membuat publik semakin menjauh dari Hancock. Untuk tiga strategi lainnya, denial, corrective action, dan mortification berhasil diterapkan dengan baik oleh Hancock. Ray Embrey berhasil mendorong Hancock untuk menyadari kesalahan dan meminta maaf kepada publik secara terbuka. Permintaan maaf merupakan strategi paling efektif untuk mengakhiri krisis. Ini penting karena publik terkadang hanya ingin mendengar permintaan maaf. Setelah ada permintaan maaf, publik cenderung melupakan atau menepikan kesalahan yang pernah dilakukan Hancock sebelumnya. Lebih lanjut, upaya ini berhasil memunculkan respon positif dari publik. Keberadaan respon positifmenandakan masa krisis telah berhasil dilewati dengan baik oleh Hancock.
Stereotipe Tentang Muslim Indonesia Dalam Pemberitaan Media Asing (Analisis Framing Terkait Pemberitaan Aksi 212 di Media Online Time dan Al Jazeera) Dini Wahdiyati; Said Romadlan
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v5i2.6878

Abstract

Penelitian ini fokus pada pemberitaan di media online asing tentang stereotipe muslim Indonesia yang dimunculkan dalam teks pemberitaan. Penelitian ini mencoba menguraikan teks pemberitaan melalui analisis teks media dengan menggunakan analisis framing. Inti dari framing adalah bagaimana sebuah fakta ditonjolkan dan dikaburkan. Pemberitaan media asing di antaranya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sentimen agama, ideologi, dan stereotipe yang tajam terhadap kelompok tertentu. Islam di Indonesia selalu menjadi sorotan media asing. Sorot mata media asing semua tertuju saat terjadinya aksi demo besar-besaran umat Islam sebagai respon penistaan agama yang dilakukan Ahok beberapa tahun silam yang dikenal dengan Aksi 212. Momen pemberitaan asing ini menjadi hal yang tercatat sejarah sebagai pemberitaan yang terintens diperhatikan pihak asing sepanjang isu terkait Islam di Indonesia Banyak sekali media asing turut memberitakan termasuk juga Time dan AL JAzeera turut memberitakan Aksi Damai Umat Islam tersebut. Namun pemberitaan-pemberitaan media tersebut muncul sarat dengan muatan yang mengarah pada stereotiping dan tendensi. Hasil penelitian ini menemukan adanya beberapa stereotipe tentang kelompok Islam dalam pemberitaan media asing tersebut; Time dalam bingkai pemberitaannya ditemukan memuat stereotipe yang kuat terhadap umat muslim Indonesia yaitu menyebut Islam mengacu pada; Kelompok muslim (konservatif, ultra konservatif, garis keras): rasis, intoleran dan jahat (berlaku tidak adil yang melampaui batas) terhadap Ahok. Dalam bingkai Time ditemukan memuat pernyataan-pernyataan tendensius yang mengarah kepada umat muslim. Al Jazeera ditemukan membingkai pemberitaan dengan menonjolkan nuansa politis yang dilakukan kelompok Islam adalah politik yang kotor, yakni semacam konspirasi yang diarahkan/dilakukan oleh kelompok umat muslim di Indonesia untuk mencekal kemenangan Ahok sebagai gubernur. Secara umum bingkai yang digunakan Al Jazeera lebih banyak menonjokan intrik-intrik yang disinyalir dilakukan kelompok muslim untuk mencekal Ahok terpilih menjadi gubernur. Hal ini ditemukan yaitu dalam frame Kelompok Muslim (Moderat, Konservatif, Radikal): Mempolitisir Isu Penghujatan Agama untuk Mencekal Ahok. Time maupun Al Jazeera memiliki kesamaan dalam menggunakan beberapa sebutan terhadap kelompok muslim di Indonesia yaitu Time menyebut kelompok muslim dengan konservatif, ultra konservatif dan garis keras. Sedangkan sebutan terhadap umat muslim dalam pemberitaan Al Jazeera ditemui sebutan moderat, konservatif dan radikal. Kedua media asing tersebut sama-sama mengidentifikasi kelompok Islam yakni  semua kalangan Muslim baik yang konservatif (ordinary), ultra konservatif (abangan/tradisionalis), moderat (modernis/menengah), garis keras (radikal) semua memerangi Ahok.
Manajemen Kesan Pelaku Budaya Musik Saronen Dalam Mempertahankan Eksistensi di Masa Pandemi Mohammad Insan Romadhan; Bagus Cahyo Shah Adhi Pradana
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v5i2.5835

