cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 480 Documents
Studi Fenomenologi : Pelaksanaan Komunikasi SBAR pada saat Timbang Terima di Bangsal Bedah dan Interne RSUP Dr. M. Djamil Padang Sandra Hardini; Harmawati harmawati; Fatma Sri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.956 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i2.416

Abstract

ABSTRAKPeningkatan komunikasi efektif merupakan sasaran keselamatan pasien yang kedua. Komunikasi efektif menggunakan teknik SBAR merupakan kerangka teknik komunikasi yang disediakan untuk berkomunikasi antar petugas kesehatan. Kesalahan komunikasi menjadi tiga penyebab utama centimental event . Angka kejadian tidak diharapkan (KTD) 0,003% (SPM 0 %) di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Tujuan penelitian ini adalah mengekplorasi pengalaman perawat melaksanakan komunikasi SBAR pada saat timbang terima (handover) di di bangsal Bedah dan Interne RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampling yang digunakan snowball sampling dan cara pengambilan data ke partisipan melalui wawancara mendalam/ indept interview. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Analisa data denganmetode collaizi. Hasil penelitian 1) Pelaksanaan komunikasi SBAR pada saat timbang terima sudah optimal 2) Waktu pelaksanaan komunikasi SBAR saat timbang terima, 3) Pelaksanaan komunikasi SBAR pada saat timbang terima dilakukan di nurse station dan ruang pasien, 4) Perawat merasakan manfaat yang baik dalam menggunakaan komunikasi SBAR, 5) harapan perawat terhadap pelaksanaan komunikasi SBAR saat timbang terima agar selalu diterapkan dan di tingkatkan, 6) Faktor pendukung dalam komunikasi SBAR berupa adanya SPO, pembekalan dan sosialisasi 7) Hambatan dalam melaksanakan komunikasi SBAR saat timbang terima berupa kondisi pasien yang berubah – ubah dan kendala waktu. Saran sebagai pelaksanaan komunikasi SBAR di lakuakan disetiap timbang terima walupun tanggal merah dan dilakukan setiap shift, sebaiknya timbang terima dilakukan di konter perawat dan ruangan rawat pasien dengan menjaga privasi pasien rawatan. Memanfaatkan Komunikasi SBAR dalam pelaporan lisan Kata kunci: Komunikasi SBAR; Timbang Terima ABSTRACTThe Effective communication improved a second target  of patient safety. Effective communication used a technique SBAR communication techniques was the framework provided to communicate between health workers. Misscommunication was causes centimental events . In RSUP Dr. M. Djamil Padang the centimental events was 0,003 % (0 % ) .The purpose of this research  explorated experience of nurse weared SBAR communication at the  handover  surgeon and interne department in RSUP Dr.M.Djamil. This study used descriptive approach with the design and phenomenology. Qualitative research approach mean techniques of sampling used snowball sampling with indepth interviews. The Participants in this study were 6 people. The analysts data  was collaizy method. The research results are 1 ) Applied sbarcommunication 2 ) the time of implementation communication SBAR 3) implementation of the communication SBAR was nurse station and patient rooms , 4 ) the benefit of SBAR communication , 5 ) nurses have hoped implementation of the SBAR communication, 6 SBAR comunication  7 ) the weigh of SBAR communication. the sugests of the research will the hospital  open recruirment news staff, hive them workshop abaout patient safety. keywords: SBAR communication , handover
Hubungan Faktor Genetik dan Pola Makan dengan Kejadian Diabetes Mellitus pada Lansia Nova Rita
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.232 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i1.128

