cover
Contact Name
fropil
Contact Email
jurnal.fropil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
revy-safitri@ubb.ac.id
Editorial Address
Gedung Dharma Pendidikan Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung Balunijuk, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
ISSN : 23382791     EISSN : 26211440     DOI : 10.33019/fropil
Core Subject : Engineering,
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) is a scientific journal of the Department of Civil Engineering, Bangka Belitung University, which is a medium of scientific communication to disseminate information and development of knowledge for researchers and practitioners in the field of Civil Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN DENGAN RANGKA ATAP KAYU TERHADAP MUTU, BIAYA DAN WAKTU Sherly Anggun Rahayu; Donny Fransiskus Manalu
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 3 No 2 (2015): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.716 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v3i2.1220

Abstract

Permasalahan konstruksi rangka atap tergantung pada jenis bahan material strukturnya, bentuk dan luas ruang yang harus dilindungi, serta lapisan penutupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu rangka atap baja ringan dan rangka kayu, menghitung besaran biaya pemasangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu dan membandingkan waktu (efisiensi) pengerjaan rangka baja ringan dan rangka kayu. Berdasarkan hasil analisis, mutu kuat tarik baja ringan dan kayu didapat nilai kuat tarik material baja ringan sampel profil C 7,7/0,75, didapatlah hasil rata-rata dimana σ yield (Tegangan Leleh) = 542,80 MPa dan U maks (Tegangan Maksimum) = 544,01 MPa, sampel profil U tebal 0,45, didapatlah hasil rata-rata dimana σ yield (Tegangan Leleh) = 200,82 MPa dan U maks (Tegangan Maksimum) = 440,26 MPa dan nilai kuat tarik material kayu Sampel Kayu Menggeris, didapatlah hasil rata-rata dimana Kuat tarik rata-rata adalah 338,8 MPa, Sampel Kayu Nyato, didapatlah hasil rata-rata dimana Kuat tarik rata-rata adalah 157,7 MPa dapat disimpulkan bahwa dari hasil pengujian mutu kuat tarik material baja ringan lebih baik dari pada material kayu. Dan untuk analisis waktu untuk pemasangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu didapat lah kesimpulan bahwa bahwa pemasangan rangka atap kayu lebih banyak membutuhkan pekerja dan waktu pemasangan lebih lama, dari pada pemasangan rangka atap baja ringan. Dimana pemasangan rangka atap baja ringan dibutuhkan 3,4 pekerja (OH) dan 3,9 hari lama waktu pemasangan, sedangkan untuk mengerjakan rangka atap kayu 99 m², dibutuhkan 3,8 pekerja (OH) dan 5,8 hari lama waktu pemasangan.
ANALISIS PENGARUH BACK WATER (AIR BALIK) TERHADAP BANJIR SUNGAI RANGKUI KOTA PANGKALPINANG Tia Anandhita
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 3 No 2 (2015): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.437 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v3i2.1221

Abstract

Beberapa permasalahan pokokyang menyebabkan terjadinya banjir di Sub DAS Rangkui sebagian besar disebabkan oleh penyempitan penampang sungai akibat sedimentasi, curah hujan yang cukup tinggi, serta pengaruh back water (air balik) yang terjadi pada saat pasang laut tinggi. Back water tersebut menyebabkan terbendungnya aliran dari hulu, sehingga elevasi muka air pada penampang sungai meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh back water (air balik) terhadap banjir Sungai Rangkui Kota Pangkalpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelusuran aliran melalui pemodelan aliran tak seragam (unsteasy flow) menggunakan perangkat lunak HEC-RAS.Beberapa data yang digunakan sebagai input ditetapkan berdasarkan analisis dan perhitungan. Boundary condition sebelah hulu digunakan debit rencana kala ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun, sedangkan boundary condition sebelah hilir adalah tinggi muka air pasang tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya debit rencana pada periode ulang 2 tahun (Q2)=46.08 m³/d, periode 5 tahun (Q5)=57.68 m³/d, periode 10 tahun (Q10)=64.88 m³/d dan periode 25 tahun (Q25)=72.79 m³/d. Tinggi muka air tertinggi dengan kenaikan muka air banjir (luapan) berkisar antara 0.15-1.4 m untuk kondisi tanpa pasang surut dan 0.60-1.90 m untuk kondisi dengan pengaruh pasang surut. Semakin tingginya pasang surut yang terjadi, maka backwater sangat berpengaruh terhadap kenaikan elevasi di muka air hulu maupun hilir yang menyebabkan kenaikan elevasi muka air pada periode waktu tertentu, hingga melebihi elevasi tanggul yang ada saat ini.
STUDI OPTIMASI POLA TANAM JARINGAN IRIGASI DESA RIAS DENGAN PROGRAM LINEAR Djamal Abdul Nassir; Roby Hambali
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 4 No 1 (2016): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.922 KB)

