cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
TUNAS BANGSA
ISSN : 23550066     EISSN : 2502681X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tunas Bangsa Journal is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in the field of primary school education, critical study of teaching and learning for primary school, classroom action research on education for children curriculum, learning methods and medias for students, research on teacher and student assessment, and research on the development of primary school teaching and learning. The History of Tunas Bangsa Journal was published by Department of Primary School Education of STKIP Bina Bangsa Getsempena on 2003. Tunas Bangsa Journal was formed on Februari 2012, and began releasing the first time in Volume 1 Number 1 Februari 2014. Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. E-ISSN: 2502-681X and P-ISSN 2355-0066 Tunas Bangsa Journal has become a CrossRef Member. Numeracy is currently indexed and included in Sinta, Google Scholar, Garuda, etc. And than Elkawnie has H-index 7 in Google Scholarand accredited 4 in Sinta.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2020)" : 12 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS Wahyuddin; Suyitno Muslim; Khaeruddin
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.319 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.972

Abstract

This study aims to determine the effect of learning models and parenting styles on social studies learning outcomes in grade V of elementary school. This study uses factorial design 2x2. The sample consisted of 56 students. The data analysis technique was the analysis of two-way variance (ANAVA) and continued with the Tuckey test at a significance level of α = 0.05. To test the normality of the data using the liliefors test and Homogeneity test using the barlett test. The results of this study indicate that 1) Social studies learning outcomes in the group of students who were taught using the Quantum Teaching model were higher than the Social Studies learning outcomes in the group of students who were taught using the Expository learning model. 2) Social studies learning outcomes of students who are cared for using a higher democratic pattern than students who are cared for using an authoritarian pattern. 3) There is an interaction effect between the learning model and parenting styles on student social studies learning outcomes. 4) Social studies learning outcomes of students who are cared for using democratic patterns and students who are taught using a higher Quantum Teaching model compared to students who are cared for using democratic patterns and students who are taught using the Expository learning model. 5) Social studies learning outcomes of students who are cared for using an authoritarian pattern and students who are taught using the Quantum Teaching model are lower compared to students who are cared for using an authoritarian pattern and students who are taught using the Expository learning model. 6) Social studies learning outcomes of students who are taught using the Quantum Teaching model on students raised using a democratic pattern higher than the social studies learning outcomes of students who are taught using the Quantum Teaching model and students who are cared for using an authoritarian pattern. 7) Social studies learning outcomes of students who were taught using the Espository learning model for students who were cared for using a democratic pattern was lower than the social studies learning outcomes of students who were taught using the Expository learning model and students who were cared for using authoritarian patterns. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran dan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar IPS kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan Desain factorial 2 x 2. Sampel terdiri dari 56 siswa. Teknik analisis data adalah analisis varians dua jalur (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji Tuckey pada tingkat signifikansi α = 0.05. Untuk menguji normalitas data menggunakan uji liliefors dan uji Homogenitas menggunakan uji barlett. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Hasil belajar IPS pada kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model Quantum Teaching lebih tinggi dibandingkan hasil belajar IPS pada kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Ekspositori. 2) Hasil belajar IPS siswa yang diasuh menggunakan pola Demokratis lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diasuh menggunakan pola Otoriter. 3) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar IPS siswa. 4) Hasil belajar IPS siswa yang diasuh menggunakan pola demokratis dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model Quantum Teaching lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diasuh menggunakan pola demokratis dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Expositori. 5) Hasil belajar IPS siswa yang diasuh menggunakan pola otoriter dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model Quantum Teaching lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang diasuh menggunakan pola otoriter dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Expositori. 6) Hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model Quantum Teachingpada siswa yang diasuh menggunakan pola demokratis lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model Quantum Teaching dan siswa yang diasuh menggunakan pola otoriter. 7) Hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Eskpositori pada siswa yang diasuh menggunakan pola demokratis lebih rendah dibandingkan dengan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Ekspositori dan siswa yang diasuh menggunakan pola otoriter. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Pola Asuh Orang Tua, Hasil Belajar IPS
EVALUASI PROGRAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) SE-KECAMATAN MENES KABUPATEN PANDEGLANG–BANTEN Yayan Sopian; Totok Bintoro; Riana Bagaskorowati
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.687 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.973