Abstract

Kejadian diabetes mellitus di Indonesia 7,6 juta jiwa penderita diabetes mellitus, Sumatera Barat urutan ke 3 yaitu 1,5% dan 0,4%. dari survei awal pada RW 1X dan X Kelurahan Surau Gadang didapatkan 8 dari 10  lansia menderita diabetes mellitus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus pada lansia. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian di Posyandu Lansia RW 1X dan X Kelurahan Surau Gadang bulan Mei sampai Agustus 2015. Pengumpulan data tanggal 30 Juli sampai 06 Agustus 2015. Populasi berjumlah 78 lansia dan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi. Analisa data digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (57,7%) lansia mengalami diabetes mellitus, (52,6%) faktor genetik, (53,8%) pola makan tidak teratur, (59%). Uji Chi-Square disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor genetik (p = 0,000)  pola makan (p = 0,000). Diharapkan dapat menjadi masukan bagi kader – kader kesehatan mengenai pentingnya faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus pada lansia. Pencegahan diabetes mellitus dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan lansia dengan memberikan penyuluhan dan memperbaiki pola makan.Kata Kunci    : Diabetes mellitus, faktor genetik, pola makan.
Analisis Spasial Temporal Hubungan Kepadatan Penduduk Dan Ketinggian Tempat Dengan Kejadian DBD Kota Padang handayani, sri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.093 KB) | DOI: 10.30633/88122017201725-341

Abstract

ABSTRAK  Kejadian DBD di kota padang terus meningkat pada tahun 2013 terjadi 998 kasus dan tahun 2014 terjadi 666 kasus. menurut HL. Blumm, terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, yaitu faktor perilaku, lingkungan, keturunan dan pelayanan kesehatan. lingkungan ini termasuk kepadatan penduduk dan ketinggian tempat.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecepatan angin dan kepadatan penduduk dengan kejadian DBD. Penelitian ini menggunakan rancangan study kolerasi ( correlasion study ) merupakan jenis penelitian deskriptive yang pada hakikatnya merupakan penelitian atau penelaahan hubungan antara dua  variabel pada situasi atau sekelompok subjek. Penelitian ini dilakukan di kota padang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita penyakit DBD di kota padang tahun  2015, yang tercatat dalam register DBD dinas kesehatan kota padang. berjumlah 2790 . sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan antara kepadatan penduduk dengan Kejadian DBD (p = 0, 360, r = 0,307). Ada hubungan yang bermakna yang berpola negatif hubungan antara ketinggian tempat dengan kejadian DBD (p = 0,038, r = - 0, 659). Tidak tidak ada hubungan antara kepadatan penduduk dengan kejadian DBD dan terdapat hubungan yang bermakna antara ketinggian tempat dengan kejadian DBD di kota padang. Diharapkan pihak kesehatan dapat menjadikan ketinggian tempat dan kepadatan penduduk sebagai salah satu landasan dalam melakukan penanggulangan penyakit DBD. Kata kunci : DBD; kepadatan penduduk; ketinggian tempat  ABSTRACT Incidence of DHF in Padang had increased, 998 cases in 2013 and 666 cases in 2014. According to HL. Blumm, there are four factors that affect the degree of public health : behaviour, environment, heredity, and health services. The environment includes population density and altitude. The aim of this study was to determine the relationship between wind direction, and population density with incidence of DHF.This study used a correlasion study design, a descriptive research which is essentially study or review of the relationship between two variables in a group situation or subject. This research was conducted in Padang. The populationof this study were all of DHF patients in Padang year  2015, which is recorded in the register of DHF in Health Department Padang City, which is 2790 population. All of population became sample in this study.The result showed, there was no correlation between density (p = 0, 360, r = 0.307) with DHF incident. There is a significant relationship with negative pattern between altitude and DHF incident (p = 0.038, r = - 0, 659).There is no relationship between population density and incidence of DHF. There is a significant relationship between altitude with incidence of dengue in the city of Padang. Health authorities should make a collaboration with the condition demografi so thats factors can be monitored well. Key Word                     : DHF, population density, altitude
HUBUNGAN UNSAFE ACTION DAN UNSAFE CONDITION DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BENGKEL MOBIL hasrinal hasrinal hasrinal
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.567 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i2.415

