cover
Contact Name
Faradila Hasan
Contact Email
Faradila Hasan
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.alsyirah@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah
ISSN : 16934202     EISSN : 25280368     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah, with registered number ISSN 1693-4202 (Print), ISSN 2528-0368 (Online) is a peer-reviewed journal published twice a year in June and December by Faculty of Sharia, State Islamic Institute of Religious Affairs (IAIN) Manado. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah is a Communication Media between Sharia and Law Scholars (Law, Islamic Law, Sharia Economic Law and Social Society). Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah invites enthusiasts and experts in Islamic Law and Legal Sciences to write or disseminate research results relating to Sharia and Law issues.
Arjuna Subject : -
Articles 606 Documents
NIKAH SIRI DAN AKIBAT HUKUMNYA MENURUT UU PERKAWINAN Edi Gunawan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v11i1.163

Abstract

Pernikahan siri, yang secara agama dianggap sah, pada kenyataannya justru memunculkan banyak sekali permasalahan yang berimbas pada kerugian di pihak perempuan . nikah siri sering diambil sebagai jalan pintas pasangan untuk bisa melegalkan hubungan nya, meski tindakan tersebut pada dasarnya adalah pelanggaran UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Tulisan ini berusaha mengungkap faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi seseorang melakukan pernikahan siri, disamping problem-problem dan dampak yang berimbas pada perempuan. Pada dasarnya pernikahan siri dilakukan karena ada hal-hal yang dirasa tidak memungkinkan bagi pasangan untuk menikah secara formal. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya pernikahan siri, yang menurut penulis, semua alasan tersebut mengarah kepada pernkahan siri dipandang sebagai jalan pintas yang lebih mudah untuk menghalalkan hubungan suami isteri. Problem yang menyertai pernikahan siri yang paling nyata adalah problem hukum khususnya bagi perempuan, tapi juga problem intern dalam keluarga, problem sosial dan psikologis yang menyangkut opini publik yang menimbulkan tekanan batin bagi perilaku, problem agama yang perlu mempertanyakan lagi keabsahan nikah siri yang akhir-akhir marak terjadi di Indonesia. Dampak pernikahan siri bagi perempuan adalah secara hukum, istri tidak dianggap sebagai isteri sah, tidak berhak mendapat wariasan jika suami meninggal, tidak berhak mendapat harga gono-gini bila terjadi perpisahan. Dampak tersebut juga belaku bagi anak kandung hasil pernikahan siri.
The Implementation Of Islamic Law At The Early Spread Of Islam In Indonesian Archipelago Kasman Bakry; Edi Gunawan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v16i2.685

Abstract

The study on the gradualityprinciple (tadarruj) of Islamic law in the context of Islamic law legislation in Indonesia has broad issues. The process of Islamization in the archipelago has been taking place gradually, since the advent of Islam in the 7th century AD or the first century of the emergence of Islam in Arab. The legislation efforts of Islamic law in the context of the legal system of a country always raises two sides, they are universal and the particular. Universality and particularity of the Islamic laware motivated by two dimensions, ie the dimensions of divinity (ilāhiyyah) and the human dimension (insāniyyah). This paper is a qualitative research that focuses on discussing regarding the implementation of Islamic law at the early spread of Islamin the Indonesianarchipelago, with the historically normative approach. The conclusion is the graduality principle has been applied in the legislative process in the Islamic law in Indonesia,but it has no formal legal basis in the form of laws regulating the formation of a national law, although it has been implemented in the legislation process of Islamic law. Keywords: Islamic law; Graduality; legislation; Indonesian Archipelago
REKONSTRUKSI HUKUM ISLAM (Telaah Pemikiran Fiqih Indonesia) Abd. Rasyid Gandon
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 1, No 2 (2003)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v1i2.198

Abstract

Indonesia dengan setting objektif yang bukan negara agama pluralik selalu berhadapan sebuah kebutuhan adanya rekonstruksi Hukum Islam, yakni men­cerdasi eksistensi hukum Islam agar senantiasa fungsional. Dalam rentang yang cukup lama hukum Islam di Indonesia dibingkai oleh pemahaman dan keyakinan dari umat Islam yang menempatkan rumusan fiqih ulama-ulama terdahulu, terutama Imam Mazhab empat scbagai rumusan yang bersilat mutlak untuk diikuti dan tidak perlu digugat, karena itu rumusan ini jadi sebuah teologi Umat Islam. Akan tetapi dengan munculnya ulama-ulama mujaddid seperti Muhammad Bin Abdul wahab, Ibnu Taimiyah, Muhamad lqbal, KH. Ahmad Dahlan Hukum Islam (Baca perumusan fiqih) menjadi dinamis, is selalu di rekonstruksi hingga sampai kepada taraf suatu kebutuhan."Tulisan    ini mendeskripsikan  kondisi Objektif Indonesia yang mutlak mernerlukan upaya rekonstruksi hukum Islam.
Study on the Causes of Inaccuracy of Qibla Direction of the Great Mosque Baitul Makmur West Aceh Riza Afrian Mustaqim; Reza Akbar
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v19i1.1315