Abstract

Pandemi Covid-19 yang sudah hampir setahun terjadi di Indonesia membuat berbagai bidang harus dapat beradaptasi. Masa pandemi seperti sekarang kerumunan sangat tidak disarankan. Hal tersebut menjadi permasalahan besar khususnya pada pelaku seni pertunjukan tradisional musik saronen. Minat masyarakat terhadap musik saronen sebelum pandemi saja sudah mulai berkurang peminatnya. Masalah tersebut diperparah dengan kondisi ketika ada pandemi Covid-19. Bukan hanya bertahan akan gempuran budaya modern tetapi juga bertahan menghadapi situasi yang diakibatkan pandemi Covid-19. Berdasarkan hal terebut perlu melakukan kajian mengenai manajemen kesan pelaku budaya untuk dapat mempertahankan eksistensinya di masa pandemi. Literatur yang dijadikan sebagai pisau analisis adalah teori manajemen impresi yang meliputi  ingratiation, self-promotion, exemplification, supplication dan intimidation. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dimana informan penelitian yaitu pelaku budaya budaya saronen untuk digali lebih dalam dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisis data menggunakan jalur analisis data tiga tahap dimana analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan verifikasi penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan manajemen kesan yang ditampilkan oleh pelaku budaya lebih kepada supplication. Hal ini diperlihatkan oleh para pelaku budaya dengan menunjukkan kepasrahan akan situasi yang sedang dialami oleh kelompok budayanya akibat pandemi covid-19.
Dampak Youtube Pada Kegiatan Belajar Daring Anak Usia Dini di Tengah Pandemi Covid-19 Dea Ramadhan Putri; Siti Nursanti; Luluatu Nayiroh
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v5i2.6755

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to know the impact of YouTube on early childhood online learning activities during the pandemic. The method used in this research is the quantitative method by testing New Media Theory as applied theory. This research subject used early childhood as a research subject at Islam Insan Taqwa Kindergarten as one of the kindergarten schools that uses an online learning system through YouTube. The results obtained from this study are YouTube has a positive impact on early childhood online learning activities amid the pandemic Covid-19. Aspects of the positive impact are knowledge, comfort, innovation, and practice. The increase in new technology knowledge in early childhood in online learning activities got the highest results by 60%. The highest result from the convenience obtained when carrying out online learning activities at home by 42%. Online learning through YouTube is new or innovative for children with the result of 54%. The result of online learning practices that become the response of early childhood in carrying out online learning activities by 70%.Keywords: YouTube, Online Learning, New Media
Tinjauan Literatur: Digital Komunikasi Politik Anies Baswedan Dolly Indra; Umaimah Wahid
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v5i2.6198

Abstract

Meski Anies Baswedan tergolong baru di dunia politik, dari sejumlah nama-nama tokoh politik yang ramai diperbincangkan tahun ini, Anies tetap menyita perhatian publik sepanjang tahun. Perubahan yang terjadi dalam praktik komunikasi politik dewasa ini dengan menggunakan media internet tentunya membawa beberapa kelebihan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Fenomena-fenomena ini kemudian membuat peneliti tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sosok Anies Baswedan. Artikel ini merupakan sebuah review dari beberapa artikel-artikel konsen dalam review ini. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review. pengumpulan data dalam pencarian database dilakukan untuk judul publikasi, abstrak, dan kata kunci “Anies Baswedan” dalam 10 (sepuluh) database elektronik dari sumber https://scholar.google.com/. Database dipilih berdasarkan relevansi yang dirasakan dengan topik. Dari hasil penetilitan kajian pustaka dapat disimpulkan bahwa stigma masyarakat terhadap kepemimpinan Anies Baswedan dengan komunikasi digitalnya cenderung ke arah positif. Dalam hal ini menuangkan pendapatanya di media sosial menjadikan masyarakat memberikan respon yang positif.
Indonesia Government’s Responses to COVID-19: A Critical Review to Pre-Crisis and Crisis Phase Setyoningsih Subroto; A A Istri Putri Dwijayanti; Reza Yohanes
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v5i2.6665

Abstract

The COVID-19 pandemic in Indonesia divides society's opinion into 2 sides. The opinion was mostly affected by the government’s responses during the pre-crisis and crisis phase. Therefore, this study aims to review the government’s crisis responses that already appeared. A qualitative method was used to determine the issue. The data are taken from COVID-19 official websites and online news portals portrayed from February until April 2020. From the data resource, the author then found that some mistakes appeared both in the pre-crisis and crisis phase. The mistakes consist of; (1) lack of emergency responses to crucial information, (2) inappropriate key messages, (3) inconsistent statements from the government, (4) the changing of spokesperson Furthermore, the author provides several recommendations to the Indonesian government for the proper response during the pre-crisis and crisis-phase for the other issue in the future. The recommendations are; (1) being consistent in every information that delivers to society, (2) avoid controversial statements, (3) form a communication task force team to develop and convey the message.Keywords: crisis communication, Indonesia, COVID-19
Public Perception of Courier Fare Issue Management and Shopee Express Expedition Anggaraksa Adwitiya Arrazy; Juan Malik Frederick Turpyn
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v5i2.7489