Abstract

Sumatera Barat angka kecelakaan kerja yang dilaporkan oleh PT Jamsostek tahun 2015 sebanyak 408 kasus. Banyak faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja, salah satunya unsafe action dan unsafe condition. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan unsafe action dan unsafe condition dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bengkel mobil di Kecamatan Padang Utara Kota Padang. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional, pada bulan September 2018 di Bengkel Mobil Utama Service Station. Populasi berjumlah 39 orang, teknik pengambilan sampel Total Sampling. Data diolah secara komputerisasi. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian adanya  hubungan unsafe action dengan kecelakaan kerja (p=0,007) dan ada hubungan unsafe condition dengan kecelakaan kerja (p=0,005). Simpulan penelitian hubungan unsafe action dan unsafecondition dengan kecelakaan kerja bermakna.
Pelaksanaan Program Pengendalian TB dengan Menggunakan Strategi Directly Observed Treatment Short-Course di Puskesmas Siulak Mukai Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci Tahun 2014 mimi rosiska; Rizanda Machmud; Fitra Yeni
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.473 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i2.361

Abstract

Penyakit TB merupakan kedaruratan global bagi kemanusiaan, diperkirakan sepertiga penduduk dunia  terinfeksi Mycobacterium Tuberculosis. Indonesia tahun 2009 merupakan negara dengan kasus TB terbanyak ke-5 di dunia. Menyikapi besarnya kasus TB di dunia, WHO pada tahun 1995 merekomendasikan strategi DOTS sebagai strategi pengendalian TB. Secara nasional pencapaian program TB di Indonesia sudah mencapai target, namun di Puskesmas Siulak Mukai pecapaian CDR belum mencapai target. Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana pelaksanaan strategi DOTS di Puskesmas Siulak Mukai. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ditinjau dari tiga komponen sistem, yaitu input, proses, dan output dengan jumlah informan sebanyak 7 orang. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan responden tentang penyakit TB dengan jumlah responden sebanyak 20 orang.  Hasil penelitian kualitaif didapatkan permasalahan pada komponen input, yaitu SDM yang melaksanakan program TB adalah petugas labor karena belum ada petugas khusus program TB di Puskesmas. Permasalahan pada komponen proses adalah kurang efektifnya fungsi manajemen program TB pada perencanaan, pengorganisasian, dan penggerakan karena P2M tidak terlibat membuat perencanaan program TB, pelaksana program tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya serta masih kurangnya tenaga yang terlibat sebagai pelaksana program TB. Pada komponen output pencapaian CDR tidak sesuai target karena belum optimalnya kerjasama tenaga kesehatan dalam mendeteksi kasus TB di lapangan. Hasil penelitian kuantitatif didapatkan tingkat pengetahuan pasien TB dan PMO sebagian besar adalah baik karena adanya upaya petugas kesehatan menyampaikan informasi penyakit TB  pada pasien dan PMO. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan pelaksanan program TB di Puskesmas Siulak Mukai terkendala pada petugas pelaksana, fungsi perencanaan, pengorganisasian dan penggerakan. Disarankan dalam pelaksanaan program TB dilaksanakan oleh petugas khusus TB dan mengoptimalkan fungsi manajemen program TB di Puskesmas.
EFEKTIFITAS TERAPI EMOSIONAL FREEDOM TECNIQUE (EFT) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DI PSTW SICINCIN Rika yoni
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.172 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i2.362

