cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK MOZART TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI FRAKTUR Muhammad Arif; Yuli Permata Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.431 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.310

Abstract

ABSTRAKNyeri dapat  diatasi  dengan  berbagai  metode  yang  dapat  dilakukan  oleh  pasien dalam  membantu  mengurangi  dan  menghilangkan  nyeri  khususnya nyeri pasca operasi fraktur salah satunya adalah dengan terapi musik mozart. Studi  pendahuluan  di  Ruang  Bedah RS. Dr. Achmad  Mochtar Bukittinggi,  didapatkan  data  informasi  dari    perawat  ruangan  bahwa  dalam  mengatasi  nyeri  pasien  post  operasi  belum  ada  yang  menerapkan  tindakan  pemberian  terapi  musik  Mozart. Tujuan penelitian ini adalah Untuk  mengetahui  Efektifitas Terapi Musik Mozart Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Fraktur.Desain penelitian  ini  adalah Pre Experimental Design,dengan mengunakan One-grup pretest postest, sampel pada penelitian ini adalah pasien post operasi fraktur yang berjumlah15 orang yang diambil dengan tekhnik Accidental Sampling. Hasil analisis uji statistik non parametrik dengan menggunakan Wilcoxondengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) diperoleh nilai p value adalah 0,001, dengan demikian p value> α (0,001>0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi mozart efektif dalam penurunan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Fraktur. Disarankan kepada responden untuk dapat menerapkan terapi mozart sebagai alternatif untuk meminimalkan nyeri tidak hanya di rumah sakit melainkan di rumah saat sudah keluar dari rumah sakit.Kata Kunci: Terapi Musik Mozart, Intensitas Nyeri, Pasien Post Op Fraktur EFFECTIVENESS OF MOZART MUSIC THERAPY TOWARDS REDUCTION OF PATIENT INTENSITY POST OPERATION FRACTURESABSTRACTPain can be overcome by various methods that can be done by the patient in helping reduce and eliminate pain, especially post-fracture pain, one of which is Mozart's music therapy. Preliminary study in the Surgery Room. Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Hospital, obtained information data from room nurses that there was no one in overcoming the pain of postoperative patients applying Mozart's music therapy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Mozart's music therapy on the reduction of pain intensity in post patients fracture. The design of this study was Pre Experimental Design, using the One-group pretest posttest, the sample in this study were 15 postoperative fracture patients taken with the technique of Accidental Sampling. The results of non parametric statistical test analysis using Wilcoxon with a confidence level of 95% (α = 0.05) obtained p value is 0.001, thus p value> α (0.001> 0.05) so it can be concluded that mozart therapy is effective in decreasing Pain Intensity of Post Patients Fracture Surgery. It is recommended for respondents to be able to apply Mozart therapy as an alternative to minimize pain not only in the hospital but at home when they are discharged from the hospital.Key Words : Mozart Music Therapy, Pain Intensity, Patient Fracture Post Op
Hubungan Motivasi Bermain Game Online Dan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Adiksi Game Online Pada Remaja di SMPN Kota Padang Dwi Christina Rahayuningrum; Zabidah Putit; Ira Erwina
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.105 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.315

