cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2011)" : 5 Documents clear
EVALUSI TINGKAT KERASIONALAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS DAN TIMBULNYA INFEKSI LUKA OPERASI PADA OPERASI SECTIO CAESAREA TANPA KOMPLIKASI DI RSIA MELANIA BOGOR PERIODE JANUARI-JUNI 2010 Osie Listina; Mustofa Mustofa; A.M. Wara Kusharwanti
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.693 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i3.24060

Abstract

Jumlah pasien yang mengalami kejadian infeksi luka operasi (ILO) dan yang tidak mengalami kejadian infeksi luka operasi (Non ILO) masing-masing sebanyak 58 pasien. Pasien yang mempunyai penyakit penyerta mengalami kejadian infeksi luka operasi sebesar 3,45% dan yang tidak mengalaminya sebesar 2,59%, sedangkan pasien yang tidak mempunyai penyakit penyerta mengalami kejadian infeksi luka operasi sebesar 46,55 % dan yang tidak mengalaminya sebesar 47,41%. Pasien yang menjalani jenis operasi elektif mengalami kejadian infeksi luka operasi sebesar 13,80% dan yang tidak mengalaminya sebesar 41,38%, sedangkan pasien yang menjalani jenis operasi cito mengalami kejadian infeksi luka operasi sebesar 36,20% dan yang tidak mengalaminya sebesar 8,62%. Pasien yang menjalani ronde operasi 1 mengalami kejadian infeksi luka operasi sebesar 16,38% dan yang tidak mengalaminya sebesar 38,80%. Sedangkan pasien yang menjalani ronde operasi ³ 2 mengalami kejadian infeksi luka operasi sebesar 33,62% dan yang tidak mengalami sebesar 11,20%. Berdasarkan analisa statistik tidak terdapat hubungan antara penyakit penyerta dengan kejadian infeksi luka operasi tetapi terdapat hubungan antara jenis operasi dan ronde operasi terhadap kejadian infeksi luka operasi. Kasus kejadian interaksi obat yang potensial terjadi sebesar 21,55 % dari 116 pasien, hal ini menggambarkan perlunya kewaspadaan terapi.
PENGARUH MEDIUM DISOLUSI PADA PROFIL DISOLUSI RANITIDIN HCL DARI SEDIAAN GASTRORETENTIVE T. N. Saifullah Sulaiman; Achmad Fudholi; A Kharis Nugroho
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.831 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i3.24061

Abstract

Metode pengujian disolusi dan kondisi selama pengujian pada modified release dosage form perlu disesuaikan dengan sifat fisikakimia obat dan jenis sediaan. Disolusi obat dari bentuk sediaan dikontrol oleh sifat fisika kimia obat, bentuk sediaan, tipe alat, dan medium disolusi yang digunakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh medium disolusi pada profil disolusi dan kinetika pelepasan sediaan floating tablet gastroretentive ranitidin HCl. Alat disolusi yang digunakan tipe 2 USP. Medium disolusi yang digunakan 2 macam yaitu HCL 0,1 N dan Simulated Gastric Fluid (SGF) tanpa pepsin. Temperatur uji 37oC ± 0,5oC, dan kecepatan pengadukan 75 rpm. Sampling dilakukan selama 6 jam, dan diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV pada λ 313,4 nm. Untuk membandingkan profil disolusi dari ke dua medium, digunakan parameter similarity factor (f2) dan difference factor (f1). Data disolusi juga dianalisis dengan menggunakan beberapa parameter kinetika pelepasan, antara lain, zero order, first order, Higuchi release, Hixson-Crowell cube root, dan Korsmeyer Peppas untuk menentukan orde kinetika pelepasannya. Dari hasil uji disolusi diketahui bahwa perbedaan medium disolusi yang digunakan tidak mempengaruhi profil disolusi ranitidin HCl dari tablet gastroretentive (nilai f2 lebih dari 50 % dan nilai f1 kurang dari 15). Perbedaan medium disolusi juga tidak mempengaruhi kinetika dan mekanisme pelepasan.
EVALUASI RESPON PENGOBATAN MALARIA DI RSUD SUMBAWA PERIODE JANUARI-APRIL 2011 Tri Widiastuti; Mustofa Mustofa; A.M. Wara Kusharwanti
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.464 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i3.24057