Abstract

The accuracy of the Qibla direction at the Baitul Makmur Great Mosque in West Aceh cannot tolerate. The reason is that the value of deviation is so high that it does not face ainul ka'bah or even jihatul ka'bah. This Qiblah direction is not by the minimum limit of tolerance for the variation of the Qibla direction and is not by the Islamic legal status. This study examines the causes of the inaccuracy of the Qibla of the Great Mosque of Baitul Makmur Meulaboh West Aceh, namely the lack of role of figures and efforts to maintain the architecture of the mosque building. This research belongs to qualitative field research, by verifying the direction of the Qiblah with the rashdul qibla method and google earth observation to explore causes of inaccuracy. Interview techniques are also used to obtain in-depth field data. The analysis technique used is descriptive analysis. This study indicates that the inaccuracy of the Qibla direction of the Baitul Makmur Great Mosque in West Aceh is inseparable from the minor role of religious figures and leaders at the beginning of the Mosque's construction. Until now, the direction of the Mosque's Qiblah is still parallel to the mihrab. Renovations were also not carried out because of maintaining the architecture of the mosque building. Renovation of the mosque building to calibrate the Qibla direction would reduce the aesthetics of the mosque building.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PERPEKTIF HUKUM ISLAM Ardianto Ardianto
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 5, No 2 (2007)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v5i2.233

Abstract

Upaya untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang bertutur kata santun merupakan hal yang sangat penting karena masyarakat sekarang ini tengah bergerak ke arahyang semakin maju dan modern. setiap perubahan masyarakat melahirkan konsekuensi-konsekuensi tertentu yang berkaitan dengan masalah nilai dan moral. Salah satu kecenderungan negative dari dampak perubahan dan kemajuan itu adalah pergeeran tata nilai dan pola kesantunan berbahasa masyarakat. Dengan membiasakan diri menggunakan bahasa yang santun, bahasa yang tidak  mengandung muatan makna yang dapat menyinggung perasaan orang lain, memilih, dan menyusun bahasa (kata-kata) yang mencerminkan cermat, logika, dan bersahaja, tanpa mengaburkan makna berarti kita sedang membiasakan diri untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki sikap yang berkualitas tinggi dan berada menuju masyarakat yang madani.
Contextualization of Utilities in Law and Maqasid Al-Shariah in Halal Lifestyle Culture in Makassar City Fikri Fikri; Aris Aris; Agus Muchsin; Amira Ezzat Mahrous
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v21i1.2310

Abstract

This study aims to explain the contextualization of utility in law and maqasid al-shariah towards the halal lifestyle in Makassar City. The study is field research using a normative juridical approach. Data collection procedures were conducted by observing several malls, drug stores, markets, and restaurants, in-depth interviews with Islamic jurists, and documentation. Data analysis by strengthening the utility theory proposed by Jeremy Bentham and maqasid al-shariah put forward by Abu Ishaq al-Syatibi. The study's findings are that the cultural transformation of the halal lifestyle is a form of commitment by the Muslim community in Makassar City to obeying and implementing Islamic law. The contextualization of utility in law and maqasid al-shariah towards the halal lifestyle is to maintain and safeguard religion, human intellect, and soul (nafs). Following up on the findings in this study, a halal lifestyle culture in Makassar recommends further research to optimize living laws in society and the legal system in laws and regulations.
PENENTUAN AWAL WAKTU SHALAT Frangky Suleman
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v9i2.31

Abstract

Awal waktu shalat merupakan perhitungan yang ditetapkan dengan berdasarkan garis edar matahari atau penelitian posisi matahari terhadap bumi, oleh karena itu menghitung awal waktu shalat adalah menghitung kapan matahari akan menempati posisi tertentu yang sekaligus menjadi penunjuk waktu shalat, yaitu pada saat tergelincir, saat membuat bayang-bayang sama panjang dengan bendanya, saat terbenam, saat hilangnya mega merah, saat terbitnya fajar dan saat terbitnya matahari.
PENERAPAN SISTEM MULITI LEVEL MARKETING (MLM) DI P.T ASURANSI ALLIANZ LIFE INDONESIA CABANG MANADO DI TINJAU DARI PERSFEKTIF HUKUM ISLAM Achmad Husain
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v12i2.330

