cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2012)" : 7 Documents clear
THE RELATIONSHIP BETWEEN TEACHER INTERPERSONAL BEHAVIOR AND STUDENT ATTITUDE TOWARD SCIENCE LEARNING IN PRIMARY SCHOOL: INDONESIAN CASE STUDY Mustafa Kamal Nasution
Jurnal Visipena Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.912 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v3i2.57

Abstract

This study proposes to assess the relationship between student perceptions on teacher interpersonal behavior and student attitude toward Science in Indonesian Primary school. This research engaged 143 students from SDN 47 Jambi, Indonesia. To gather the data, two types of questionnaires were used; Test of Science Related Attitude (TOSRA) and the Indonesian version of the Questionnaire Teacher Interpersonal (QTI). SPSS program were applied to process the data statistically. The result shows that the questionnaires are relatively reliable for Indonesian primary students. Acceptability of Cronbach alpha coefficient was found in both actual and preferred situation. The findings also reveal that from the students’ view, their teachers have relatively good Leadership and Understanding in the classroom, less Uncertainty, Dissatisfaction and Admonishment toward students. However, the students perceive to some extent unfavorable perceptions on their Freedom and teacher Strictness. Another analysis describes that there are significant differences between actual and ideal perceptions on the whole scale of QTI except on Uncertainty. Furthermore, between male and female perceptions, this study finds that there are significant differences on Helping, and Strictness. Lastly, the multiple correlation analysis explaines that there is a correlation between the scale of QTI and Enjoyment toward science, in which Uncertainty and Admonishment scales are significantly negative affect students’ enjoyment in science classroom.
MENGATASI KEMISKINAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Khausar
Jurnal Visipena Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.28 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v3i2.58

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat, banyak ditemukan dinegara-negara yang sedang berkembang termasuk negara Indonesia salah satunya. Telah banyak kebijakan pemerintah yang digulirkan untuk mengatasi kemiskinan seperti program IDT, P2KP, Askeskin, kompesasi BBM, PPK dan lain-lain, tetepi belum membuahkan hasil yang maksimal, bahkan angka kemiskinan dipredikasi akan terus meningkat apabila harga BBM naik lagi, dimana kenaikan harga BBM diikuti oleh kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan angka pengangguran meningkat. Kenyataan didaerah menunjukan bahwa implementasi kebijakan tidak tepat sasaran karena berbagai hal seperti kondisi kemiskinan dipolitisir sebagai lahan bisnis kemanusiaan yang menjanjikan atau program yang diterapkan bersifat parsial, residual dan karitatif. Untuk itu penanggulangan kemiskinan di daerah perlu ditata dan dikoordinir secara baik agar tujuan tercapai secara maksimal.
PENERAPAN INDUKSI MATEMATIKA DALAM PEMBUKTIAN MATEMATIKA Miksalmina
Jurnal Visipena Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.56 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v3i2.59

Abstract

Induksi matematika merupakan sebuah teknik pembuktian pernyataan yang berkaitan dengan objek diskrit yang sangat penting. Penerapan induksi matematika di dalam matematika yang menjadi pokok bahasan utama untuk menjabarkan bagaimana induksi matematika dapat membuktikan sebuah masalah matematika. Induksi matematika merupakan metoda pembuktian yang dapat pula digunakan dalam pembuktian kebenaran algoritma. Induksi matematika memiliki tiga tahapan pembuktian. Tahap pertama, ialah langkah basis dimana tahapan ini untuk membuktikan bila p(n), n = 1 benar. Tahap kedua, merupakan tahap langkah induksi, tahapan yang membuktikan bila p(n) benar maka p(n+1) benar. Tahapan terakhir ialah konklusi, yang menyatakan bahwa semua p(n) adalah benar bila kedua tahapan sebelumnya benar. Pembuktian matematika membahas tentang strategi pembuktian. Bukti langsung, bukti tak langsung, dan bukti kontradiksi. Proses yang digunakan dalam melakukan proses pembuktian ialah proses majumundur, yaitu proses yang memerlukan titik awal. Penerapan induksi matematika dalam pembuktian sebuah masalah matematika memiliki empat prinsip induksi. Pertama; induksi matematika sederhana, sebuah pembuktian dengan metode bukti langsung; induksi matematika yang dirampatkan; induksi kuat dan induksi umum matematika. Induksi matematika sebuah metoda pembuktian matematika yang valid.
KAJIAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK DI KOTA BANDA ACEH Rina Syafrida
Jurnal Visipena Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.677 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v3i2.60