Abstract

Salah satu bentuk terapi komplementer adalah terapi Emotional Freedom Technique (EFT) yang merupakan teknik relaksasi, merupakan salah satu bentuk mind-body therapy dari terapi komplementer dan alternatif dalam keperawatan. EFT merupakan teknik penggabungan dari sistem energi tubuh (energy medicine) dengan menggunakan metode tapping pada beberapa titik tertentu pada tubuh (Zainuddin, 2009; thayib, 2010; Saputra, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pengunaan terapi emotional freedom technique (EFT) terhadap penuruanan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimen dengan rancangan One Group Pre test-post test, yaitu sebelum diberikan terapi EFT terlebih dahulu pre test (pengukuran darah sebelum) kemudian setelah perlakuan (pemberian terapi EFT) maka dilakukan lagi post test (pengukuran tekanan darah sesudah) untuk mengetahui adanya perubahan pada tekanan darah setelah perlakuan tersebut. Hasil penelitian berdasarkan uji-t (T-Tes) yang dipakai dalam penelitian ini, p value <0,05 maka terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan terapi emosional freedom technique. Kesimpulan dari penelitan ini di dapatkan hasil p value = 0,000 yang artinya adanya pengaruh pemberian terapi Emosional Freedom Technique terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di PSTW Sicincin.
Pengaruh kompres hangat jahe merah (Zingiber Officinale Rosc) terhadap rasa nyeri pada pasien Rheumathoid Arthritis Eliza Arman; Etri Yanti; Mimitri Mimitri; Vino Rika Nofia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.401 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.458

Abstract

Rheumatoid Arthritis adalah suatu penyakit autoimun dimana persendianmengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali akhirnyamenyebabkan kerusakan bagian dalam sendi, salah satu upaya untuk mengurangi rasanyeri artritis rheumatoid yaitu dengan kompres jahe merah yang kandungan minyakatsirinya melancarkan peredaran darah dan peradangan sendi.Penelitian ini bertujuanuntuk melihat pengaruh kompres jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri artritisrheumatoid di wilayah kerja puskesmas siulak deras. Penelitian ini menggunakan metodeeksperimen one-group pretest-posttets design dengan menggunakan rumus acak randomsederhana dengan sampel sebanyak 16 orang bertempat diwilayah kerja PuskesmasSiulak Deras, pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dengan penilaianhasil ukur menggunakan numeric Analog Visual (NAV). Rata-Rata intensitas nyeri pretestkompres jahe merah 6,88 dan posttest 3,94. Hasil penelitian ini didapatkan perbedaanintensitas nyeri artritis rheumatoid pretest dan posttest dilakukan kompres jahe. Inidibuktikan dengan uji t-test didapat nilai t yang signifikan = 0,000. Dapat disimpulkanbahwa kompres jahe merah berpengaruh terhadap intensitas nyeri artritis rheumatoid dandapat dilanjutkan sebagai intervensi yang dapat dilakukan secara mandiri oleh penderitaartritis rheumatoid. Diharapkan kepada masyarakat untuk dapat mengolah jahe sebagaiobat alternatif nyeri reumatoid arthritis.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Sadari terhadap Tingkat Pengetahuan Siswi Kelas I SMA Negeri 1 Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Ratna Indah Sari Dewi; H Harmawati; Yeni Oknita
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v11i1.281

Abstract

Sebanyak 78% kanker payudara terjadi pada wanita usia 50 tahun ke atas, 6% pada usia kurang dari 40 tahun. Indonesia sebanyak 28,7% mengalami kanker payudara. Kanker payudara dapat ditemukan secara dini yaitu dengan cara pemeriksaan SADARI. Masih banyaknya remaja putri yang belum mengetahui tentang kesehatan reproduksi, khususnya pengetahuan praktek SADARI, (Word Health Organization). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dan mengetahui  Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang SADARI Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswi Kelas I SMA Negeri 1 Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2018. Jenis penelitian menggunakan desain penelitian pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMA N 1 Sutera kelas I berjumlah 202 orang dengan sampel 41 orang. Data dianalisa secara univariat menggunakan tabel rata-rata dan bivariat dengan uji T-test dependent (α = 0,05). Rata-rata pengetahuan siswi tentang SADARI sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan mean 5,34, standar deviasi 1,543. Rata-rata pengetahuan siswi tentang SADARI sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan mean 7,39, standar deviasi 1,447. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswi tentang SADARI di SMA Negeri 1 Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2018 (p value = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan mempengaruhi pengetahuan siswi tentang SADARI. Diharapkan pihak sekolah dapat mengaktifkan lagi kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah dan mengundang tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatah khususnya tentang SADARI.
ANALISIS BEBAN KERJA TENAGA FILLING REKAM MEDIS (STUDI KASUS KLINIK MEDIKA SAINTIKA) Doni Damara; Chamy Rahmatiqa
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.427 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v11i1.519