Abstract

The purpose of this study was to determine the implementation of integrated thematic learning at the elementary level through the application of the Stake's Countenance model, knowing the suitability of the implementation of integrated Thematic learning at the elementary level, knowing the factors that hindered the implementation of integrated Thematic learning at the elementary level. The study was conducted at SDN in Menes Sub district, Pandeglang Regency from March to June in 2019. This research study rests on the results of qualitative research with descriptive methods. The research model uses Countenance Stake. Data sources are obtained from natural settings. This study uses data collection techniques as follows, namely: (1) documentation study, (2) observation, (3) interview. Qualitative data analysis of the scanning process is done by scanning the standard intended matrix based on logical contingency, which includes antecedents, transactions, and outcomes. Then scan the standard observation matrix based on logical contingency, which also includes antecedents, transactions, and outcomes. Based on data analysis it was found that learning was carried out by applying integrated thematic learning, but in the formulation of curriculum structure, the formulation of core competencies and basic competencies including assessment emphasized the application of learning to the subject approach. The inconsistency of this policy has led to doubts in primary schools including Menes Sub district of Menes in implementing integrated thematic learning, not reflecting the application of integrated thematic learning, and the inconsistency of existing policies and inability of existing human resources, both educators, principals, and school supervisors in carrying out thematic learning. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu jenjang SDmelalui penerapan model Countenance Stake, mengetahu tingkat kesesuaian pelaksanaan pembelajaran Tematik terpadu jenjang SD, mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan pembelajaran Tematik terpadu jenjang SD. Penelitian dilakukan di SDN di wilayah Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang dari bulan Maret sampai dengan Juni Tahun 2019. Studi peneilitian ini berpijak pada hasil penelitian kualititatif dengan metode deskriptif. Model penelitian menggunakan Countenance Stake. Sumber data diperoleh dari situasi yang wajar (natural setting). penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut, yaitu: (1) studi dokumentasi, (2) observasi, (3) wawancara. Analisis data kualitatif proses scanning dilakukan melalui scanning matrik standard intended berdasarkan logical contingency, yang meliputi antecedent, transaction, dan outcomes. Kemudian melakukan scanning matrik standard observasi berdasarkan logical contingency, yang juga meliputi antecedent, transaction, dan outcomes. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan pembelajaran tematik terpadu, namun dalam rumusan struktur kurikulum, rumusan kompetensi inti dan kompetensi dasar termasuk penilaian menekankan penerapan pembelajaran dengan pendekatan mata pelajaran. Inkonsistensi kebijakan inilah yang menyebabkan di sekolah dasar termasuk SDN Kecamatan Menes mengalami keraguan dalam menerapkan pembelajaran tematik terpadu, belum mencerminkan penerapan pembelajaran tematik terpadu, dan ketidakkonsistenan kebijakan yang ada dan ketidakmampuan sumber daya manusia (SDM) yang ada, baik pendidik, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam melaksanakan pembelajaran tematik. Kata Kunci: Model Evaluasi Countenance Stake, Pembelajaran Tematik
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI KELAS VI B SD NEGERI 16 BANDA ACEH Lili Kasmini; Haris Munandar; Herda Linda
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.501 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.974

