cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2018)" : 15 Documents clear
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Ary Kiswanto Kenedi; Sheryane Hendri; Hasmai Bungsu Ladiva; Nelliarti
Jurnal Numeracy Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.348 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i2.396

Abstract

This research was motivated by the absence of data regarding the ability of mathematical connections for elementary school students. This study aims to analyse the mathematical connection ability of elementary school students in solving mathematical problems. This research is descriptive qualitative research. Data collection techniques use observation, tests and interviews. The research steps are designing research, determining location, preparing research instruments, validating and revising tools, testing, analysing data, summarising, and presenting research data. The results showed that the weak mathematical connection ability of elementary school students in solving mathematical problems. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak adanya data mengenai kemampuan koneksi matematika untuk siswa sekolah dasar. Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa sekolah dasar dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskrptif.Teknik pengumpulan Data menggunakan observasi, tes dan wawancara. Adapun langkah penelitian yaitu mendesain penelitian, penentuan lokasi, mempersiapakan instrumen penelitian, validasi dan revisi instrumen,uji coba,analisis data, melakukan penyimpulan, dan menyajikan data hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa lemahnya kemampuan koneksi matematis siswa sekolah dasar dalam memecahkan masalah matematika. Kata kunci: Koneksi matematis, masalah matematika, sekolah dasar
PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL MENGGUNAKAN ELPSA FRAMEWORK Firmansyah B; Ega Gradini; Elfi Rahmadhani
Jurnal Numeracy Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.232 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i2.397

Abstract

This paper aims to set out the level of mathematical understanding MTsNegeri 1 Takengon after taught with ELPSA. ELPSA component (Experience, Language, Pictorial, Symbol, and Application) implemented in the study of Linear equations of one Variable to dig a level deeper understanding mathematical students. This research is the research mix (mixed-method) using qualitative data to strengthen the quantitative findings.The research was carried out in Class VII MTs Negeri 1 Takengon involving 28 students. The level of mathematical understanding which is used is a level of understanding that developed from Skemp Kinach, where there are 5 levels of mathematical understanding: (1) understanding of the content, (2) understanding, (3) understanding of problem solving, (4), and epistemic (understanding 5) understanding Inkuiri. Based on the results of the study it can be concluded that learning through ELPSA (Experience, Language, Pictorial, Symbol, and Application) are generally the respondent has been able to achieve the level of problem solving. There is a small percentage of students who have achieved an understanding epistemic, but none reached the understanding of inkuiri. Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan tingkat pemahaman matematis siswa MTs Negeri 1 Takengon setelah diajarkan dengan ELPSA. Komponen ELPSA (Experience, Language, Pictorial, Symbol, dan Application) di implementasikan pada pembelajaran Persamaan Linear Satu Variabel untuk menggali level pemahaman matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian campuran (mixed-method) yang menggunakan data kualitatif untuk memperkuat temuan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di kelas VII MTs Negeri 1 Takengon dengan melibatkan 28 siswa. Level pemahaman matematis yang digunakan adalah level pemahaman Kinach yang dikembangkan dari Skemp, dimana terdapat 5 level pemahaman matematis yakni: (1) pemahaman konten, (2) pemahaman Konsep, (3) pemahaman pemecahan masalah, (4) pemahaman epistemic, dan (5) pemahaman Inkuiri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran ELPSA (Experience, Language, Pictorial, Symbol, dan Application) umumnya responden telah mampu mencapai level Pemecahan Masalah. Terdapat sebagian kecil siswa yang telah mencapai pemahaman epistemic, namun tidak ada yang mencapai pemahaman inkuiri. Kata kunci: Pemahaman matematis, kerangka kerja ELPSA, pembelajaran matematika
PERMASALAHAN PENILAIAN PADA MATERI GEOMETRI Herawati
Jurnal Numeracy Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.168 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i2.398

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman guru mengenai penilaian berdasarkan kurikulum 2013, proses penilaian berdasarkan kurikulum 2013 pada materi geometri, kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan penilaian dan solusinya, dan langkah-langkah penyusunan alat penilaian pembelajaran geometri yang dilakukan guru MTsN 4 Pidie Beureunuen. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi.Kemuadian data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif.Penelitian ini menunjukkan bahwapemahaman guru terhadap penilaian berdasarkan kurikulum 2013 sudah baik dengan adanya pelatihan-pelatihan.Peroses penilaian yang dilakukan guru MTsN 4 Pidie sudah mencakup ketiga aspek penilaian yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan. Sedangkan kendala yang dihadapi guru adalah padatnya materi dan tingkat pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya kurang, sehingga materi geometri tidak maksimal diajarkan yang mengakibatkan semua indikator tidak termuat dalam penilaian pada materi tersebut. Untuk langkah-langkah penyusunan instrument sudah dilakukan sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu dengan memilih teknik penilaian yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar, indikator, atau tujuan pembelajaran yang dinilai. Abstract The purpose of this study was to determine the teacher's understanding of assessment based on the 2013 curriculum, the assessment process based on the 2013 curriculum on geometry material, the obstacles faced by the teacher in the implementation of the assessment and the solution, and the steps in the preparation of a geometry learning assessment tool by MTsN 4 teacher Pidie Beureunuen. The type of this research is qualitative research, using interview and documentation data collection techniques. Then the data were analyzed using qualitative descriptive methods. This study shows that the teacher's understanding of assessment based on the 2013 curriculum is good with trainings. Assessment process carried out by MTsN 4 Pidie teachers covers all three aspects of assessment, namely knowledge, attitudes and skills. Whereas the constraints faced by the teacher are the density of material and the level of students' understanding of the material previously lacking, so that the geometry material is not maximally taught which results in all indicators not contained in the assessment of the material. For the steps the preparation of the instrument has been carried out in accordance with the 2013 curriculum by selecting assessment techniques that are appropriate to the characteristics of basic competencies, indicators, or learning objectives that are assessed. Keywords: assessment problems and geometry
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT BERDASARKAN KRITERIA POLYA Nurul Fajri; Iwan
Jurnal Numeracy Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.911 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i2.399