Abstract

Depkes RI telah menerbitkan Standard Pengobatan Malaria yang dapat digunakan sebagai acuan pengobatan malaria di Puskesmas ataupun RS di Indonesia. Perlu dilakukan pengamatan di RSUD Sumbawa apakah pengobatan yang telah diberikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta hasil pengobatan malaria umumnya belum dilakukan evaluasi secara berkala. Penelitian observasional yang dilakukan dengan rancangan studi deskriptif evaluatif melalui penelusuran data secara prospektif terhadap rekam medik serta mengikuti perkembangan pasien malaria sampai hari ke-28. Respon pengobatan dari 60 pasien telah sesuai dengan standar Depkes RI. Sebanyak 50 pasien malaria vivax diterapi (klorokuin + primakuin) menghasilkan respon klinis ACPR 47 pasien (94%), ETF 1 pasien (3,33%) dan LPF 2 pasien (4%). Ada 1 pasien malaria vivax diterapi dengan kinin + primakuin menghasilkan respon ACPR. Penderita yang mengalami malaria falciparum sebanyak 7 pasien. Ada 5 pasien malaria falciparum diterapi dengan (sulfadoksin-pirimetamin) + primakuin menghasilkan respon klinik ACPR 4 pasien (80%), LPF 1 pasien (20%). Ada 2 pasien malaria falciparum yang diterapi kina + primakuin menghasilkan respon ACPR. Terdapat 2 pasien malaria mix diterapi dengan ACT (artesunat + amodiakuin) + primakuin menghasilkan respon klinik ACPR. Penggunaan antimalaria di RSUD Sumbawa periode Januari-Maret 2011 sesuai standar dari Depkes. Evaluasi respon pengobatan klorokuin, kina, sulfadoksin-pirimetamin, arsuamoon (artesunat-amodiakuin) kombinasi primakuin menghasilkan ACPR : 93,33%, LPF : 5%, dan ETF : 1,67%.
PENGARUH SURFAKTAN NON-IONIK TERHADAP PERMEABILITAS USUS TIKUS PADA TRANSPOR SULFAMETOKSAZOL Siti Aminah; Nusratini Nusratini
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1511.718 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i3.24059

Abstract

Surfaktan non-ionik merupakan bahan yang sering digunakan untuk meningkatkan kelarutan obat yang sukar larut pada sediaan per oral. Salah satu obat yang banyak digunakan pada berbagai infeksi dan kelarutannya kecil adalah sulfametoksazol. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh beberapa surfaktan non-ionik dengan berbagai panjang rantai karbon gugus hidrofobik terhadap kelarutan sulfametoksazol dan pengaruhnya terhadap permeabilitas dinding usus pada transpor sulfametoksazol. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan kelarutan sulfametoksazol dalam dapar fosfat pH 6,5 dengan penambahan polisorbat 20, polisorbat 40, polisorbat 60 rentang konsentrasi 10 sampai dengan 40 mg% b/v pada suhu 37º C. Percobaan transpor sulfametoksazol dalam dapar fosfat isotonik pH 6,5 menggunakan Everted Small Intestine Sac Technique dengan penambahan polisorbat di bawah dan di atas harga CMC. Pemeriksaan kadar sulfametoksazol menggunakan spektrofotometer UV pada λ 258 nm. Hasil menunjukkan bahwa penambahan polisorbat 20, 40, 60 meningkatkan kelarutan sulfametoksazol (p
EVALUASI KINERJA INSTALASI FARMASI RSUD KOTA YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD Satibi Satibi; Achmad Fudholi; Hari Kusnanto; Jogiyanto Jogiyanto
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.881 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i3.24058

Abstract

Pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta ditinjau melalui empat perspektif yaitu learning and growth, proses bisnis internal, customer dan keuangan Pada penelitian ini dirancang dengan studi kasus yang bersifat deskriptif evaluatif data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif berupa hasil wawancara mendalam dengan Kepala Instalasi Farmasi sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui observasi, kuesioner, laporan administrasi, laporan keuangan RSUD Kota Yogyakarta dan laporan keuangan Instalasi Farmasi. Data dianalisis secara diskriptif yang dibandingkan dengan standar dari masing-masing indikator yang ada. Dari hasil penelitian menunjukkan kinerja pada perspektif keuangan 3 tahun terakhir rata-rata kontribusi IFRS ke RS 42,67% dan ITOR 7,4 kali. Dari perspektif konsumen, kepuasan konsumen 3,13 (puas), dan keterjaringan pasien 89,42%. Dari proses bisnis internal: ketersediaan obat 95,42%, pelayanan informasi obat masih belum memenuhi standar Kepmenkes no. 1197/menkes/SK/2004, dispensing time untuk racikan 31,55 menit dan non racikan 11,34 menit. Dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan: semangat kerja tinggi dan produktifitas sangat tinggi. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja IFRSUD Kota Yogyakarta dengan pendekatan BSC menunjukkan kinerja yang sudah baik, walaupun masih perlu upaya perbaikan khususnya dalam dispensing time, pengendalian persediaan obat dan pelayanan informasi obat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5