Abstract

This study aims to describe the planning and implementation of integrated thematic learning with a contextual approach in Banda Aceh 16 Primary Schools. Integrated thematic learning with a contextual approach is learning that contains some content in a theme that is connected with the real situation of students in real life everyday. This research is a classroom action research in which the sample used was all students of class VI B who participated in learning on theme 1 and theme 2. Data were collected by observing techniques and providing learning outcomes tests. The test is carried out three times, namely at the initial or pre-action stage and at the end of each cycle I and cycle II. The results obtained showed that there was an increase in each cycle which showed better results in every action. The completeness of students at the initial stage only reached 31% with an average value of students at 65.76. The results obtained increased in the first cycle, namely the completeness of students reached 87.87% with an average value of students at 76.48. The results obtained in the second cycle also increased, namely the completeness of students reached 100% with an average value of students at 88.36. The implementation of integrated thematic learning with a contextual approach at Banda Aceh 16 Elementary School has shown the characteristics of appropriate thematic learning that can increase the enthusiasm of students while participating in the learning process both inside and outside the classroom. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaanpembelajaran tematik terpadu dengan pendekatan kontekstual di Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh. Pembelajaran tematik terpadu dengan pendekatan kontekstual adalah pembelajaran yang memuat beberapa muatan dalam suatu tema yang dihubungkan dengan situasi nyata peserta didik dalam kehidupan nyata sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas di mana sampel yang digunakan adalah seluruh peserta didik kelas VI B yang mengikuti pembelajaran pada tema 1 dan tema 2.Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan pemberian tes hasil belajar. Pemberian tes dilaksanakan sebanyak tiga kali, yaitu pada tahap awal atau tahap pra tindakan dan pada akhir dari masing-masing siklus I dan siklus II. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan terdapat peningkatan pada setiap siklus yang menunjukkan hasil yang lebih baik pada setiap tindakan. Ketuntasan peserta didik pada tahap awal hanya mencapai 31% dengan nilai rata-rata peserta didik sebesar 65,76. Hasil yang diperoleh mengalami peningkatan pada siklus I yaitu ketuntasan peserta didik mencapai 87,87% dengan nilai rata-rata peserta didik sebesar 76,48. Hasil yang diperoleh pada siklus II juga mengalami peningkatan, yaitu ketuntasan peserta didik mencapai 100% dengan nilai rata-rata peserta didik sebesar 88,36. Pelaksanaan pembelajaran tematik terpadudengan pendekatan kontekstual di Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh sudah menunjukkan karakteristik pembelajaran tematik yang sesuai yaitu dapat meningkatkan antusiasme peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran baik yang dilakukan di dalam ruangan kelas, maupun di luar ruangan kelas. Kata Kunci: Pembelajaran Tematik, Pendekatan Kontekstual
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN EKSPOSITORI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI KELAS IV SDN PEUNAGA CUT UJONG Agus Kistian; Febry Fahreza; Mulyadi
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.995 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.975

Abstract

The purpose of this study was to determine and analyze the effect of Contextual Teaching and Learning learning models on students' mathematical problem-solving abilities on the material of the surface area of ​​flat build in class IV of SDN Peunaga Cut Ujong. This study uses a quantitative approach and the type of research used is experimental research. The population in this study were the fourth grade students of SDN Peunaga Cut Ujong which amounted to 28 students. The data collection techniques are documentation, observation and tests of mathematical problem solving abilities given essay. Data processing techniques use statistical tests using the t test formula. The results showed that students' mathematical problem solving ability using Contextual Teaching and Learning learning model was better than conventional learning, indicated by the average post-test score of students who used Contextual Teaching and Learning learning model, which was 78.82 and students with conventional learning obtain an average post-test score of 66.58. Based on the results of the calculation of the t-test with a significant level of α = 0.05 and dk = 27. From this value obtained tcount> t table is 4.55> 1.70, so H0 is rejected and H1 is accepted so it can be concluded that there is a significant effect on the students' mathematical problem solving ability on the material of flat surface area through Contextual Teaching and Learning learning model in the fourth grade of SD Negeri Peunaga Cut Ujong. This shows that learning by applying Contextual Teaching and Learning learning models can improve students' mathematical problem solving abilities. Abstrak Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi luas permukaan bangun datar di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong yang berjumlah 28 siswa. Adapun teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang diberikan secara essay. Teknik pengolahan data menggunakan uji statistik dengan menggunakan rumus uji t. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik dari pada pembelajaran konvensional, ditunjukkan dengan rata-rata nilai post-test siswa yang menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning yaitu 78,82 dan siswa dengan pembelajaran konvensional memperoleh rata-rata nilai post-test yaitu 66,58. Berdasarkan hasil perhitungan uji t – tes dengan taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 27. Dari nilai tersebut diperoleh thitung> ttabel yaitu 4,55> 1,70, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi luas permukaan bangun datar melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong. Hal ini menunjukkanbahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Luas Permukaan Bangun Datar
ANALISIS PENGELOLAAN EVALUASI PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR Winarti Dwi Febriani; Geri Syahril Sidik; Riza Fatimah Zahrah
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.251 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.976

