cover
Contact Name
ALBACORE
Contact Email
albacore@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
albacore@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis Kampus IPB, Dramaga – Bogor 16680 Telp. (0251)8622935
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
ISSN : 25491326     EISSN : 2655559X     DOI : 10.29244
Albacore (Jurnal Penelitian Perikanan Laut) merupakan salah satu jurnal ilmiah di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB. Jurnal ini melanjutkan Bulletin PSP yang telah hadir lebih dahulu sejak tahun 1992 hingga tahun 2013.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 298 Documents
KONDISI TERUMBU KARANG DI KAWASAN SUAKA ALAM PERAIRAN SELAT PANTAR DAN LAUT SEKITARNYA DI KABUPATEN ALOR Imanuel Lamma Wabang
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.19 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.369-376

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang meliputi tutupan karang,  bentuk pertumbuhan karang  dan indeks kematian karang di Kawasan Suaka Alam Perairan Selat Pantar. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2018. Stasiun penelitian dibagi ke dalam 14 stasiun yang didasarkan pada karakteristik lingkungan. Pengambilan data terumbu karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan terumbu karang pada lokasi penelitian berkisar antara 27.71% hingga 79.22% dan tergolong kategori kondisi sedang hingga sangat baik. Tutupan terumbu karang yang rendah disebabkan oleh lokasi ini sering terjadi penangkapan ikan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti bubu dan bahan peledak. Tutupan karang yang tertinggi di lokasi perairan ini diduga adanya pengawasan di sekitar kawasan yang dilakukan oleh pemilik home stay dan masyarakat setempat sehingga membuat lokasi ini aman dari kegiatan penangkapan yang tidak ramah lingkungan. Nilai indeks kematian karang berkisar 0,01 – 0,47, namun rata-rata keseluruhan nilai indeks kematian karang sebesar 0,16, menunjukkan perubahan kondisi dari karang hidup menjadi karang mati belum terlalu berarti.Kata kunci : LIT, SAP Selat Pantar, Terumbu Karang
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN NELAYAN TENTANG KESELAMATAN KERJA DI PPP MUNCAR, BANYUWANGI Mohammad Imron; Riris Nurkayah; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 1 No. 1 (2017): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.215 KB) | DOI: 10.29244/core.1.1.99-109

Abstract

Pekerjaan pada kapal penangkap ikan merupakan pekerjaan yang tergolong membahayakansehingga rawan menimbulkan kecelakaan kerja. Penyebab kecelakaan pada kapal perikanan, yaiturendahnya kesadaran awak kapal tentang keselamatan kerja pada pelayaran dan kegiatan penangkapan,rendahnya penguasaan kompetensi keselamatan pelayaran dan penangkapan ikan, kapal tidakdilengkapi peralatan keselamatan sebagaimana seharusnya. Cuaca buruk seperti gelombang besar sertakurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan peralatan keselamatan kerja. Data yangdikumpulkan ada dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan carawawancara mendalam melalui kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara melakukanpenelusuran dokumen terkait informasi mengenai pengetahuan dan keterampilan nelayan.Pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling terhadap beberapa pihak yangberkepentingan dengan keselamatan kerja nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasipengetahuan dan keterampilan nelayan tentang keselamatan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa nelayan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang minim mengenai keselamatan kerja danprosedur bekerja di kapal serta pengelolaan keselamatan kerja di PPP Muncar tidak terlaksana denganbaik.Kata kunci: keselamatan kerja, pengetahuan dan keterampilan nelayan, PPP Muncar
BENTUK LINGGI HALUAN KAPAL PENANGKAP IKAN (KURANG DARI 30 GT) Tri Nanda Citra Bangun; Yopi Novita; Budhi Hascaryo Iskandar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 1 No. 2 (2017): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.653 KB) | DOI: 10.29244/core.1.2.127-137

