Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

MATH TALK : STRATEGI MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DI KELAS Authary, Nailul
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2018): Vol.1 No.1 Maret 2018
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi menjadi dua kemampuan penting dan mendasar untuk dimiliki peserta didik. Kemampuan ini kemudian dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan setelah peserta didik selesai menempuh pendidikan formal. Sadar akan kebutuhan ini, penerapan strategi math talk pada pembelajaran matematika diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi. Artikel ini dikaji dengan menggunakan data kualitatif dengan menggunakan metode eksplorasi. Melalui metode eksplorasi  dapat mengkaji secara mendalam mengenai penggunaan strategi math talk dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan kemampuan berpikir kritis. Strategi math talk pada pembelajaran matematika di kelas dimulai dengan membuat kelompok atau komunitas belajar di kelas. math talk diterapkan, secara bersamaan kemampuan berpikir kritis dan dan komunikasi dikembangkan.
APLIKASI STRATEGI PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE AND REVIEW (PQ4R) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA DAN SELF-REGULATED LEARNING Authary, Nailul
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2018): Vol.1 No. 2 September 2018
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Komunikasi yang efektif sangat penting dalam pembejaran. Salah satu keuntungan komunikasi matematika yang efektif antara guru dan peserta didik serta antara peserta didik dan peserta didik adalah tercapainya tujuan pembelajaran. Pada sisi berbeda, pembelajaran tidak akan maksimal jika hanya dilaksanakan di kelas saja dengan waktu yang sangat terbatas. Kemampuan self regulated learning menjadi kemampuan lain yang dibutuhkan oleh seorang peserta didik. Untuk itu strategi preview, question, read, reflect, recite dan review (PQ4R) dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Keadaan ini yang menjadi titik incar dalam artikel ini. Hasil kajian diperoleh PQ4R berperan penting dalam belajar matematika. Sehingga  terjadi komunikasi yang efektif antara siswa dan guru dengan saling berinteraksi dan berkomunikasi mengenai materi matematika yang sedang dipelajari.
RESPON SISWA TERHADAP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL Mawaddah, Siti; Authary, Nailul
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2071.267 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v7i1.769

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model kooperatif student team achievement division (STAD) pada materi aritmetika sosial kelas VII mtss Baitul Arqam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTsS Baitul Arqam, sedangkan sampel adalah sebanyak 25 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket respon siswa terhadap pembelajaran STAD. Setelah data diperoleh, selanjutnya data dianalisis menggunakan skala likert. Hasil dari analisis kemudian dikelompokkan dengan menggunakan kriteri skor rata-rata. Hasil penelitian adalah Angket respon siswa diberikan kepada siswa pada akhir pembelajaran yaitu setelah siswa menyelesaikan tes akhir (posttest), angket respon siswa bertujuan untuk mengetahui perasaan siswa, minat siswa dan pendapat siswa mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran koorperatif tipe STAD. Respon yang diberikan ternyata mendapat respon yang baik dari siswa, yaitu berkategori sangat positif. Hal ini sesuai dengan hasil angket yang menyatakan bahwa siswa senang dan bermotivasi untuk mengikuti pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran koorperatif tipe STAD.Kata Kunci:  Respon Siswa, Model Pembelajaran STAD, Aritmetika Sosial
Students’ Intuition in Solving Mathematics Problems: The Case of High Mathematics Ability and Gender Differences Nazariah Nazariah; Nailul Authary
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 3 (2021): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.411 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v13i3.1007

Abstract

Students are required to find their appropriate strategies to solve mathematics problems so that intuition is needed. Male and female students have different intuition on mathematical problem-solving. Thus, gender is influencing how to obtain mathematical knowledge. This descriptive qualitative study aimed to analize the intuition differences of male and female students who have high-level mathematical abilities at secondary school in solving mathematics problems. Data was collected through tests of mathematical problem-solving and interviews then analysed through data reduction, data presentation, and conclusion. This study found that: (1) There are differences in the characteristics of male and female intuition in mathematical problems solving, (2) The intuition of male and female in mathematical problems solving based on Polya's steps is different in re-checking the answers, (3) There are differences in intuition when students solve linear equation system problems. There are differences in intuition between male and female students with high matematical abilities in each material. Students with problem-solving abilities have affirmative intuition to understand problems, anticipatory intuition for problem-solving plans and solutions, and conclusive intuition to re-examine problems.
ANALISIS PENALARAN ALJABAR YANG BERFOKUS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI BANDA ACEH Nailul Authari
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 3, No 1, April (2016)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v3i1.436

Abstract

Kemampuan aljabar siswa di sekolah menengah pertama tidak hanya berfokus pada kemampuan siswa melakukan operasi aljabar. Sangat penting diperhatikan pemahaman konseptual siswa mengenai proses penalaran aljabar. Salah satu topik kajian dari penalaran aljabar adalah proses generalisasi dari aritmetika yang biasanya menggunakan huruf sebagai variabel, membuat model matematika dan penggunaan tanda sama dengan sebagai indikator dari relasi. Hasil yang diperoleh berasal dari jawaban soal pemecahan masalah dan wawancara.
Penalaran Aljabar: Suatu Pelevelan Berbasis Taksonomi Solo Pada Pemecahan Masalah Persamaan Linier Dua Variabel Nailul Authary; Nazariah Nazariah
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.793 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v8i2.1280

