cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 450 Documents
Pemberdayaan Pendidikan Islam Rivai Bolotio
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v3i2.554

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang menarik untuk dibicarakan karena selalu memberikan solusi dalam kehidupan. Di lain sisi pendidikan selalu memberikan ruang gerak yang luas dan lues tanpa membatasi ruang dan waktu kepada manusia sepanjang membawa kebaikan dan kemajuan lembaga pendidikan. Bila ada orang membatasi seseorang, termasuk berfikirnya maka hal itu akan di pertanyakan keilmuannya dalam kerangka pendidikan. Tulisan ini mencoba mengemas bagaimana memposisikan manusia sesuai dengan kodratnya yang telah dianugerahi potensi oleh Allah Swt.Kata Kunci: Pengertian Pendidikan Islam, Sumber Pendidikan Islam, Pemberdayaan Pendidikan. 
Writing Strategy: an Analysis of Successful Malahayati English Council Learners in Writing Aiyub Aiyub; Putri Dini Meutia; Suryani Suryani; Ema Dauyah
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v16i2.2042

Abstract

Writing Strategy: an Analysis Of Successful Malahayati English Council Learners in Writing. The purpose of this study is to discover what kinds of learning strategies are used by successful learners to improve their English writing skills. This study employed an explanatory mixed method. A questionnaire is an instrument used to collect data. The population in this study was Malahayati English Council students enrolled in writing classes, and the sample consisted of students who earned an A (86-100) in the final writing subject. The data was analyzed using a simple statistic and the cumulative frequency distribution method. Based on the result of this study, it was concluded that first, Writing is a continuous process of thinking, organizing, rethinking, and reorganizing. It requires command of vocabulary, spelling, grammar, punctuation, appropriate content, and word selection for the audience, topic, and occasion. A writer must be able to think and express ideas in well-organized sentences with high coherence. Second, successful learners applied the writing strategies those are suggested by the expert. They used those strategies to solve all problems and to get the best results in writing. Third, the strategy employed is to divide the writing process into four stages: prewriting, drafting, revising, and editing
Pembinaan Kedamaian Hidup Beragama melalui Optimalisasi Pendidikan Agama Mardan Umar
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v10i1.588

Abstract

Kajian ini membahas tentang pembinaan kedamaian hidup beragama melalui optimalisasi Pendidikan Agama. Kedamaian hidup beragama menjadi suatu keharusan pada masyarakat Indonesia yang heterogen sebab Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman dan heterogenitas masyarakat dalam pelbagai aspeknya. Keragaman suku, agama, ras dan golongan serta bahasa yang begitu bervariasi menempatkan Indonesia sebagai negara yang kaya dengan nilai budaya, nilai religi, dan nilai-nilai luhur lainnya. Dalam aspek kehidupan beragama, keragaman terlihat dari keyakinan yang dianut. Hal ini bisa berwujud ibadah atau ritual, pakaian atau busana khas, serta kekhasan religi yang memberikan simbol heterogenitas masyarakat Indonesia. Keragaman ini seharusnya menjadi penopang permbangunan bangsa, namun tidak jarang hal ini menjadi pemicu konflik antar sesama. Pengalaman Indonesia sudah menunjukkan bahwa benturan tersebut mengancam kedamaian hidup beragama di Indonesia, sehingga perlu upaya untuk membina kedamaian hidup beragama. Oleh sebab itu, Pendidikan Agama diharapkan menjadi pelopor pembinaan kedamaian hidup pada masyarakat Indonesia yang heterogen. Pendidikan Agama perlu dikelola dan diupayakan dengan menyediakan kurikulum berbasis nilai agama, pendidik/guru yang memiliki pribadi yang dijadikan teladan hidup beragama, proses pendidikan, interaksi dan lingkungan pendidikan serta pembentukan Kelompok Siswa Cinta Damai yang mengedepankan nilai kedamaian hidup beragama yang saling menghormati dan menghargai perbedaan.Kata Kunci: Pembinaan, Kedamaian, Hidup Beragama, Pendidikan Agama.
HAKIKAT, NILAI-NILAI DAN STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER (AKHLAK) DALAM ISLAM Ainna Khoiron Nawali
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i1.885

Abstract

AbstrakTulisan ini akan membahas tentang hakikat, nilai-nilai dan strategi pembentukan karakter dalam Islam. Melihat lingkungan disekitar kita, terutama daerah perkotaan banyak anak yang berusia pelajar tidak mempunyai karakter yang baik dalam kesehariannya, bahkan setiap perilakunya tidak terdapat nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran Islam. Seperti membolos sekolah, tawuran dan lain-lain, bahkan orang berpendidikan pun kerap mempunyai karakter buruk seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Setiap orang mempunyai hakikat karakter yang berbeda-beda, untuk itu perlu adanya strategi tertentu agar setiap orang mempunyai karakter yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat dan tentunya sesuai dengan ajaran Islam.Kata kunci:      Hakikat, Nilai, Strategi, karakter, IslamAbstractThis paper will discuss the nature, values and strategy formation of character in Islam. See the environment around us, especially urban areas many children aged students do not have good character in their daily life, even every behavior there are no values in accordance with the teachings of Islam. Like ditching school, fights and others, even educated people also often has a bad character, such as corruption, collusion and nepotism (KKN). Everyone has the nature of the different characters, to the need for specific strategies so that everyone has the character that corresponds to the values and norms of society and of course in accordance with the teachings of Islam.Keywords:        Nature, values, strategy, character, Islam
Juxtaposing Parents' and Children's Interests in Choosing Madrasah: The Case of Muslim Minority Families in Bitung, Indonesia Sulaiman Mappiasse; Morty Tria Adonis; Mohamad S. Rahman; Abdul Muis Vangino Daeng Pawero
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v20i1.4114