Abstract

ABSTRAK Adiksi game online saat ini menjadi permasalahan global. Adiksi game online akan membuat pemainnya asik bermain game online hingga melupakan waktu dan menimbulkan hal negatif seperti melupakan kewajiban dan terganggu pola tidur. Faktor yang mempengaruhi adiksi game online motivasi dan dukungan sosial teman sebaya, motivasi yang tinggi bisa dari diri sendiri dan lingkungan akan mempengaruhi adiksi seseorang terhadap game online. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi dan dukungan sosial dengan adiksi game online pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas 7 dan 8 SMP N 13 Padang yang bermain game online yang berjumlah 150 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner adiksi game online (GASA), motivasi bermain game online¸ dan dukungan sosial teman sebaya (ISEL). Hasil penelitian menunjukkan 64,7% remaja yang mengalami adiksi game online, motivasi bermain game online tinggi pada remaja 66,7%, dan dukungan sosial teman sebaya yang tinggi 76,7%. Terdapat hubungan antara motivasi dengan adiksi game online dengan p value=0,000 (p<0,05), serta tidak ada hubungan dukungan sosial dengan adiksi game online dengan p value=0,450 (p<0,05). Disarankan kepada pihak sekolah untuk melakukan konseling terkait dampak game online pada guru dan meningkatkan kegiatan ekstrakulikuler juga untuk keperawatan jiwa disarankan untuk melakukan kegiatan berupa promosi dan preventif seperti melakukan konseling atau psikoedukasi pada keluarga serta anak terkait dengan dampak bermain game online. Kata Kunci       : game online, motivasi, dukungan sosial, adiksi¸ psikososial, remaja Relationships Motivation Playing Online Games And Social Support Peers With Online Game Addiction Adolescents in SMPN Padang City ABSTRACT Online game addiction is now a global problem. Online game addiction will make the players cool to play online games to forget about time and give rise to negative things like forgetting its obligations and disturbed sleep patterns. Getting addicted to online game could ense from oneself and or being motivated and supported by peers. The purpose of this study is to determine the relationship between motivation and social support with online game addiction in adolescents. This study is a descriptive with cross sectional design. The samples of this studi include 7th and 8th grade students of SMPN 13 Padang the total sample are 150. The research instrument used questionnaire online game addiction (GASA), the motivation to play online games and social support peer (ISEL). The results showed 64.7% of adolescents who experience addiction online games, play online games high motivation in adolescents 66.7%, and peer social support high 76.7%. There is a relationship between motivation and addiction online games with p value = 0,000 (p<0,05), and no social support relationships with online gaming addiction with p value = 0.450 (p<0,05). It suggested to the school counseling online game-related impacts on teachers and increase extracurricular activities also for the soul of nursing are advised to carry out promotion and preventive activities such as counseling or psycho-education in family and child related to the impact of online gaming. Keywords: online games, motivation, social support, psychosocial addiction, teen
EFEKTIFITAS METODE KANGURU TERHADAP SUHU PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Fenny Fernando; Ayu Gustia Ningsih; Melia Pebrina; Honesty Diana Morika
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.126 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.306

Abstract

ABSTRAKBBLR masih terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global mencapai 15% bayi di seluruh dunia (lebih dari 20 juta jiwa). Sangat penting Terapi pendamping menggunakan metode kangguru yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya hipotermi karena tubuh ibu dapat memberikan kehangatan kepada bayinya secara terus menerus dengan cara kontak antara kulit ibu dengan kulit bayi.Tujuan penelitian ini mempelajari pengaruh metode kangguru terhadap peningkatan suhu pada bayi BBLR. Jenis penelitian ini quasi eksperimen ,dengan rancangan studi rancangan yang berupaya untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan melibatkan kelompok kontrol Bayi BBLR yang melakukan perawatan dengan inkubator dan kelompok eksperimen  Bayi  BBLR yang melakukan perawatan dengan metode kanguru dengan rancangan post test only. Penelitian dilakukan pada Bulan Juni sampai dengan November 2018. Penelitian dilaksanakan di RSUD D.Rasidin dan RS TK III Dr.Reksdiwiryo Populasi adalah Seluruh ibu yang melahirkan bayi BBLR   terdata di rekam medis RSUD D.Rasidin dan RS Tk III.Reksodiwiryo  berjumlah 26 Bayi. Sampel berjumlah 26 BBLR yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Data dianalisis  menggunakan uji Wilcoxon, dan nilai p < 0,05 dianggap bermakna secara statistik. Rerata suhu aksila kelompok metode kanguru 36,8 ±0,3  dan rerata suhu aksila pada kelompok inkubator 36,4±0,1. Rerata total kehilangan panas kering pada kelompok metode kanguru dsan inkubator sebesar 29,66 ± 0,53 J dan pada kelompok inkubator 34,28 ± 0,77 J. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada pengaruh metode kangguru terhadap suhu aksila pada bayi BBLR. Disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan perbandingan apabila dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perawatan yang tepat pada BBLR.Kata Kunci : BBLR, Metode Kangguru dan Inkubator THE EFFECTIVENESS OF KANGAROO METHOD ON TEMPERATURE AND HEAT LOSS IN LOW BIRTH WEIGHT BABIES (LBW)                ABSTRACTLow Birth Weight still continues to be a significant public health problem globally that reached until 15% of babies worldwide (more than 20 million people). The therapy of using the Kangaroo method can be used to prevent hypothermia because the mother's body can provide warmth to the baby continuously by contact the mother's skin with the baby's skin. The purpose of this study was to study the effect of kangaroo method on increasing temperature in Low Birth Weight. The type of research was quasi-experimental, with a design study to reveal a causal relationship between control group of Low Birth Weight infants who cared for an incubator and an experimental group for LBW infants who were treated with Kangaroo methods. This research used a post test design only. The study have done in June untill November 2018. The study was carried out in Dr.Rasidin Hospital and Dr.Reksodiwiryo Hospital. The population was all mothers who gave birth to low bith weight were recorded in the medical records of Dr.Rasidin Hospital and Reksodiwiryo Hospital. The sample amounted to 26 low birth weight taken by consecutive sampling technique. Data were analyzed using Wilcoxon Test, and p <0.05 was considered statistically significant. The mean axillary temperature of the kangaroo method group was 36.8 ± 0.3 and the mean axillary temperature in the incubator group was 36.4 ± 0.1. The average total dry heat loss in the kangaroo method was 29.66 ± 0.53 J and in the incubator group 34.28 ± 0.77 J. The results concluded that there the kangaroo method on axillary temperature in low birth weight. It is suggested that the results of this study can be used as a comparison for the next research. Keyword: Low Birth Weight, Kangaroo methode,incubator methodeE
PENGARUH JUS LIDAH BUAYA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN 2 JAM PP(Post Prandial) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Febria Syafyu Sari; Ridhyalla Afnuhazi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.677 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.311

