cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
Tantangan Pendidikan Islam Muh. Idris Tunru
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.004 KB) | DOI: 10.30984/jii.v7i2.611

Abstract

Masa depan pendidikan Islam di Indonesia ditentukan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Secara internet dunia pendidikan Islam pada dasarnya masih menghadapi problem pokok berupa rendahnya sumber daya manusia pengelola pendidikan. Namun demikian kecenderungan dari waktu ke waktu menunjukkan bahwa penyelesaian atas masalah sumber daya manusia itu mengalami penanganan yang semakin baik. Secara eksternal, masa depan pendidikan Islam dipengaruhi oleh tiga isu besar: globalisasi, demokratisasi, dan liberalisasi Islam. Dalam era global seperti ini tantangan dan perkembangan sains dan teknologi semakin massif eskalasi pasar bebas antar Negara dan bangsa yang semakin meningkat, iklim kompetisi dalam berbagai aspek semakin ketat, dan tuntutan demokrasi serta modernisasi merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh pendidikan Islam. Ketika kita mencermati gerak dinamika modernisasi dan globalisasi yang melanda masyarakat, tampak jelas betapa banyak perubahan yang terjadi tanpa kompromi. Terpaannya melanda manusia, lembaga-lembaga sistem sosial politik dan ekonomi maupun nilai budayanya. Oleh karena itu, dibutuhkan keseriusan untuk membangunan pendidikan di Indonesia. Banyak kendala yang dihadapi, tidak hanya aspek internal, melainkan benturan kebudayaan memaksa pemerhati, pakar, dan pelaku pendidikan untuk mengkaji ulang orientasi sistem pendidikan bangsa. Analisis professional dan kontekstual kea rah berbagai kendala dan pencarian solusi yang baik, niscaya dibutuhkan. Profesionalisme dan kontekstualisme pendidikan merupakan prasyarat utama bagi pembangunan pendidikan di masa depan.Kata Kunci: Pendidikan Islam, Tantangan, globalisasi, dan modernisasi
Korelasi Latar Belakang Pendidikan dengan Keberhasilan Mahasiswa Pada Bidang Studi Keagamaan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado Rivai Bolotio
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.755 KB) | DOI: 10.30984/jii.v3i1.545

Abstract

Artikel merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk membandingkan keberhasilan mahasiswa berdasarkan latar belakang pendidikan menengah yang berbeda dalam proses belajar mengajar khususnya keberhasilan dalam mata kuliah-mata kuliah keagamaan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado. Objek penelitian adalah nilai mahasiswa STAIN Manado pada mata kuliah Bahasa Arab dan mata kuliah Tafsir. Data tersebut didapatkan dari 60 orang mahasiswa. Masing-masing 30 mahasiswa dari jurusan Tarbiyah dan 30 orang dari jurusan Syari’ah. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan rata-rata nilai mahasiswa yang berbeda latarbelakang pendidikan menengahnya dengan SPSS versi 12 menggunakan teknik Independent Sample T-test. Hasil analisis terhadap Prestasi mahasiswa pada mata kuliah Bahasa Arab dan Tafsir mahasiswa STAIN Manado menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh mahasiswa pada mata kuliah Bahasa Arab adalah 3,65 dan pada mata kuliah tafsir sebesar 3,33. Pada Mata kuliah Bahasa Arab, latar belakang pendidikan mahasiswa tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam prestasi belajar mereka. Nilai t statistik sebesar 0,266 masih jauh di atas angka kritis penolakan hipotesis nol. Hal ini diperkuat dengan nilai Sig (2 tailed) yang berada di atas 0,05 yakni sebesar 0,791. Sebagaimana Bahasa Arab, pada mata kuliah Tafsir juga didapatkan hal yang sama yaitu latar belakang pendidikan menengah mahasiswa tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam prestasi belajar. Nilai statistic t sebesar -0,473 berada jauh dibawah nilai t tabel sebagai syarat penolakan hipotesis nol. Nilai Sig. (2 tailed) juga menguatkan penerimaan hipotesis nol. Nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,638 masih jauh di atas kriteria signifikansi penolakan hipotesis sebesar 0,05. Selanjutnya, hasil analisis terhadap korelasi nilai mata kuliah Bahasa Arab dan Tafsir menunjukkan Tidak adanya hubungan yang signifikan antara nilai mahasiswa pada mata kuliah Bahasa Arab dengan nilai mahasiswa pada mata kuliah Tafsir. Indeks korelasi sebesar 0,195 menandakan adanya korelasi yang sangat rendah antara kedua variabel tersebut.Kata kunci: Latar Belakang Pendidikan Mahasiswa, Prestasi Belajar, Bahasa Arab, Tafsir.
Pendidikan pada Tiga Kerajaaan Besar (Kerajaan Turki Usmani, Safawiy di Persia dan Moghul di India) Ismail K Usman
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.049 KB) | DOI: 10.30984/jii.v11i1.577

