cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2019)" : 14 Documents clear
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL PADA SISWA SMA INSHAFUDDIN BANDA ACEH Putri Reza; Intan Kemala Sari
Jurnal Numeracy Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.432 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i2.483

Abstract

The obstacle in teaching mathematics is not only in the level of material difficulty, but in the lack of motivation to learn from within students to learn. For this reason, it is necessary to build a learning design that can build two-way interactions so that learning objectives are achieved. This study aims to build student motivation through a realistic mathematical approach so that students can build their own mathematical concepts in order to feel the benefits of learning. The results of this study indicate that initially changing the concept of learning from a trivial and monotonous strategy to a strategy of constructing your own concept from what students recognize is quite difficult. This is because students are rarely given challenging and unusual learning concepts. But after at least five problem-based learning is done with the problem raised is a realistic problem, it becomes interesting for students. It was found that students can use their own concepts in solving problems, especially problems of linear equation systems. Abstrak Kendala dalam mengajar matematika memang bukan saja terletak pada tingkat kesulitan materi, akan tetapi pada kurangnya motivasi belajar dari dalam diri siswa untuk belajar. Untuk itu perlu dibangun suatu disain pembelajaran yang dapat membangun interaksi dua arah agar tujuan pembelajaran tercapai.penelitian ini bertujuan untuk membangun motivasi belajar siswa melalui pendekatan matematika realistik agas siswa dapat membangun sendiri konsep matematika agar dapat merasakan manfaat dari belajar tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada awalnya mengubah konsep belajar dari strategi yang triavial dan monoton ke strategi membangun konsep sendiri dari hal yang dikenali siswa cukup sulit. Hal ini disebabkan karena siswa jarang sekali diberikan konsep belajar yang menantang dan tidak biasa. Namun setelah setidaknya lima kali dilakukan pembelajaran berbasis masalah dengan masalah yang diangkat adalah masalah realistik, hal tersebut menjadi menarik bagi siswa. Ditemukan siswa dapat menggunakan konsepnya sendiri dalam memecahkan masalah terutama masalah sistem persamaan linier. Kata Kunci: Kebiasaan belajar, matematika realistik, sistem persamaan linier tiga variabel
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Muhsin; Taufiq
Jurnal Numeracy Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.961 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i2.486

Abstract

Problem Solving is an essential thing in learning mathematics because, students become skilled at selecting relevant information, then analyzing it and finally examining the results. In addition, problem solving aims to enable students to be able to identify the elements that are known, asked and adequacy of the elements needed, formulate problems from everyday situations in mathematics, implement strategies to solve various problems in the field of mathematics or outside the field of mathematics, explain or interpret the results according to the original problem, and use mathematics meaningfully. Therefore, it is very important to develop and improve students' mathematical problem solving abilities in the mathematics learning process. This study aims to examine the improvement of mathematical problem solving skills between students who get learning with problem based learning and students who get conventional learning. This research is an experimental study using a pre-test post-test control group design. The population in this study were students of class X MAN 2 Pidie, Aceh in the 2019/2020 school year. Through Purposive Sampling, two classes are chosen in parallel, class X1 as the experimental class and X2 as the control class. The instrument used to collect research data was a mathematical problem-solving ability test. The statistical test used is the t-test to analyze data on the improvement of mathematical problem solving abilities. The results showed that increasing the mathematical problem-solving ability of students who obtained problem-based learning was better than students who obtained conventional learning. Abstrak Pemecahan Masalah merupakan suatu hal yang sangat esensial di dalam pembelajaran matematika sebab, siswa menjadi terampil menyeleksi informasi yang relevan, kemudian menganalisanya dan akhirnya meneliti hasilnya. Di samping itu pemecahan masalah bertujuan agar siswa diharapkan mampu mengindentifikasi unsur yang diketahui, ditanyakan serta kecukupan unsur yang diperlukan, merumuskan masalah dari situasi sehari-hari dalam matematika, menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam bidang matematika atau diluar bidang matematika, menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan asal, dan menggunakan matematika secara bermakna. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 2 Pidie, Aceh pada tahun pelajaran 2019/2020. Melalui Purposive Sampling dipilihlah dua kelas secara paralel yaitu kelas X1 sebagai kelas eksperimen dan X2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Uji statistik yang digunakan adalah ­uji-t untuk menganalisis data peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Pembelajaran Berbasis Masalah
PELEVELAN PENALARAN ALJABAR SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERBASIS TAKSONOMI STRUCTURE OF THE OBSERVED LEARNING OUTCOME (SOLO) Nailul Authary; Nazariah
Jurnal Numeracy Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.589 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i2.487