Abstract

Haluan kapal merupakan bagian terdepan yang terkena dampak secara langsung terhadap gelombang laut. Di Indonesia, haluan kapal ikan memiliki keragaman dan ciri khusus yang disesuaikan dengan karakteristik setiap daerahnya. Bentuk haluan kapal ikan diduga disesuaikan dengan unit alat tangkap, daerah penangkapan ikan, dan daerah pembuatan kapal. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi bentuk linggi haluan kapal berdasarkan jenis alat tangkap, daerah penangkapan, dan daerah pembuatan kapal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan studi pustaka. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan parameter alat tangkap yang digunakan, daerah penangkapan ikan, dan daerah pembuatan kapal. Melalui proses survei dan studi pustaka, diperoleh tiga puluh kapal sampel. Kapal sampel teridentifikasi menjadi dua bentuk linggi haluan, yaitu bentuk haluan miring (raked bow) dan bentuk haluan sendok (spoon bow). Berdasarkan hasil analisa, bentuk linggi haluan dibuat masyarakat nelayan di galangan kapal dengan mempertimbangkan suatu kebiasaan suatu daerah dalam membuat kapal.Kata kunci: bentuk haluan kapal, kapal ikan, raked bow, spoon bow.
ASPEK ERGONOMI PADA AKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN DENGAN KAPAL PAYANG DI PALABUHANRATU-SUKABUMI Deni Achmad Soeboer; Mohammad Imron; Budhi Hascaryo Iskandar; Muhammad Patria Laksono
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.334 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.343-356

Abstract

Ergonomi kapal sangat mempengaruhi kenyamanan  kerja anak buah kapal (ABK). Aspek ergonomi kapal khususnya kapal penangkap ikan masih sedikit yang meneliti, sehingga belum ada aturan baku mengenai kaidah-kaidah ergonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengayaan IPTEKS pada bidang keselamatan kerja di atas  kapal penangkapan ikan, menganalisa aspek ergonomi pada aktivitas penangkapan ikan di kapal payang. Hal ini dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan seperti pemilik kapal, kapten kapal dan ABK, serta pemerintah yang terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung pada abyek penelitian dan di analisa menggunakan tabel Job Safety Analysis (JSA). Aktivitas di atas kapal payang dibagi menjadi beberapa kegiatan yaitu persiapan keluar dermaga, operasional penangkapan ikan meliputi setting dan hauling, pasca operasi penangkapan ikan dan istirahat. Analisis ergonomi kapal payang difokuskan kepada posisi tata letak barang dan nelayan di atas kapal. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan ABK kapal payang tentang kenyamanan kerja di atas kapal sudah merasa nyaman. Hal ini dikarenakan  sudah terbiasa dan tidak mempunyai pilihan lain.Kata kunci : ergonomis, JSA, kapal payang.
STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI BAJOMULYO UNTUK MENINGKATKAN FUNGSI PELABUHAN PERIKANAN Heri Setiawan; Anwar Bey Pane; Ernani Lubis
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.553 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.59-72

Abstract

Fungsi pelabuhan perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo yang tidak berjalan dengan baik dikarenakan tidak tersedianya fasilitas pelabuhan dan fasilitas yang ada tidak memenuhi kebutuhan, sehingga PPP Bajomulyo perlu dilakukan pengembangan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan strategi pengembangan PPP Bajomulyo untuk meningkatkan fungsinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah analisis strengths opportunities weaknesses threats (SWOT) dan quantitative strategic planning management (QSPM). Prioritas strategi pengembangan PPP Bajomulyo adalah penyelesaian aset PPP Bajomulyo dengan membuat MoU antara pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan pemerintah Kabupaten Pati, sehingga pembangunan fasilitas dapat segera dilakukan.Kata kunci: Bajomulyo, fasilitas, fungsi, pelabuhan perikanan
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP PENGGUNAAN LPG SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA MESIN PERAHU DI KABUPATEN SUKABUMI Johan Wahyudi; Mohammad Imron; Wazir Mawardi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.72 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.73-84

Abstract

Kebijakan diversifikasi energi pada bidang perikanan diharapkan nelayan dapat beralih dari bahan bakar minyak ke bahan bakar gas, namun pada kenyataannya nelayan masih menggunakan BBM sebagai bahan bakar untuk mesin perahunya Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial-ekonomi dan menilai  persepsi nelayan terhadap penggunaan LPG sebagai bahan bakar pada mesin perahu di Kabupaten Sukabumi. Metode survey digunakan untuk mewawancarai sebanyak 94 orang responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar nelayan di Kabupaten Sukabumi tergolong kelas umur yang masih produktif, memiliki pengalaman yang relatif lama, memiliki antusiasme yang tinggi terhadap informasi. Namum,  tingkat pendidikan nelayan masih rendah  dan pendapatan nelayan yang masih berada dibawah upah minimum kabupaten. Persepsi nelayan terhadap penggunaan LPG sebagai bahan bakar pada mesin perahu secara umum memiliki nilai rata-rata sebesar 53.19% termasuk kategori sedang.Kata kunci : karakteristik sosial-ekonomi, LPG, persepsi nelayan
POLA PENGGUNAAN PELUMAS PADA MESIN KAPAL NELAYAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) KOTA KENDARI Etika Ariyanti Hidayat; Budhi Hascaryo Iskandar; Fis Purwangka; Deni Achmad Soeboer
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.189 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.85-93

