cover
Contact Name
ALBACORE
Contact Email
albacore@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
albacore@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis Kampus IPB, Dramaga – Bogor 16680 Telp. (0251)8622935
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
ISSN : 25491326     EISSN : 2655559X     DOI : 10.29244
Albacore (Jurnal Penelitian Perikanan Laut) merupakan salah satu jurnal ilmiah di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB. Jurnal ini melanjutkan Bulletin PSP yang telah hadir lebih dahulu sejak tahun 1992 hingga tahun 2013.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 298 Documents
IDENTIFIKASI RISIKO POSTUR KERJA PADA PERIKANAN PURSE SEINE Muhammad Iqbal; Fis Purwangka; Budy Wiryawan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.997 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.279-294

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan melibatkan kapal perikanan, alat tangkap dan nelayan. Aktivitas penangkapan ikan dengan kapal purse seine di Rembang dilakukan secara manual sehingga dapat menyebabkan gangguan musculoskeletal. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi kondisi postur kerja nelayan saat melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap purse seine, mengidentifikasi kondisi yang tergolong membahayakan bagi otot dan gangguan musculoskeletal yang dirasakan setelah melakukan aktivitas penangkapan. Data yang digunakan berupa sikap tubuh saat melakukan aktivitas penangkapan ikan yang diperoleh melalui observasi lapang. Data keluhan otot yang dirasakan setelah melakukan aktivitas penangkapan ikan diperoleh dari wawancara terhadap nelayan purse seine sebanyak 100 responden. Data sikap tubuh diolah menggunakan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) merupakan metode untuk menganalisa postur kerja yang dapat menyebabkan keluhan otot, meliputi pergerakan tubuh bagian punggung, bahu, tangan dan kaki, termasuk paha, lutut dan pergelangan kaki. Nordic body map merupakan metode untuk mengetahui keluhan otot yang dirasakan pada bagian tubuh. Hasil penilitian menunjukan bahwa aktivitas penangkapan ikan melibatkan sikap kerja berdiri yaitu pada aktivitas perbekalan, setting, hauling, pemasangan rumpon, bongkar muat dan sikap kerja duduk pada aktivitas sortir ikan dan perbaikan jaring. Aktivitas yang tergolong membahayakan adalah dengan mengangkat beban dalam kondisi ketika mengangkat beban melebihi bahu seperti aktivitas perbekalan dan bongkar muat. Bagian atas tubuh yang paling banyak merasakan sakit adalah lengan atas kanan dan kiri, bagian tengah adalah punggung dan bagian bawah adalah betis kiri dan kanan.Kata kunci: Aktivitas penangkapan ikan, Nordic body map, OWAS, Postur kerja
USAHA PENANGKAPAN BENIH SIDAT MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP SESER DI MUARA CIBUNI-TEGAL BULEUD-SUKABUMI JAWA BARAT Muhammad Imron; Rizqi Ramadhan Putra; Mulyono Sumitro Baskoro; Deni Achmad Soeboer
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.461 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.295-305

Abstract

Usaha penangkapan benih sidat merupakan kegiatan utama dalam memenuhi kebutuhan akan benih sidat untuk kegiatan pembesaran, itu dikarenakan belum ditemukannya cara untuk memproduksi benih secara buatan. Benih sidat hanya dihasilkan dari alam melalui usaha penangkapan. Penangkapan benih sidat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satu faktor lingkungan yang dilihat yaitu kondisi fase bulan, dimana fase bulan ini berpengaruh pada sifat alami benih sidat yang menghindari predator. Daerah penangkapan benih sidat adalah muara sungai Cibuni, Tegal buleud, Sukabumi. Muara sungai Cibuni berada di selatan Pulau Jawa yang memiliki potensi besar dalam penyediaan benih sidat, namun belum ada penelitian yang dilakukan seperti dimuara sungai Cimandiri, Pelabuhanratu. Produktifitas hasil tangkapan dalam penelitian ini hanya dipengaruhi waktu. Produktifitas juga berpengaruh kepada penghasilan yang didapatkan oleh nelayan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha, metode, waktu yang tepat, dan konstruksi alat penangkapan benih sidat di muara sungai Cibuni, Tegal buleud, Sukabumi, Jawa barat. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data primer secara khusus dikumpulkan dengan mengamati aspek teknologi dan aspek ekonomi. Dari hasil analisis menunjukan alat tangkap seser masuk dalam klasifikasi alat tangkap lift nets. Usaha penangkapan benih sidat masih layak dilakukan, dengan nilai Revenue cost ratio (R/C ratio) sebesar 2.75, Return of investment (ROI) sebesar 75,24%, dan Payback period (PP) sebesar 0.16 tahun, dan waktu yang tepat dalam penangkapan dilakukan saat gelap bulan.Kata kunci: benih sidat, usaha penangkapan, fase bulan, Tegal Buleud
PENENTUAN DAERAH PENANGKAPAN MADIDIHANG (Thunnus albacares) DI PERAIRAN PROVINSI ACEH BERDASARKAN KOMPOSISI UKURAN PANJANG Samsul Bahri; Wahyu Eka Sari
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.017 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.307-314