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah. Lidah buaya berkhasiat untuk menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes dan dapat mengontrol tekanan darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jus lidah buaya (AloeBarbadensis Miller) terhadap penurunan glukosa darah puasa GDP) dan 2 Jam PP (Post Prendial) pada penderita DM (Diabetes Melitus). Desain penelitian merupakan Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – postest design. Sampel terbagi menjadi 14 responden. Data dianalisis dengan paired t-test. Hasil menunjukan rata-rata penurunan glukosa darah puasa pada intervensi (28,42 gr/dl) dan glukosa darah 2 jam pp pada intervensi (40,57 gr/dl). Untuk analisis bivariat terdapat perbedaan antara glukosa puasa dan 2 jam pp dengan glukosa darah puasa GDP) dan 2 Jam PP (Post Prendial) pada penderita DM (Diabetes Melitus). Kesimpulan didapatkanlidah buaya dapat menurunkan kadar glukosa darah.Berdasarkan hasil penelitian jus lidah buaya dapat menjadi salah satu alternatif keperawatan non farmakologi dalam penyakit diabetes melitus. Kata Kunci : Lidah Buaya ; Diabetes Mellitus THE EFFECT OF VEGETABLE VOCATIONAL JUICE ON FAST BLOOD GLUCOSE LEVELS AND 2 HOURS OF PP (Post Prandial) IN DIABETES MELLITUS  ABSTRACT Diabetes mellitus is the most prominent disease caused by the failure of blood sugar regulation. Aloe vera is efficacious can to  reduce blood sugar levels for diabetics and can control blood pressure. The purpose of this study was to determine the effect of Aloe Barbadensis Miller on the reduction of fasting blood glucose GDP and 2 hours of PP (post prendial) in patients with diabetes mellitus. The research design is Experimental Quasi with one group pretest - postest design approach. The sample is divided into 14 respondents. Data were analyzed by paired t-test. The results showed an average decrease in fasting blood glucose at intervention (28.42 gr / dl) and 2 hours pp blood glucose at intervention (40.57 gr / dl). For bivariate analysis there was a difference between fasting glucose and 2 hours pp with fasting blood glucose GDP) and 2 hours PP (Post Prendial) in patients with diabetes mellitus. The conclusion is that aloe vera can reduce blood glucose levels. Based on the results of research on aloe vera juice can be an alternative non-pharmacological nursing in diabetes mellitus. Keywords: Aloe Vera ; Diabetes Mellitus
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pasangan Infertil Yang Sedang Menjalani Pengobatan Infertilitas Di Rumah Sakit Kota Jambi Dan Padang Bri Novrika; Herni Susanti; Dewi Eka Putri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.1 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.316