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang dinamika pendidikan pada tiga kerajaan besar dalam sejarah kerajaan Islam yakni Moghul, Utsmani dan Safawi. Ketiga kerajaan ini pernah berjaya pada masanya dan akhirnya mengalami kemunduran yang luar biasa.  Faktornya bermacam-macam salah satu diantaranya disebabkan karena kurangnya perhatian  kerajaan pada bidang pendidikan. Persoalan pokok pada kajian ini adalah menguraikan bagaimana sistem pendidikan pada tiga kerajaan tersebut dan pendidikan yang seperti apa yang menjadi fokus dari ketiga kerajaan ini. Kajian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan  studi komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa  (1)  Pada Kerajaan Usmani kegiatan pendidikan yang sangat nampak pada dasarnya adalah pendidikan kemiliteran dan pemerintahan; kehidupan seni, budaya (arsitektur), bidang keilmuan, dan ilmu-ilmu keagamaan. (2) Pada Kerajaan Safawi, pendidikan yang menonjol adalah bidang perekonomian; kehidupan seni budaya arsitektur, bidang keilmuan dan ilmu-ilmu keagamaan (3) Pada Kerajaan Moghal kegiatan pendidikan yang nampak berkembang adalah kegiatan pendidikan  disegala bidang seni. Kesimpulan dari kajian ini adalah setiap kerajaan memiliki model, cara dan tujuan yang berbeda dalam mengembangkan dunia pendidikan berdasarkan kepentingan Negara di masa depan.Kata Kunci: Kerajaan, Islam, Pendidikan, Moghul, Safawiy, Usmani
Penerapan Metode Pembiasaan Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Melaksanakan Shalat Lima Waktu Di Madrasah Aliyah Darul Ulum Kec. Toili Kab. Banggai Sukriadi Sukriadi
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.468 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.890

Abstract

AbstrakPenelitian ini berkenan dengan penerapan metode pembiasaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melaksanakan salat lima waktu di MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai. Berkenaan dengan hal tersebut, maka uraian dari penelitian ini berangkat dari masalah bagaimana penerapan metode pembiasaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melaksanakan salat lima waktu di MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai dan apa kendala dan solusi penerapan metode pembiasaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melaksanakan salat lima waktu di MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai?Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode pembiasaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melaksanakan salat lima waktu di MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai adalah dengan menyampaikan tata tertib madrasah, memberikan tauladan, mengingatkan, menasehati, membimbing dan mengarahkan, serta memberikan hukuman.Sedangkan kendala dan solusi yang dihadapi penerapan metode pembiasaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melaksanakan salat lima waktu di MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai adalah kurangnya kesadaran siswa dan terbatasnya tempat berwudhu. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah bagi siswa salat adalah akan di tindak lanjuti dengan sanksi yang sudah ditetapkan sesuai dengan pelanggaran yang dibuat. Sedangkan untuk mengatasi masalah kurangnya tempat wudhu adalah dengan membuat tempat wudhu tambahan sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.Kata kunci:      Metode Pembiasaan, Kedisiplinan, Shalat lima waktu AbstractThis study is pleased with the application of habituation methods in improving students' discipline in performing five daily prayers at MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai. With regard to this, then the description of this thesis departs from the problem of how the application of habituation methods in improving students' discipline in performing five daily prayers at MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai and what are the obstacles and solutions to the application of habituation methods in improving students' discipline in performing five daily prayers at MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai?The results showed that the application of habituation methods in improving students' discipline in performing the five daily prayers at MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai is by conveying the rules of the madrasa, giving examples, reminding, advising, guiding and directing, and giving punishment.While the constraints and solutions faced by the application of habituation methods to improve students' discipline carry out the five daily prayers at MA Darul Ulum Toili Kab. Banggai is a lack of awareness of students and limited places for ablution. The solution to overcome these obstacles is for students to pray is to be followed up with sanctions that have been set in accordance with the violations made. Whereas to overcome the problem of lack of ablution place is to make additional ablutions according to the amount needed.Keywords:        Methods of customization, discipline, prayer five times
Hakikat Transfer Of Learning dan Aspek-Aspek yang Mempengaruhinya Zulkifli Mansyur
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.589 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i2.899