Abstract

Embung Metukul merupakan salah satu embung yang terletak di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Air dari Embung Metukul dimanfaatkan untuk keperluan irigasi pada sawah yang terletak di Desa Rias. Pada Embung Metukul terdapat bendung yang mengalirkan air dengan sistem gravitasi untuk mengairi areal pertanian seluas ± 1383 Ha. Untuk itu perlu dilakukan analisis ketesediaan dan kebutuhan air irigasi pada Bendung Metukul agar air yang digunakan dapat dimanfaatkan secara optimum. Dengan keterbatasan air yang tersedia, dilakukan studi optimasi pola tanam agar dapat memaksimalkan keuntungan hasil usaha tani berdasarkan luas tanaman yang optimal. Untuk analisa ini digunakan program linear dengan program bantu Lindo 6.1. Volume andalan yang tersedia dan kebutuhan air tiap alternatif pola tanam yang direncanakan dijadikan batasan dan kendala yang digunakan sebagai input untuk pengoperasian program linearnya. Hasil dari perhitungan ini digunakan untuk mengetahui luas sawah yang bisa ditanami sesuai dengan jenis tanaman dan musim tanamnya serta keuntungan hasil tani optimum yang akan diperoleh pada daerah irigasi Rias. Dari beberapa alternatif yang direncanakan, diperoleh pola tanam yang menghasilkan keuntungan yang maksimum yaitu pola tanam padi-cabai-cabai dengan awal masa tanam di bulan Nopember. Keuntungan yang diperoleh selama 1 tahun masa tanam adalah sebesar Rp Rp 646.172.803.646 (enam ratus empat puluh enam miliyar seratus tujuh puluh dua juta delapan ratus tiga ribu empat ratus lima puluh rupiah).
KOMPETISI PEMILIHAN MODA ANGKUTAN PENUMPANG BERDASARKAN MODEL LOGIT-BINOMIAL-SELISIH DAN LOGIT-BINOMIAL-NISBAH Dwi Novi Wulansari
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 4 No 1 (2016): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.949 KB)

Abstract

In the urban transport system, need to observe the behavior of road users in order to know the factors that affect in an election mode. In order to obtain a model that can explain the mode choice probability of the user in choosing public transport modes, as well as be able to estimate the sensitivity of user in determining the mode choice when to amend an attribute journey. This study was performed using a discrete choice analysis on the behavior of individuals. The model used is the mode choice logit-binomial-difference models and logit-binomial-ratio models.The selection of two modes being simulated is 1) Airports Train and Bus Damri, 2) Airport train and taxi, 3) Airport train and private vehicles (cars). Based on the results of the sensitivity analysis, it is known that the most sensitive influence modal choice probability is travel costs. Where changes in the cost of the trip will result in a change mode choice probability is relatively higher than when there is a change on other attributes.
KAJIAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON KERTAS (PAPERCRETE) DENGAN BAHAN TAMBAH SERAT NYLON Edo Pratama; Endang Setyawati Hisyam
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 4 No 1 (2016): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.33 KB)