Abstract

The background of this research is that the evaluation of learning conducted in the 2013 curriculumbased learning process is often not optimally prepared and has not held fast to the guidelines so that there are still many teachers who have not optimally implemented the 2013 curriculum. The purpose of this study was to describe and analyze the teacher's cognitive readiness in implementing the 2013 curriculum and the management of learning evaluation of cognitive and affective aspects at SDN Cipadung, Kab. Tasikmalaya. This research use desciptive qualitative approach. Data collection techniques using triangulation with instruments used were teacher's cognitive readiness questionnaire, observation sheet and interview sheet for evaluating the 2013 curriculum learning management. The population of this research is all teachers of SDN Cipadung in Parungponteng District, Tasikmalaya Regency. The results showed that based on the results of calculation and analysis of questionnaires, aspects of teacher cognitive readiness obtained good categories. Based on the results of observations and interviews regarding the management of 2013 curriculum learning evaluations on the cognitive aspects get a good category, while the affective aspects get enough categories. It can be concluded that the cognitive readiness of teachers in implementing the 2013 curriculum is good and the management of learning evaluation of cognitive and affective aspects is good. Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah Evaluasi pembelajaran yang dilakukan dalam proses pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 sering kali tidak dipersiapkan secara maksimal dan belum berpegang teguh pada pedoman sehingga masih banyak guru yang belum maksimal mengimplementasikan kurikulum 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan menganalisis tentang kesiapan kognitif guru dalam menerapkan kurikulum 2013 dan pengelolaan evaluasi pembelajaran aspek kognitif dan afektif di SDN Cipadung Kab. Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasidengan instrumen yang digunakan adalah angket kesiapan kognitif guru, lembar observasi dan lembar wawancara pengelolaan evaluasi pembelajaran kurikulum 2013. Populasi penelitian ini adalah seluruh guruSDN Cipadung di Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil perhitungan dan analisis angket, aspek kesiapan kognitif guru memperoleh kategori baik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mengenai pengelolaan evaluasi pembelajaran kurikulum 2013 pada aspek kognitif memperoleh kategori baik, sedangkan pada aspek afektif memperoleh kategori cukup. Dapat disimpulkan bahwa kesiapan kognitif guru dalam menerapkan kurikulum 2013 sudah baik dan pengelolaan evaluasi pembelajaran aspek kognitif dan aspek afektif sudah baik. Kata Kunci: Evaluasi, Sekolah Dasar, Kurtilas, Kesiapan Kognitif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN MATERI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PRAKTIK PENYELENGGARAAN PEMERINTAH NEGARA PADA SISWA KLEAS X SMAN 5 KOTA BANDA ACEH Musdiani; Muslia
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.957 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.977

Abstract

This research is titled “Application of Model learning Based Learning to improve learning performance of PKN value material of Pancasila in the practice of State Government implementation in grade X students SMAN 5 Banda Aceh”. The problem in this research is the implementation of the students ' learning outcomes on the value of Pancasila material in the practice of government administration in the students of class X SAMN 5 Banda Aceh? This research aims to know the application of the problem based learning model to improve learning performance of PKN material value Pancasila in the practice of government administration in class X SMAN 5 Banda Aceh. The approach in this study is quantitative, while the type of research is PTK. The population in this study is the students of SMAN 5 Banda Aceh. Meanwhile, the student samples of Kleas X IPA 5 are 29 students using conventional learning models. For data collection This research uses pretes and postes. Data is analyzed by using the test-t formula. Data analysis results show that the problem based learning model can improve the learning performance of grade X students of SMAN 5 City Banda Aceh. This suggests that conventional learning models can improve the learning performance of the grade X students of SMAN 5 in Banda Aceh. Abstrak Penelitian ini berjudul "Penerapan Model Pembelajaran Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar PKN Materi Nilai Nilai Pancasila Dalam Praktik Penyelenggaraan Pemerintahan Negara Pada Siswa Kelas X SMAN 5 Kota Banda Aceh”. Adapun Permasalahan dalam penelitian ini adalah penerapan ketuntasan hasil belajar siswa pada materi nilai pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintah negera pada siswa kelas X SAMN 5 Kota Banda Aceh? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan prestasi belajar PKN materi nilai pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan negara pada kelas X SMAN 5 Kota Banda Aceh. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah PTK. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 5 Kota Banda Aceh. Sedangkan sampel siswa kleas X IPA 5 yang berjumlah 29 orang siswa dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Untuk pengumpulan data Penelitian ini menggunakan pretes dan postes. Data dianalisis dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMAN 5 Kota Banda Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran konvensional dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMAN 5 Kota Banda Aceh. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Materi Nilai Nilai Pancasila Dalam Praktik Penyelenggaraan Pemerintahan Negara
PENGARUH MEDIA BIG BOOK TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA SEKOLAH DASAR Sigit Vebrianto Susilo; Devi Afriyuni Yonanda; Rieta Pratiwi
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.573 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.978