Abstract

Tuna madidihang (Thunnus albacares) merupakan jenis tuna yang memiliki nilai ekonomis penting, dan termasuk ke dalam kelompok jenis pelagis besar, dengan siklus hidupnya berada di perairan tropis dan sub-tropis. Madidihang beruaya pada lintas perairan untuk mencari sumber makanan dan melakukan pemijahan. Populasi madidihang di perairan terancam akibat terjadinya degradasi daerah penangkapan. Hal ini disebabkan oleh penangkapan yang tidak terkontrol, sehingga mengakibatkan jumlah populasi madidihang yang terdapat di perairan Provinsi Aceh semakin mengecil pada ukuran panjang. Upaya dalam menjaga potensi madidihang di perairan Provinsi Aceh dengan menghitung komposisi ukuran hasil tangkapan berdasarkan waktu (temporal) dan daerah penangkapan (spasial), hal ini dapat menjadi langkah dalam menekan tingkat pemanfaatan sumberdaya madidihang belum layak tangkap secara besar-besaran. Metode dalam penelitian meliputi pengumpulan data primer dan data sekunder, serta análisis hasil tangkapan berdasarkan komposisi ukuran panjang untuk menentukan daerah penangkapan madidihang. Tujuan mengetahui komposisi ukuran panjang hasil tangkapan berdasarkan lokasi dan waktu penangkapan, agar dapat menentukan jenis alat tangkap yang dioperasikan untuk menghindari tertangkapnya ikan-ikan madidihang belum layak tangkap (ilegal size). Penentuan daerah penangkapan (fishing ground) madidihang secara spasial dan temporal dapat diinterpretasikan dalam peta daerah penangkapan. Optimasi penangkapan madidihang lebih efektif di perairan Pulau Aceh, Samudera Hindia, dan perairan Pulau Rondo.Kata kunci: Daerah penangkapan ikan, Provinsi Aceh, , Thunnus albacares, tuna Madidihang
ANALISIS TEKNO-EKONOMI LAMINASI KAPAL PSP 01 DI PALABUHAN RATU, JAWA BARAT Mohammad Imron; Deni Achmad Soeboer; Rahmad Ramadhoni
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.41 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.315-332

Abstract

Laminasi kapal adalah proses pelapisan kapal kayu dengan menggunakan FRP, yang bertujuan untuk memperbaiki, memperkuat, mencegah kebocoran, dan menambah umur teknis kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik laminasi kapal PSP 01, membuat formulasi untuk menghitung kebutuhan bahan laminasi kapal, dan menghitung biaya proses laminasi kapal PSP 01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses laminasi kapal terdiri atas 3 tahapan utama yakni pendempulan, pelapisan FRP, dan pengecatan. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengolahan data hasil laminasi, didapatkan formula untuk menghitung kebutuhan lembar fiberglass non overlay  (Tln) = Luas badan kapal/1,2 meter, formula untuk menghitung lembar fiberglass overlay (Tloverlay) = ( (Tln – 1) x 0,44 m ) / 1,2 m. Rumus yang digunakan untuk menghitung total kebutuhan lembar fiberglass (Tlfix) = Tln + Tloverlay. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah resin, didapatkan rata-rata resin dipakai (NSKB) sebesar 1099,27cm3 perlembar fiberglass, sehingga dapat diaplikasikan untuk menghitung jumlah kebutuhan resin total (TBresin) resin dengan rumus = (NSKB resin x Tlfix). Total kebutuhan katalis dapat dihitung dengan mengalikan total kebutuhan resin dengan nilai standar 2%. Total biaya yang dipakai untuk laminasi kapal PSP 01 adalah Rp 11.851.000.Kata kunci : fiberglass, kapal, laminasi, PSP 01.
STRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH (KKPD) LINGGA DI KABUPATEN LINGGA Gogo Kamargo; Domu Simbolon; Mustaruddin .
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.143 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.333-342