Abstract

Beton kertas adalah suatu material bangunan yang dibuat dengan kertas didaur ulang, pasir dan portland semen. Disebut beton kertas karena dalam penamaan standar internasional yang menyebut mortar juga sebagai crete walaupun memakai bahan mortar. Beton kertas sebagai salah satu alternatif beton ringan ramah lingkungan. Pada penelitian ini digunakan lima variasi penambahan nylon yaitu 0 %, 0,25 %, 0,50 %, 0,75 % dan 1 % terhadap jumlah berat semen. Adapun benda uji berbentuk silinder sebanyak tiga benda uji untuk tiap variasi. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton dilakukan saat umur beton kertas 28 hari dengan menggunakan alat uji tekan beton yaitu Compressive Strength Test. Data yang diperoleh dari uji kuat tekan dan kuat tarik belah beton kertas adalah beban maksimum yaitu pada saat beton hancur menerima beban maksimum tersebut, dari data tersebut maka dapat diperoleh nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton kertas dari masing-masing benda uji. Hasil penelitian diperoleh, nilai kuat tekan beton kertas umur 28 hari pada campuran beton dengan menggunakan serat nylon 0 % sebesar 0,561 MPa, 0,25 % sebesar 0,584 MPa, 0,50 % sebesar 0,708 MPa, 0,75 % sebesar 0,740 MPa, dan 1 % sebesar 0,918 MPa. Sedangkan hasil penelitian kuat tarik belah beton kertas umur 28 hari pada campuran beton dengan serat nylon 0 % sebesar 0,170 MPa, 0,25 % sebesar 0,189 MPa, 0,50 % sebesar 0,189 MPa, 0,75 % sebesar 0,198 MPa dan 1 % sebesar 0,209 MPa.
ANALISIS KINERJA PELAYANAN OPERASIONAL PETI KEMAS DI PELABUHAN PANGKALBALAM KOTA PANGKALPINANG Abu Khusyairi; Endang Setyawati Hisyam
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 4 No 2 (2016): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.492 KB)

Abstract

Pelabuhan Pangkalbalam merupakan simpul utama perekonomian dan sebagai jalur keluar masuknya barang di provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Setiap tahunnya pengguna peti kemas di pelabuhan ini semakin meningkat. Ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan operasional peti kemas di pelabuhan Pangkalbalam dengan mempertimbangkan kondisi saat ini dan kondisi dimasa yang akan datang guna tercapainya standarisasi kepelabuhanan Indonesia. Analisis yang dilakukan mengenai BOR (Berth Occupancy Ratio), BTP (Berth Throughput ), KD (kapasitas terpasang), YOR (Yard Occupancy Ratio), panjang dermaga, jumlah tambatan, kemampuan alat, dan prediksi arus kapal dan arus peti kemas dengan menggunakan analisis regresi. Hasil analisis yang diperoleh untuk arus kapal pada tahun 2011 berjumlah 394 unit dan tahun 2030 berjumlah 267 unit. Untuk arus peti kemas pada tahun 2015 berjumlah 28.543 box/tahun dan tahun 2030 berjumlah 53.074 box/tahun. BOR pada tahun 2015 untuk dermaga peti kemas 13% dan tahun 2030 bernilai 11% dikategorikan baik. YOR pada tahun 2015 bernilai 4% dan pada tahun 2030 bernilai 6% dikategorikan baik. Pada pelabuhan Pangkalbalam sistem penanganan menggunakan forklift dengan peralatan seperti mobile crane dengan produktivitas 16 box/jam dikategorikan baik, forklift 12 box/jam dikategorikan baik, head truck dan chassis 4 box/jam dikategorikan kurang baik, dan fix jib crane 16 box/jam dikategorikan baik. Untuk BTP pada tahun 2015 berjumlah 297 box/meter/tahun dan tahun 2030 berjumlah 253 box/meter/tahun. Untuk KD pada tahun 2015 berjumlah 59.383 box/tahun dan tahun 2030 berjumlah 50.561 box/tahun. Untuk kebutuhan panjang dermaga dan jumlah tambatan pelabuhan Pangkalbalam untuk dermaga peti kemas perlu menambah 10 meter dengan 2 tambatan.
ANALISIS KESELAMATAN JALAN PADA RUAS JALAN AHMAD YANI DALAM KOTA PANGKALPINANG Dede Maulana Effendi; Ormuz Firdaus
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 4 No 2 (2016): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.487 KB)

