cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2020)" : 16 Documents clear
Optimasi Carbomer, Propilen Glikol, dan Trietanolamin Dalam Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia) Amira Fawwaz Tsabitah; Abdul Karim Zulkarnain; Mae Sri Hartanti Wahyuningsih; Dwi Aris Agung Nugrahaningsih
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.45666

Abstract

Ekstrak etanol daun kembang bulan atau Tithonia diversifolia telah diteliti memiliki kemampuan sebagai anti keloid yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula gel dengan sifat fisik dan stabilitas yang baik. Metode yang digunakan dalam optimasi ini adalah Simplex Lattice Design. Formula optimum gel dibuat dari bahan carbomer, propilen glikol, dan trietanolamin. Parameter yang diukur adalah viskositas, pH, daya sebar, freeze and thaw cycles, dan sineresis. Hasil uji kemudian dianalisis menggunakan paired t-test.Hasil penelitian menunjukan bahwa formula optimum gel terdiri dari 0,81% carbomer, 5,9% propilen glikol, dan 0,58% trietanolamin dengan viskositas 155,96 d.Pas, daya sebar 4,06 cm, pH 5,50, dan sineresis 0,64%. Basis gel yang dihasilkan bening, memiliki viskositas 156,10 ± 2,87 d.Pas, daya sebar 3,95 ± 0,07 cm, pH 5,50 ± 0,00, dan sineresis 0,46 ± 0,00 %. Sediaan basis gel stabil dalam uji stabilitas fisik. Gel ekstrak etanol daun kembang bulan yang dihasilkan memiliki viskositas 77,70 ± 2,30 d.Pas, daya sebar 4,55 ± 0,21 cm, pH 5,32 ± 0,01, dan sineresis 1,42 ± 0,28 %. Sediaan gel ekstrak etanol daun kembang bulan kurang stabil dalam uji stabilitas fisik pada viskositas yang mengalami penurunan, daya sebar yang mengalami kenaikan, pH yang mengalami kenaikan, dan sineresis yang meningkat.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Empirik dan Profil Antibiotik Pasien Multi-Drug Resistant Acinetobacter baumannii di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Avanilla Fany Septyasari; Titik Nuryastuti; Ika Puspitasari
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.643 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.47912

Abstract

Resistensi antibiotik menjadi salah satu masalah yang dihadapi pada penyakit infeksi saat ini, dan salah satu bakteri yang mengalami resistensi adalah Acinetobacter baumannii. Bakteri Acinetobacter baumannii merupakan bakteri yang banyak dijumpai pada infeksi nosokomial. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui antibiotik yang poten terhadap infeksi MDR Acinetobacter baumannii pada pasien rawat inap di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2016 – 2018, secara observasional dan metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pengambilan data secara retrospective. Penggunaan antibiotik empiris pada pasien dievaluasi kesesuaiannya, kemudian antibiotik yang sesuai dianalisis prediksi kadar antibiotik, untuk mengetahui apakah antibiotik yang diberikan memenuhi kadar minimal dalam tubuh. Analisis dilakukan dengan membandingkan prediksi kadar antibiotik empiris dengan MIC antibiotik literatur (di bawah MIC atau di atas MIC) terhadap outcome klinis pasien menggunakan analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil antibiotik yang poten yaitu amikasin (62,9%), meropenem (56,9%), cotrimoksazol (42,5%), ampisilin-sulbaktam (29%), levofloksasin (20,7%), dan gentamisin (20,5%). Hubungan antara prediksi kadar antibiotik empiris di atas MIC terhadap outcome klinik tidak berbeda signifikan dengan di bawah MIC dibandingkan dengan outcome klinik (nilai p: 0,337). 
Production of Compact Powder Blush on from Secang Wood (Caesalpinia sappan L.) Extract Rety Setyawaty; Mela Dwiyanti; Dewanto Dewanto
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.212 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.48583