Abstract

The purpose of this research is to know the types of errors made by students in solving the question on the subject of quadrilateral with the stages of polya, knowing the cause of the students doing the mistake, and know the great percentage of students who made the mistake in resolving the problem in the subject matter covered. This type of research is qualitative research while research approaches used are case studies.Judging from the overall error was committed by the students include all types of errors, namely the concept of error, error, error data usage language interpretation, and mistakes the withdrawal of the conclusion. the concept of error, the error committed by the students is of 39% with the cause of the error in the form of student wrong in the use of the formula and the low level of understanding of students against the concept of a quadrilateral, the types of errors using data, error dialakukan by students is 6% 6% with the cause of the error in the form of the students entered the wrong value into a side-side jajargenjang, the type of language interpretation mistakes, mistakes that dialakukan by the students is 6% with the cause of the error in the form of students interpreted the symbols into the language of mathematics, technical error, error type error that dialakukan by the students is of 26% with the cause of the error in the form of students ' wrong in the calculation, and the type of error in conclusion, withdrawal of the error dialakukan by students was of 23% with the cause of the error in the form of students withdrawing the conclusion without any reason supporters of the right and does not match the logical reasoning. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan segiempat dengan tahapan polya, mengetahui penyebab siswa melakukan kesalahan tersebut, dan mengetahui besar persentase siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan segiempat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Dilihat dari keseluruhan kesalahan yang dilakukan oleh siswa mencakup semua jenis kesalahan, yaitu kesalahan konsep, kesalahan penggunaan data, kesalahan interpretasi bahasa, dan kesalahan penarikan kesimpulan. kesalahan konsep, kesalahan yang dilakukan oleh siswa adalah sebesar 39% dengan penyebab kesalahan berupa siswa salah dalam penggunaan rumus dan rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep segiempat, jenis kesalahan menggunakan data, kesalahan yang dialakukan oleh siswa adalah sebesar 6% dengan penyebab kesalahan berupa siswa salah memasukkan nilai kedalam sisi-sisi jajargenjang, jenis kesalahan interpretasi bahasa, kesalahan yang dialakukan oleh siswa adalah sebesar 6% dengan penyebab kesalahan berupa siswa salah menginterpretasikan simbol-simbol kedalam bahasa matematika, jenis kesalahan kesalahan teknis, kesalahan yang dialakukan oleh siswa adalah sebesar 26% dengan penyebab kesalahan berupa siswa salah dalam perhitungan, dan jenis kesalahan penarikan kesimpulan, kesalahan yang dialakukan oleh siswa adalah sebesar 23% dengan penyebab kesalahan berupa siswa melakukan penarikan kesimpulan tanpa adanya alasan pendukung yang benar dan tidak sesuai penalaran yang logis. Kata kunci: Analisis, kesalahan, segiempat, kriteria Polya
KARAKTERISTIK INTUISI SISWA SMK N 2 BANDA ACEH DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA DAN PERBEDAAN GENDER Nazariah; Nailul Authary
Jurnal Numeracy Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.909 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i2.401

Abstract

Students are required to find their own appropriate strategies to solve these problems, so that Intuition is needed. Male and female students have different Intuition on mathematical problems solving, so that gender is influencing how to obtain the mathematical knowledge. This study aims to know the intuition differences of students in SMAN 3 Banda Aceh between male and female students who have high-level mathematical abilities. Qualitative approaches with a destriptive research type were used. The subjects were one male student and one female student with high-level mathematical abilities. Data collection was carried out using instruments test which included tests of mathematical problem solving skills and interviews. The results showed that: 1) There are differences in the characteristics of male and female intuition in mathematical problems solving based on Polya's solution; 2) There are differences in the intuition of male and female in mathematical problems solving based on Polya's solution; 3) There are differences in intuition in various teaching materials. Abstrak Siswa dituntut untuk menemukan sendiri strategi yang sesuai untuk memecahkan masalah, sehingga dibutuhkan intuisi. Siswa laki-laki dan perempuan memiliki intuisi yang berbeda dalam menyelesaikan masalah matematika, sehingga faktor gender mempengaruhi cara memperoleh pengetahuan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intuisi siswa SMKN 2 Banda Aceh antara perempuan dan laki-laki yang memiliki kemampuan matematika tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 1 orang siswa laki dan 1 siswa perempuan dengan tingkatan kemampuan matematika tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes yang meliputi tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa: 1) Terdapat perbedaan karakteristik intuisi subjek laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan pemecahan Polya; 2) Terdapat perbedaan intuisi subjek laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan pemecahan Polya; 3) Terdapat perbedaan intuisi pada materi SPLTV. Kata kunci: Karakteristik intusi, pemecahan masalah, kemampuan matematika, gender

Page 2 of 2 | Total Record : 15