Abstract

Choosing a school for Muslim children in a minority area is not always a smooth process, as parents often try to find a balance between piety and quality. This article examines how parents and children negotiate the decision to prefer a madrasah over a general school among Muslim families in Bitung, North Sulawesi, a region where Muslims constitute a religious minority. By interviewing parents and students, the study finds that parental decisions to send their children to madrasahs are primarily driven by concerns over preserving their children's religious identity and providing them with moral education. There had also been concern about practical considerations, such as school facilities and quality. Some children, on the other hand, refused their parents' choice mostly because they did not like studying too much religious content or memorizing the Qur'an. However, after attending madrasah, some had positive experiences due to perceived good madrasah programs and environment. These dynamics indicate underlying tensions in educational decision-making. But these tensions were mainly quiet. Finally, we discuss implications for madrasah education in plural contexts where Muslims exist as a minority group
Pembelajaran Berbasis Riset dengan Memanfaatkan Google Classroom pada Mahasiswa Tadris IPS IAIN Parepare Fawziah Zahrawati; Andi Aras
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i2.1253

Abstract

Interest in learning and learning outcomes are two important aspects in supporting the success of the learning process. This study aims to determine the effectiveness of Research-Based Learning by utilizing Google Classroom in improving student learning outcomes and interest in learning. This type of research is a pre-experimental research with One-Group Posttest Design. The data analyzed were data on learning outcomes and student interest in learning. Based on the results of the analysis of the posttest student learning outcomes using the t-test obtained that the p-value = 0.005 so that H1 was accepted and the results of the analysis of the posttest of student learning interest using the t-test obtained that the p-value = 0.000 so that H1 was accepted. Therefore, it can be stated that Research Based Learning by utilizing Google Classroom is effective in improving student learning outcomes and interest in learning.
Korelasi Latar Belakang Pendidikan dengan Keberhasilan Mahasiswa Pada Bidang Studi Keagamaan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado Rivai Bolotio
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v3i1.545

Abstract

Artikel merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk membandingkan keberhasilan mahasiswa berdasarkan latar belakang pendidikan menengah yang berbeda dalam proses belajar mengajar khususnya keberhasilan dalam mata kuliah-mata kuliah keagamaan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado. Objek penelitian adalah nilai mahasiswa STAIN Manado pada mata kuliah Bahasa Arab dan mata kuliah Tafsir. Data tersebut didapatkan dari 60 orang mahasiswa. Masing-masing 30 mahasiswa dari jurusan Tarbiyah dan 30 orang dari jurusan Syari’ah. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan rata-rata nilai mahasiswa yang berbeda latarbelakang pendidikan menengahnya dengan SPSS versi 12 menggunakan teknik Independent Sample T-test. Hasil analisis terhadap Prestasi mahasiswa pada mata kuliah Bahasa Arab dan Tafsir mahasiswa STAIN Manado menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh mahasiswa pada mata kuliah Bahasa Arab adalah 3,65 dan pada mata kuliah tafsir sebesar 3,33. Pada Mata kuliah Bahasa Arab, latar belakang pendidikan mahasiswa tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam prestasi belajar mereka. Nilai t statistik sebesar 0,266 masih jauh di atas angka kritis penolakan hipotesis nol. Hal ini diperkuat dengan nilai Sig (2 tailed) yang berada di atas 0,05 yakni sebesar 0,791. Sebagaimana Bahasa Arab, pada mata kuliah Tafsir juga didapatkan hal yang sama yaitu latar belakang pendidikan menengah mahasiswa tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam prestasi belajar. Nilai statistic t sebesar -0,473 berada jauh dibawah nilai t tabel sebagai syarat penolakan hipotesis nol. Nilai Sig. (2 tailed) juga menguatkan penerimaan hipotesis nol. Nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,638 masih jauh di atas kriteria signifikansi penolakan hipotesis sebesar 0,05. Selanjutnya, hasil analisis terhadap korelasi nilai mata kuliah Bahasa Arab dan Tafsir menunjukkan Tidak adanya hubungan yang signifikan antara nilai mahasiswa pada mata kuliah Bahasa Arab dengan nilai mahasiswa pada mata kuliah Tafsir. Indeks korelasi sebesar 0,195 menandakan adanya korelasi yang sangat rendah antara kedua variabel tersebut.Kata kunci: Latar Belakang Pendidikan Mahasiswa, Prestasi Belajar, Bahasa Arab, Tafsir.
Local Instructional Trajectory: Research-Based Hybrid Learning Assisted by Sevima Edlink in Improving Student Learning Independence Herlan Sanjaya; Fawziah Zahrawati; Andi Aras
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v16i1.1668

