cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2013)" : 5 Documents clear
UJI DISOLUSI TERBANDING TABLET METFORMIN HIDROKLORIDA GENERIK BERLOGO DAN BERMEREK Devia Permata Sari; T.N. Saifullah Sulaiman; Okti Ratna Mafruhah
Majalah Farmaseutik Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.702 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v9i1.24106

Abstract

Metformin hidroklorida adalah obat antidiabetes yang digunakan untuk pengelolaan diabetes mellitus tidak tergantung insulin. Metformin hidroklorida mempunyai sifat kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi mempunyai permeabilitas yang rendah (BCS kelas III) sehingga perlu dilakukan uji ekivalensi in vitro (uji disolusi terbanding) dan in vivo. Perbedaan bahan tambahan dan proses produksi masing-masing pabrik dapat menyebabkan perbedaan kualitas tablet metformin hidroklorida yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan profil disolusi berbagai tablet metformin hidroklorida generik berlogo dan bermerek. Uji disolusi dilakukan sesuai USP 35-NF 30 yaitu dengan media buffer phospat pH 6,8 pada suhu 37 ± 0,5ºC, menggunakan alat uji tipe 2 dengan kecepatan putar 50 rpm. Penentuan kadar terdisolusi tablet metformin hidroklorida menggunakan alat spektrofotometer UV pada panjang gelombang 233 nm. Parameter yang diamati adalah nilai Q30, DE dan similarity factor (f2). Hasil analisis secara statistik menunjukkan tidak adanya kemiripan profil disolusi antar produk generik berlogo dan bermerek dengan inovator dan antar produk generik berlogo dengan produk generik bermerek, namun terdapat kemiripan profil disolusi antar produk generik berlogo dengan generik bermerek yang berasal dari pabrik yang sama.
KOMPOSISI MINYAK ATSIRI RIMPANG KUNYIT PUTIH (CURCUMA MANGGA VAL.) DARI BEBERAPA DAERAH DI DIY DENGAN GCMS Harti Astuti
Majalah Farmaseutik Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.76 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v9i1.24107

Abstract

Kunyit putih (Curcuma mangga Val.) banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit misalnya demam, mengurangi rasa sakit sewaktu haid, sebagai penenang, sakit perut (kolik), memacu kontraksi otot perut, memacu sekresi empedu, hepatoprotektor, dan dikembangkan pula kemungkinan sebagai obat antikanker. Minyak atsiri merupakan komponen utama kunyit putih disamping amilum, tanin, dan damar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan komposisi minyak atsiri rimpang kunyit putih yang berasal dari beberapa daerah di DIY yaitu Kulonprogo, Bantul dan Gunung Kidul. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengisolasi dan menentukan kadar minyak atsiri Curcuma mangga Val. dari daerah Kulonprogo, Bantul dan Gunung Kidul DIY dengan destilasi uap, lalu dilanjutkan dengan penentuan indeks bias dan kelarutannya secara kualitatif, serta melakukan analisis komponen masing-masing minyak atsirinya melalui profil kromatogram Gas chromatography mass spectrometry (GCMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi minyak atsiri dari daerah Kulonprogo, Bantul, dan Gunung Kidul DIY dengan cara destilasi uap memberi-kan hasil kadar minyak atsiri yaitu berturut-turut sebesar 1,87% v/b, 1,25% v/b, dan 1,06% v/b. Data hasil analisis GCMS menunjukkan bahwa minyak atsiri dari daerah Kulonprogo, Bantul, dan Gunung Kidul DIY mengandung komponen minyak atsiri yang bervariasi untuk masing-masing daerah, namun ada kesamaan kandungan diantara ketiganya yaitu ketiga daerah tersebut mengandung sineol, bergamiol, pinen, mirsene, geraniol, 4-(4-metilpent-3-enil)-3,6-dihidro-1,2-dithiin,dan 1,6-oktadien-3-ol,3,7-dimetil-propanoat, dengan kadar relatif sineol antara 2,00 s.d. 8,40 % v/v.
ISOLASI FLAVONOID DAUN MURBEI (MORUS ALBA L.) SERTA UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI PENURUN TEKANAN DARAH ARTERI PADA ANJING TERANESTESI Siti Aminah; Suwijiyo Pramono
Majalah Farmaseutik Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.445 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v9i1.24103