Abstract

AbstrakBelajar dan transfer belajar adalah pusat pemahaman untuk mengerti bagaimana orang mengembangkan kemapuan. Belajar penting karena tidak seorangpun yang lahir dengan kemampuan secara kompeten sebagai seorang yang dewasa dalam masyarakat. Belajar itu penting terutama untuk memahami berbagai jenis pengalaman belajar yang mendorong ke arah transfer, didefinisikan sebagai kemampuan untuk memperluas belajar dari satu konteks ke konteks yang baru. Kegagalan dalam proses transfer belajar merupakan faktor terpenting terjadinya kegagalan dalam efektifnya suatu pembelajaran didalam ruangan kelas. Hanya dengan kembali kepada prinsip-prinsip dasar maka akan dapat meminimalisir kegagalan yang seringkali dilakukan oleh setiap pendidik baik yang disadari maupun tidak.Kata kunci:      Transfer of Learning AbstractLearning and learning transfer are central to understanding how people develop abilities. Learning is important because no one is born with competent abilities as an adult in society. Learning is important especially to understand the various types of learning experiences that lead to transfer, defined as the ability to expand learning from one context to a new context. Failure in the learning transfer process is the most important factor in the failure of effective learning in the classroom. Only by returning to basic principles will it be able to minimize failures that are often carried out by every educator, whether consciously or notKeywords:      Transfer of Learning
HAKIKAT, NILAI-NILAI DAN STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER (AKHLAK) DALAM ISLAM Ainna Khoiron Nawali
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.384 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.885

Abstract

AbstrakTulisan ini akan membahas tentang hakikat, nilai-nilai dan strategi pembentukan karakter dalam Islam. Melihat lingkungan disekitar kita, terutama daerah perkotaan banyak anak yang berusia pelajar tidak mempunyai karakter yang baik dalam kesehariannya, bahkan setiap perilakunya tidak terdapat nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran Islam. Seperti membolos sekolah, tawuran dan lain-lain, bahkan orang berpendidikan pun kerap mempunyai karakter buruk seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Setiap orang mempunyai hakikat karakter yang berbeda-beda, untuk itu perlu adanya strategi tertentu agar setiap orang mempunyai karakter yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat dan tentunya sesuai dengan ajaran Islam.Kata kunci:      Hakikat, Nilai, Strategi, karakter, IslamAbstractThis paper will discuss the nature, values and strategy formation of character in Islam. See the environment around us, especially urban areas many children aged students do not have good character in their daily life, even every behavior there are no values in accordance with the teachings of Islam. Like ditching school, fights and others, even educated people also often has a bad character, such as corruption, collusion and nepotism (KKN). Everyone has the nature of the different characters, to the need for specific strategies so that everyone has the character that corresponds to the values and norms of society and of course in accordance with the teachings of Islam.Keywords:        Nature, values, strategy, character, Islam
TEORI TRANSFORMASIONAL KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM Nurul Sahana
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.838 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.891