Abstract

This research is motivated by the lack of students in poetry writing skills. This study aims to determine the effect ofmedia Big Book on poetry writing skills as well as differences in poetry writing skills between groups of students who take thelearning media Big Book and groups of students who take conventional learning. This research is a quasi-experimental design with Nonequivalent Control Group Design. The sample in this study were students in class IVA with a total of 20 students and students in class IVB with a total of 20 students, students of SD Negeri Kalapadua I, Lemahsugih Sub-district, Majalengka Regency, who were determined by simple random sampling technique by lottery. Data collection techniques through written tests using the Process Worksheet (LKP), observation sheets and documentation. Analysis of the data used is qualitative data and quantitative data. Qualitative data were obtained from teacher and student observation sheets and quantitative data were analyzed through statistical description tests, normality tests and Mann-Whitney tests or U tests. Based on the results of data analysis, it showed that: 1) there were significant differences in the initial ability of poetry writing skills between experimental classes and control class. But it can be seen from the results of the average value that the experimental class data of 34.00 lower than the average value of the overall control class of 42.00 can be said that the initial ability of the control class is better than the experimental class before the treatment is given. 2) there is a significant difference in poetry writing skills between classes using big book media and those applying conventional learning that is Sig. (2-tailed) 0,000 <0.05. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya siswa dalam keterampilan menulis puisi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media Big Book terhadap keterampilan menulis puisi serta perbedaan keterampilan menulis puisi antara kelompok siswa yang mengikuti media pembelajaran Big Book dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Desain. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IVA dengan jumlah 20 siswa dan siswa kelas IVB dengan jumlah siswa 20, siswa SD Negeri Kalapadua I Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka yang ditentukan dengan teknik simple random sampling dengan cara undian. Teknik pengumpulan data melalui tes tertulis menggunakan Lembar Kerja Proses (LKP), lembar observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi guru dan siswa dan data kuantitaif dianalisis melalui uji deskripsi statistik, uji normalitas dan uji Mann-Whitney atau uji U. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa : 1) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan awal keterampilan menulis puisi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tetapi dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata bahwa data kelas eksperimen sebesar 34,00 lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata – rata kelas kontrol secara keseluruhan sebesar 42,00 dapat dikatakan bahwa kemampuan awal kelas kontrol lebih baik dibandingkan dengan kelas eksperimen sebelum diberikannya perlakuan. 2) terdapat perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan menulis puisi antara kelas yang menggunakan media big book dengan yang menerapkan pembelajaran konvensional yaitu nilai Sig. (2-tailed) 0,000 <0,05. Kata Kunci: Big Book, Keterampilan Menulis Puisi
PERANAN ORANGTUA, GURU, DAN TEMAN SEBAYA DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Durachman; Zaki Al Fuad
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.979