Abstract

Secang wood (Caesalpinia sappan L.) is one of the local resources that contain natural pigments, namely brazilin. Brazilin is a pigment derived from Secang wood (Caesalpinia sappan L.) that is potentially used as a natural dye. This study aims to prove that Secang Wood (Caesalpinia sappan L.) can be applied as a dye in Compact Powder Blush On.The method for obtaining Secang wood (Caesalpinia sappan L.) extract uses the maceration extraction method with a sample of Secang wood (Caesalpinia sappan L.) of 250 gram and ethanol 96% then evaporated in a water bath with a temperature below 80 0C resulting in a yield of Secang wood (Caesalpinia sappan L.) extract of 27.87%. pH during the maceration process must be kept neutral, if it is not stable then it is added citric acid or sodium bicarbonate. The components of the Compact Powder Blush On are Talcum, Kaolin, Parrafin Liquid, Okside Zinc, Isopropyl myristate, and the addition of Secang wood extract (Caesalpinia sappan L.) with a concentration of 5%, 10%, 20%. Tests on preparations made include pH test, sticky power test, topical test, and stability test.The observations show that the Compact Powder Blush On preparation at a concentration of 5%, 10%, and 20% Secang wood extract (Caesalpinia sappan L.)  is pink, easily applied, has an average adhesion of 13.83%, produces a pink color when applying, and has a pH of 7. However, using Secang wood (Caesalpinia sappan L.) as a Blush On dye does not have color stability. Based on the results of the study it can be concluded that Secang Wood (Caesalpinia sappan L.) can be used as a natural dye Compact Powder Blush On, but additional ingredients are needed so that the color remains stable during storage at room temperature.
Hubungan Penggunaan Antihipertensi Terhadap Rekurensi pada Pasien Kanker Payudara non Metastasis Widyaningrum Utami; Kartika Widayati; Fita Rahmawati
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.558 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.48603

Abstract

Hipertensi merupakan jenis komorbid yang sering terjadi pada pasien kanker payudara. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukan adanya hubungan antara antihipertensi terhadap kekambuhan (rekurensi) pasien kanker payudara, namun hasilnya belum konsisten. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara penggunaan antihipertensi terhadap kejadian atau waktu rekurensi pada pasien kanker payudara.Penelitian menggunakan desain cohort resrosppective dengan melibatkan pasien sejumlah 120 penderita kanker payudara non metastasis terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang menggunakan antihipertensi (60 pasien) dan kelompok yang tidak menggunakan antihipertensi (60 pasien) yang memenuhi kriteria inklusi di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Sumber data penelitian diperoleh dari rekam medik pasien tahun 2015 sampai 2018. Hubungan antara antihipertensi terhadap rekurensi dianalisis menggunakan Chi-square kemudian dilanjutkan dengan analisis survival dengan Kaplan-Meier dan cox-regresion. Waktu terjadinya rekurensi ditentukan dari waktu antara diagnosis dengan saat terjadinya sel kanker payudara yang tumbuh kembali. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara obat antihipertensi dengan kejadian rekurensi pada pasien kanker payudara (HR 1.341; 95%CI 0.632-2.848, log rank test P=0.444). Begitu pula dengan jenis obat antihipertensi (ARB, CCB dan kombinasi keduanya) juga tidak berhubungan dengan kejadian rekurensi (p=0.279). Namun terdapat perbedaan mean recurrence time yaitu 40 bulan pada pasien kanker payudara dengan antihipertensi ARB tunggal (HR=1.427; 95%CI=0.527-3.859), 57 bulan dengan antihipertensi CCB tunggal (HR=0.696; 95%CI=0.257-1.884), dan 58.65 bulan dengan antihipertensi kombinasi.
Pembuatan Sediaan Tabir Surya Ekstrak Etanol Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht), Aktivitas Inhibisi Fotodegradasi Tirosin dan Kandungan Fenolik Totalnya Tatang Irianti; Teuku Nanda Saifullah Sulaiman; Nanang Fakhrudin; Siluh Astuti; Nita Testikawati; Soda Farida; Jovanita Fara Addina
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.999 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.49421