Abstract

Kota Pangkalpinang memiliki kawasan pusat bisnis (central business district), yang terdapat pada jalan Ahmad Yani Dalam. Aktifitas perdagangan menyebabkan gangguan fungsi jalan. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, berupa data primer yang terdiri dari data laik fungsi jalan, data inspeksi keselamatan jalan, data geometrik jalan. Sedangkan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait berupa data kecelakaan, data volume lalulintas, dan data jumlah penduduk. Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) dan standar laik fungsi jalan PP No.34/2006. Hasil inspeksi keselamatan jalan sepanjang 500 meter menyatakan perlu dilakukan monitoring terhadap titik yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, dengan nilai resiko (R) sebesar 50,52. Segmen jalan 0-100 meter adalah nilai resiko terbesar 53,20, yaitu penyimpangan pada parkir sebesar 52,63%. Dengan adanya penanganan berupa penegasan ulang marka jalan, perbaikan lampu penerangan jalan, memasang rambu-rambu, hal ini bisa memperbaiki perparkiran yang bermasalah, dan perbaikan perkerasan. Jika dilakukan penanganan tersebut nilai resiko Jalan Ahmad Yani Dalam Kota Pangkalpinang sangat memungkinkan menurun dan potensi kecelakaan pun sangat kecil.
ANALISIS PENGARUH KETINGGIAN TIMBUNAN TERHADAP KESTABILAN LERENG Ferra Fahriani
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 4 No 1 (2016): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.945 KB)

Abstract

Pekerjaan timbunan diperlukan sebelum membangun suatu konstruksi, apabila dibangun pada suatu tanah dengan kontur tanah yang tidak merata atau pada kondisi tanah dengan tingkat kekerasan yang rendah. Adanya pekerjaan timbuanan membentuk suatu lereng baru, sehingga perlu dianalisis kestabilan lereng tersebut. Kestabilan lereng ditunjukkan dari angka keamananlereng. Pada pekerjaan konstruksi ketinggian timbunan pada suatu pekerjaan akan berbeda-beda sesuai dengan kondisi permukaan dan kekerasan tanah pada suatu wilayah. Pada penelitian ini pengaruh ketinggian timbuanan dianalisis dalam permodelan mengguanakn software PLAXIS, dengan memodelkan ketinggian timbunan 1m sampai 5 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa meningkatnya ketinggian tanah timbunan mengakibatkan menurunnya angka keamanan lereng dengan persentase penurunan semakin kecil tiap penambahan ketinggian. Penurunan angka keamanan lereng tiap 1 meter semakin kecil, pada peningkatan ketinggian sampai 5 meter persentase penuruan angka kemanan lereng sebesar 2,47% terhadap ketinggian 4 meter. Penurunan angka keamanan lereng menunjukkan penurunan kestabilan lereng. Penurunan kesatbilan lereng ini terjadi karena adanya penambahan beban akibat bertambahnya ketinggian timbunan yang harus ditahan oleh tanah asli.
PENGARUH DIAMETER SERAT POLYMER ETILENE BRAID TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH PADA BETON MUTU TINGGI FENNIL BUANA; INDRA GUNAWAN; FADILLAH SABRI
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 4 No 2 (2016): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1687.532 KB)