Abstract

ABSTRAKKecemasan dapat menjadi faktor penting dalam keputusan mencari,  melanjutkan, ataupun menghentikan pengobatan infertilitas. Tingkat kecemasan pasangan infertil bervariasi dan dipengaruhi mekanisme koping dan penyesuaian yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pasangan infertil yang sedang menjalani pengobatan infertilitas di Rumah Sakit Kota Jambi dan Padang. Jenis penelitian ini adalah cross secsional, dengan sampel 76 wanita infertil yang mengalami kecemasan dengan tehnik total sampling. Analisis data dengan uji chi square dan one sample t test.Hasil penelitian terdapat hubungan diagnosis infertilitas (p = 0,012) dan mekanisme koping (p = 0,000) dengan kecemasan pada pasangan infertil. Tidak ada hubungan karakteristik usia (p = 0.318), pendidikan (p = 0,595), pekerjaan (p = 0,824), durasi infertilitas (p = 0,987), riwayat pengobatan (p = 0,449), dukungan keluarga (p = 0,568), dan budaya terkait infertilitas (p = 0,401).Mekanisme koping merupakan faktor paling dominan mempengaruhi kecemasan wanita pasangan infertil yang sedang menjalani pengobatan infertilitas, yaitu wanita pasangan infertil yang memiliki mekanisme koping berfokus pada emosi mempunyai peluang 7,66 kali untuk mengalami kecemasanKata kunci                  : Kecemasan, Infertil, Pengobatan Infertilitas Analysis of Factors Affecting Anxiety in Infertile Couples Who Are Treating Treatment for Infertility in Jambi City Hospital and Padang ABSTRACTAnxiety can be an important factor in the decision to seek, continue, or stop infertility treatment. The level of anxiety of infertile couples varies and is influenced by coping mechanisms and adjustments made. This study aims to determine the factors that influence the anxiety of infertile couples who are undergoing infertility treatment in Jambi City Hospital and Padang.This type of research is cross sectional, with a sample of 76 infertile women who experienced anxiety with a total sampling technique. Data analysis with chi square test and one sample t test.The results of the study showed a correlation between infertility diagnosis (p = 0.012) and coping mechanism (p = 0.000) with anxiety in infertile couples. There was no correlation between the characteristics of age (p = 0.318), education (p = 0.595), employment (p = 0.824), duration of infertility (p = 0.987), medical history (p = 0.449), family support (p = 0.568), and culture related to infertility (p = 0.401).Coping mechanism is the most dominant factor affecting anxiety of infertile couples who are undergoing infertility treatment, ie infertile couples who have an emotional-focused coping mechanism have a chance of 7.66 times to experience anxietyKeywords: Anxiety, Infertility, Infertility Treatment
PENGARUH PIJATAN PERINEUM DAN SENAM KEGEL TERHADAP PENGURANGAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN Meldafia Idaman; Niken .,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.693 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.307

Abstract

ABSTRAK Sekitar 70% ibu melahirkan pervaginam mengalami trauma perineum. Berbagai cara untuk mengurangi ruptur pada perineum antara lain dengan senam kegel (kegel exercise) dan pijatan perineum pada ibu hamil trimester tiga. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh pijatan perineum dan senam kegel terhadap pengurangan ruptur perineum pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini pre-experimental menggunakan pendekatan Post Test Only Control Group Design. Penelitian dilakukan pada ibu hamil dengan usia kehamilan ≥ 34 minggu hingga persalinan di Bidan Praktek Mandiri (BPM) Kota Padang pada bulan Juni sampai September 2018. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 orang yang dibagi 3 kelompok perlakukan yaitu kelompok pijat perineum, senam kegel dan kombinasi. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian didapatkan peringkat rata-rata pengurangan kejadian ruptur perineum lebih banyak pada perlakuan yang melakukan latihan kombinasi pijat perineum dan senam kegel yaitu 6,29 dari pada responden yang melakukan latihan pijat perineum yaitu 12,93. Peringkat rata-rata pengurangan kejadian ruptur perineum lebih banyak pada perlakuan latihan pijat perineum dibandingkan perlakuan yang melakukan latihan senam kegel yaitu 13.73. Berdasarkan uji statistik p value 0,03 (p< 0,05) didapatkan ada pengaruh pijatan perineum dan senam kegel terhadap pengurangan ruptur perineum pada ibu bersalin. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pijatan perineum dan senam kegel terhadap pengurangan ruptur perineum pada ibu bersalin.Kata Kunci     : Pijatan, Perineum, Senam, Kegel, Ruptur Effect Of Perineum Massage and Kegel Exercise On Reduction Perineum Rupture ABSTRACT About 70% women giving birth to vaginal have perineal trauma. Kegel exercise, perineal massage in third trimester of pregnant reduce rupture of the perineum. The purpose of study was to identify the effect of perineum massage and kegel exercise on the reduction of perineum rupture in women after giving birth. This type of research was pre-experimental using Post Test Only Control Group Design. The study was conducted on pregnant women with gestational age ≥ 34 weeks until delivery in Independent Practice Midwife (IPM) of Padang from June to September 2018. Population and sample in this study was 21 people divided into 3 treatment group : perineum massage, kegel exercise and combination group. Data was analyzed by using the kruskal Wallis test. The average rate of perineum rupture reduction was 6.29 more in the respondent who did combination treatment (both perineum massage and kegel exercise), than respondents who did perineum massage exercises (12.39). Average rating of the reduction in incidence of perineum rupture was more in treatment of perineum massage training compared to Kegel exercise treatment (13.73). Based on statistical test p value 0.03, it can be concluded that there is an effect of perineum massage and kegel exercise on reduction perineum rupture.Keywords : Massage, Perineum, Kegel, Exercise, Rupture
HUBUNGAN GENETIK, ASUPAN MAKANAN, DAN SEDENTARY BEHAVIOR DENGAN KEJADIAN OBESITAS SISWA SLTA KECAMATAN TANAH ABANG JAKARTA PUSAT Dwi Yulia Maritasari; Resmiati .,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.361 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.308