Abstract

AbstrakPemimpin merupakan posisi paling utama dan bertanggung jawab dalam menentukan organisasi dan menggerakkan anggota organisasinya kearah tujuan yang dicita-citakan. Bukan hanya itu, ketika pemimpin yang lemah dalam menggerakkan organisasinya menjadikan organisasi tersebut terpuruk dan tidak mampu lagi bersaing pada zaman modern.Pemimpin pendidikan yang ideal harus memiliki kemampuan meyakinkan anggota yang dipimpinnya untuk mewujudkan impian bersama berupa visi organisasinya sehingga layak disebut pemimpin visioner yang mampu melihat jauh kedepan, serta mampu melakukan perubahan-perubahan organisasi berdasarkan analisis-analisis yang cermat dalam kerangka membangun dan mengembangkan mutu institusi pendidikan sehingga dia layak disebut sebagai pemimpin transformasional.Kata kunci:      Teori Transformasional, Kepemimpinan Pendidikan Islam AbstractThe leader is the most important position and is responsible for determining the organization and moving the members of the organization towards the desired goals. Not only that, when a weak leader in mobilizing his organization makes the organization slumped and unable to compete in modern times.The ideal education leader must have the ability to convince the members he leads to realize shared dreams in the form of his organizational vision so that he deserves to be called a visionary leader who is able to look far ahead, and is able to make organizational changes based on careful analyzes in the framework of building and developing the quality of educational institutions so he deserves to be called a transformational leader.Keywords:    Transformational Theory, Islamic Education Leadership
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Saintifik Lastri Paputungan
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.017 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i2.900

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang bertujuan menghasilkan produk perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik. Penelitian dilakukan di MTs Negeri 1 Bolaang Mongtondow Timur. Pada penelitian ini model yang dikembangkan adalah pengembangan Four-D yang mencakup 4 (empat) tahap, yaitu: (1) pendefinisian, (2) perancangan, (3) pengembangan, dan (4) penyebaran. Uji pengembangan produk hanya dilakukan pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu vaiabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang telah dilakukan uji pengembangannya telah memenuhi kriteria antara lain, valid, praktis, dan efektif. Hasil uji pengembangan yang memenuhi kriteria valid berdasarkan persentase penilaian ahli yang mencapai 100%. Dalam penelitian ini output yang memenuhi kriteria praktis berdasarkan penilaian guru dan siswa adalah kategori sangat baik, serta berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran. Produk memenuhi kriteria efektif berdasarkan hasil belajar siswa pada kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Persentase siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan melebihi 78%.Kata kunci:      pembelajaran matematika, pendekatan saintifik AbstractThis study was a research and development which aimed to producing mathematics learning sets with a scientific approach. This study was conducted at Public MTs 1 of East Bolaang Mongtondow. The developed model in this study was the development of Four-D which includes 4 (four) stages, namely: (1) defining, (2) designing, (3) development, and (4) dissemination. Product development tests are only carried out on equation and inequation of linear material of single variable. The results of this study show that the products that have been tested for development have met the criteria, among others, are valid, practical, and effective. Development test results that meet valid criteria are based on the percentage of expert evaluations that reach 100%. In this study, the output that meets the practical criteria based on teacher and student assessment was a very good category, and based on the results of observations of the learning’s implementation. The products which are meet the effective criteria based on the student learning outcomes in competency attitudes, knowledge, and skills. The percentage of students who achieved the minimum completeness criteria (KKM) for competency attitudes, knowledge, and skills exceeded to 78%.Keywords:        mathematical learning sets, scientific approach
PERAN ORANG TUA DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM Mohamad Syakur Rahman
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.73 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.886

