cover
Contact Name
ALBACORE
Contact Email
albacore@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
albacore@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis Kampus IPB, Dramaga – Bogor 16680 Telp. (0251)8622935
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
ISSN : 25491326     EISSN : 2655559X     DOI : 10.29244
Albacore (Jurnal Penelitian Perikanan Laut) merupakan salah satu jurnal ilmiah di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB. Jurnal ini melanjutkan Bulletin PSP yang telah hadir lebih dahulu sejak tahun 1992 hingga tahun 2013.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 298 Documents
MODEL PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN TANGKAP PROSPEKTIF DI WILAYAH PERAIRAN ACEH Mustaruddin Mustaruddin; Julia Eka Astarini
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.399 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.125-134

Abstract

Sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi penggerak utama pembangunan di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Aceh. Hal ini dapat dilakukan dengan mendorong pengembangan usaha perikanan tangkap prospektif yang menopang keberlanjutan usaha dan sumberdaya ikan di masa datang. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis usaha perikanan tangkap yang prospektif dan menyusun model pengembangannya di perairan Aceh. Penelitin menggunakan metode analisis prospek investasi dan pemodelan numerik kalkulatif. Usaha jaring insang hanyut (JIH), pancing tonda, jaring insang tetap (JIT), bubu, bagan perahu, dan trammel net propspektif untuk dikembangkan di perairan Aceh, karena mempunyai nilai NPV, IRR, ROI, dan B/C ratio di atas standar, sedangkan perangkap lainnya tidak prospektif. Bila potensi sumberdaya ikan yang belum termanfaatkan di peraran Aceh dikelola 100 % (model III), maka usaha jaring insang hanyut (JIH), pancing tonda, jaring insang tetap (JIT), bubu, bagan perahu, dan trammel net masing-masing dapat ditambah 27 unit, 7 unit, 34 unit, 933 unit, 18 unit, dan 73 unit. Sedangkan jika dikelola 30 % (model I) dan 60 % (model II), maka keenam usaha perikanan tangkap tersebut masing-masing dapat ditambah 8 unit dan 16 unit, 2 unit dan 4 unit, 10 unit dan 21 unit, 280 unit dan 560 unit, 5 unit dan 11 unit , serta 22 unit dan 44 unit. Kata kunci: model numerik kalkulatif, perairan Aceh, prospek investasi, dan usaha perikanan tangkap
SIMULASI PENGELOLAAN ECOFISHINGPORT DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK Retno Muninggar; Ernani Lubis; Budhi Hascaryo Iskandar; John Haluan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.063 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.135-143

Abstract

Pengelolaan pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan (ecofishingport) telah diatur dalam Kepmen KP No 6 tahun 2018 sekaligus menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan yang terjadi di pelabuhan perikanan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan simulasi dinamik dalam pengelolaan ecofishingport di PPS Nizam Zachman. Pendekatan case study digunakan dalam penelitian ini dengan metode analisis sistem dinamik, yaitu melakukan simulasi melalui pendekatan sub model lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Simulasi kebutuhan air bersih tahun 2016 adalah 2.471.585 m3/tahun dan di tahun 2030 akan terus meningkat hingga 7.398.327 m3/tahun; (2) Hasil simulasi dinamik terhadap sampah menunjukkan bahwa volume Sampah Terkelola (ST) pada tahun 2016 mencapai 364.121,65 m3/tahun, masih di bawah volume Timbulan Sampah (TS) yang sebesar 388.396,42 m3/tahun; (3) Hasil simulasi pada limbah menunjukkan bahwa Limbah Padat (LP) dan limbah Cair (LC) terus meningkat hingga tahun 2030 dan memberikan dampak pada pencemaran di pelabuhan perikanan.Kata kunci: ecofishingport, lingkungan, Nizam Zachman, pelabuhan, perikanan
Measurement of Intensity and Penetration of Light Underwater and TL (Turbular Lamp) LED (Light Emitting Diode) Lamp in Floating Bag Ronny I Wahju; M. Riyanto; Suparman Sasmita; Ressa S Syahlevi; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.824 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.145-153