Abstract

Obesitas merupakan keadaan kelebihan lemak tubuh yang abnormal. Obesitas yang terjadi pada masa remaja meningkatkan risiko obesitas saat dewasa dan menimbulkan beberapa masalah kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kejadian obesitas pada siswa SLTA di Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat. Desain penelitian adalah cross sectional, pengambilan sampel menggunakan metode systematic random sampling, dan total sampel sebanyak 128 responden. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi obesitas sebesar 33,6%denganrata-rata nilai z-scoresebesar1,37.Hasilpenelitianmenunjukkanada perbedaan rata-rata nilai z-score diantara keempat kategori riwayat genetik (p value = 0,0001). Ada hubungan yang signifikanantaraobesitasberdasarkannilai z-scoredengandurasitidur (p value = 0,0001, r = -0,328),  sedentary behavior (0,007, r = 0,238), danasupanmakanan: lemak (p value = 0,0001, r =0,425), protein (p value = 0,001, r =0,294), karbohidrat (p value = 0,0001, r =0,418), energi (p value = 0,0001, r =0,568). Faktor yang paling dominan mempengaruhi nilai z-score adalah memiliki ibu obesitas. Pada responden yang memiliki ibu obesitas, nilai z-score lebih tinggi sebesar 0,618 dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki kedua orang tua obesitas.Anak sekolah yang memiliki kedua orang tua atau salah satu orang tua yang obesitas sebaiknya mulai menjaga pola makan dan gaya hidup yang lebih baik dan sehat karena mereka mempunyai kerentanan secara genetik untuk menjadi obesitas. Kata Kunci : Obesitas; Remaja;Genetik;Asupan; Sedentary Behavior Association Genetic History,Nutrients Intake,and Sedentary Behavior withObesity in High School Students in Tanah Abang sub-District Central Jakarta  ABSTRACT Obesity is a condition of  abnormal excess body fat. Obesity in adolescence will increase the incidence of adult obesity  and it could cause some health issues. This study aims to find the dominant factor of obesity in High School  students in Sub-District Tanah Abang Central Jakarta. The study design used is cross sectional, samples achieved by using the systematic random sampling with 128 students as total samples. Analysis of data includes univarate, bivariate, and multivariate analysis (multiple linear regression). The results showed that the prevalence of obesity was 33.6% with average of z-score was 1.37.The results also showed that there were differences in the average of z-score between the four categories of genetic history (p value = 0,0001). There was a significant relationship between obesity based on the value of  z-score with sleep duration (p value = 0,0001, r = -0,328), sedentary behavior (0,007, r = 0,238), and nutrients intake: fat (p value = 0,0001, r = 0,425), protein (p value = 0,001, r = 0,294), carbohydrate (p value = 0,0001, r = 0,418), energy (p value = 0,0001, r = 0,568). The most dominant factor affecting the obesity is having obese mothers. The z score of respondents who have obese mothers is 0.618 higher than those who do not have obese parents. High School students who have both parents or one of the obese parents should begin to maintain a better and healthier diet and lifestyle because they have a genetic susceptibility to obesity. Keywords : Obesity;Adolescent ;Genetic; Nutrients Intake; SedentaryBehavior 
HUBUNGAN MANAJEMEN KONTROLING KEPALA RUANGAN DENGAN MOTIVASI DAN KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN OLEH PERAWAT PELAKSANA DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT Riris Friandi; Netty Suharti; Harmawati Harmawati
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.335 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i2.375