Abstract

Daun murbei (Morus alba Linn.) secara tradisional digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan pada penelitian terdahulu endapan fraksi airnya telah terbukti memiliki efek penurunan tekanan darah arteri anjing teranestesi dan didalamnya terdeteksi senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi flavonoid yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penurunan tekanan darah pada anjing teranestesi. Endapan air dekokta daun murbei difraksinasi dengan eter, etil asetat dan air. Isolasi flavonoid masing-masing fraksi dilakukan secara kromatografi kertas dengan fase gerak campuran tersier butanol, toluene, asam asetat, dan air dalam berbagai perbandingan. Pengujian aktivitas penurunan tekanan darah dilakukan dengan memberikan larutan isolat aktif 1% dalam larutan NaCl fisiologis secara intravena. Identifikasi isolat aktif dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa daun murbei mengandung 3 isolat yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penurunan tekanan darah arteri anjing teranestesi, yaitu biflavonoid yang tersusun oleh flavon dengan 3’, 4’ dihidroksi dan auron dengan 5,4’ dihidroksi (21,66 % penurunan), senyawa kumarin yang struktur parsialnya mengarah pada eskuletin (24,30 %) dan flavonoid rutin (35,95 %).
PENGARUH KONSENTRASI MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX DC.) DALAM PASTA GIGI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN DAYA ANTIBAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Tiar Rizki Hayu; Mimiek Murrukmihadi; Mutmainah Mutmainah3
Majalah Farmaseutik Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.559 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v9i1.24104

Abstract

Penyakit karies gigi adalah suatu kerusakan gigi yang dimulai dari permukaan dan berkembang ke arah dalam pada gigi, diawali dengan proses demineralisasi gigi. Penyakit tersebut biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Minyak atsiri kulit buah jeruk purut memiliki kandungan utama berupa sitronellal. Senyawa tersebut dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi minyak atsiri kulit buah jeruk purut terhadap karakteristik fisik dan daya antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Minyak atsiri kulit buah jeruk purut yang tersedia dibuat pasta gigi dengan berbagai konsentrasi minyak atsirinya F1 (4%), F2 (6%), dan F3 (8%). Masing-masing formula dilakukan uji karakteristik fisik dan daya antibakteri Streptococcus mutans. Berdasarkan percobaan, peningkatan konsentrasi minyak atsiri kulit buah jeruk purut menurunkan nilai pH, viskositas, daya lekat, pembentukan busa, dan meningkatkan daya sebar namun tidak berpengaruh pada organoleptis dan homogenitas. Pada uji antibakteri Streptococcus mutans peningkatan konsentrasi minyak atsiri kulit buah jeruk purut meningkatkan daya antibakteri terhadap Streptococcus mutans ditunjukkan dengan meningkatnya zona bening yang terbentuk yaitu F1 (12,70mm), F2 (17,49mm), dan F3 (23,44mm) tetapi uji statistik tidak menunjukkan perbedaan signifikan
TANGGAPAN PASIEN RAWAT INAP KELAS I, II DAN III TERHADAP PELAYANAN OBAT DI BANGSAL PENYAKIT DALAM RSUD KABUPATEN BREBES Indri Dwi Rahasasti; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.024 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v9i1.24105

Abstract

Pelayanan obat merupakan bagian dari pelayanan kesehatan umumnya pasien menuntut kualitas pelayanan yang bermutu. Keadaan sosial-ekonomi dan pendidikan masyarakat yang semakin tinggi menjadikan masyarakat lebih kritis dalam menilai kualitas rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan dari kualitas pelayanan obat ditinjau dari dimensi berwujud, keandalan, daya tanggap, kepastian dan empati terhadap tanggapan pasien, mengetahui tingkat tanggapan pasien sebagai pengguna layanan rawat inap, dan mengetahui perbandingan tingkat tanggapan pasien rawat inap antar kelas terhadap pelayanan obat. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif non eksperimental dan data diperoleh dari penyebaran kuesioner dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling sebanyak 60 responden yang diambil pada bulan Februari-Maret 2007. Data dianalisis dengan uji kruskal-wallis dan korelasi bivariate (T Kendall) dengan bantuan program SPSS for window ver.12.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh signifikan antara kualitas pelayanan obat ditinjau dari dimensi keandalan terhadap tanggapan pasien, sedangkan pengaruh dimensi daya tanggap, kepastian, empati, dan berwujud tidak signifikan. Penilaian responden terhadap pelayanan obat di bangsal penyakit dalam RSUD Kabupaten Brebes masuk dalam kategori cukup baik untuk dimensi daya tanggap, sedangkan dimensi keandalan, dan empati masuk dalam kategori tidak baik, dan dimensi kepastian, berwujud, serta tanggapan pasien secara keseluruhan terkait dengan kelima dimensi adalah masuk dalam kategori cukup baik. Ada perbedaan tingkat tanggapan antara pasien kelas I, II, dan III.

Page 1 of 1 | Total Record : 5