Abstract

Anak usia dini berada pada masa periode emas atau Golden age yaitu periode dimana 90 % otak anak berkembang pada rentan usia 1-5 tahun. Menurut teori Multiple Intelligence yang dikemukan oleh howard gardner, terdapat sembilan aspek perkembangan yang harus dikembangkan pada setiap anak salah satunya adalah kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik pada anak meliputi kecerdasan motorik halus dan motorik kasar anak. Kecerdasan motorik halus meliputi kemampuan yang berhubungan dengan otot halus dan mengkordinasikan mata dengan tangan. Stimulasinya dapat dilakukan melalui kegiatan yang dilakukan secara ruti seperti menyusun puzzle, meronce, melipat, menggunting dan sebagainya. Berbeda dengan kecerdasan motorik halus, kemampuan motorik kasar mengkordinasikan seluruh anggota tubuh dan berhubungan dengan aktifitas otot besar seperti berjalan, berlari, melompat dan kegiatan lainnya. Perkembangan motorik kasar anak usia dini sama pentingnya dengan aspek perkembangan yang lain. Apabila anak tidak mampu melakukan gerakan fisik dengan baik akan menumbuhkan rasa tidak percaya diri dan konsep diri negatif dalam melakukan gerakan fisik.
PENINGKATAN KINERJA DOSEN STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH Saiful Bahri
Jurnal Visipena Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.372 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v3i2.63

Abstract

Perguruan tinggi sebagai lembaga pengembangan ilmu bertujuan melahirkan masyarakat berpengetahuan, berkeahlian, kompeten, dan terampil. Maka perguruan tinggi harus mampu memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat dengan baik, salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan kinerja dosen dalam mewujudkan tridarma perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perencanaan peningkatan kinerja dosen STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh; 2) Strategi peningkatan kinerja dosen STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh; dan 3) Pengawasan dan evaluasi peningkatan kinerja dosen STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.Subjek penelitian terdiri atas ketua dan pembantu ketua bidang akademik, ketua LP2M dan dosen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan peningkatan kinerja dosen yang dikembangkan antara lain; pengiriman tugas belajar, pengiriman short courses, penataran atau lokakarya dalam pembinaan dan kajian keilmuan yang relevan bagi dosen, program pelatihan dan pembinaan dalam menunjang kemampuan akademik; 2) Pelaksanaan kegiatan peningkatan kinerja dosen, disesuai dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya, pelaksanaan peningkatan kinerja dosen mengarah pada Tridarma Perguruan Tinggi; 3) Pengawasan yang dilaksanakan dengan melakukan penilaian kinerja dosen didasarkan atas kinerja tri dharma perguruan tinggi, penilaian administratif oleh pimpinan, dan penilaian-penilaian lainnya.
UPAYA GURU MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PELAJARAN BAHASA INDONESIA Khadijah
Jurnal Visipena Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.374 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v3i2.64

Abstract

Ada dua prinsip yang dapat digunakan untuk meninjau motivasi. Pertama motivasi dipandang sebagai suatu proses akan membantu guru menjelaskan kelakuan yang diamati dan untuk memperkirakan kelakuan-kelakuan lain pada siswa. Kedua guru memntukan karakter dari proses pembejaran dengan melihat petunjuk-petunjuk dari tingkahlaku siswa. Salah satu aspek penting dalam mengajar ialah membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Berbagai cara telah dianjurkan oleh akhli pendidikan untuk mencapai hal itu. Hal ini penting, adalah karena motivasi seseorang dalam bagian internal siswa. Siswa memetapkan alasan dan membuat keputusanya sendiri berdasarkan penglihatannya(perception) terhadap lingkungannyan. Guru mempengaruhi motivasi siswa adalah dengan menciptakan situasi seksternal sehingga siswa akan bertindak sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa cara untuk itu adalah seperti berikut. (1). Menciptakan kegiatan-kegiatan dan potensi belajar itu tampak sebagai sesuatu yang berfaedah. (2). Gunakan motif.
INTEGRATING GEOSPATIAL TECHNOLOGIES IN THE SECONDARY MATHEMATICS CLASSROOM Mailizar
Jurnal Visipena Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.451 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v3i2.65

Abstract

Geospatial technology refers to technology used for visualization, measurement, and analysis of phenomena that occur on the earth. Since features or phenomena that occur on earth relate to mathematical concepts, geospatial technologies have great potential to enhance mathematical learning activities. It is clear that spatial ability is very important in order to succeed in learning mathematics. Geospatial technologies such as Google Earth can facilitate students in enhancing spatial thinking. Moreover Integrating geospatial technology will facilitate learners in making the connection between mathematical concepts and the real world. Finally, the integration will enhance students’ ability in making connections between mathematical concept and their other courses. The integration will face some possible barriers such as limited availability of software and hardware and insufficient ability of the teachers.

Page 1 of 1 | Total Record : 7