Abstract

Penelitian pengukuran sebaran intensitas pada lampu TL dan lampu LED bawah air pada bagan rakit telah dilakukan di perairan Palabuhanratu. Tujuan penelitian mengukur iluminasi dan sebaran cahaya lampu LED 60 watt, TL 390 dan 585 watt serta mengidentifikasi hasil tangkapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan mengikuti kegiatan langsung operasi penangkapan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetrasi cahaya lampu LED 60 watt mampu menembus perairan hingga kedalaman 9 meter. Nilai tertinggi terdapat pada titik 0, kedalaman 1 meter dengan nilai 2,5x10-4 watt/cm2 dan titik terendah terdapat pada titik 1 pada kedalaman 9 meter dengan nilai 3E-005 watt/cm2. Penetrasi cahaya kedua lampu TL yaitu TL 390 dan 585 watt hanya mampu menembus air hingga kedalaman 3-4 meter. Pengukuran lampu TL 390 watt didapatkan nilai tertinggi pada titik 0 di kedalaman 0 meter dengan nilai 0,358 watt/cm2. Pengukuran lampu TL 585 watt didapatkan nilai tertinggi pada titik 0 di kedalaman 1 meter dengan nilai 0.819 watt/cm2. Hasil tangkapan LED didominasi oleh ikan petek sebesar 94%, lampu TL 390 dan TL 585 watt didominasi ikan teri (Stolephorus sp) sebesar 55% dan 49%. Kata kunci: bagan rakit, lampu LED, lampu TL
Modification Collapsible Pot on Blue Swimming Crab (Portunus sp.) Fisheries in Northern Pemalang Waters, Central Java Zulkarnain Zulkarnain; Ronny Irawan Wahju; Tigor Wahyudi; Fis Purwangka; Dwi Putra Yuwandana
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.733 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.155-167

Abstract

This research uses collapsible pots from the modified of collapsible pots belong local fishermen who have two doors becomes single door (as treatments), but its have measure four times bigger than fisherman’s collapsible pot. The aim of this study is to compare the catch composition of blue swimming crab such as the quantity, carapace length and weight, catch worthiness and productivity of modification collapsible pots compare with the fisherman's collapsible pot as a control. This study used 2 treatments, 15 pairs of collapsible pots in each treatment and 20 repetitions. The results showed that the control collapsible pots have caught of blue swimming crab 159 individuals and weighing 19.1 kg, while the modification collapsible pots have 128 individuals and weighing 15.06 kg. Modification collapsible pots have catch worthiness 97% more catchability compared to 84% of control collapsible pot. Results of the statistical tests shows that the blue swimming crabs catch have no significant effect in weight (kg) but its have a significant effect on the number (individual). The total value of productivity that control collapsible pot is greater than modification collapsible pot. Key words: blue swimming crab, modification collapsible pot, productivity
Determination of Mackarel Tuna (Euthynnus sp.) Potential Fishing Ground Based on Clorophyll-A Satellite Image in Palabuhanratu Jawa Barat Mandala Ekaputra; Herman Hamdani; Ibnu Bangkit B Suryadi; Izza Mahdiana Apriliani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.593 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.169-178

Abstract

Sumberdaya ikan tongkol (Euthynnus sp.) adalah salah satu sumberdaya perikanan paling dominan dan bernilai ekonomis yang cukup tinggi dan juga merupakan hasil perikanan yang menjadi target tangkapan nelayan. Salah satu parameter osenografis yang dapat digunakan untuk mengetahui informasi tersebut adalah klorofil-a. Pengukuran klorofil-a di suatu perairan dapat dilakukan dengan menggunakan metode langsung maupun metode tidak langsung (dengan menggunakan citra satelit). Salah satu satelit penginderaan jauh yang dapat mendeteksi dan menunjukkan klorofil-a adalah satelit Aqua-MODIS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara sebaran klorofil-a dengan hasil tangkapan dan menentukan daerah penangkapan potensial ikan tongkol di perairan Palabuhanratu. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode analisis spasial. Data spasial primer di perairan Palabuhanratu berupa data klorofil-a, dan data produksi penangkapan ikan tongkol selama 5 tahun terakhir. Data primer tersebut diolah dengan menggunakan software dan dianalisis spasial secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat hubungan korelasi sangat lemah dengan nilai koefisien korelasi (r) yaitu 0,0811 dengan koefisien determinasinya sebesar 0,066. Berdasarkan dari hasil penilaian kategori DPI, terdapat dua titik koordinat yang termasuk kedalam kategori DPI potensial. Kata kunci: citra satelit, daerah penangkapan potensial, ikan tongkol, klorofil-A
Strategy of Squid Fisheries Development in Cilacap Ocean Fishing Port Axeline Estherina Simanjuntak; Mohammad Imron; Mulyono S Baskoro
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.158 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.179-191