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan intensitas sinar matahari yang tinggi sehingga hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap kulit manusia. Untuk mencegah kerusakan akibat dari cahaya matahari diperlukan suatu bahan yang bersifat fotoprotektor dengan mekanisme kerja menyerap atau menghalangi cahaya matahari masuk ke kulit. Flavonoid ekstrak etanol rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht) diketahui memiliki aktivitas sebagai fotoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol rimpang temu kunci dalam sediaan tabir surya yang mengandung bahan aktif oksibenson sebagai fotoprotektor; mengetahui aktivitas fotodegradasi tirosin serta kadar fenolik total ekstrak etanol rimpang temu kunci. Pada penelitian ini dilakukan dengan menguji delapan formula. Penentuan kemampuan fotoproteksi berdasarkan nilai transmisi eritema dan transmisi pigmentasi. Uji inhibisi fotodegradasi dilakukan dengan menggunakan enam kelompok komposisi tirosin dan Rhetoflam. Uji penentuan kadar fenolik total dilakukan menggunakan metode Follin-Ciocalteu. Hasil pengukuran diintrapolasikan ke dalam kurva baku asam galat. Penambahan ekstrak etanol rimpang temu kunci mampu menurunkan transmisi eritema 0,72-0,76 kali dan transmisi pigmentasi 0,57-0,61 kali dari sediaan tabir surya. Pemberian ekstrak etanol rimpang temu kunci 6% pada sediaan tabirsurya mengandung oksibenson 6% meningkatkan efektivitas tabir surya dengan menurunkan transmisi eritema 1,00 kali dan transmisi pigmentasi 1,02 kali lebih baik dari sediaan tabir surya mengandung bahan aktif oksibenson saja. Sedangkan kandungan fenolik total ekstrak etanol ripang temu kunci adalah sebesar 7,11 ± 0,15 % EAG dengan aktivitas penghambatan fotodegradasi tirosin 2,06 kali lebih besar dibandingkan dengan vitamin C pada kadar yang sama, yaitu 0,15%. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanolik rimpang temu kunci dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif fotoprotektor dalam sediaan kosmetik.
Estimasi Nilai Years of Life Lost (YLL) Penyakit Kanker Akibat Secondhand Smoke di Indonesia Kadek Ida Krisnadewi; Susi Ari Kristina; Chirun Wiedyaningsih
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.98 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.49615

Abstract

Paparan rokok pada perokok pasif  meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke pada orang dewasa, dan juga gangguan pernafasan hingga kematian pada anak-anak. Perokok pasif menjadi penyebab 42.000 kematian pada kanker, dan sebanyak 7000 lebih kematian disebabkan oleh kanker paru. Tujuan penelitian ini adalah menghitung beban ekonomi dari sisi Years of Life Lost (YLL). Estimasi nilai years of life lost  (YLL) untuk 6 penyakit kanker akibat perokok pasif diambil per kelompok jenis kelamin. YLL dihitung dengan mengalikan angka harapan hidup menurut standar WHO Life table dan estimasi kematian akibat kanker.Diperoleh hasil nilai YLL laki-laki dan perempuan apabila dijumlahkan yakni, nilai terbesar ialah pada kanker paru-paru (19.823 person years), diikuti dengan kanker kolon (19.007 person years), kanker pankreas (14.155 person years), kanker perut (3.372 person years), kanker kandung kemih (3.251 person years) dan kanker laring (1.242 person years). Kesimpulannya, terdapat 3 penyakit kanker akibat perokok pasif yang menimbulkan jumlah kehilangan tahun (akibat kematian dini YLL) terbesar ialah kanker paru-paru, kanker kolon dan kanker pankreas. Pertimbangan indikator YLL penting dilakukan sebagai sumber informasi dalam penentu kebijakan. Nilai YLL dari kanker paru cukup tinggi, hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan tenaga kesehatan agar lebih mewaspadai dan menghimbau terkait bahayanya paparan perokok pasif bagi masyarakat.
Formulation of Anti-Acne Gel of Moringa oleifera, L. Ethanolic Extract and Antibacterial Test on Staphylococcus epidermidis Dian Eka Ermawati; Cahyarani Intan Ramadhani
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3929.634 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.50319

Abstract

Moringa oleifera L. leaves contain flavonoid, alkaloid, and phenolic compounds which have antibacterial activity. Staphylococcus epidermidis is one of the bacteria that causes acne. The purpose of this study is to compare bacteriostatic ability of the extracts and gel for S. epidermidis bacteria and to get gel formula that can fulfills the physical properties of a good gel. Moringa leaves were extracted with maceration method using ethanol 70% in three days. HPMC 4000 was used as the polymer. Extract was added with variation concentrations of 5, 10, and 15%. Physical evaluation of gel was organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, adhesion, and spread tests for 4 weeks. In vitro bacteriostatic activity test with 1% clindamycin gel as positive control and polymer gel as negative control. The result showed that variations concentrations of ethanolic extract of Moringa leaves affected the physical properties of gel including viscosity, pH, adhesion and spreadability. Bacteriostatic activity test of ethanolic extract of Moringa leaf was classified as strong activity, while 15% Moringa leaf ethanol extract gel was classified as moderate activity with average diameter was 9.14 mm
The Effect of Combination of Hydroxypropylmethylcellulose and Carboxymethylcellulose Sodium Polymers to The Physical Properties of Celery (Apium graveolens L.) Ethanolic Extract Patch Dian Eka Ermawati; Galuh Kartikasari
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3338.559 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.50358