Abstract

Local Instructional Trajectory: Research-Based Hybrid Learning Assisted by Sevima Edlink in Improving Student Learning Independence. This study aims to design a local instructional trajectory of Research-Based Hybrid Learning (RBHL) assisted by Sevima Edlink to increase student learning independence. This research is design research consisting of three stages, namely: preliminary design, experimental design, and retrospective analysis. The subjects of this study were 27 students. Furthermore, questionnaires and observation guidelines became data collection instruments. After the data is collected, it is then analyzed. The findings of this study are the PHBP path assisted by Sevima Edlink through 5 stages, namely research focus, research planning, data searching, data processing, research results writing, and presentations carried out online and offline. The following finding is that local instructional trajectory of RBHL can increase student learning independence as seen from the increase in the average learning independence before and after treatment, from 2.40 to 4.28. The findings of this study can be an offer to solve the problem of learning independence of students in the midst of the limitations of offline learning.
Pendidikan pada Tiga Kerajaaan Besar (Kerajaan Turki Usmani, Safawiy di Persia dan Moghul di India) Ismail K Usman
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v11i1.577

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang dinamika pendidikan pada tiga kerajaan besar dalam sejarah kerajaan Islam yakni Moghul, Utsmani dan Safawi. Ketiga kerajaan ini pernah berjaya pada masanya dan akhirnya mengalami kemunduran yang luar biasa.  Faktornya bermacam-macam salah satu diantaranya disebabkan karena kurangnya perhatian  kerajaan pada bidang pendidikan. Persoalan pokok pada kajian ini adalah menguraikan bagaimana sistem pendidikan pada tiga kerajaan tersebut dan pendidikan yang seperti apa yang menjadi fokus dari ketiga kerajaan ini. Kajian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan  studi komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa  (1)  Pada Kerajaan Usmani kegiatan pendidikan yang sangat nampak pada dasarnya adalah pendidikan kemiliteran dan pemerintahan; kehidupan seni, budaya (arsitektur), bidang keilmuan, dan ilmu-ilmu keagamaan. (2) Pada Kerajaan Safawi, pendidikan yang menonjol adalah bidang perekonomian; kehidupan seni budaya arsitektur, bidang keilmuan dan ilmu-ilmu keagamaan (3) Pada Kerajaan Moghal kegiatan pendidikan yang nampak berkembang adalah kegiatan pendidikan  disegala bidang seni. Kesimpulan dari kajian ini adalah setiap kerajaan memiliki model, cara dan tujuan yang berbeda dalam mengembangkan dunia pendidikan berdasarkan kepentingan Negara di masa depan.Kata Kunci: Kerajaan, Islam, Pendidikan, Moghul, Safawiy, Usmani
Tantangan Pendidikan Islam Muh. Idris Tunru
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v7i2.611

Abstract

Masa depan pendidikan Islam di Indonesia ditentukan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Secara internet dunia pendidikan Islam pada dasarnya masih menghadapi problem pokok berupa rendahnya sumber daya manusia pengelola pendidikan. Namun demikian kecenderungan dari waktu ke waktu menunjukkan bahwa penyelesaian atas masalah sumber daya manusia itu mengalami penanganan yang semakin baik. Secara eksternal, masa depan pendidikan Islam dipengaruhi oleh tiga isu besar: globalisasi, demokratisasi, dan liberalisasi Islam. Dalam era global seperti ini tantangan dan perkembangan sains dan teknologi semakin massif eskalasi pasar bebas antar Negara dan bangsa yang semakin meningkat, iklim kompetisi dalam berbagai aspek semakin ketat, dan tuntutan demokrasi serta modernisasi merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh pendidikan Islam. Ketika kita mencermati gerak dinamika modernisasi dan globalisasi yang melanda masyarakat, tampak jelas betapa banyak perubahan yang terjadi tanpa kompromi. Terpaannya melanda manusia, lembaga-lembaga sistem sosial politik dan ekonomi maupun nilai budayanya. Oleh karena itu, dibutuhkan keseriusan untuk membangunan pendidikan di Indonesia. Banyak kendala yang dihadapi, tidak hanya aspek internal, melainkan benturan kebudayaan memaksa pemerhati, pakar, dan pelaku pendidikan untuk mengkaji ulang orientasi sistem pendidikan bangsa. Analisis professional dan kontekstual kea rah berbagai kendala dan pencarian solusi yang baik, niscaya dibutuhkan. Profesionalisme dan kontekstualisme pendidikan merupakan prasyarat utama bagi pembangunan pendidikan di masa depan.Kata Kunci: Pendidikan Islam, Tantangan, globalisasi, dan modernisasi