Abstract

Kawasan Konservasi Perairan Daerah Lingga telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kabupaten Lingga dengan No.280/KPTS/X/2014 seluas kurang lebih 385. 467,5 Ha, diberi nama KKPD Datok Bandar.Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun strategi Pengelolaan Perikanan tangkap di KKPD Lingga. Rekomendasi strategi pengelolaan Perikanan tangkap ; 1) Peningkatan kesadaran masyarakat pesisir terhadap kelestarian lingkungannya. 2) Optimalisasi produktivitas perikanan tangkap skala kecil melalui peningkatan kwalitas SDM nelayan. 3) Penegakkan hukum secara tegas dan peningkatan sistem pengawasan pemanfaatan sumberdaya ikan berbasis masyarakat, termasuk peningkatan kwalitas SDM pengawas. 4) Pengembangan infrastruktur perikanan tangkap, termasuk sistem  logistik penyediaan BBM. 5) Peningkatan kerjasama usaha penangkapan ikan melalui program kemitraan, untuk menjamin keberlanjutan biayaya operasional, dan pengembangan investasi usaha. 6) Pengembangan nilai tambah hasil perikanan tangkap untuk mensejahterakan pendapatan nelayan.Kata kunci : Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD), KKPD Lingga, Perikanan Tangkap.
PENGGUNAAN ATRAKTOR UMPAN CACING TANAH (Lumbricus rubellus) TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG DI TELUK PALABUHANRATU Azhari Imaduddin; Zulkarnain .; Mokhamad Dahri Iskandar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.748 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.1-11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi hasil tangkapan, frekuensi hauling dan pengaruh atraktor umpan cacing tanah terhadap hasil tangkapan bagan apung. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental fishing dengan melakukan kegiatan operasi penangkapan sebanyak 20 kali ulangan (trip) di lapangan. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat total hasil tangkapan bagan apung perlakuan yakni 1401,1 kg dengan 13 jenis ikan dan bagan apung standar tanpa atraktor umpan 545,5 kg dengan 8 jenis ikan selama 20 ulangan (trip). Selanjutnya untuk melihat adanya perbedaan frekuensi hauling antara kedua bagan apung digunakan uji statistik Mann Whitney yang menunjukkan nilai P value atau Asymp Sig. (2-tailed) (0.09 > 0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak adanya perbedaan atau pengaruh yang signifikan terhadap hasil tangkapan kedua bagan apung pada taraf kepercayaan 95%. Akan tetapi penggunaan atraktor umpan cacing tanah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap berat hasil tangkapan bagan apung dengan nilai Asymp Sig. (2-tailed) (0,03 < 0,05) pada taraf kepercayaan 95%.Kata kunci       : Atraktor umpan cacing tanah, kantong umpan, light fishing, komposisi hasil tangkapan bagan apung Palabuhanratu, waktu hauling, jumlah hauling 
PENGGUNAAN ATRAKTOR UMPAN IKAN RUCAH TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG DI TELUK PALABUHANRATU Josat Ilyazuth Zalzati; Zulkarnain .; Sulaeman Martasuganda
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.72 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.13-23

Abstract

Tujuan penelitian untuk memberikan informasi mengenai komposisi ikan hasil tangkapan bagan apung penelitian dan pengaruh penggunaan umpan ikan rucah pada alat tangkap bagan apung yang dibandingkan dengan bagan apung standar yang biasa nelayan gunakan di Teluk Palabuhanratu. Pengambilan data dilaksanakan di Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dengan metode experimental fishing. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan kegiatan operasi penangkapan ikan secara langsung di lapangan. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan bagan apung yang dioperasikan sebanyak 19 kali ulangan memperoleh 14 jenis ikan hasil tangkapan dengan total berat hasil tangkapan sebesar 1356,58 kg. Perlakuan dari penggunaan umpan ikan rucah telah memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat total hasil tangkapan yakni bagan apung dengan umpan ikan rucah memperoleh ikan hasil tangkapan seberat 961,58 kg, sedangkan bagan apung tanpa umpang memperoleh ikan hasil tangkapan seberat 395 kg.Kata Kunci :      Bagan apung, ikan rucah, penggunaan atraktor, Teluk Palabuhanratu, umpan ikan rucah.
PENGARUH JENIS DAN WARNA UMPAN BUATAN RAWAI TEGAK TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL Ricky Winrison Fuah; Diniah .; Gondo Puspito
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.919 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.25-34