Abstract

Cilacap Ocean Fishing Port (PPS) was a port that is known to have abundant fish resource potential. The catch of squid in Cilacap PPS is a type of squid that is not yet suitable for export because the handling of squid is still needs improvement for the size and shape. The purpose of this study was to calculate the profits of the squid fishery business, analyze the squid fishing season, and develop a squid fisheries development strategy in Cilacap Ocean Fishing Port. The analytical method used is financial analysis, catch season index, and SWOT method. Data collection by taking respondents was done by purposive sampling to get data related to internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats). The results showed that the profits obtained by squid fishermen in the Cilacap Ocean Fishery Port for a year amounted to Rp2,330,520,000.00 with an R / C ratio of 1.27 so the squid fishing business was profitable. The highest squid catching season was in July to August and January to February. Strategies for developing squid fisheries include regulating squid fishing, improving appropriate technology for fishing and management, increasing squid fishing vessels, increasing fishing units, optimizing squid fisheries can be exported, optimizing market demand, socializing to fishermen to help increase fishermen's knowledge of development activities sustainable fisheries, improve management to be more useful. Key words: Cilacap Ocean Fishing Port, development strategy, squid, squid fisheries, squid fishery business
DAERAH PENANGKAPAN POTENSIAL IKAN TENGGIRI (Scomberomorus sp) BERDASARKAN PARAMETER SUHU PERMUKAAN LAUT DI KABUPATEN PANGANDARAN Mia Kusmiati; Zahidah Zahidah; Ibnu Dwi Buwono; Izza Mahdiana Apriliani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.279 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.193-203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah penangkapan potensial ikan tenggiri (Scomberomorus sp) berdasarkan parameter suhu permukaan laut (SPL) di perairan Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode survei. Data penelitian meliputi SPL yang diperoleh dari citra satelit serta hasil tangkapan dan koordinat penangkapan yang didapat dari trip langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran temporal suhu permukaan laut tertinggi cenderung terjadi pada musim peralihan 1 (Maret-Mei). Sebaran suhu permukaan laut cenderung memiliki pola semakin dingin menuju perairan lepas pantai dan semakin hangat menuju perairan pesisir pantai. Daerah potensial penangkapan ikan tenggiri di perairan Pangandaran berada pada koordinat pada koordinat 108°21'18" BT, 7 °50'58" LS dan 108°44'30" BT, 7 °48'31" LS. Kata kunci: daerah potensial penangkapan, hasil tangkapan ikan tenggiri, perairan Pangandaran, suhu permukaan laut
EFEK THERMAL FRONT UNTUK PENENTUAN DAERAH PENANGKAPAN POTENSIAL IKAN PELAGIS Ridwan Ariyo Nugroho; Mega L. Syamsudin; Yuli Andriani; Izza Mahdiana Apriliani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8016.099 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.205-215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi dan waktu terjadinya thermal front pada perairan Selat Bali serta pengaruhnya terhadap penentuan daerah penangkapan ikan pelagis. Metode yang digunakan adalah Single Image Edge Detection (SIED) dengan menggunakan data Suhu Permukaan Laut (SPL) yang diakses dari satelit MODIS dengan sensor Aqua (MODIS-Aqua), lokasi penangkapan tahun 2013 sampai 2015 diperoleh dari pelabuhan perikanan Pengambengan, dan arus geostropik yang diambil dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF). Identifikasi thermal front dari data citra raster SPL menggunakan algoritma SIED kemudian dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan spasial dan temporal. Hasil penelitian menunjukan thermal front yang terbentuk bersifat sementara pada kisaran harian hingga mingguan dengan kekuatan lemah dan kuat. Thermal front terbentuk pada musim barat dimulai dari arah barat selatan Selat Bali. Musim peralihan 1 terbentuk di selatan Selat Bali. Masuk ke musim timur dan peralihan 2 terbentuknya thermal front berada pada sisi sebelah timur selatan Selat Bali. Thermal front banyak terbentuk pada musim barat dan musim timur dengan musim barat sebagai puncak. Thermal front tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan ikan pelagis di perairan Selat Bali. Pada daerah penangkapan ikan tidak selalu terbentuk thermal front, diduga karena lokasi wilayah Selat Bali yang terlalu kecil sehingga thermal front lebih banyak terbentuk di daerah selatan perairan Selat Bali. Kata kunci: arus, Selat Bali, SPL, thermal front
DISTRIBUSI THERMAL FRONT DAN HASIL TANGKAPAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) DI PERAIRAN PANGANDARAN Vadhilah Savetri; Mega Laksmini Syamsuddin; Iis Rostini; Izza Mahdiana Apriliani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.801 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.217-228