Abstract

Manajemen kontroling adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi. Motivasi adalah dorongan individu untuk melakukan tindakan karena mereka ingin melakukannya. Dokumentasi keperawatan mempunyai porsi yang besar dari catatan klinis klien yang menginformasiakn faktor tertentu atau situasi yang terjadi selama asuhan dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen kontroling kepala ruangan dengan motivasi dan kelengkapan pendokumentasian oleh perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Mayjend H.A Thalib Kerinci. Jenis penelitian ini deskriptif korelasi dengan desain Cross Sectional. Penelitian dilakukan diruang rawat inap Rumah Sakit Umum Mayjend H.A Thalib Kerinci Tahun 2014 melalui kuesioner dan observasi dilakukan pada bulan Juni. Sampel diambil secara total sampling dengan jumlah 52 orang. Hasil penelitian manajemen kontroling kepala ruangan dilakukan dengan baik sebesar 76,9%, motivasi perawat tinggi sebanyak 73,1% dan pendokumentasian dilakukan lengkap sebanyak 46,2%. Hasil uji statistik  chi-square menunjukan ada hubungan yang bermakna manajemen kontroling kepala ruangan dengan motivasi perawat diperoleh nilai p=0,010 dan hubungan manajemen kontroling kepala ruangan dengan kelengkapan pendokumentasian juga bermakna dimana nilai p=0,045. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dengan memberikan pelatihan, peningkatan jenjang pendidikan, memberikan penghargaan, memberlakukan system jenjang karir dan melakukan evaluasi kepada seluruh perawat untuk meningkatkan motivasi perawat.
Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan dengan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Menerapkan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Mayjenn HA Thalib Kerinci Reni Trevia; Helmi Arifin; Dewi Eka Putri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.488 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i2.359

Abstract

Kinerja perawat merupakan faktor penentu dalam mutu pelayanan di sebuah rumah sakit, perawat akan selalu dituntut melakukan kinerjanya yaitu memberikan asuhan keperawatan secara optimal dan sesuai standar yang telah ditentukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah gaya kepemimpinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan dengan kinerja perawat pelaksana dalam menerapkan asuhan keperawatan di RSU Mayjend HA Thalib Kabupaten Kerinci. Desain penelitian deskriptif analitik, pendekatan cross sectional. Sampel adalah 101 perawat pelaksana di ruang rawat inap RSU Mayjend HA Thalib dengan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian adalah kinerja perawat pelaksana baik sebesar 67,3% dan didapatkan gaya kepemimpinan demokratis kuat sebesar 57,4%. Otokratik lemah 68,3%, partisipatif lemah sebesar 52,5% dan laisez faire lemah sebesar 69,3%. Terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) antara gaya kepemimpinan demokratik (p=0.001) dan otokratik (p=0,013)dengan kinerja perawat pelaksana menerapkan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSU Mayend HA Thalib Kabupaten Kerinci. Saran bagi pihak manajemen rumah sakit agar memberikan pelatihan tentang asuhan keperawatan kepada perawat pelaksana terutama pada tahap pengkajian dan evaluasi. 
Analisis Efek Senam Kaki Terhadap Sensitifitas Kaki pada Pasien Diabetes Di Wilayah Kerja Puskesmas Alai Padang Putri Dafriani; Siti Aisyah Nur; Welly Martawati
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.885 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i2.401

Abstract

Neuropathy or neurological disorders are caused by hyperglycemia. It can cause damage to the peripheral nervous system. It makes diabetic patients cannot feel heat, pain and tingling. The aim of this research to determine the effect of foot exercise on foot sensitivity at diabetic patients in Puskesmas Alai Kota Padang. This type of research is quasi-experimental, one group pretest postest. Sample was 16 diabetic patients in Puskesmas Alai. The data were processed by computerization with univariate analysis using descriptive statistics and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test.  The results of univariate analysis showed an average foot sensitivity before foot exercise was 1,56 and after that was 2,44. The results of bivariate analysis showed that there was an effect with p = 0,000 (p≤0,05). Based on the results, this study proved the effect of foot exercise in diabetic patients. It suggested to facilitate foot exercise at diabetic patients by nurses in Puskesmas Alai.

Page 9 of 49 | Total Record : 484