cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
TUNAS BANGSA
ISSN : 23550066     EISSN : 2502681X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tunas Bangsa Journal is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in the field of primary school education, critical study of teaching and learning for primary school, classroom action research on education for children curriculum, learning methods and medias for students, research on teacher and student assessment, and research on the development of primary school teaching and learning. The History of Tunas Bangsa Journal was published by Department of Primary School Education of STKIP Bina Bangsa Getsempena on 2003. Tunas Bangsa Journal was formed on Februari 2012, and began releasing the first time in Volume 1 Number 1 Februari 2014. Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. E-ISSN: 2502-681X and P-ISSN 2355-0066 Tunas Bangsa Journal has become a CrossRef Member. Numeracy is currently indexed and included in Sinta, Google Scholar, Garuda, etc. And than Elkawnie has H-index 7 in Google Scholarand accredited 4 in Sinta.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol 13 no 1 (2026)" : 5 Documents clear
PENDEKATAN OPEN ENDED DENGAN MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN SISWA SEKOLAH DASAR Hairatun Fitri; Ahmad Nasriadi; Tria Marvida
Jurnal Tunas Bangsa Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v13i1.3799

Abstract

Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan akademik dan karakter peserta didik, khususnya melalui pembelajaran matematika di Sekolah Dasar. Matematika tidak hanya berfungsi sebagai alat hitung, tetapi juga berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis. Namun, pada kenyataannya pemahaman konsep pecahan siswa masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Open Ended berbantuan media puzzle terhadap pemahaman konsep pecahan siswa kelas V SD Negeri 58 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain One Group Pre-test Post-test Design. Subjek penelitian berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman konsep pecahan berupa pretest dan post-test. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik Paired Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test siswa sebesar 45,00 dengan standar deviasi 18,666, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 75,15 dengan standar deviasi 14,710. Hasil uji Paired Samples t-Test menunjukkan nilai t sebesar –12,839 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Penurunan nilai standar deviasi pada posttest menunjukkan bahwa kemampuan siswa menjadi lebih merata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Open Ended berbantuan media puzzle berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep pecahan siswa kelas V SD Negeri 58 Banda Aceh.
ANALISIS EDUPRENEURSHIP MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK DAN ANORGANIK SEBAGAI PENJERNIHAN AIR BERBASIS ALAMI Rauzatur Rahmi; Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Yusrizal Hasja; Dian Rafika; Muslimatul Walidah
Jurnal Tunas Bangsa Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v13i1.3681

Abstract

The development of edupreneurship through the utilization of organic and inorganic waste as natural water purification media offers an innovative approach that integrates education, sustainable technology, and economic empowerment. Organic waste such as agricultural residues and plant-based coagulants exhibits a high capacity for adsorbing organic pollutants and heavy metals, while inorganic waste materials such as sand and gravel are effective filtration media for improving water quality. The integration of these two types of waste results in a low-cost, environmentally friendly water purification system that can be easily implemented at the household scale. Through practical learning using a project-based approach, students can be directly involved in research and technology testing activities, thereby fostering critical thinking skills, creativity, and entrepreneurial competencies. Furthermore, transforming waste into products with economic value creates new business opportunities, including the production of filtration media, installation of natural filtration systems, and provision of nature-based water treatment services. The findings indicate that this edupreneurship model enhances scientific literacy, generates environmental innovation, and creates sustainable business opportunities. Overall, the utilization of organic and inorganic waste for natural water purification has the potential to become a strategic solution in 21st-century education by linking green technology, economic independence, and environmental sustainability.
STUDI KOMPARATIF MODEL PENDIDIKAN INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT Setria Majuita; Ridha Zulfatun Nafisah; Muktiningsih Nurjayadi; Achmad Ridwan
Jurnal Tunas Bangsa Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v13i1.3693

