cover
Contact Name
ALBACORE
Contact Email
albacore@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
albacore@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis Kampus IPB, Dramaga – Bogor 16680 Telp. (0251)8622935
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
ISSN : 25491326     EISSN : 2655559X     DOI : 10.29244
Albacore (Jurnal Penelitian Perikanan Laut) merupakan salah satu jurnal ilmiah di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB. Jurnal ini melanjutkan Bulletin PSP yang telah hadir lebih dahulu sejak tahun 1992 hingga tahun 2013.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 298 Documents
INTENSITAS KERJA AKTIVITAS LAYANAN BONGKAR DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA Bastian Putrayadi Silalahi; Budhi Hascaryo Iskandar; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.734 KB) | DOI: 10.29244/core.2.2.173-184

Abstract

Keselamatan adalah program penting yang sangat diperlukan di dunia kerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah program untuk melindungi karyawan, lingkungan dan masyarakat sekitar bahaya kecelakaan di lingkungan kerja dan kondisi yang dapat mengubah kesehatan karyawan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kinerja aktivitas bongkar di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga dengan pekerja bongkar muat sebagai objek penelitian. Metode penelitian ini menggunakan observasi dan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data primer dan sekunder secara langsung, untuk mencari informasi tentang tingkat bahaya dan risiko yang terjadi selama kegiatan. Dalam penelitian ini, ada 7 tahap kegiatan bongkar muat yang dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga. Pengoperasian layanan bongkar dilakukan dengan proses primer sebanyak 28 kegiatan primer dan 3 aktivitas sekunder dengan total aktivitas dari awal hingga akhir sebanyak 31 aktivitas total. Operasi kegiatan pembongkaran dari tahap awal hingga akhir membutuhkan 172 orang aktivitas dari intensitas kerja. Intensitas kerja primer tertinggi adalah pada tahap 1 (persiapan) dengan Indeks IKPi sebesar 0,2278 dari keseluruhan operasi aktivitas bongkar.Kata kunci: Aktivitas bongkar, intensitas kerja, keselamatan kerja, Sibolga.
KEBUTUHAN FASILITAS POKOK PANGKALAN PENDARATAN IKAN CISOLOK 10 TAHUN MENDATANG Ayang Armelita Rosalia; Anwar Bey Pane; Iin Solihin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.71 KB) | DOI: 10.29244/core.2.2.185-196

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan Cisolok (PPIC) terletak di sebelah barat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara  Palabuhanratu (PPNPr). Aktifitas di PPIC cukup ramai, karena fasilitas di PPIC belum memadai, maka PPIC tidak dapat digunakan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prediksi volume produksi ikan hasil tangkapan di daratkan, menentukan prediksi jumlah armada penangkapan ikan, mendapatkan besaran kebutuhan panjang dermaga dan luas kolam pelabuhan untuk saat ini dan kebutuhan 10 tahun ke depan di PPIC. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Perhitungan kebutuhan dermaga dan luas kolam saat ini dan 10 tahun kedepan menggunakan data bulanan produksi hasil tangkapan, jumlah dan ukuran armada penangkapan ikan; data hasil pengukuran langsung yaitu panjang dermaga, luas kolam, panjang kapal dan draft maksimum kapal yang paling besar, data hasil pengamatan langsung; yaitu kondisi fasilitas dermaga dan kolam pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi volume produksi ikan hasil tangkapan di PPIC pada tahun 2018 sebesar 1.188,603 ton, dan mencapai 5.426,818 ton pada tahun 2027. Prediksi jumlah armada penangkapan ikan pada tahun 2018 sebanyak 280 unit, dan mencapai 357 unit pada tahun 2027. Prediksi penambahan panjang dermaga yang dibutuhkan yaitu sebesar 742 m, juga diperlukan penambahan luas kolam pelabuhan menjadi 72.254 m2 dan kolam -2,6 m.Kata kunci: Fasilitas pokok pelabuhan, pelabuhan perikanan, pengembangan pelabuhan, PPI Cisolok.
STRUKTUR UKURAN DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN KURAU DI PULAU BENGKALIS Muhammad Natsir Kholis; Ronny Irawan Wahju; Mustaruddin .; Jaliadi .
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.396 KB) | DOI: 10.29244/core.2.2.197-208