Abstract

Celery herbs (Apium graveolens L.) contain apigenin compounds (flavonoids) that are effective as antihypertensiv. Celery herbs used in the form of decoction and oral preparations have a deficiency that is voluminous and can cause gastric irritation. Patches were chosen because it can prevent gastric irritation and reduce the frequency of drug administration because the drug is delivered over the skin with a long duration. This study aimed to know the effect of variations in the ratio of the concentrations of hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) and carboxymethylcellulose sodium (CMC sodium) polymers to the physical properties of celery herbs ethanol extract patch.This study was conducted with maceration of celery herbs using 96% ethanol and then dispersed in patch made with variations in the concentrations ratio of HPMC and CMC sodium polymers of 3:1, 1:1, and 1:3. Patches were tested for physical properties including organoleptic, pH, thickness, weight, folding endurance, and moisture content. Statistical analysis of test data used One Way ANOVA and Paired Samples T Test.The results of statistical analysis showed that the increase concentrations ratio of CMC sodium polymer in the combination of HPMC and CMC sodium polymers could increase the thickness, weight, and moisture content of celery herbs ethanol extract patch. The best patch was formula 2 with the same concentration ratio of HPMC and CMC sodium polymers because it showed the best results with a pH 6,12-6,29, thickness 1,37-1,53 mm, weighting 2,24-2,52 gram, folding endurance more than 300 times, and the moisture content was quite stable.  
Analisis Luaran Klinik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Peresepan Antidiabetik dan Komplikasi Pande Made Desy Ratnasari; Tri Murti Andayani; Dwi Endarti
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.242 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.50566

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang membutuhkan terapi antidiabetik seumur hidup guna mengontrol glukosa darah serta mencegah terjadinya komplikasi. Peresepan antidiabetik yang diberikan kepada pasien serta terjadinya komplikasi dapat mempengaruhi luaran klinik yaitu glukosa darah sewaktu (GDS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan  luaran klinik  berdasarkan peresepan antidiabetik dan jenis komplikasi.  Rancangan penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Subyek penelitian adalah pasien DM tipe 2 dengan usia ≥18 tahun yang memperoleh antidiabetik secara rutin minimal 3 bulan sebelum penelitian Di Instalasi Rawat Jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta periode September 2017. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan rekam medik dengan teknik purposive sampling. Analisis data demografi dan perbedaan luaran klinik berdasarkan peresepan antidiabetik dilakukan secara deskriptif. Uji Chi-square digunakan untuk melihat perbedaan luaran klinik berdasarkan jenis komplikasi. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 48,5% pasien memperoleh kombinasi antidiabetik oral dan insulin, sedangkan terjadinya komplikasi didominasi makrovaskuler (19,5%). Terdapat perbedaan luaran klinik berdasarkan peresepan antidiabetik dan komplikasi (p=0,009). Pasien dengan kombinasi oral serta pasien tanpa komplikasi menunjukkan luaran klinik yang terkontrol paling tinggi.
Gambaran Ketergantungan Nikotin pada Rokok Elektronik/Vape Dikalangan Mahasiswa Yogyakarta Dima Nurohmah Hayati; Susi Ari Kristina; Yoyi Suryo Prabandari
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.383 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.52211

Abstract

Rokok elektronik atau vape adalah salah satu alat yang mengandung nikotin. Peredaran di Indonesia, saat ini merupakan barang yang memiliki dampak negatif bagi masyarakat yakni terdapatnya zat addictive berupa nikotin yang dapat membuat ketergantungan pada penggunanya, termasuk didalamnya adalah pengguna oleh mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketergantungan nikotin pada rokok elektronik/vape dikalangan mahasiswa Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling menggunakan kuesioner FTND (Fagerstrom Test for Nicotine Dependence) secara online dan hasil disajikan secara deskriptif. Dari total enam pertanyaan FTND, sebanyak 137 responden mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi, diperoleh kriteria dari mayoritas responden adalah berjenis kelamin laki – laki, berusia kurang dari atau sama dengan 22 tahun, sedang menempuh pendidikan Sarjana Strata 1 (S1), dan memiliki pendapatan kurang dari Rp. 1.850.000, dengan mayoritas kategori ketergantungan nikotin adalah low to moderate dan moderate dependence (83.3% dan 39.4%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan rokok elektronik/vape dikalangan mahasiswa dapat menyebabkan ketergantungan nikotin dengan kategori low to moderate.

Page 1 of 2 | Total Record : 16