Abstract

Penambahan pelumas sering dilakukan oleh nelayan tanpa memperhatikan dampak terhadap mesin.  Nelayan menduga dengan melakukan penambahan pelumas akan lebih menghemat biaya jika dibandingkan harus melakukan penggantian secara berkala. Secara umum mereka melakukan penambahan jika merasa volume dalam tangki mengalami pengurangan setelah melakukan pengecekan dan melakukan penggantian pelumas tanpa mempertimbangkan jangka waktu penggunaan pelumas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pola penggunaan pelumas nelayan PPI Kendari. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan datanya menggunakan wawancara dan kuesioner. Total responden 12 kapal, dan 2 dari 12 kapal dijadikan objek dalam perlakuan pengambilan sampel. Kapal 1 dengan mesin Mitsubishi 6D22 dan Kapal 2 dengan Mitsubishi 6D16. Konsumsi pelumas kedua kapal yaitu 20 liter per bulan. Kapal 1 melakukan penambahan pelumas setiap (6 jam, 13 jam, dan 20 jam), sedangkan kapal 2 melakukan penambahan setiap 1 kali trip (12 jam, 24 jam, 36 jam). Pola penggunaan pelumas yang digambarkan dari total responden memperlihatkan  tingkat kecenderungan nelayan di PPI Kota Kendari dalam penambahan dan penggantian. Nelayan dengan frekuensi penambahan lebih banyak memiliki jangka waku penggantian pelumas lebih lama dengan kecenderungan 57 persen dibanding penggantian dengan angka 43 persen. Pola penambahan dan penggantian pelumas yang digambarkan dipengaruhi oleh jumlah trip dan durasi trip. Waktu penambahan dan penggantian pelumas di PPI Kendari berdasarkan prediksi dan kebutuhan mesin kapal.Kata Kunci : kapal, konsumsi pelumas, mesin, pelumas
ESTIMASI JUMLAH KAPAL PENANGKAP IKAN OPTIMAL DI WPP 712 BERDASARKAN POTENSI SUMBER DAYA IKAN Wienda Justitia Ardiyani; Budhi Hascaryo Iskandar; Sugeng Hari Wisudo
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.491 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.95-104

Abstract

Kondisi sumber daya ikan di WPP 712 saat ini berada dalam kondisi kurang baik. Hal tersebut didukung oleh Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan yang menyatakan bahwa potensi perikanan di WPP 712 saat ini memiliki nilai pemanfaatan yang melebihi angka yang artinya upaya penangkapan di WPP 712 sudah mencapai kategori fully-exploited. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengurangan dalam upaya penangkapan ikan di WPP 712. Salah satu penyebab terjadinya upaya penangkapan berlebih karena tekanan penangkapan yang terjadi di WPP 712 didominasi oleh kegiatan perikanan tangkap skala kecil. Untuk dapat mengatasi tingginya upaya penangkapan yang dilakukan pertama-tama perlu dilakukan analisis terhadap sebaran unit penangkapan yang ada. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi sebaran kapal penangkap ikan di WPP 712 dan menentukan estimasi jumlah kapal penangkap ikan optimal di WPP 712 berdasarkan potensi sumber daya ikan. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan melakukan pengolahan data sekunder yang telah diperoleh dari Kementerian Kelautan Perikanan. Hasil yang telah diperoleh bahwa dalam delapan tahun terakhir jumlah kapal penangkap ikan yang beroperasi di WPP 712 mengalami perubahan secara fluktuatif. Total jumlah kapal tertinggi terdapat pada tahun 2014 yaitu dengan jumlah 98.828 unit kapal penangkap ikan dari berbagai ukuran. Hingga saat ini kategori kapal yang digunakan adalah dengan mengelompokkan kapal berdasarkan nilai GT kapal. Jumlah kapal penangkap ikan optimal berdasarkan nilai potensi sumber daya ikan saat ini untuk zona tangkap daerah sebesar 30.723 unit kapal dengan ukuran <5 GT hingga 21-30 GT dan 13.521 unit kapal berukuran 31-50 GT hingga kapal >200 GT. Kata kunci: kapal penangkap ikan, potensial, WPP 712, zona tangkap
PENGEMBANGAN PERUSAHAAN JASA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PT MUTIARA MUTU KATIGA DI DEPOK, JAWA BARAT Zeany Cahyari Ginting; Musa Hubeis; Deni Achmad Soeboer
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.136 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.47-58