Abstract

Hasil observasi awal di bagian rekam medis Klinik Medika Saintika Padang diketaahui jumlah tenaga rekam medis sebanyak 2 orang, 2 oarang tersebut ditempatkan dibagian administrasi atau pendaftaran pasien sedangkan dibagian filling tidak ada tenaga tetap sehingga bisa dilakukan analisis beban kerja tenaga filling rekam medis. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan obsevasional analitik Populasi dalam penelitian ini adalah banyaknya rekam medis yang disiapkan dengan accidental sampling dari rata-rata setiap hari sebanyak 32 berkas rekam medis dengan mengguakan analisis data metode workload analysis (analisis beban kerja). Dari hasil hitung jam kerja efektif Klinik Medika Saintika Padang adalah 3,92 jam/hari (14104 detik) dan waktu menyelasaikan semua tugas dibagian filling telah sesuai hanya saja pada bagian filling tidak ada tenaga kerja tetap. Pekerjaan dibagian filling sementara waktu dibantu oleh tenaga administrasi atau pendaftaran, sehingga dari hasil hitungan jumlah kebutuhan tenaga kerja rekam medis dibagian filling Klinik Medika Saintika Padang adalah 1 orang. Pihak klinik harus memperhatikan tenaga kerja dan perlunya struktur organisasi untuk memperjelas memperjelas tanggung jawab, uraian tugas serta kedudukan seorang pegawai, sehingga akan terpenuhi pegawai tetap dibagian filling rekam medis untuk mempertahankan beban kerja dan terbentuknya manajemen waktu yang tepat agar jam kerja efektif dapat dipertahankan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BEBAN KELUARGA YANG MERAWAT ANAK AUTIS DI KOTA PADANG FACTORS ASSOCIATED WITH FAMILY BURDEN CARING FOR CHILDREN WITH AUTISM IN PADANG Yola Yolanda; Khatijah Binti Abdullah; Ira Erwina
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.399 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v11i1.531

Abstract

Keluarga yang merawat anak autis tidak terlepas dari kondisi stres, depresi, cemas, dan tekanan lain yang dialami selama mengasuh anak. Kondisi tersebut juga mempengaruhi kemampuan keluarga dalam mengasuh anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan beban keluarga yang merawat anak autis di kota Padang tahun 2016. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah 301 keluarga yang memiliki anak autis di seluruh SLB kota Padang dan sampel sebanyak 172 orang. Pengumpulan data pada tanggal 25 Mei– 8 Juni 2016. Tekhnik pengambilan sampel dengan Proporsional Stratified  Random sampling. Instrument penelitian dukungan sosial menggunakan MSPSS dan beban keluarga menggunakan instrument ZBI. Uji statistik Chi-square membuktikan adanya hubungan bermakna antara dukungan sosial dan pendidikan dengan beban keluarga yang merawat anak autis. Faktor yang paling berhubungan dengan beban keluarga adalah dukungan sosial dan pendidikan. Diharapkan sekolah khusus anak autis di kota Padang lebih memotivasi keluarga untuk hadir di kegiatan Parenting Sosial Support setiap bulannya, mencari informasi lewat media online yang terpercaya karena dengan adanya berbagi pengalaman dalam pengasuhan anak autis dapat mengurangi beban dalam merawat anak autis, dan perawat jiwa berperan dalam deteksi masalah psikososial dan kejiwaan dalam keluarga merawat anak autis di sekolah autis, memberikan Family Psiko Edukasi (FPE), dan Terapi Supportif Kelompok .

Page 11 of 48 | Total Record : 480