Abstract

Moral deterioration of a nation is caused by lack of character education in its people. It is found that social infraction, immoral infraction, and free sex has become a culture and habit. It seems that a child considered these morality infractions as usual thing for him/her. Thus, where this nation will go? The next generation as realization of struggle in doing improvement and the maintenance of the truth which based on honesty should be given firm foundation by character education which is started from parent, teacher and peer modelling in their neighbourhood. Parent modelling become first and main factor in children’s character education, because parent is closest persons with their personality in the whole. Then teacher “is obeyed and imitated”, which means children will see example from teacher modelling in learning routine in elementary school, while peers in neighbourhood as second realization who will build a life morality. Good or bad morality depended on who is their closest friend. Parent, teacher, and peer in children neighbourhood should be able to become good modelling in order to give motivation, inspiration in children’s character education toward 2045 golden Indonesia. Abstrak Terjadinya keterpurukan moralitas suatu bangsa disebabkan lunturnya pendidikan karakter pada rakyatnya. Banyak ditemukan pelanggaran sosial, pelanggaran asusila, pergaulan bebas yang sudah membudaya dan terbiasa. Seakan-akan seorang anak sering menemukan pelanggaran moralitas tersebut menjadi hal yang biasa dalam dirinya. Maka, akan dibawa kemana arah bangsa ini? Generasi penerus bangsa, tunas-tunas harapan sebagai wujud perjuangan dalam melakukan sebuah perbaikan serta tegaknya kebenaran yang berladaskan kejujuran seharusnya diberikan pondasi yang kokoh dengan pendidikan karakter yang dimulai dari keteladanan orangtua, guru, dan teman di lingkungannya. Keteladanan orangtua menjadi faktor yang pertama dan utama dalam pendidikan karakter anak, karena orangtua merupakan orang yang paling dekat dengan kepribadiannya secara utuh, kemudian guru “digugu dan ditiru” yang berarti anak akan melihat contoh dari keteladanan seorang guru dalam rutintas pembelajaran di sekolah dasar, sedangkan teman di lingkungan sebagai perwujudan kedua yang akan menunjang sebuah pendidikan moralitas kehidupan, baik buruknya moralitas anak tergantung siapa teman yang berada didekatnya. Orangtua, guru, dan teman di lingkungan anak harus mampu menjadi teladan yang baik sehingga dapat memberikan motivasi, insfirasi dalam pendidikan karakter anak dalam rangka menuju Indonesia emas 2045. Kata Kunci: Keterpurukan Moralitas, Ketauladanan Orangtua, Guru, Teman Membangun Pendidikan Karakter
PENERAPAN INKUIRI DAN SIKAP ILMIAH SISWA SEKOLAH DASAR SERTA PENGEMBANGANNYA DALAM PEMBELAJARAN PELESTARIAN MAKHLUK HIDUP Evi Apriana; Samsul Bahri
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.989 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.980

Abstract

Nature conservation activities aim to keep up plant and animal species to stay sustainable. Efforts to conserve nature can done through education. One strategy that can used by elementary schools is to raise students' awareness of the environment through learning to conserve living things by using a scientific attitude-based inquiry learning model.This study aims to identify the application of inquiry and scientific attitudes of students in learning to conserve living things through needs analysis, documentation studies, and field studies. This study uses a Qualitative Research design, carried out using direct observation methods in class VI students of the semester I who participated in the study of the preservation of living things in three elementary schools in Banda Aceh and deep interviews with key informants teachers and students. After identifying the application of inquiry and scientific attitudes of students, the development of learning to preserve living things is carried out using developmental analysis related to environmental issues. From observations and interviews the results show that the application of inquiry and scientific attitude of students there is no planning on the learning tools for the preservation of living things, the average value of the percentage of inquiry activities is 29% (low), the average value of the percentage of scientific attitude activities is 61% (moderate), and must be improved through learning to conserve living things. Development of an inquiry syllabus based on scientific attitudes, teaching materials, student activity sheets (LKS), tests of preservation of living things, and attitude scales integrated into targets, principles, and methods in inquiry models based on scientific attitude. Learning to conserve living things with a scientific attitude-based inquiry learning model is expected to be able to build student and community awareness of the preservation of Aceh's forests and the environment in a sustainable manner. Abstrak Kegiatan pelestarian alam bertujuan untuk mempertahankan spesies-spesies tumbuhan dan hewan agar tetap lestari. Upaya untuk melakukan pelestarian alam dapat dilakukan melalui pendidikan. Salah satu strategi yang dapat digunakan sekolah dasar untuk menyadarkan kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui pembelajaran pelestarian makhluk hidup dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri berbasis sikap ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan inkuiri dan sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran pelestarian makhluk hidup melalui analisis kebutuhan, studi dokumentasi, dan studi lapangan. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Kualitatif (Qualitative Research), dilakukan menggunakan metode observasi langsung pada siswa kelas VI semester I yang mengikuti pembelajaran pelestarian makhluk hidup di tiga SD Kota Banda Aceh dan wawancara mendalam (deep interview) dengan informan (key person) guru dan siswa. Setelah mengidentifikasi penerapan inkuiri dan sikap ilmiah siswa maka dilakukan pengembangan pembelajaran pelestarian makhluk hidup menggunakan analisis pengembangan yang berhubungan dengan isu-isu lingkungan. Dari observasi dan wawancara diperoleh hasil bahwa penerapan inkuiri dan sikap ilmiah siswa tidak ada perencanaan pada perangkat pembelajaran pelestarian makhluk hidup, nilai rata-rata persentase aktivitas inkuiri adalah 29% (rendah), nilai rata-rata persentase aktivitas sikap ilmiah adalah 61% (sedang), dan harus ditingkatkan melalui pembelajaran pelestarian makhluk hidup. Pengembangan silabus inkuiri berbasis sikap ilmiah, bahan ajar, lembar kegiatan siswa (LKS), tes pelestarian makhluk hidup, dan skala sikap terintegrasi ke dalam sasaran, prinsip, dan metode dalam model pembelajaran inkuiri berbasis sikap ilmiah. Pembelajaran pelestarian makhluk hidup dengan model pembelajaran inkuiri berbasis sikap ilmiah diharapkan mampu membangun kesadaran siswa dan masyarakat akan pelestarian hutan dan lingkungan Aceh secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pembelajaran Pelestarian Makhluk Hidup, Aktivitas Inkuiri, Aktivitas Sikap Ilmiah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MEMPERBAIKI MISKONSEPSI SISWA TENTANG MATERI IPA KELAS V SD Wawan Eka Setiawan; Neri Egi Rusmana
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.391 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.981