Abstract

Pengelolaan perikanan kurau perlu memperhatikan aspek biologi untuk keberlanjutan usaha penangkapan, mengingat produksinya terus menurun dan tingginya harga ikan kurau dipasaran.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran struktur ukuran, persentase ikan layak tangkap serta hubungan panjang dan berat ikan kurau yang tertangkap oleh beberapa alat tangkap di perairan pulau Bengkalis.  Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juli-September 2016 di Pambang Pesisir Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dengan metode experimental fishing.  Metode analisis yang digunakan yaitu hubungan panjang dan berat serta frekuensi sebaran panjang.  Hasil analisis menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan kurau bersifat allometrik negatif, dengan kisaran ukuran yang tertangkap pada alat tangkap jaring insang dominan berada pada 31,7-42,7 cm pada bulan Juli dan September serta kisaran 61,7-72,7 cm pada bulan Agustus.  Sedangkan ukuran ikan kurau yang tertangkap pada rawai dan pancing dominan berada pada kisaran 31,7-42,7 cm pada bulan Juli dan September serta kisaran 36,7-47,7 cm pada bulan Agustus.  Persentase ikan kurau layak tangkap pada jaring insang yaitu untuk jantan 100% layak tangkap dan 72% layak tangkap untuk betina.  Sedangkan ikan kurau yang layak tangkap pada rawai dan pancing  untuk jantan 90% dan 44% layak tangkap untuk betina.Kata kunci: Hubungan panjang dan berat, ikan kurau, Pulau Bengkalis, ukuran layak tangkap.
PENGARUH TRANSPORTASI TERHADAP MUTU DAN HARGA IKAN DARI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LEMPASING KE DAERAH KONSUMEN Andri Prastyo; Ernani Lubis; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.185 KB) | DOI: 10.29244/core.2.2.209-219

Abstract

Ikan merupakan suatu komoditas bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan (perishable food) karena adanya kandungan protein dan air yang cukup tinggi, oleh karena itu diperlukan suatu penanganan secara baik dan benar untuk mencegah agar penurunan mutu ikan tidak terjadi.  Transportasi adalah suatu komponen penting yang digunakan untuk mempermudah dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari seperti mendistribusikan ikan hasil tangkapan nelayan dari pelabuhan perikanan ke daerah konsumen.  Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sarana transportasi yang digunakan dan penanganan ikan selama transportasi oleh pedagang untuk mendistribusikan ikan hasil tangkapan dari PPP Lempasing ke daerah konsumen, melakukan penilaian kembali mutu ikan di daerah konsumen setelah dilakukan transportasi dari PPP Lempasing ke daerah konsumen, menentukan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mutu ikan selama transportasi dari PPP Lempasing ke daerah konsumen, serta mendapatkan besaran harga ikan yang terbentuk di konsumen akhir dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling.  Hasil penelitian menunjukan bahwa, jenis transportasi yang digunakan oleh distributor untuk mendistribusikan ikan hasil tangkapan dari PPP Lempasing ke daerah konsumen di Kota Metro yaitu mobil pick-up dengan ukuran panjang 4,195 m, lebar 1,655 m, dan tinggi 1,850 m serta memiliki kapasitas angkut barang sebesar 820 kg.  Jenis wadah yang digunakan pada saat pendistribusian oleh distributor berupa wadah fiber dengan ukuran panjang 80 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 70 cm.  Berdasarkan penilaian organoleptik terhadap kenampakan insang, mata, dan penekanan otot, terjadi penurunan nilai dari masing-masing kenampakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya penurunan mutu ikan yang terjadi adalah cara pemberian es dan kondisi keranjang yang digunakan. Besaran harga ikan yang terbentuk ketika sampai di tangan konsumen yaitu Rp 23.019,84/kg untuk ikan tongkol dan Rp 17.019,80/kg untuk ikan kuniran.  Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan harga ikan yaitu adanya biaya bahan baku pembelian ikan tongkol dan ikan kuniran, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead.Kata kunci: kondisi transportasi, mutu dan harga Ikan, Lempasing.
KESENJANGAN KINERJA ABK KAPAL PATROLI KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI (KPLP) TANJUNG PERAK SURABAYA Rd. Rara Meita Angling Dewi; Parulian Hutagaol; Deni Achmad Soeboer
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.326 KB) | DOI: 10.29244/core.2.2.221-228

Abstract

Dalam rangka mewujudkan keamanan laut Indonesia, maka Kapal Patroli Pangkalan PLP Tanjung Perak Surabaya memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar, diperlukan kinerja ABK yang baik untuk mencapai tujuan tersebut.  Menurut Laporan Kinerja Pelabuhan (LAKIP 2016), bahwa capaian kinerja ABK Kapal Patroli masih di bawah target kinerja yang diharapkan. Tujuan penelitian ini untuk menghitung capaian kinerja dan kesenjangan aktual ABK Kapal Patrolii KPLP Tanjung Perak Surabaya.  Aspek yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola/manajemen pengolalaan operasi dan dana yang tersedia.  Kemudian dari data tersebut dibuat dalam skala Lykert dan selanjutnya dilakukan analisis kesenjangan antara kinerja aktual dengan standar kinerja yang ditetapkan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan kinerja sebesar 12 % dari standar kinerja yang diharapkan.Kata kunci: Analisis Kesenjangan, Kinerja ABK Kapal Patroli KPLP, Skala Lykert.
ALTERNATIF STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN KUALA TANJUNG – SUMATERA UTARA Amril Syahputra Rangkuti; Budhi Hascaryo Iskandar; Kirbandoko .; Deni Achmad Soeboer
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.305 KB) | DOI: 10.29244/core.2.2.229-238