Abstract

Penelitian ini berkenaan dengan studi penerapan hukum isalam yang bertujuan dalam pengaplikasain penerapan sistem multi level marketing (MLM) di P.T Asuransi Allianz life Indonesia asuransi syariah yang di pasarkan kepada masyarakat yang banyak di Negara kesatuan Republik Indonesia yang khususnya mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Islam dan pada umumnya di luar pemeluk agama Islam yang begitu bersimpati dengan prinsip ekonomi Islam (Syariah).Oleh karena itu, peneliti mencoba mengkaji bagaimana peranan Syariah dalam realitas kehidupan perekonomian di Indonesia, setelah ekonomi konvensional yang mengalami krisis moneter berapa tahun lalu, sehingga para pelaku-pelaku ekonomi mulai melirik ekonomi Islam (Syariah). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitaif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini di laksanakan di P.T Asuransi Allianz Life Indonesia cabang manado sejak bulan Januari 2014 sampai bulan Maret 2014. Jenis penekatan yang di lakukan oleh peneliti yaitu pendekatan yudiris dan sosiologis dimana peneliti sebagai alat pengumpul data utama dengan melakukan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara kangsung dan staudi dokumentasi. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini dengan cara memilih orang tertentu yang di pertimbangkan akan memberikan informasi yang di perlukan secara lengkap. Pengelola syarat Islam harus dilakukan secara professional dan jelas. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan para maysarakat atas dana yang di titipkan di sebuah lembaga keuangan non bank (Asuransi) yang menggunakan lebel syariah, yang telah mereka bayarkan dalam bentuk premi sampai kepada orang yang berhak menerima dana tersebut baik penanggung-tertanggung, serta prosedur klaim yang jelas.
Resolusi Konflik Perkawinan Melalui Mediasi Dalam Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Manado Ridwan Jamal
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v15i2.478

Abstract

This research aims to (1) describe and explore the implementation of marital conflict resolution through mediation in divorce cases in Manado Religious Courts, (2) to describe and explore the model of marriage conflict resolution through mediation in divorce cases in Religious Court of Manado, and (3) to describe and explanate the factors that become the obstacle of failure of marriage conflict resolution through mediation in divorce case in Religious Court of Manado. This research is a case study that is descriptive qualitative. This research was conducted in Manado city with the object of research is the office of Religious Court of Manado. The research informant is the leader of the Chairman and Vice Chairman of the Religious Court of Manado, the mediator (profession) on the implementation of mediation of divorce dispute, and the judge at the office of Manado Religious Court numbering 4 judges. The research data was collected by observation, interview, and documentation. The collected data is analyzed by flow model. The findings of the research indicate that (1) the implementation of marriage conflict resolution through mediation in divorce cases in Manado Religion Court is conducted by following the judicial regulations as stipulated in Supreme Court regulation concerning mediation procedure in religious court with pramediation, mediation and postmediation stage, (2) model The confirmation by the parties is mediated by the mediator of the judge, while the non-judicial mediator has not been practiced, and (3) the constraints to the failure of the marriage conflict resolution through mediation in the divorce case in the Manado Religion Court are divided into two main factors: (1) the general factors of the law, the additional factor of the number of judges, the factor of society is the low level of public knowledge, the lack of mediation facilities and infrastructure, and the cultural factors, and (2) the plaintiff factor, the mediator, the mediation atmosphere, and the litigants.
PENERAPAN HUKUM ISLAM DI MALAYSIA Ramli Makatungkang
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 1, No 1 (2003)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v1i1.186

Abstract

Malaysia meskipun pernah menja di negara jajahan, Namun Inggris yang pernah menjajahnya tidak menghalang-halangi penerapan hukum Islam bagi bangsa Malaysia muslim. Setelah merdeka tahun 1957, pemerintahan Malaysia dikendalikan oleh 2 (dua) partai besar yaitu UMNO (United Melaya National Organitation) dan PAS (Partai Islam se-Malaysia). Dua partai besar ini mempunyai visi dan misi yang sama dalam penerapan hukum Islam di Malaysia. Tulisan ini akan merunut me-ngenai bidang-bidang dan aspek-aspek hukum Islam yang telah ditetapkan di Malaysia.