Abstract

Ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) merupakan komoditas ikan pelagis besar unggulan di Kabupaten Pangandaran karena memiliki jumlah dan nilai produksi yang paling tinggi, oleh karena itu perlu dimanfaatkan secara maksimal dengan memperhatikan kelestariannya. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui variabilitas thermal front secara spasial dan temporal serta pengaruhnya terhadap hasil tangkapan ikan tenggiri dalam pendugaan daerah penangkapan potensial ikan di peraira Pangandaran, Jawa Barat. Riset ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Februari 2018 di Perairan Pangandaran, Jawa Barat. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah SPL yang berasal dari AquaMODIS dan arus geostrofik dari ECMWF. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan analisis secara spasial dan temporal. Thermal front dideteksi pada data citra raster suhu permukaan laut (SPL) menggunakan algoritma Cayulla Cornilon 1992 dengan kategori kuat dengan perbedaan SPL ≥ 0,5°C dan lemah dengan perbedaan SPL 0,3°C. Hasil riset menunjukan front yang terbentuk di perairan Pangandaran merupakan front sementara dengan kekuatan lemah dan kuat. Sebaran dan frekuensi thermal front paling banyak ditemukan pada bulan Desember (musim barat) dengan total 11 unit kemunculan dengan nilai rata-rata SPL 29,3°C dan sebaran paling sedikit dijumpai pada bulan April (musim peralihan 1) . Kisaran suhu tertinggi thermal front berkisar antara 30-33,8°C dan terendah berkisar antara 22,8-26,5°C. Kejadian thermal front umumnya terjadi di perairan lepas Samudera Hindia. Kata kunci: arus, ikan tenggiri, perairan Pangandaran, SPL, thermal front
LAJU TANGKAP UNIT PUKAT PANTAI DI KABUPATEN PANGANDARAN Izza Mahdiana Apriliani; Isni Nurruhwati; Achmad Rizal
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.104 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.229-234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju tangkap dan hasil tangkapan pada perikanan pukat pantai di Kabupaten Pangandaran. Pangandaran merupakan salah satu daerah yang masih mengoperasikan unit penangkapan pukat pantai. Data yang dikumpulkan meliputi hasil tangkapan, upaya penangkapan serta waktu penangkapan dari unit perikanan pukat pantai. Data dianalisis secara kuantitatif yang menggambarkan komposisi hasil tangkapan dan nilai laju tangkap. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2017 di Kabupaten Pangandaran yang masih terdapat operasi penangkapan ikan dengan pukat pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam operasi penangkapan pukat pantai memiliki target tangkapan diantaranya, ikan teri (Stolephorus sp.), ikan layur (Trichiurus sp.) dan ikan pepetek (Leiognathus sp.) dalam 2 (dua) musim penangkapannya. Pengoperasian pukat pantai dengan hasil tangkapan ikan teri memiliki nilai laju tangkap sebesar 0,7 kg/jam. Nilai laju tangkap dari pengoperasian pukat pantai sebesar 24,25 kg/hari. Perikanan pukat pantai memiliki nilai catch rate hasil tangkapan sampingan yang lebih besar dibandingkan nilai catch rate target tangkapannya. Kata kunci: hasil tangkapan, laju tangkap, Pangandaran, pukat pantai

Page 8 of 30 | Total Record : 298