Abstract

Pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintah dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan moda transportasi. Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki posisi yang sangat strategis karena terletak pada jalur pelayaran dunia. Dengan berada pada jalur pelayaran internasional (terletak di Selat Malaka), maka terbuka peluang untuk menjadi salah satu pelabuhan andalan.Faktor internal dan eksternal Pelabuhan Kuala Tanjung berpengaruh besar terhadap pengembangan pelabuhan dan daerah di sekitarnya. Dengan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang terdapat pada Pelabuhan Kuala Tanjung. Manajeman harus memanfaatkan Pelabuhan Kuala Tanjung dengan skala proritas untuk jangka pendek mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mengoptimalkan Pelabuhan Kuala Tanjung yang memiliki nilai strategis. Strategi jangka menengah Pelabuhan Kuala Tanjung dapat dijadikan international hub port untuk mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Strategi jangka panjang memperkuat posisi Pelabuhan Kuala Tanjung Sebagai international hub port di Selat Malaka.Kata kunci: Pelabuhan Kuala Tanjung dan alternatif strategi.
KOMPOSISI IKAN HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN CANTRANG DI SELAT MADURA Fis Purwangka; Hamba Ainul Mubarok; Furqan .
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.42 KB) | DOI: 10.29244/core.2.2.239-252

Abstract

Perairan Selat Madura termasuk ke dalam wilayah 11 kabupaten/kota di Jawa Timur, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Situbondo. Pada tahun 2013, di 11 kabupaten/kota tersebut beroperasi kurang lebih 102.350 unit penangkapan ikan dan menghasilkan lebih dari 50 jenis ikan dan udang (Laporan tahunan statistik perikanan tangkap di Jawa Timur tahun 2014). Produksi perikanan tangkap yang didaratkan di 11 kabupaten/kota sebanyak 193.358 ton (BPS Jatim). Kajian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap cantrang serta menilai indeks kekayaan jenis ikan di perairan Selat Madura. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Kapal KM Angin Sorga dengan alat tangkap cantrang. Pengumpulan koleksi ikan dilakukan dengan alat tangkap cantrang menggunakan metode swept area. Penarikan jaring dilakukan di dua stasiun. Kelimpahan individu sebaran dan indeks kekayaan spesies dihitung dengan menggunakan rumus dari Margalef (1958) yaitu: D = (S – 1)/log (N). Hasil tangkapan ikan yang terkumpul dari ke 2 stasiun seluruhnya adalah berjumlah 549 individu terdiri dari 38 spesies yang mewakili 29 famili,  dengan rincian sebagai berikut: stasiun S1 = 532 individu, terdiri dari 36 spesies yang mewakili 28 famili; stasiun S2 = 17 individu, terdiri dari 9 spesies yang mewakili 8 famili. Perhitungan nilai Indeks Kekayaan Spesies (nilai D) pada dua stasiun pengamatan memperlihatkan, stasiun S1 nilai kekayaan spesies sebesar (D) = 12,84, stasiun S2 nilai D = 6,50. Berdasarkan kriteria indeks kekayaan jenis menurut Jorgensen et al (2005), kondisi kedua stasiun termasuk dalam kategori baik.Kata kunci: Selat Madura, swept area, indeks kekayaan spesies.
PENGARUH FAKTOR TEKNIS DAN LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA PERIKANAN PURSE SEINE DI PERAIRAN LAMPULO PROVINSI ACEH Ilham Fajri; Mustaruddin .; Mulyono Sumitro Baskoro
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.223 KB) | DOI: 10.29244/core.2.2.135-144