Abstract

Beton mutu tinggi mempunyai kelemahan yaitu mempunyai kuat tarik belah rendah dan bersifat getas. Salah satu cara mengatasi tegangan tarik adalah dengan penambahan serat-serat pada adukan beton . Pada penelitian ini campuran beton diberi bahan tambah serat polymer etilene braid. Serat yang digunakan berdiameter 0,8 mm panjang 72 mm, diameter 1,0 mm panjang 90 mm, diameter 1,2 mm panjang 108 mm, sehingga diperoleh aspek rasio l/d=90. Pengujian beton meliputi kuat tekan dan kuat tarik belah yang dilakukan terhadap benda uji berbentuk silinder. Benda uji terdiri dari 126 silinder, konsentrasi serat untuk masing-masing beton adalah 0,3% dan 0,4 %. Dari pengujian slump test dapat disimpulkan bahwa penambahan dan semakin besarnya diameter serat menurunkan workability campuran beton. Pada pengujian kuat tekan, penambahan dan semakin besarnya diameter serat tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kuat tekan, kuat tekan tertinggi di peroleh pada campuran serat diameter 0,8 mm proporsi 0,4% dengan nilai kuat tekan sebesar 62,49 MPa. Pada pengujian kuat tarik belah beton, penambahan dan semakin besarnya diameter serat menghasilkan kuat tarik belah yang lebih tinggi dari beton tanpa serat, kuat tarik belah tertinggi pada campuran serat 1,20 mm persentase serat 0,4% dengan nilai kuat tarik belah sebesar 7,06 MPa.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN LIMBAH GYPSUM DENGAN SEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG Maryati Maryati; Yayuk Apriyanti
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 4 No 1 (2016): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.29 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, stabilisasi untuk tanah lempung menggunakan limbah gypsum dengan tiga variasi campuran yaitu 5%, 10% dan 15% dari berat tanah kering. Tanah lempung yang telah dicampur dengan limbah gypsum diperam selama 7 hari, kemudian dilakukan pengujian konsolidasi satu dimensi. Dari hasil pengujian konsolidasi tanah asli didapat nilai koefisien konsolidasi (Cv) sebesar 0,0318 cm2/detik, nilai indeks kompresi (Cc) sebesar 0,0086 dan tekanan prakonsolidasinya () yaitu 0,427 kg/cm2. Dengan adanya penambahan limbah gypsum pada kadar campuran 15%, nilai Cv meningkat signifikan menjadi 0,0519 cm2/detik, nilai mengalami kenaikan maksimum sebesar 0,441 kg/cm2 sedangkan untuk nilai Cc mengalami penurunan maksimum sebesar 0,0086. Peningkatan nilai koefisien konsolidasi (Cv) tertinggi dan penurunan nilai indeks kompresi (Cc) terendah untuk kedua bahan stabilisasi terjadi pada kadar variasi campuran 15%. Nilai Cv tanah yang distabilisasi dengan limbah gypsum sebesar 0,0519 cm2/detik dan 0,0588 cm2/detik untuk tanah yang distabilisasi dengan semen sehingga perbedaan nilai Cv sebesar 11,73%, sedangkan nilai Cc tanah yang distabilisasi menggunakan limbah gypsum dengan semen masing-masing sebesar 0,0086 dan 0,0031 sehingga perbedaan nilai Cc sebesar 177,42%. Penurunan konsolidasi terkecil untuk kedua bahan stabilisasi terjadi pada kadar variasi campuran 15 % yaitu sebesar 3,24 cm untuk tanah yang distabilisasi dengan limbah gypsum dan 1,25 cm untuk tanah yang distabilisasi dengan semen. Sehingga perbedaan nilai penurunan konsolidasi keduanya adalah 159,2%. Biaya penggunaan limbah gypsum sebagai bahan stabilisasi tanah lempung lebih ekonomis dibandingkan semen. Biaya total dari penggunaan limbah gypsum sebagai bahan stabilisasi sebesar Rp 3.600.000,00 sedangkan biaya penggunaan semen sebagai bahan stabilisasi Rp 136.725.000,00.

Page 5 of 15 | Total Record : 149