Abstract

PT Mutiara Mutu Katiga merupakan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam bidang pembinaan K3. PT Mutiara Mutu Katiga membantu pemerintah dengan membuat program yang belum pernah ada sebelumnya yaitu program 6 in 1 Certification. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran K3 di industri yang memiliki risiko tinggi seperti pelabuhan. Kegiatan transportasi dan bongkar muat di pelabuhan maupun kegiatan berisiko tinggi lainnya membutuhkan petugas K3 kompeten yang mampu menerapkan prinsip K3 di tempat kerja. Saat ini salah satu kendala terbesar yang dihadapi oleh perusahaan adalah belum mampunya untuk memenuhi tingginya permintaan sertifikasi diiringi dengan meningkatkan kesadaran K3 di tempat kerja. Penelitian ini mengunankan data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah Model Bisnis Kanvas dan Analisis SWOT. Pada pemetaan BMC terlihat bahwa model bisnis yang dijalankan saat ini masih perlu ditingkatkan di beberapa unsur seperti value propositions, key activities dan key partnership. Berdasarkan hasil analisis SWOT seluruh faktor internal dan eksternal memiliki kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dapat digunakan dalam pengembangan perusahaan.Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Model Bisnis Kanvas, 6 in 1 Certification
PENENTUAN LOKASI PENANGKAPAN IKAN KARANG DI PERAIRAN PESISIR TIMUR PULAU KEI BESAR MALUKU TENGGARA Exist Saraswati; Fis Purwangka; Wazir Mawardi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.722 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.105-124

Abstract

Ikan karang merupakan ikan bernilai ekonomis tinggi dan sering dimanfaatkan sebagai target tangkapan oleh nelayan. Keberhasilan pemanfaatan ikan karang agar optimal didukung oleh beberapa faktor, salah satunya daerah penangkapan ikan. Namun kondisi yang terjadi di masyarakat Pulau Kei Besar adalah bahwa mereka belum mengetahui daerah penangkapan ikan yang potensial. Tujuan penelitian ini adalah menghitung kekayaan jenis dan indeks ekologi ikan karang di perairan pesisir timur Pulau Kei Besar, mengidentifikasi kelimpahan ikan karang yang layak tangkap di perairan pesisir timur Pulau Kei Besar, serta menentukan daerah potensial penangkapan ikan karang di perairan pesisir timur Pulau Kei Besar. Penelitian ini berlangsung dari Oktober 2018 hingga Februari 2019 dimana pengambilan data lapangnya mengambil 9 titik lokasi pada tanggal 3–18 November 2018 dengan menerapkan metode Underwater Visual Census. Analisis yang dilakukan adalah menghitung kelimpahan ikan, biomassa, komposisi jenis, indeks ekologi, ukuran layak tangkap dan pembobotan untuk menentukan daerah penangkapan ikan potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan dan biomassa ikan paling tinggi terdapat di lokasi Fako dengan 4 dari 9 lokasi pengamatan memiliki persentase jenis ikan yang sudah layak tangkap lebih besar daripada yang belum layak tangkap. Lokasi perairan Kilwait, Ohoirenan, Ngufit Bawah, dan Yamtel bukan daerah yang potensial untuk menangkap ikan karang. Perairan Weduar, Hollat, dan Ohoifau merupakan perairan yang cukup potensial untuk menangkap ikan karang serta perairan Ohoiwait dan Fako merupakan perairan yang potensial untuk menangkap ikan karang. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan informasi kepada nelayan terkait daerah penangkapan ikan agar kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan lebih optimal. Kata Kunci: ikan karang, lokasi penangkapan ikan, pulau Kei Besar, underwater visual census

Page 7 of 30 | Total Record : 298