Abstract

Salah satu alat tangkap yang dominan digunakan nelayan di Provinsi Aceh saat ini adalah purse seine. Penangkapan ikan dengan alat tangkap purse seine banyak dipengaruhi oleh fungsi-fungsi produksi yang mana untuk mengatur pengelolaan. Sehubungan dengan pengelolaan tersebut maka dibutuhkan adanya strategi pengembangan yang akan dikembangkan menjadi perikanan yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor teknis dan lingkungan yang mempengaruhi kinerja perikanan purse seine di Perairan Lampulo dan menyusun strategi pengembangan perikanan purse seine di Perairan Lampulo, Provinsi Aceh. Analisis metode penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda dan Analytical Hierarchi Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CPUE purse seine di perairan Lampulo Provinsi Aceh rata-rata sebesar 3.400,18 kg/tahun dengan nilai tertinggi pada tahun 2013 sebesar 4.232,34 kg/tahun dan terendah pada tahun 2012 sebesar 2.523,56 kg/tahun. Faktor teknis yang secara signifikan mempengaruhi kinerja/produksi purse seine adalah lama trip (koef. = 0,427 ; P = 0,032) dan kapasitas es (koef.= 0,036 ; P = 0,000), Sedangkan faktor lingkungan yang signifikan adalah keamanan bagi produk (koef. = -5,231 ; P =  0,002) dan bycatch rendah (koef. = 2,315 ; P = 0,029). Prioritas strategi pengembangan perikanan purse seine di Perairan Lampulo Provinsi Aceh diarahkan ke strategi pengawasan daerah penangkapan ikan memiliki nilai rasio kepentingan (RK) teritnggi yaitu sebesar 0,341. Hal ini menunjukan bahwa kondisi perairan Lampulo harus dijaga terhadap lingkungannya.Kata kunci: faktor teknis, faktor lingkungan, Lampulo, purse seine.
RANCANG BANGUN PELAMPUNG PELACAK ARUS PERMUKAAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN GPS Deni Achmad Soeboer; Budhi Hascaryo Iskandar; Indra Jaya; Mohammad Imron
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.841 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.263-277

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan keluaran dari instrumen GPS berupa track dan rute serta kecepatan. Instrumen GPS berada dalam satu pelampung yang  dirancang khusus kedap air dan mempunyai semacam kelambu silinder di bawah permukaan airnya, kemudian dihanyutkan di perairan semi tertutup dengan jangka waktu tertentu. Data yang diperoleh dan tersimpan dalam memori GPS kemudian diplotkan menggunakan software yang tersedia untuk mendapatkan pola pergerakan arus permukaan di perairan. Pada saat yang bersamaan dilakukan juga pengukuran arus menggunakan alat pengukur arus (current meter) sebagai pembanding dari keluaran GPS yang dihasilkan dari pelampung pelacak pergerakkan arus permukaan. Penghanyutan pelampung terbagi menjadi 4 kwadran, hasil pengukuran kecepatan dan arah arus permukaan pada setiap kwadran, kemudian di regresikan dengan hasil dari keluaran GPS pelampung pelacak arus. Hasil regresi didapat persamaan y =0,0618x + 0,1076, dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap kecepatan yang diproleh dari pelampung pelacak dikalikan 0,0618 untuk mmendapatkan kecepatan yang lebih mendekati sebenarnya. Kata kunci: arus permukaan, current meter, GPS, rancang bangun pelampung
PENGARUH PENGGUNAAN RUMPON PORTABLE DAN JENIS LAMPU SETTING TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN TANCAP DI PERAIRAN TELUK PALABUHANRATU, JAWA BARAT Yadudin .; M. Fedi A Sondita; Zulkarnain .; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.888 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.253-262

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi, penggunaan lampu sebagai alat bantu penangkapan pada perikanan bagan di Palabuhanratu banyak mengalami perubahan, yaitu semua bagan baik bagan apung maupun bagan tancap yang sebelumnya menggunakan lampu petromaks pada saat ini sudah menggunakan lampu listrik.  Jenis lampu yang digunakan pada penelitian ini adalah light emitting diode (LED) yang memiliki keunggulan hemat energi dan memiliki umur teknis yang tahan lama.  Alat bantu lainnya yang sering digunakan pada perikanan tangkap adalah rumpon.  Rumpon sudah lama digunakan pada perikanan tangkap sebagai alat pemikat ikan.  Penggunaan rumpon pada bagan tancap bertujuan untuk mengumpulkan ikan pada siang hari sehingga pada malam hari nelayan bisa melakukan kegiatan penangkapan.  Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Membandingkan hasil tangkapan di antara dua unit bagan yang masing-masing dilengkapi dengan 4 unit rumpon portable namun dengan jenis lampu yang berbeda, yaitu lampu LED (Bagan A) dan lampu standar (bagan B). (2) Membandingkan hasil tangkapan di antara dua unit bagan yang masing-masing dilengkapi dengan lampu standar namun dengan jumlah rumpon portable yang berbeda, yaitu 4 unit rumpon (Bagan B) dan 2 unit rumpon (Bagan C).  Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan ulangan sebanyak 20 kali (trip). Uji t statistik menyimpulkan perbedaan hasil tangkapan signifikan di antara bagan A dan B untuk ikan udang rebon, layur, dan teri (α = 0,05).  Uji t statistik juga menyimpulkan perbedaan pada hasil tangkapan yang signifikan di antara  bagan B dan C untuk ikan teri, tembang, layur dan udang rebon (α = 0,05).Kata kunci: hasil tangkapan, LED (light emitting diode), rumpon portable.

Page 5 of 30 | Total Record : 298