Abstract

Technological developments are growing rapidly, with the result that create phenomenon marketplace. Indonesia, which is still following the development of marketplaces or e-commerce also continues to encourage the utilization of equal opportunities for sellers on the platform including Shopee. As in some time ago, Shopee Indonesia was hit by the issue of oppression of Shopee Express couriers as well as the slow expedition of goods throughout the country due to the impact of both problems. Responding to concerns about courier fares and Shopee Express expeditions, based on the results of issue life cycle that Shopee Indonesia immediately took a strategy and quick response steps in order to manage the issue as soon as possible. The research method that will be used is qualitative descriptive with data collection techniques used are observation, interviews, and document analysis. The result of this research is, it can be concluded public perception of courier fare issue management and shopee express expedition raises various negative and positive aspects of varied public perceptions. What happens to Shopee Indonesia can happen with anyone. Keep in mind that the purpose of PR activities is to shape the reputation of the organization and then maintain it. Therefore, Shopee Indonesia must remain consistent in maintaining its reputation so that similar problems do not occur in the future.
Personal Branding Ganjar Pranowo untuk Membangun Komunikasi Politik di Media Sosial Instagram Syifaur Rahmah
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v5i1.5584

Abstract

Media sosial dimanfaatkan oleh para aktor politik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mereka dan membangun image di mata masyarakat. Personal branding yang dilakukan oleh politisi di media sosial akan membentuk persepsi masyarakat akan dirinya dan memudahkan bagi para politisi untuk melakukan komunikasi politik. Ganjar Pranowo merupakan salah satu aktor politik yang aktif menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan masyarakatnya. Instagram menjadi salah satu media sosial yang digunakannya untuk memudahkan komunikasi dua arah dengan masyarakatnya dengan membawa ciri khas yang dimilikinya dan membentuk image tentang dirinya yang kemudian akan memudahkannya dalam melakukan komunikasi politik. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan strategi-strategi personal branding yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo untuk membangun komunikasi politik melalui unggahannya di media sosial Instagram berdasarkan empat strategi pembentukan dan pengembangan personal branding yang terdiri dari determine who you are, determine what you do, position yourself, dan manage your brand dengan menggunakan perspektif fenomenologi. Hasil dari penelitian ini adalah Ganjar Pranowo telah melakukan strategi pembentukan personal branding melalui empat strategi yang sukses membuat Ganjar Pranowo menjadi lebih dekat dengan masyarakat dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap dirinya. Usaha Ganjar Pranowo dalam membangun personal branding melalui media sosial membawa hasil yang memengaruhi image Ganjar Pranowo di mata masyarakat terbukti dengan dipilihnya Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode.
Komunikasi Instruksional pada Kelas Akting Online Sanggar Ananda Ari Usman; Devira Nafliyon; Wili ani
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v5i1.4620

Abstract

ABSTRAK Proses pembelajaran yang terjadi di lembaga-lembaga pendidikan sebenarnya merupakan sebuah proses komunikasi, dimana pengajar berupaya menyampaikan pesan berupa materi ajar kepada siswa atau peserta didik. Komunikasi yang terjadi dalam konteks pembelajaran disebut dengan komunikasi instruksional. Proses komunikasi instruksional sendiri dapat terjadi pada lembaga pendidikan formal maupun non formal. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi instruksional yang berlangsung pada kelas akting online yang diselenggarakan oleh Sanggar Ananda pimpinan Aditya Gumay sebagai sebuah lembaga pendidikan non formal. Kajian dilakukan dengan memberikan perhatian pada aspek metode, media, serta hambatan komunikasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara triangulasi yang terdiri dari: observasi, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi instruksional pada kelas akting online yang diselenggarakan oleh Sanggar Ananda telah berlangsung dengan baik. Metode instruksional yang diterapkan merupakan gabungan dari metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Adapun media instruksional yang digunakan adalah video materi akting serta grup whatsapp sebagai sarana interaksi antara siswa dengan pengajar. Kata kunci :  komunikasi, instruksional, pembelajaran

Page 8 of 22 | Total Record : 220