Abstract

AbstrakPenanaman nilai-nilai Islam dapat berlandaskan visi keimanan  berupa akidah dan tauhid merupakan fundamen dasar dan asasi,dan visi muamalah, dimulai dari lingkungan keluarga dimana orang tua harus bersikap penyayang, lemah lembut adil dan bijaksana dan tidak boleh dengan cara sebaliknya. Tujuan penanaman nilai-nilai Islam pada anak ditujukan kepada tujuan jasmani, rohani dan mental. Ketiga komponen ini merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak boleh ada yang ditinggalkan. Memperkenalkan syari’at Islam kepada anak dengan cara memberikan arahan dan tauladan dan ini dapat dilakukan dalam lingkungan rumah tangga baik itu dalam bentuk muamalah sosial dan ibadah. Orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak-anak.Kata kunci:     Orangtua, nilai-nilai IslamAbstractPlanting Islamic values can be based on a vision of faith in the form of aqidah and tauhid is a fundamental and basic fundamentals, and muamalah vision, starting from a family environment where parents must be compassionate, gentle and just and wise and not otherwise. The purpose of planting Islamic values in children is aimed at physical, spiritual and mental goals. These three components constitute a unified whole and no one should be left behind. Introducing Islamic Shari'a to children by giving direction and role models and this can be done in a household environment whether it is in the form of social muamalah and worship. Parents are the primary and first educator for children.Keywords:       Parents, Islamic values
PROSPEK PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN KECAMATAN MALANGKE KABUPATEN LUWU Yunus Yunus
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.847 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i2.894

Abstract

AbstrakPola Strategi pengembangan Pondok Pesantren di Malangke, strategi pengembangan pesantren adalah cara atau srategi yang digunakan oleh wadah atau tempat guna proses suatu perubahan berencana yang memerlukan dukungan semua pihak, anatara lain Kepala, staff, guru, dan siswa dengan perubahan-perubahan itu diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan lembaga pendidikan, yang memerlukan usaha jangka pendek, menengah, dan panjang guna menghadapi perubahan yang akan terjadi pada masa mendatang. Peluang dan tangan pengembangan Pesantren di Luwu Utara,  terdapat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang beberapa pasalnya menekankan penyelenggaraan pendidikan keagamaan, seperti, pasal 30 ayat (1) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan pada pasal 1 ayat (2) tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan yang didalamnya secara tegas dikemukakan bahwa pondok pesantren menyelenggarakan pendidikan diniyah pada tingkat dasar dan menengah, tergolong dalam sub sistem pendidikan Nasional di Indonesia yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa, menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menajdi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sedangkan tantangan ada beberapa hambatan 1)Sistem kurikulum yang lebih modern, sehingga pesantren ketinggalan jauh dari sekolah umum, 2) Kurangnya anggaran dan sumber pendanaan disebabkan oleh kurang siswa. 3) adanya sebagian orang tua tidak tertarik menyekolahkan anak di sekolah Pesantren.Kata kunci:      Pengembangan, Pondok Pesantren As’addiyah.  AbstractThe pattern of the development of Islamic boarding schools in Malangke, the strategy of developing pesantren is the method or strategy used by the place or place for the process of planning changes that require the support of all parties, among others, the Head, staff, teachers and students are expected to develop and improving educational institutions, which require short, medium and long-term efforts to deal with changes that will occur in the future. Opportunities and hands for the development of Islamic boarding schools in North Luwu, there is Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, some of which emphasize the implementation of religious education, such as article 30 paragraph (1) and Government Regulation (PP) Number 55 of 2007 concerning Education Religion and Religious Education in Article 1 paragraph (2) concerning Religious Education and Religious Education in which it is expressly stated that Islamic boarding schools conduct early childhood education at the elementary and secondary levels, belonging to the national education sub-system in Indonesia which aims to educate the nation, make humans who have faith and devotion to the Almighty God, are noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent and become a democratic and responsible citizen. While the challenges are several obstacles 1) A more modern curriculum system, so that pesantren lag far behind public schools, 2) The lack of budgets and funding sources is caused by lack of students. 3) there are some parents who are not interested in sending their children to school in Islamic boarding schools.Keywords:        Development, As'addiyah Islamic Boarding School.

Page 8 of 28 | Total Record : 274