Abstract

Studi komparatif pendidikan berperan krusial dalam menganalisis respons sistem pendidikan nasional terhadap tantangan global serta dalam mengeksplorasi ruang pembelajaran kebijakan (policy learning). Artikel ini menyajikan kajian literatur komparatif yang bertujuan untuk menganalisis secara kritis perbedaan dan persamaan model pendidikan Indonesia dan Amerika Serikat, dengan fokus pada interaksi antara empat pilar utama: kurikulum, sistem evaluasi, tata kelola, dan profesionalisme guru. Penelitian menggunakan metode narrative review komparatif interpretatif terhadap sumber-sumber primer berupa artikel jurnal internasional dan jurnal nasional, dokumen kebijakan resmi, serta laporan lembaga multilateral yang diterbitkan dalam dekade terakhir (2015-2025). Analisis tematik dan komparatif kontekstual mengungkapkan polarisasi paradigmatil. Indonesia menerapkan desentralisasi pendidikan yang terkendali dengan tetap memperkuat standar nasional melalui kebijakan Kurikulum Merdeka dan Asesmen Nasional, yang diimplementasikan secara bertahap dan menyeluruh mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP/SLTP), hingga Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK). Sementara AS menganut desentralisasi kompetitif dengan otonomi luas di tingkat negara bagian dan distrik. Perbedaan ini menghasilkan trade-off antara keseragaman dan keadilan (equity) di Indonesia, serta inovasi dan fragmentasi di AS. Kajian menyimpulkan bahwa pengembangan kebijakan Indonesia memerlukan model hibrid yang memadukan kejelasan tujuan nasional dengan otonomi bermakna dan akuntabilitas konstruktif. Kontribusi artikel terletak pada sintesis integratif yang menawarkan implikasi kebijakan kontekstual, menghindari transfer kebijakan yang simplistik.Abstract Comparative education studies play a crucial role in analyzing the response of national education systems to global challenges and in exploring policy learning. This article presents a comparative literature review that aims to critically analyze the differences and similarities between the Indonesian and US education models, focusing on the interaction between four main pillars: curriculum, evaluation systems, governance, and teacher professionalism. The research uses an interpretive comparative narrative review method of primary sources in the form of international and national journal articles, official policy documents, and reports from multilateral institutions published in the last decade (2015-2025). Thematic and contextual comparative analysis reveals a paradigmatic polarization. Indonesia implements controlled decentralization of education while maintaining national standards through the Merdeka Curriculum and National Assessment policies, which are being implemented gradually and comprehensively from elementary school (SD), junior high school (SMP/SLTP), to senior high school and vocational school (SMA/SMK). while the US embraces competitive decentralization with broad autonomy at the state and district levels. These differences result in trade-offs between uniformity and equity in Indonesia, and innovation and fragmentation in the US. The study concludes that policy development in Indonesia requires a hybrid model that combines clear national objectives with meaningful autonomy and constructive accountability. The article's contribution lies in its integrative synthesis, which offers contextual policy implications and avoids simplistic policy transfers.
MODEL PENDIDIKAN ETIKA DIGITAL ISLAMI BERBASIS NILAI QUR’ANI UNTUK PENGUATAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Hanif Maulana; Muhammad Iqbal
Jurnal Tunas Bangsa Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v13i1.3777

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi, belajar, dan bermain siswa sekolah dasar, namun belum diimbangi dengan kesiapan etika bermedia yang memadai. Meningkatnya kasus perundungan daring, paparan konten negatif, serta rendahnya kesadaran privasi digital menunjukkan perlunya penguatan etika digital berbasis nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan merumuskan model pendidikan etika digital Islami berbasis nilai Qur’ani untuk penguatan karakter siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui penelusuran literatur Al-Qur’an, buku ilmiah, dan artikel jurnal yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi untuk mengidentifikasi nilai Qur’ani yang kontekstual dengan perilaku digital siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pendidikan etika digital Islami dibangun atas tiga pilar utama, yaitu internalisasi nilai Qur’ani dalam konteks digital, literasi digital beretika, dan penguatan ekosistem tripusat pendidikan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Nilai sidq, amanah, tabayyun, hifzh al-‘irdh, dan ‘iffah terbukti relevan sebagai fondasi etika digital siswa. Kontekstualisasi nilai tersebut dalam situasi digital konkret menjadikan pendidikan etika lebih aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Model ini diharapkan menjadi kerangka konseptual dalam membimbing siswa menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan berakhlak.AbstractThe development of digital technology has transformed the patterns of interaction, learning, and play among elementary school students; however, this transformation has not been accompanied by adequate readiness in digital media ethics. The increasing cases of cyberbullying, exposure to negative content, and low awareness of digital privacy indicate the urgent need to strengthen digital ethics grounded in moral and spiritual values. This study aims to formulate a model of Islamic digital ethics education based on Qur’anic values to strengthen the character of elementary school students. The research employs a qualitative approach using a library research method through the examination of the Qur’an, scholarly books, and relevant journal articles. Data were analyzed using content analysis to identify Qur’anic values that are contextual to students’ digital behavior. The findings reveal that the Islamic digital ethics education model is constructed upon three main pillars: the internalization of Qur’anic values within the digital context, ethical digital literacy, and the reinforcement of the tripartite educational ecosystem involving family, school, and community. The values of sidq (truthfulness), amanah (trustworthiness), tabayyun (verification), hifzh al-‘irdh (protection of honor), and ‘iffah (modesty/self-restraint) are shown to be relevant as foundational principles of students’ digital ethics. The contextualization of these values in concrete digital situations makes ethics education more applicable in daily life. This model is expected to serve as a conceptual framework in guiding students to use technology wisely, responsibly, and in accordance with noble character.
METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM: STUDI KEPUSTAKAAN TENTANG DASAR, TRADISI KLASIK, DAN IMPLEMENTASINYA DI IBTIDAIYAH Muhammad Thalib; Asnuddin Asnuddin
Jurnal Tunas Bangsa Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v13i1.3844

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep dan hakikat metode penyampaian pendidikan Islam yang meliputi landasan teoretis, tradisi klasik, serta implementasinya pada jenjang pendidikan dasar (Madrasah Ibtidaiyah). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan rancangan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah seperti artikel jurnal, buku referensi, dan publikasi akademik yang relevan dengan metodologi pembelajaran pada pendidikan dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan bahan kajian secara sistematis. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk menginterpretasikan makna secara objektif sesuai kerangka teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pendidikan Islam berlandaskan pada nilai Al-Qur’an dan Hadis serta mempertimbangkan aspek biologis, psikologis, dan sosiologis peserta didik. Metode klasik seperti halaqah, hafalan, munāẓarah, mudzākarah, imlā’, dan rihlah ilmiyah tetap relevan dalam membangun karakter dan keilmuan. Implementasi di Ibtidaiyah memadukan metode umum dan metode khas Islam seperti pembiasaan, keteladanan, dialog, serta kisah qur’ani dan nabawi, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan holistik

Page 1 of 1 | Total Record : 5