Abstract

This research was conducted to determine the effect of PBL learning models on improving understanding of concepts, and improvement of misconceptions of grade V elementary school students in science lessons, and to find out the increase in understanding of the concepts and misconceptions of V grade elementary school students. The research was conducted in elementary schools in the District of North Sumedang Sumedang as an experimental class and one of the elementary schools in Cibugel District, Sumedang Regency as a control class. The research method used was pre-experimental research design with pretest-posttest control design. The results of this study indicate: 1) Knowing the effect of PBL models on understanding concepts based on the t test is 0.05 (0,000 <0.05), this shows that PBL models have a significant influence on concept understanding. 2) Knowing the effect of PBL models on students 'misconceptions shows the results of t test as follows 0.05 (sig. 0,000 <0.05), PBL learning models have a significant influence on the improvement of students' misconceptions. 3) Based on the test withney posttest the control class and the experimental class showed (sig. 0,000 <0.05), based on the calculation of the control class gain an average of 0.58 while the average value of the experimental class gain of 0.71 in the high category. 4) An increase in the misconception of the experimental class students was seen from the results of the pretest-posttest test of the experimental class which showed (sig. 0,000 <0.05), Calculation of experimental class gain shows the number 0.71 in the high category, while the control class gain test results show the number 0.44 in the medium category. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL terhadap peningkatan pemahaman konsep, dan perbaikan miskonsepsi siswa kelas V SD dalam pelajaran IPA, serta untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan miskonsepsi IPA siswa kelas V SD. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang sebagai kelas eksperimen dan salah satu Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang sebagai kelas kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain penelitian pretest-posttest control design. Hasil penelitian ini menunjukan: 1) Mengetahui pengaruh model PBL terhadap pemahaman konsep berdasarkan uji t adalah 0,05 (0,000<0,05) hal ini menunjukan model PBL memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep. 2) Mengetahui pengaruh model PBL terhadap miskonsepsi siswa menunjukan hasil uji t sebagai berikut 0,05 (sig. 0,000<0,05), model pembelajaran PBL memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perbaikan miskonsepsi siswa. 3) Berdasarkan uji withney postes kelas kontrol dan kelas eksperimen menunjukan (sig. 0,000<0,05), berdasarkan penghitungan gain kelas kontrol rata-ratanya 0,58 sedangkan nilai rata-rata gain kelas eksperimen sebesar 0,71 dalam kategori tinggi. 4) Peningkatan miskonsepsi siswa kelas eksperimen dilihat hasil pengujian pretest-postest kelas eksperimen yang menunjukan (sig. 0,000<0,05). Penghitungan gain kelas eksperimen menunjukan angka 0,71 kategori tinggi, sedangkan hasil pengujian gain kelas kontrol menunjukan angka 0,44 kategori sedang. Kata Kunci: Problem Based Learning, Pemahaman Konsep, Miskonsepsi, dan Gaya

Page 1 of 2 | Total Record : 12