Abstract

Reasoning is a competency that students must possess and being one of the goals of the education curriculum in Indonesia. this ability important to developing through algebraic reasoning. However, the ability of algebraic reasoning is not appropriate, so it is urgent to do an algebraic reasoning level. The purpose of this study is to describe the level of students' algebraic reasoning abilities in solving mathematical problems based on the SOLO taxonomy. This research is a qualitative descriptive study. Data retrieval is done by conducting tests of mathematical problems and interviews of research subjects. The subjects of this research are the students eighth grade of Secondary School in Banda Aceh. Problem solving identified and grouped according to predetermined indicators. The results of the research are the level of SOLO taxonomy of high ability students able to generalize patterns correctly and be able to reach the level of extended abstract. Medium ability students cannot generalize and only reach unistructural levels. This is indicated by the answers of students who only succeeded in guessing the relationship between numbers. Low ability students can only reach the unistructural level. Abstrak Penalaran merupakan kompetensi yang harus dimiliki siswa dan menjadi salah satu tujuan kurikulum pendidikan di Indonesia. Kebutuhan akan kemampuan ini dikembangkan melalui penalaran aljabar. Namun, kemampuan penalaran aljabar belum tepat guna, sehingga sangatlah urgen untuk dilakukan pelevelan penalaran aljabar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelevelan kemampuan penalaran aljabar siswa dalam memecahkan masalah matematika berbasis pada taksonomi SOLO. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes masalah matematika dan wawancara subjek penelitian. ssubjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP di Banda Aceh. Penyelesaian masalah kemudian diidentifikasi dan dikelompokkan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Hasil penelitian adalah level taksonomi SOLO siswa kemampuan tinggi mampu melakukan generalisasi pola dengan benar dan mampu mencapai level extended abstract. Siswa kemampuan sedang tidak dapat melakukan generalisasi dan hanya mencapai level unistruktural. Hal ini ditandai dengan jawaban siswa yang hanya berhasil menduga hubungan antara bilangan. Siswa kemampuan rendah juga hanya dapat mencapai level unistruktural. Kata Kunci: Penalaran Aljabar, Masalah Matematika, Taksonomi SOLO
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA SATE BUAH PADA PENGENALAN BENTUK GEOMETRI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KELOMPOK B TK SAVE THE KIDS BANDA ACEH Ulva Chairuna; Rita Novita; Lina Amelia
Jurnal Numeracy Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.813 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i2.488

Abstract

Learning media for introducing geometry in early childhood has an influence on the implementation of the learning process and children's motivation in learning. Of course if the learning presented is less interesting then learning will become boring for children. This research tries to use learning media in the form of fruit satay in introducing geometric shapes to children of B1 group in Save The Kids Kindergarten (TK). The purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of fruit satay in improving the ability to recognize the geometry of group B children in Tk Save The Kids Banda Aceh. This research uses quantitative research methods type of experimental research design one group pre-test post-test. The subjects in this study were children of B1 group TK Save The Kids Banda Aceh. Data collection is done by using tests of understanding geometry, observation and documentation. Data analysis technique was performed using one-party t test (right-side test) with a significant level α = 0.05 and db (number distribution) n-1 = 13. The results showed thiung = 1.85 with t table t (0 , 95) (13) = 1.77, obtained tcount> t table, ie 1.85> 1.77, thus the research hypothesis (Ha) is accepted. So it can be concluded that the fruit satay media is effectively used in learning the introduction of geometric shapes in B1 group children in Save The Kids Banda Aceh Kindergarten. Abstrak Media pembelajaran pengenalan geometri pada anak usia dini memberi pengaruh terhadap pelaksanaan proses pembelajaran serta motivasi anak dalam pembelajaran. Tentu saja jika pembelajaran yang disajikan kurang menarik maka pembelalajaran akan menjadi membosankan bagi anak. Penelitiani ini mencoba mengunakan media pembelajaran berupa media sate buah dalam mengenalkan bentuk-bentuk geometri pada anak kelompok B1 TK Save The Kids. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan sate buah dalam meningkatkan kemampuan mengenal geometri anak kelompok B di Tk Save The Kids Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis penelitian eksperimen desain one group pre-test post-test. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B1 TK Save The Kids Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes pemahaman geometri, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t hitung satu pihak (uji pihak kanan) dengan taraf signifikan α = 0,05 dan db (distribusi bilangan ) n-1 = 13. Hasil penelitian menunjukkan thiung=1,85 dengan t tabel t(0,95)(13) =1,77, diperoleh thitung ttabel, yaitu 1,85 1,77, dengan demikian hipotesis penelitian (Ha) diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media sate buah efektif digunakan dalam pembelajaran pengenalan bentuk-bentuk geometri pada anak kelompok B1 di TK Save The Kids Banda Aceh. Kata Kunci: Media sate buah, pengenalan bentuk geometri, anak usia dini

Page 2 of 2 | Total Record : 14