Abstract

Salah satu faktor penentuan keberhasilan dalam penangkapan menggunakan rawai tegak adalah umpan, baik umpan buatan maupun alami. Umpan berfungsi untuk menarik perhatian ikan sasaran sehingga ikan tersebut tertarik untuk memakan atau mengigitnya. Umpan yang digunakan dalam uji coba adalah karet pentil dan kain kaca warna merah dan kuning. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan jenis dan warna umpan yang tepat untuk menangkap ikan pelagis kecil terbanyak. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental fishing, dengan metode analisis data uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji Mann-Whitney. Jumlah responden 12 orang. Hasil penelitian diperoleh penggunaan karet pentil menangkap 4 spesies terbanyak yaitu Selar crumenophthalmus 1.813 ekor, Decapterus russelli 991 ekor, Decapterus tabl 973 ekor, Selaroides leptolepis 1.311 ekor, sedangkan menggunakan kain kaca menangkap 1 spesies terbanyak yaitu Rastrelliger faughni 1.295 ekor. Kesimpulannya yaitu karet pentil lebih baik untuk menangkap famili Carangidae sedangkan kain kaca lebih tepat untuk menangkap famili Scombridae.    Kata Kunci : Carangidae, kain kaca, karet pentil, scombridae, umpan buatan
TINGKAT KONSEKUENSI BAHAYA PADA AKTIVITAS PENGAWASAN KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN KAPAL PERIKANAN DI POS PELAYANAN JAKARTA Ismajaya .; Fis Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.789 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.35-45

Abstract

Kegiatan pengawasan penangkapan ikan di Pelabuhan dianggap kegiatan rutin tanpa memperhitungkan konsekuensi bahaya akibat kerja bagi pengawas perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai besarnya konsekuensi bahaya kegiatan pengawasan kedatangan dan keberangkatan kapal perikanan. Metode Hazard Analysis and Risk Assessment (HIRA) digunakan dalam analisis data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kegiatan pengawasan kedatangan dan keberangkatan kapal terdiri dari enam kegiatan utama. Hasil analisis dengan metode HIRA menunjukkan bahwa keenam kegiatan utama berdampak pada delapan jenis konsekuensi yaitu  fatalities, injuries, evaquation, property damage, critical infrastructure, enviromental damage, bussiness financial impact dan psicosocial impact. Nilai terbesar konsekuensi dari kegiatan pengawasan kedatangan dan keberangkatan kapal perikanan berada pada kegiatan pra-pengawasan dan pasca-pengawasan  dalam aktivitas perjalanan dari dan menuju pos pelayanan. Nilai total konsekuensi adalah 12 termasuk kedalam kriteria konsekuensi 5 yaitu very severe (sangat parah). Kegiatan pengawasan kedatangan dan keberangkatan kapal penangkap dan kapal pengangkut ikan masing-masing memberikan nilai total konsekuensi terbesar adalah 10 termasuk kriteria konsekuensi 4 severe (parah) dalam aktivitas perjalanan dari dan menuju objek pengawasan, pemeriksaan VMS dan pemeriksaan CCTV. Kegiatan pengawasan kedatangan dan keberangkatan kapal secara keseluruhan memberikan konsekuensi bahaya terbesar terhadap injuries dan property damage.Kata kunci : Pengawas Perikanan, Kedatangan kapal, Keberangkatan kapal, HIRA
ASPEK TEKNIS DAN PEMANFAATAN KAPAL INKA MINA DI PPP TEGALSARI, TEGAL DAN PPS CILACAP, JAWA TENGAH Deni Achmad Soeboer; Budhi Hascaryo Iskandar; Mohammad Imron; Wienda Justitia Ardiyani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.561 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.357-368

Abstract

Pemerintah melalui Instruksi Presiden No. 01 tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Nasional tahun 2010 dan Peraturan Presiden No. 10 tahun 2011 membantu nelayan dalam pelaksanaan percepatan pembangunan di tahun 2010. Salah satu program yang dilakukan yaitu dengan memberikan bantuan 1000 kapal bagi nelayan. Hingga tahun 2013 sudah dibangun 208 kapal Inka Mina yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem kerja bagi kelompok nelayan dalam mengoperasikan kapal bantuan dan mengetahui pemanfaatan kapal bantuan pemerintah bagi nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari Kota Tegal dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap Kota Madya Cilacap, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan melakukan survei di Tegal dan Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapal Inka Mina yang diberikan kepada nelayan di PPP Tegalsari dan PPS Cilacap sudah dapat dimanfaatkan oleh nelayan dengan perubahan terhadap beberapa bagian kapal seperti melaminasi ulang dek kapal, meninggikan sheer, memperbaiki tutup dan bagian dinding palka, mengatur ulang sistem pendingin, menghilangkan bagian atas dek kapal yang dianggap kurang berfungsi, membuat ruang alat tangkap, menambahkan bilge keel, memperbaiki instalasi lampu sebagai alat bantu penangkapan. Perubahan alat tangkap dilakukan oleh nelayan di Cilacap, alat tangkap yang semula adalah longline diubah menjadi gillnet.Kata kunci : Cilacap, Inka Mina, Kapal, Tegal

Page 6 of 30 | Total Record : 298