Abstract

Pengembangkan soft skill dewasa ini menjadi perhatian serius. Penalaran aljabar menjadi salah satu soft skill yang dapat dikembangkan selama pembelajaran matematika di kelas. Penelitian ini merupakan kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Tujuan khusus yang menjadi titik incar pada penelitian ini adalah melakukan pelevelan aljabar pada siswa dalam memecahkan masalah persamaan linier dua variabel dilakukan berbasis taksonomi SOLO (Structure of the observed Learning). Subjek Penelitian ini adalah 3 orang siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh.  Hasil penelitian adalah Level prastruktural ditandai dengan aktivitas bernalar siswa yang berusaha mengumpulkan informasi dari yang diketahui soal. Level Unistruktural ditandai dengan aktivitas bernalar siswa yang menggunakan satu informasi dari masalah untuk menyusun strategi pemecahan masalah dan mampu menentukan suku selanjutnya dari suatu pola bilangan dan mengubah menjadi bentuk simbol yang x dan y. Level Multistruktural ditandai dengan aktivitas bernalar menggunakan lebih dari satu informasi untuk menyusun strategi pemecahan masalah dan mampu menuliskan persamaan dari masalah yang diketahui. Level Relasional ditandai dengan aktivitas bernalar siswa yang mampu memprediksi pemecahan masalah berdasarkan masalah yang dipahami dengan membuat keterkaitan dengan dua informasi dan menyelesaikan dengan metode eliminasi.Level Extended Abstract ditandai dengan aktivitas siswa yang mampu menggeneralisasi pola bilangan dan persamaan umum.
NUMBER SENSE ANAK USIA DINI: SUATU INVESTIGASI PADA ARITMETIKA TAHAP AWAL Nailul Authary
Bunayya Vol 1, No 2 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.84 KB)

Abstract

Math Talk: Strategi Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Komunikasi di Kelas Nailul Authary
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2018): Vol.1 No.1 Maret 2018
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamath.v1i1.122

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi menjadi dua kemampuan penting dan mendasar untuk dimiliki peserta didik. Kemampuan ini kemudian dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan setelah peserta didik selesai menempuh pendidikan formal. Sadar akan kebutuhan ini, penerapan strategi math talk pada pembelajaran matematika diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi. Artikel ini dikaji dengan menggunakan data kualitatif dengan menggunakan metode eksplorasi. Melalui metode eksplorasi dapat mengkaji secara mendalam mengenai penggunaan strategi math talk dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan kemampuan berpikir kritis. Strategi math talk pada pembelajaran matematika di kelas dimulai dengan membuat kelompok atau komunitas belajar di kelas. math talk diterapkan, secara bersamaan kemampuan berpikir kritis dan dan komunikasi dikembangkan.
Aplikasi Strategi Preview, Question, Read, Reflect, Recite and Review (PQ4R) dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika dan Self-Regulated Learning Nailul Authary
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2018): Vol.1 No. 2 September 2018
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi yang efektif sangat penting dalam pembejaran. Salah satu keuntungan komunikasi matematika yang efektif antara guru dan peserta didik serta antara peserta didik dan peserta didik adalah tercapainya tujuan pembelajaran. Pada sisi berbeda, pembelajaran tidak akan maksimal jika hanya dilaksanakan di kelas saja dengan waktu yang sangat terbatas. Kemampuan self regulated learning menjadi kemampuan lain yang dibutuhkan oleh seorang peserta didik. Untuk itu strategi preview, question, read, reflect, recite dan review (PQ4R) dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Keadaan ini yang menjadi titik incar dalam artikel ini. Hasil kajian diperoleh PQ4R berperan penting dalam belajar matematika. Sehingga terjadi komunikasi yang efektif antara siswa dan guru dengan saling berinteraksi dan berkomunikasi mengenai materi matematika yang sedang dipelajari.
DUNIA YANG LUAS DALAM LAYAR KECIL (SUATU ANALISIS PENGGUNAAN VIDEO GAMES PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA) Nailul Authary
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.993 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.291

Abstract

Video games are an integral part of the daily life of teenagers.In fact almost 97% of children play video games every day. Video games can be played by women and men regardless of socio-economic background.This is a challenge as well as a great opportunity for teachers to use video games as an instructional media. This paper has tested three similar ideas on how to make good math video games.The key to each element of each conceptual framework related to the game can be used in learning: intrinsic / extrinsic games, RETAIN models and epistemic games. Using the scheme can begin to imagine the ideal game where math is not an integral part of the storyline, the fantasy of the different types of players who actually perform mathematical activities. Take the same position to solve real problems. So that the vast world can be contained in a small screen. Abstrak Video games adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian anak umur belasan tahun. Bahkan hampir 97% anak bermain video games setiap hari. Video games dapat dimainkan oleh perempuan dan laki-laki tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi guru untuk memanfaatkan video game sebagai media pembelajaran.Makalah ini telah menguji tiga ide yang sama mengenai bagaimana membuat video game matematika yang baik. Kunci dari setiap elemen dari masing-masing kerangka konseptual yang berkaitan dengan game dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu: intrinsik/ekstrinsik game, RETAIN model dan epistemic game. Dengan menggunakan skema tersebut dapat memulai untuk membayangkan game yang ideal dimana matematika bukan bagian yang terpisahkan dari jalan cerita, fantasi dari berbagai jenis pemain yang sebenarnya melakukan aktivitas matematis. Mengambil posisi yang sama untuk memecahkan masalah nyata. Sehingga dunia yang begitu luas dapat termuat dalam layar yang kecil. Kata kunci: Video games, pembelajaran matematika